Share

145. Permintaan

Penulis: HaniHadi_LTF
last update Tanggal publikasi: 2026-10-16 17:00:32

Ilalang seketika terdiam saat Ia melihat Linggar berjalan dari arah depan rumah.

Dia segera berlari memeluk Linggar.

"Linggar...kamu dari mana? Aku khawatir."

Linggar berusaha melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. Terlebih saat ia melihat Lintang memeluk boneka baru.

"Limggar, kamu dari mana, Nak" Bu Ratih yang juga khawatir mendekat dan mengajak Linggar masuk.

"Hanya jalan pagi, Nek." Linggar berusaha tersenyum, walau Ilalang tahu, senyum itu seolah dipaksakan.

"Bunda...jlkenapa nggak ng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   145. Permintaan

    Ilalang seketika terdiam saat Ia melihat Linggar berjalan dari arah depan rumah. Dia segera berlari memeluk Linggar."Linggar...kamu dari mana? Aku khawatir."Linggar berusaha melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. Terlebih saat ia melihat Lintang memeluk boneka baru. "Limggar, kamu dari mana, Nak" Bu Ratih yang juga khawatir mendekat dan mengajak Linggar masuk. "Hanya jalan pagi, Nek." Linggar berusaha tersenyum, walau Ilalang tahu, senyum itu seolah dipaksakan."Bunda...jlkenapa nggak ngajak Lintang?"Linggar menatap bocah itu. Rasanya seperti asing. Anak yang selama ini menjadi alasan ia berjuang, itu kini terasa jauh darinya, terlebih saat ia begitu senangnya berkali-kali mencium bonekanya. Linggar hanya menoleh sebentar sebelum dia masuk ke kamarnya. Lintang hanya menatapnya sekilas. Bocah itu sudah larut dengan bonekanya. Ilalang segera membuntuti Linggar. "Kapan kamu keluar? Baru selesai subuh aku sudah bangun."“Aku tidak bisa tidur. Aku sholat Subuh di mushola mes."

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   144. Pertanyaan

    Ilalang terdiam. Kaget dengan apa yang baru saja ia dengar. Jemari lelaki itu tetap menggenggam tangan istrinya. Ia ingin menjawab, tetapi kata-kata yang seharusnya mudah diucapkan justru terasa tertahan dalam tenggorokan.Mencintai Linggar bukan sesuatu yang bisa ia sangkal. Bahkan perasaan itu jauh sebelum pernikahan mereka walau ia sering menyangkalnya dengan keangkuhan. Sampai Bu Ratih yang tahu, menyuruhnya menikahinya.Namun lelaki yang tinggi gengsinya itu masih berusaha menyangkalnya. Bahkan sekarang, tiga kata itu seolah tertahan hanya di hatinya. Ilalang bukan lelaki yang terbiasa mengungkapkan perasaan. Sejak ditinggalkan ibunya, ia jadi anak yang memilih meredam perasaannya. Sejak awal pernikahan mereka, ia lebih sering menunjukkan perhatian melalui tindakan. Ia memastikan Linggar mendapatkan apa yang istimewa, termasuk mencari mas kawin dengan mengikuti lelang perhiasan antik, walau ia tak tahu kalau itu perhiasan leluhur Linggar yang dijual ibu tirinya untuk menutup

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   143. Mencintai?

    Bu Ratih mengangguk. Dengan ragu dia menatap Ilalang."Dijemput Cindy katanya nanti diajak jenguk Bunda ke sini.""Cindu yang jemput?" Ilalang justru yang bertanya. Sementara Linggar sudah dapat menduga saat Bu Ratih menyebut Rania. Ilalang menatap Linggar yang membuang pandangannya. Bu Ratih menelisik Ilalang dan Linggar bergantian. "Kalian sedang ada masalah?"Ilalang menatap Linggar tak enak hati. "Bukannya Cindy sekarang sudah jadi customer kalian? Tadi dia cerita soal kerjasama dengan perkebunan."Ilalang kebingungan harus menjawab apa. Diamnya Linggar sudah membuatnya bingung. Terlebih sekarang saat tahu Lintang tidak ke rumah sakit, malah ikut Cindy ke taman. "Nenek pulang saja. Mungkin Lintang tak jadi ke sini, dan langsung pulang, Nek. Ini sudah malam." Akhirnya Linggar bicara saat sampai malam Bu Ratih yang menunggu Cindy datang masih tak terlihat. Ilalang bahkan begitu cemas saat menelpon Cindy dan tidak tersambung. Dia berkali-kali menatap Linggar yang hanya membua

