MasukDia berubah. Dulu, dia hanya gadis remaja yang terpaksa kunikahi demi baktiku pada Umi. Tapi sekarang, setelah tujuh tahun berlalu, dia menjelma menjadi wanita dewasa yang cantik, pintar dan anggun. Bisakah aku mendapatkannya kembali di sisiku? sementara saat ini, ada lelaki lain yang bergelar calon suami?
Lihat lebih banyak"Kamu mau beli apa?""Daster palingan Mas.""Buat Alina sama Ulya juga?""Iya, buat Umi juga.""Oke."Dasarnya aku wanita, ya aku seperti wanita kebanyakan. Kalab kalau sudah perihal belanja. Beruntung suamiku tidak masalah, bahkan dengan ikut antusias membantuku memilihkan model daster untuk aku, dan tiga wanita terkasihnya yang lain. Bahkan, tak lupa kami membeli daster-daster lucu untuk Keisya. Setelah semua urusan di Unnes maupun di Undip selesai, Gus Arnaf tak langsung membawaku pulang. Aku langsung dibawanya menuju ke Jogja. Rupanya dia benar-benar memanfaatkan ijin cutinya dengan baik. Kami berencana di sini selama satu hari satu malam. Besok baru pulang ke rumah."Kamu sayang banget sama Keisya." Gus Arnaf mengomentariku yang tengah asik memilih daster untuk anak-anak."Keisya gemesin tahu gak sih, Mas. Pokoknya tiap liat baju anak cewek, aku selalu ingatnya Keisya.""Alina bisa cemburu kamu duain dia loh.""Dih. Bilang aja Mas Arnaf yang cemburu.""Gak kok. Aku malah seneng l
Aku sedang membelai pria yang berubah manja kalau kami hanya berdua seperti ini. Gus Arnaf suka sekali menaruh kepalanya di pangkuanku sambil rebahan. Saat aku sedang membelai kepalanya, aku menemukan bekas luka di area kepala sebelah kanan. "Mas." "Hem." "Aku kok baru sadar ini, di kepalamu ada bekas luka, mana cukup besar lagi." "Oh itu bekas kecelakaan." "Njenengan pernah kecelakaan?" "Waktu mau KKN. Aku sama tiga teman yang satu tempat sama aku, berencana mengunjungi tempat KKN dulu. Ceritanya biar kita tahu tempatnya dimana, lokasinya kayak apa, masyarakatnya gimana gitu. Nah, kita akhirnya memutuskan naik mobil. Aku yang jadi sopir. Tapi ... baru juga setengah jalan, kami terlibat kecelakaan. Mobil kita disalip tapi yang nyalip kaget karena dari arah berlawanan ada truk. Banting setir deh, ke kiri. Nah, waktu itu aku yang lagi nyetir langsung kena hantam dari mobil yang nabrak kita. Aku gak sempat menghindar karena kejadiannya cepet banget." "Innalilahi, semua tema
Urusan Kost selesai dan Mas Arnaf sudah membayar DP-nya, kami pun memutuskan kembali ke hotel. Sampai sana, kami langsung membersihkan diri. Aku langsung rebahan, rasanya lelah sekali. Gus Arnaf juga ikutan rebahan. Tapi, sudah kubilang kan? Napsu suamiku memang terlalu besar. Bukannya membiarkan aku beristirahat malah mengajakku bekerja sangat keras. Sejak tadi tangan dan bibirnya sudah nakal menjelajahi bagian tubuhku. "Njenengan ya, emang gak bisa lihat aku santai." "Gak bisa. Ingat tujuan kita ke sini, ngurusin urusan kuliah kamu dan bulan madu. Karena semua urusan sudah beres saatnya kita bulan madu," ucapnya sambil melucuti kain yang menempel pada tubuhku. "Dasar mesum," ucapku sambil menarik hidungnya yang mancung. Aku sangat menyukai hidung mancung suamiku. Aku berharap kalau punya anak, semua anakku meniru hidung Gus Arnaf yang bak papan luncur beda denganku yang tergolong mungil meski bukan kategori pesek juga. "Mesum sama istri sendiri itu bagus tahu." "Awas saja mes
Rasanya sudah lama sekali aku tak merasakan rasanya disayangi oleh seorang lelaki. Sejak kecil, aku sudah kehilangan sosok ayahku. Sehingga mendapatkan limpahan kasih sayang dan perhatian dari lelaki yang kini bergelar suamiku rasanya menyenangkan sekali. Selama ini aku pikir dia hanya lelaki ketus, dingin dan galak. Ternyata ada banyak sisi yang tidak kuketahui tentang dirinya. Di balik sikap cueknya, ternyata Gus Arnaf adalah lelaki yang perhatian dan penyayang. Tanpa terasa waktu terus berlalu. Sudah tiga bulan aku menjadi istrinya. Selama dua bulan terakhir, hubungan kami yang baik mengantarkan hal-hal yang baik pula untukku. Aku juga sudah selesai ujian hafizoh. Dan mau tak mau aku harus berterima kasih pada suamiku, berkat dia yang meluangkan waktunya yang super sibuk untuk membantu, aku jadi mudah menyelesaikan hapalan. Masalah kuliah juga sudah beres.Setelah melakukan berbagai proses panjang, kini aku resmi diterima di Unnes untuk jurusan pendidikan IPA. Bulan Agustus mulai
Sarapan pagi berlangsung dalam keheningan. Tak ada satu pun dari kami yang bersuara. Hanya suara denting sendok yang bertarung dengan piring. "Umi selesai. Hari ini umi ada acara, di Purwokerto. Dan Ulya, kamu jadi balik ke Al Hikam hari ini?""Jadi Umi. Mulai besok, Ulya udah kuliah lagi.""Ya su
Aku tak begitu tahu apa yang terjadi di ruang tamu saat kehadiran keluarga Ning Salma. Yang jelas aku mendengar suara teriakan, kata-kata kasar, tangisan dan entah apalagi. Aku yakin, pasti suasana di ruang tamu sangat tegang.Aku dan Alina disuruh Umi untuk berada di kamar Alina. Kami tak diperke
"Oh, jadi kamu, toh?" ucap Umi Saroh. Tatapannya tajam menghunus ke arah Ning Salma. Terlihat Ning Salma hanya menunduk. Sementara kedua temannya, Mbak Indah dan Mbak Riska, juga sama-sama menunduk.Umi Saroh berjalan anggun menuju ke kursi paling depan. Aku dan kedua iparku memilih ikut duduk di
Aku baru memunculkan diriku saat acara sarapan bersama. Pada Umi dan Alina, seperti biasa aku bersikap baik dan sopan. Pada suamiku? Aku bersikap biasa saja. Sekilas kulihat rupa Gus Arnaf yang terlihat loyo, awut-awutan dengan kantung mata yang tampak menonjol. Seperti habis begadang saja. Tapi ak












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan