Share

BAB 62

Penulis: Vivohilolove
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-06 08:31:49

Dimas pun terdiam. Ia jadi serba salah. Ia tidak menyangka jika masalah rumah tangganya berdampak ke masalah rumah tangga kedua orang tuanya.

Dimas memeluk ibunya."Ma, maafin Dimas. Waktu itu Dimas emosi, ngira Papa pilih kasih sama Dimas dan Shinta sampai nyangka kalau Dimas bukan anak kandung Papa. Tapi tebakan Dimas taunya bener. Dimas juga sebenarnya masih terkejut dengan masalah ini"

"Kalau dipikir lagi, emang wajar aja papa lebih sayang ke Shinta dibandingkan Dimas kalau memang kenyataan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Yang Tidak Di Inginkan    TAMAT

    Hari keputusan sidang cerai tiba. Ara datang didampingi bersama dengan Reno dan Bima. Sedangkan Dimas juga datang bersama dengan anggota keluarganya secara lengkap. Pak Doni, Bu Salamah dan Shinta datang bukan hanya untuk memberi dukungan kepada Dimas, tapi juga untuk menyelesaikan ganjalan hati yang ada. Dimas dan Ara akhirnya secara sah bercerai. Masalah harta gono-gini pun diselesaikan tanpa banyak perdebatan. Dimas dan keluarganya mencoba mengikhlaskan apa yang menjadi milik Ara. Mereka pun sadar tidak memiliki hak atas itu. “Ara!” panggil Dimas kepada Ara setelah selesai keluar dari ruang sidang. Ara menoleh. Ia menatap Dimas yang mendekat dengan ragu, apa dia harus membalas sapaan itu atau tidak. Reno dan Bima berdiri di sisi kiri dan kanan Ara untuk melindungi saudara perempuan mereka itu dari Dimas. Dimas menatap Ara. Setelah berpisah dengannya, Ara justru makin terlihat cantik. Seketika ia menyesal. Bukankah Ara harusnya bisa secantik ini jika ia bisa mengurus dan me

  • Istri Yang Tidak Di Inginkan    66

    “Jadi anak yang ada di dalam kandungan Cika itu bukan anak kamu! Bukan cucu Ibu!” teriak Bu Salamah marah. Jika tubuhnya tidak ditahan suaminya, ia sudah menerjang Cika. Dimas mengangguk lesu dan menunduk. “Iya, Bu! Lont* ini sudah nipu aku habis-habisan!” Dimas lalu menceritakan semua pengakuan Cika sebelumnya. Wajah Pak Doni menggelap. Tatapannya tajam mengarah ke Cika. Cika makin menciut dalam pelukan Alex. “A-aku enggak maksud nipu. Dimas sendiri yang kepincut sama aku. Dia juga yang sukarela nikahin aku. Aku cuma bilang anak ini anaknya, dia yang percaya” bela Cika. Wajah orang-orang berubah. Terutama Dimas dan keluarganya yang menatap Cika dengan amarah terbuka. Simpati yang semula mengarah pada Cika perlahan bergeser ke Dimas. Meski begitu, tindakan Dimas yang sempat hampir mencelakai Cika tetap tidak bisa diabaikan. Bu Salamah tak lagi mampu menahan diri. Ia menerjang Cika. Keributan kembali pecah. “Dasar lont*! Beraninya kamu bohongin anak saya! Gara-gara kamu rumah t

  • Istri Yang Tidak Di Inginkan    65

    Dimas sungguh tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Ia sudah mempertaruhkan segalanya demi menikahi Cika. Nama baiknya di mata keluarga hancur karena ia menikahi perempuan yang reputasinya tidak baik. Ia terpaksa membohongi Ara dan bermain di belakang istrinya demi bersama istri keduanya. Yang paling menyakitkan, anak yang selama ini ia tunggu kelahirannya dari rahim Cika, yang ia kira darah dagingnya sendiri, ternyata milik pria lain. Walaupun Cika dikenal tidak baik, demi anak dalam kandungannya yang ia yakini sebagai anaknya, Dimas tetap menyambut kehadiran itu dengan bahagia. Bukan hanya dirinya yang menunggu kelahiran anak itu, tapi juga ibu dan keluarganya. Namun semua harapan itu ternyata hanya tipuan. Karena Cika pula, ia kehilangan Ara. Mata Cika melotot saat lehernya terce*k oleh tangan Dimas. Ia memukul tangan pria itu berusaha melepaskan cekikan. “M-Mas lepas! K-Kamu gila! Kamu mau bun*h aku!” ucap Cika tersendat, nyaris kehabisan napas. Alih-alih melepaskan, cen

