Share

Bab 3

Author: Thaiteaa
last update publish date: 2026-05-04 22:30:56

Seminggu telah berlalu setelah pesta pernikahan dan bulan madu dadakan. Karina akhirnya dibawa Alfan untuk tinggal di mansion miliknya di jakarta Selatan. Setelah beberapa hari Akrina harus mengurus pengunduran diri di tempat ia bekerja. Namun, dari pihak bimbel ia memeberikan pekerjaan mengajar lewat zoom. Tentu saja ia mau melakukannya, karena ia juga mau punya uang hasil sendiri.

"Mulai sekarang ini kamar kamu, Karina" Suara rendah Alfan mengudara diantara mereka. Pria itu menunjukkan kamar yang ia sudah siapkan untuk istrinya. Alfan membuka satu kamar kosong di samping ruangan kerjanya, kamari itu adalah kamar dirinya, kamar itu sudah siap di pakai, lengkap dengan perabotannya. Kamar mereka hanya terhalang satu ruangan itu saja.

"Kita pisah kamar mas? " Tanya Karina tidak sengaja, lalu ia langsung menutup mulutnya sambil menggeleng. Duh jodohnya Karina udah tau kok masih nanya sih.

Alis tebal Alfan terangkat, eksepsinya berubah dingin, lalu ia mengecup kening Karina. "Saya perhatiin, kamu memang ada rasa ya sama saya? " Ucap Alfan menatap Karina lembut. Membuat Karina Ingin teriak atas kelakuan Alfan tadi.

"Apakah dari awal kamu menerima perjodohan ini, kamu yang berharap kita satu kamar Karina?, " Sambung Alfan menatap serius Karina yang diam membisu.

Perempuan itu menelan salivanya susah payah, menuai semua perkataan Alfan yang begitu pedas sekaligis narsis. "Mas Alfan terlalu percaya diri banget, saya cuma bercanda kok. Jangan dianggap serius ya mas, " Kilahnya dengan suara pelan, sambil mengusap dahinya.

"Bercanda kamu tidak lucu Karina, " Sarkas Alfan menatap tajam Karina.

Karina mengulum bibitnya, menunduk sambil mengusap-ngusap cincin berlian pemberian Alfan sebagai tandak pernikahan, "iya, Maafkan saya Mas Alfan, " Ucapnya lembut sekali.

"Satu lagi Karina, kamu jangan pernah masuk kamar saya tanpa izin dari saya ya, " Alfan memberi peringatan dengannya ekspresi lebih serius.

"Kenapa Mas? "

"Jangan tanya kenapa Karina, turuti saja perkataan saya, selagi tidak merugikan, " Ucap Alfan tajam dan tidak ada bantahan.

Karina menghela nafas panjang, lalu mengangguk patuh. "Saya mengerti Mas Alfan. Tenang saja, saya tahu diri kok, nggak bakal jadi beban Mas Alfan juga. Saya juga kerja kok meski online, " Tutur Karina panjang lebar, suaranya pelan mengandung pada ketegasan di setiap kata yang terucap.

Alfan melipat tangannya ke dada,masih menatap istrinya dengan lekat. "Saya cuma bilang jangan masuk kamar saya, kenapa kamu jadi melebar kemana-mana Karina? Hmm kenapa? " Tanya Alfan herang dengan istrinya yang ternyata bisa beriik.

"Nggak begitu Mas Alfan,niar kedepannya Mas Alfan tahu kalau saya ini istri yang berguna, dan Buat Mas Alfan juga punya kejelasan, " Seloroh Karina sedikit percaya diri, meskipun selanjutnya ia ciut karena tatapan intimidasi Suaminya Alfan.

"Yakin berguna? Semua pelayanan di sini saya kasih fasilitasnya. Kamu kalau keluar tinggal keluarga ada supir, terus tiap pagi sampe sore ada bi ijah buat bersih-bersih rumah,masak dan nyuci. " Terang Alfan lagi, lalu pria itu mengeluarkan sebuah benda dari dompetnya, yaitu kartu biru tua bertuliskan BCA Solitaire. Lalu ia menyodorkan kartu iti kepada Karina.

"Ini apa Mas Alfan? " Tanya Karina bingung, membuat Alfan berdecak tidak sabar.

"Kartu BPJS... Kamu lihatnya apa Karina? " Pungkasnya tidak sabar, dengan tangannya masih mengambang di udara memegang kartu ATM tersebut.

Karina mendelik mendengar kalimat Alfan. "Iya maksud saya ini kartu buat apa? " Sabar sekali ia harus menghadapi pria ini.

