Home / Rumah Tangga / Istri Yang Kau Anggap Mandul / Bab 57 - Chat Pertama dari Raja

Share

Bab 57 - Chat Pertama dari Raja

Author: Eladzaky
last update publish date: 2025-11-29 09:00:50

POV: Alya

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 167 - Lamaran Erwin - Laras

    Satu minggu setelah kunjungan ke rumah perawatan Mayang, suasana di rumah Azam berubah menjadi lebih hangat. Mayang masih berada di klinik, namun komunikasi mulai terjalin lebih baik.Bahkan, setiap pagi, Ayu rutin mengirimkan voice note bacaan doa pagi untuk Mayang yang diperdengarkan oleh suster Reni. Dan Mayang, mulai meresponsnya dengan ucapan “Aamiin” kecil yang membuat suster Reni ikut haru.Dan sekarang Azam merasa sudah saatnya menyampaikan rasa terima kasih secara langsung pada orang-orang yang telah berjasa diam-diam dalam hidupnya. Dengan menenteng dua kotak pastel dan risol mayo buatan Ayu, Ia mengajak Ayu dan Laras berkunjung ke rumah Raja dan Alya.“Mas, kamu yakin mereka nggak keberatan kita datang?” tanya Ayu sambil merapikan kerudungnya.Azam mengangguk. “Mereka pasti kaget, tapi aku rasa ini penting. Kita harus tahu cara berterima kasih.”Rumah

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 166 - Pernyataan Cinta Erwin

    Rumah Makan Padang "SELARAS" sore itu mulai lengang. Pelanggan terakhir baru saja keluar, dan Laras sedang menyapu lantai, ia mengerjakan semua sendirian karena Ayu masih dalam masa cuti. Sementara Erwin duduk di balik meja kasir pura-pura sibuk dengan buku catatan.Pura-pura, karena kenyataannya dia lagi nyuri-nyuri pandang ke arah Laras.Laras, dengan hijab abu dan celemek bermotif rendang, terlihat jauh berbeda dari saat pertama kali datang setahun lalu. Dulu, perempuan itu keras kepala, ceplas-ceplos, dan... jujur saja, pakaiannya pun tak pernah panjang.Tapi seiring berjalannya waktu dan banyak ngobrol sama Erwin—pelan-pelan ia berubah.Erwin tahu, Laras berubah bukan karena dia. Tapi entah kenapa hatinya hangat melihat Laras kini mulai menyukai hal-hal yang baik.“Bang Erwin, sendoknya direndam di mana ya?” tanya Laras sambil mengangkat baskom kecil.Erwin nyaris

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 165 - Kebahagiaan Sebagai Pasangan Baru

    Malam itu, Setelah para tamu mulai sepi dan dekorasi mulai dibongkar satu persatu, Azam dan Ayu memasuki kamar pengantin mereka. Sebuah kamar kecil yang biasa ayu gunakan setiap harinya sebagai kamar pribadinya di rumah Bude Marni.Kamar mereka diterangi cahaya temaram lampu tidur. Tiap sisi dindingnya telah hias dengan kain putih berbahan satin dan bunga-bunga imitasi yang menambah kesan romantis malam itu.Ayu duduk di tepi ranjang, memakai daster tipis berbahan satin yang diambilnya dari salah satu seserahan yang Azam bawakan. Rambutnya dibiarkan terurai, wajahnya tampak gugup, kedua tangan saling menggenggam erat.Azam baru saja selesai mengambil air minum di dapur. Ia kembali dengan langkah pelan, lalu duduk di sebelah istrinya, menatap wajah Ayu yang terlihat gelisah."Maasyaa Allah Ayu... kamu cantik sekali" Ucap Azam dengan suara lembut, ini adalah pertama kalinya ia melihat mahkota Ayu yang indah itu.

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 164 - Pernikahan Azam dan Ayu

    Hari itu akhirnya tiba. Ayu berdiri di depan cermin, mengenakan kebaya sederhana berwarna krem gading. Wajahnya yang biasanya terlihat lelah, kini bersinar dengan ketenangan yang sulit dijelaskan.“Cantik banget,” ucap Laras yang masuk sambil membawa buket bunga.Ayu tersenyum gugup. “Mbak Laras... aku beneran nikah hari ini ya?”“Beneran, Kak Ayuuu. Dan lo pantes buat bahagia.” Sahut Laras yang mulai membiasakan memanggil Ayu dengan sebutan Kakak, karena dia akan segera menjadi Kakak iparnya."Ih, jangan panggil aku Kak gitu ah Mbak Laras. Kayak biasa aja, Ayu. Aku kan aslinya juga lebih muda" Ucap Ayu yang merasa Kikuk dipanggil Kakak oleh Laras."Harusnya Lo yang berhenti manggil gue Mbak! Gue bentar lagi jadi adik lo tau!"Ayu terkekeh, merasa lucu dengan status mereka sebentar lagi."Jadi gimana dong? Panggil apa enaknya?" Tanya Laras lagi."Hmmm.. gimana kalau sama-sama panggil nama aja?" Usul Ayu.Laras manggut-manggut setuju "Oke, dan buat menghormati lo sebagai Kakak Ipar, mu