  • Istri Yang Tidak Di Inginkan    64

    "Kata pengacara, mereka yakin sebentar lagi perceraian kamu sama Dimas bukan cuma mimpi, tapi juga akan dikabulin secepatnya. Saksi dan bukti kita kuat. Kita cuma perlu nunggu putusan sidang selanjutnya" "Bukan cuma itu. Selain bercerai, mas akan pastiin kamu dapat hak kamu yaitu pembagian harta gono-gini. Mas masih ingat kamu dapat mahar cukup besar dari pihak keluarga Dimas, terutama mahar jaminan dari pihak kakek Dimas yang dijanjikan akan menjadi milikmu setelah kau menikah dengan anggota keluarga mereka" ujar Reno kepada Ara. Ara awalnya hanya ingin bercerai dan tidak memikirkan apapun selain itu, termasuk harta gono gini. Mengingat tabiat suaminya yang sebentar lagi akan jadi mantan serta tabiat ibu mertuanya, ia tidak yakin mereka akan memberikan hak itu. Ia bahkan takut perceraiannya dipersulit jika ingin meminta lebih walau itu adalah haknya sendiri. Namun dengan dukungan dan pengertian kakak sulungnya, ia setuju untuk memperjuangkan itu. Toh yang diperjuangkan itu adala

  • Istri Yang Tidak Di Inginkan    63

    “Pah, Papa maafin Dimas, kan? Dimas nyesel sudah bikin Papa marah” ujar Dimas kepada ayahnya. Pak Doni menghela napas panjang. Ia menatap anaknya dengan perasaan campur aduk. Kesal, tapi juga kasihan. Meski Dimas bukan anak kandungnya, dialah yang membesarkan Dimas sejak kecil. “Papa masih marah sama kamu, apalagi urusan rumah tanggamu dan Ara belum jelas. Tapi mau gimana lagi. Walaupun kamu bukan anak kandung Papa, Papa yang besarin kamu seperti anak sendiri. Dimas, kamu sudah mengecewakan Papa” “Tapi Papa juga enggak tega terus marah dan mukul kamu. Kamu sudah dewasa. Lagipula kemarin kamu sudah dapat pelajaran sampai masuk penjara” “Sekarang Papa cuma minta satu. Ubah sikap kamu, terutama mulutmu yang pedas itu. Jangan asal bicara. Dan jangan pernah nyakitin Shinta!” peringat Pak Doni. Dimas mendengus dalam hati. Lagi-lagi Shinta. Selalu Shinta. Bahkan di tengah masalahnya sendiri, ayahnya tetap memikirkan Shinta. Ia tahu Shinta adalah anak kandung Papa, sementara dirinya anak

  • Istri Yang Tidak Di Inginkan    BAB 62

    Dimas pun terdiam. Ia jadi serba salah. Ia tidak menyangka jika masalah rumah tangganya berdampak ke masalah rumah tangga kedua orang tuanya. Dimas memeluk ibunya."Ma, maafin Dimas. Waktu itu Dimas emosi, ngira Papa pilih kasih sama Dimas dan Shinta sampai nyangka kalau Dimas bukan anak kandung Papa. Tapi tebakan Dimas taunya bener. Dimas juga sebenarnya masih terkejut dengan masalah ini""Kalau dipikir lagi, emang wajar aja papa lebih sayang ke Shinta dibandingkan Dimas kalau memang kenyataannya begitu. Dimas bukan anak kandung Papa. Kalau Dimas di posisi Papa mungkin Dimas gak akan begitu legowo besarin anak dari orang lain" "Dimas nyesel udah bikin Papa kesel selama ini. Kalau tau sejak awal, Dimas pasti bakal hati-hati. Dimas juga gak bisa nyangkal kalau Dimas tumbuh besar begini karena jasa Papa juga. Nanti Dimas coba cari cara untuk minta maaf sama papa. Mungkin aja kalau Dimas minta maaf sama papa, papa gak bakal bersikap dingin lagi sama mama""Cuma soal Dimas dan Ara, kayan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status