"Ambil dulu ini! " Titah Alfan tidak mau di bantah, dan terpaksa Karina menerima kartu itu.

"Itu buat kebutuhan kamu, apapun yang kamu inginkan pakai kartu itu, sandinya tanggal pernikahan kita. Kalau udah mau abis kamu bilang saya, biar saya transfer lagi. " Alfan sudah menyiapkan ini semua setelah pulang dari Yogyakarta kemarin.

Iris mata Karina melebar dan jantungnya berdetak lebih kencang. "Ini beneran buat saya Mas ? Saya boleh pakai ini juga buat beli barang-barang yang aku inginkan? Cerocoa Karina terharu dengan suaminya.

Alfan mengangguk singkat. " Apapun yang kamu butuhkan, asal jangan yang aneh-aneh, intinya yang bermanfaat saja dan kepake. "

"Aneh-aneh bagaimana Mas Alfan, saya orangnya nggak boros kok, " Sahut Karina tidak Terima . Ia bukan orang yang boros belanja. Tapi dia orang yang kalau membeli sesuatu yang di butuhkan saja.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 89

    Alfan tersenyum lebar, ia berjalan menyusul Karina untuk mengganti bajunya dengan baju yang lebih santai. Sembari berjalan tangannya terus mengotak-atik handphonenya. "Emang kita makan gudegnya dimana mas? " Tanya Karina. "Kamu maunya dimana? Mas turutin" Jawab Alfan enteng. "Kalau di Yogyakarta? Boleh kan? " Tanya Karina ragu. "Boleh lah, ayo kita pergi ke yogya. " Ucap Alfan. "Serius ini Mas? " Tanya Alfan tidak nyangka. "Iya dong, apasih yang nggak buat bunda Karina cantik ini" Gombal Alfan. "I love you Mas Alfan yang kaya tujuh turunan" Ucap Karina"Love you more Bunda Karina cantik tiada taraaa" Tembal Alfan. Mendengar ucapan Alfan Karina langsung bersiap, ia tidak memikirkan menggunakan transportasi apa mereka ke yogya yang terpenting saat ini ia berdandan dengan cantik untuk memenuhi keinginan anaknya ini. 1 jam lebih Karina sudah kelihatan lebih segar dari sebelumnya, celana kulit Highwais coklat mahogany di padu dengan blouse berwarna hijau Alpukat . Gucci bag berw

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 88

    Alfan sudah bersiap dengan pakaian kerjanya, dan ia makai berjalan menuju ke bawah untuk berpamitan ke snah istri. "Eh lagi makan" Ucap Alfan yang berjalan sembari memasang jam tangannya. "Gimana enak gak masakan Mas? " Tanya Alfan. Karina berbalik kemudian ia peluk bahkan ia cium seluruh wajah sang suami. "Terima kasih suamiku, Terima kasih ayah. Sudah membuatkan makanan ini untuk kami, ini enak sekali" Ucap karina. Alfan bernafas lega kemudian ia cium juga Karina sama seperti yang Karina lakukan. "Mas sudah mau berangkat ya? Tapi Karina belum siapin bekal" Ucap Karina merasa bersalah."Belum,masih ada waktu 20 menitan lagi""Kalau begitu Karina buatin menu simpel enak aja ya buat Mas, Mas tungguin" Jawab Karina."Okai bunda Ayah tungguin" Alfan duduk di kursi sembari menunggu Karina yang sudah lebih bersemangat. Tangan Karina bergelut cepat dengan seluruh alah dan bahan dapur yang ia butuhkan, untuk waktu yang hanya sedikit ini Karina mulai menggoreng ayam goreng bawang putih

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 87

    10 menit Karina merasakan tak ada lagi pergerakan dari Alfan, bahkan tangannya yang sedari tadi mengelus perutnya kini sudah terdiam. Ia buka perlahan bantalnya, senyum tipis mengembang di wajahnya melihat suaminya sudah tertidur dengan posisi terduduk. "Maafin Karina ya Mas, maafin kalau Karina nyusahin Mas malam-makam seperti ini" Karina sisir rambut sang suami dengan tangannya kemudian setelah itu ia elus kepala sang suami untuk memeberikan ketenangan. Sesuai ucapan Alfan tadi pukul setengah 4 pagi pintu di ketuk oleh seseorang, Karina terpaksa harus membangunkan Alfan karena tidak mungkin jika ia yang mengambil pesanan itu. "Mas, itu ada Mas go food nya" Ucap Karina, sambil mendoronkan badan Alfan pelan. Lantas Alfan tersentak kaget awalnya namun karena ia berhasil mengatasi keterkejutan nya ia langsung berdiri untuk mengambil pesanannya. "Mas kasih ini untuk kurir nya ya" Karina memberikan uang pecahan lima puluh 1 lembar pada Alfan untuk diberikan pada pengantar makanan itu