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 163 - Undangan Untuk Alya

    Setelah acara lamaran, Azam dan Laras mulai disibukkan dengan acara persiapan pernikahan Azam dan Ayu. Meski mereka telah sepakat untuk menggelar pernikahan secara sederhana, tapi tetap saja tidak sedikit hal yang harus dipersiapkan."Mas" Panggil Laras ketika mereka memilah-milah undangan yang akan mereka sebar ke kerabat dekat."Kenapa, Ras?""Mas Azam gak ada niat ngundang Mbak Alya?"Tanya Laras hati-hati, khawatir pertanyaannya menyinggung kakaknya.Azam teridam, berpikir."Memangnya dia mau datang? Ketemu Mas aja mungkin sudah muak" lirihnya."Ya itu kan karena Mas Azam mengganggu dia. Kali ini kan Mas Azam sekedar mohon doa dari dia untuk kehidupan Mas Azam selanjutnya. Siapa tau hubungan kalian bisa membaik. Mantan gak perlu jadi musuh kan?""Memangnya kamu mau, berhubungan baik lagi dengan Ryo?" Azam balik bertanya, yang membuat wajah Laras seketika merengut."Ka

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 162 - Azam Melamar Ayu

    Hari-hari setelah pernyataan cinta Azam, Ayu merasakan seperti roller coaster emosional. Ia merasa senang, namun ketakutan dan keraguan juga tak kalah besar. Azam tak menuntut jawaban, namun setiap tatapannya, setiap kebaikannya, seolah mengingatkan Ayu bahwa ia harus membuat keputusan.Hubungan mereka tidak berubah drastis. Azam tetap datang ke kedai, tetap duduk di kursi favoritnya, tetap membawakan es kopi favorit Ayu, dan tak jarang membantunya merapikan kursi saat pelanggan ramai.Tapi kini, ada sesuatu yang berbeda. Ada kehangatan yang menggantung di udara, ada tatapan penuh makna, ada harapan yang diam-diam hidup di mata Azam setiap kali memandang Ayu.Sore itu, Ayu duduk di salah satu kursi kedai yang berada dipaling depan, menatap langit senja yang mulai menghangus. Laras sedang libur, Bang Erwin sedang ada urusan diluar, pengunjung kedaipun sedang sepi, menyisakan dirinya sendiri dalam ketenangan yang langka.

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 83 - Kode

    POV: AlyaAroma Roti Sehat yang sedang dipanggang sudah tercium hingga ke luar pagar rumahku, membuat Mas Raja berulang kali menghirup napas dalam-dalam demi bisa menikmati sensasi aroma roti yang lezat.Sebenarnya sudah sejak beberapa meter sebelum kami tiba disini aroma itu sudah tercium, namun b

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 84 - Urusan Bisnis jadi Urusan Hati

    Setelah Mas Raja pulang aku langsung menemui Sabrina di kantor untuk mengajaknya meeting perihal Tawaran untuk menjadi BA Kaisar Property."Sab, meeting bentar yuk" Ajakku seraya duduk di balik meja kerjaku."Siap Mbak. Dimana?"Aku memperhatikan sekitar untuk memastikan apakah cukup di ruangan ini

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 81 - Reaksi Alya bikin Raja Makin Terpesona

    Sampai di toilet Alya langsung menuju wastafel dengan sebuah kaca besar yang membentang di atasnya. Perlahan ia membuka blazer yang dikenakannya dibantu oleh sang pelayan, dan menyiram bagian yang terkena kuah tadi dengan air dingin."Bu, sekali lagi saya minta maaf banget ya. Saya benar-benar gak s

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 80 - Insiden di Kafe

    Alya memilih masuk ke kamarnya untuk menghubungi Raja, daripada jadi sasaran kejahilan Sabrina lagi kalau sampai anak itu melihatnya bicara dengan Raja.Belum sempat terdengar nada sambung, tiba-tiba telepon itu sudah terhubung."Assalamu'alaikum Al" Sapa Raja. Ia begitu antusias begitu melihat nam

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status