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   142. Aneh

    “Bayinya tidak selamat.”Tubuh Ilalang seketika kaku.Untuk beberapa detik, ia hanya memandang Sean tanpa suara. Kalimat itu terdengar begitu sederhana, tetapi maknanya terasa seperti menghantam seluruh pertahanan yang selama ini ia bangun.“Apa maksudmu?”Sean menarik napas berat.“Aku turut berduka, Lang. Tim medis sudah berusaha menangani kondisi Linggar, tetapi bayinya tidak bisa diselamatkan.”Ilalang menggeleng pelan.“Tidak mungkin.”Sean tidak langsung menjawab. Sebagai dokter, ia memahami bahwa ada kabar yang tidak bisa diterima seseorang hanya dengan satu kali penjelasan. Namun, sebagai sahabat, ia juga tahu betapa besar harapan Ilalang terhadap bayi yang selama ini mereka nantikan.“Aku tahu ini berat,” ujar Sean lirih. “Aku pun berharap hasilnya berbeda.”Ilalang mengalihkan pandangan menuju pintu ruang perawatan.Anaknya.Bayi yang selama ini ia nantikan bersama Linggar.Bayi yang membuatnya semakin berhati-hati menjaga istrinya, memastikan perempuan itu makan teratur, be

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   141. Jangan pergi

    “Lang, sabar."Ilalang dengan mata mengaca menatap Sean. "Linggar, Sean."Ilalang mencengkeram lengan Sean tanpa sadar. Seolah mencari pegangan. "Iya, aku tahu kamu sangat mengkhawatirkan dia. Untungnya dia tidak mengalami benturan keras di kepala. Untung dia tidak tertabrak langsung hingga ia luka ringan. Kami sudah melakukan penanganan awal dan sedang memantau kondisinya.”“Sean, tolong jawab saya dengan jelas. Apakah Linggar akan baik-baik saja?”“Mohon tenang dulu, Lang. Kami masih perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui dampak kecelakaan tersebut. Saat ini, pasien belum sadar.”Wajah Ilalang seketika pucat.“Belum sadar?”Sean mengangguk.“Kami juga perlu memperhatikan kondisi kehamilannya. Karena pasien sedang mengandung, kami harus memastikan keadaan ibu dan janinnya melalui pemeriksaan yang sesuai.”Ilalang melepaskan tangan Sean perlahan.Kehamilan.Ia bahkan belum sempat memikirkan bayi mereka ketika melihat Linggar terbaring dengan darah m netes. Sekarang, k

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   140. Bagaimana?

    Mata Linggar membelalak. Tubuhnya membeku, sementara cahaya kendaraan itu semakin dekat.“Ah...!”Benturan keras terdengar.Tubuh Linggar terlempar, tasnya terlepas dari genggaman. Ponselnya jatuh dan meluncur ke tepi jalan, sementara suara orang-orang yang berteriak terdengar semakin jauh.Sebelum pandangannya menggelap, satu nama melintas dalam pikirannya.Mas Ilalang....Lalu semuanya menjadi hitam.“Linggar!”Ilalang berlari menghampiri tubuh yang tergeletak di jalan. Napasnya tercekat saat melihat darah mengalir dari kaki istrinya, membasahi pakaian yang dikenakannya.“Linggar, buka matamu!”Ilalang berlutut, mengangkat kepala istrinya dengan tangan gemetar. Tubuh Linggar terkulai lemas, tanpa jawaban sedikit pun meski Ilalang berkali-kali memanggil namanya.“Pak, jangan digerakkan dulu! Kami sudah menghubungi ambulans!”“Aku tidak bisa menunggu!” bentak Ilalang.Ia mengangkat tubuh Linggar dengan hati-hati, lalu membawanya menuju mobil yang berhenti tak jauh dari sana. Darah pad

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status