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 86

    Rumah sudah seperti biasanya hanya ada Alfan dan karina di dalamnya. Alfan kembali istirahat dikarenakan ia besok akan melakukan perjalanan meeting ke Bandung pukul 9 pagi, jadi mengharuskan ia tiba tepat waktu di bandung. Awalnya Karina sudah menutup matanya setelah perutnya di elus oleh Alfan maka dari itu Alfan ikut menyusul Karina masuk ke dalam mimpinya. Karima terbangun di tengah malam, Karina melirik jam yang menunjukkan pukul 3 malam, Karina mengurungkan niatnya untuk membangunkan Alfan, ia tiba-tiba lapar ingin makan lumpia basah yang ada di depan pasar baru. Karina membayangkan saat ini makan lotek sangat enak. Karina kembali merebahkan tubuhnya di kasur, matanya tidak bisa terpejam sehingga ia hanya bolak-balik mengganti posisi tidurnya. "Mas.. Mas.. " Sudah tidak sabar Karina. Akhirnya membangun kan Alfan daripada nantinya ia yang tidak bisa tidur. Panggilan pertama dari Karina, Alfan tidak mendengar bahkan ia masih nyenyak dengan tidurnya, ia goyangkan la

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 85

    Tidak, itu hanya becanda Karina pada Alfan saja agar pembicaraan mereka tidak terlalu garing dan sepi. "Boleh sebentar, cantik"Alfan mengambil dompetnya yang ada di saku jas nya kemudian mengeluarkan semua uang cash yang ada di dalam dompet itu. "Cuma ada segini uang cash nya, nanti transfer aja ya sisanya" Ucap Alfan. Karina tertawa meliat hanya ada 3 lembar uang pecahan ratusan. "Gak mau ah, sedikit banget itu Mas""Kan Mas transfer cantik" Ucap Alfan gemas. "Hadiah tambahan buat Mas mana? " Tanya Alfan menyodorkan tangannya setelah ia ketakkan dompetnya di meja dekat kasur. "Oh iya Mas Aku lupa, bentar ya aku ambil dulu" Ucap Karina. "Eh besok aja deh, kamu sekarang istirahat aja. Mas tadi cuma becanda doang kok " Ucap Alfan merasa tidak enak mengganggu istirahat sang istri. "Engga Mas sekarang aja, Karina emang udah nyiapin harian khusus buat Mas" Ucap karina Antusias. Karina bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan menuju lemari untuk mengambil hadiah yang sudah ia siapk

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 84

    "Terima kasih untuk semua teman-teman dan rekan bahkan keluarga yang sudah bersedia hadir untuk memenuhi undangan bumil yang paling saya cintai" Ungkapan Alfan dengan tulus. "" Last but not least untuk istri saya, dunia saya Terima kasih sudah memberikan hadiah yang cukup besar di hari yang spesial ini, Terima kasih sudah merayakan hari ini""Untuk bayi yang masih di dalam perut Bunda, Terima kasih sudah menemani Bunda mempersiapkan ini semua untuk Ayah" Alfan menunduk kemudian mencium perut Rata Karina. Karina tangkup wajah Alfan dengan lembut"Sama-sama Ayah, bahagia terus yah" Ucap Karina dengan tulus di sertai tangisan bahagia. Selsai dengan Karina Kini Alfan mendekati sang Ibu yang sedari tadi menatapnya haru, anaknya sudah cukup besar bahkan sudah dewasa saat ini. Ia akan menjadi Ayah. Ia peluk Alfan"Selamat Ya Fan, Mamah bahagia banget liat kamu nak. Jaga istri kamu, sayangi dia" Pesan mamah Sekar untuk Alfan. "Jaga juga calon anak kamu, besarin dia dengan tulus. Senang s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 34

    Pagi ini Alfan langsung saja datang ke apartemen nya Aldo hanya dengan jaket dan celana jins saja karena tadi pergi terlalu buru-buru. Amarahnya sudah tidak tertahan lagi karena kali ini Salsa memancing singa yang diam untuk mencari masalah dengan nya. "Dan! Lo nggak papa? " Sosok Alfan menyambut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status