Share

Bab 188

Penulis: JQ Hamdani
last update Tanggal publikasi: 2024-04-25 01:42:58

Mathias dan Jonathan berunding sebentar.

Tak lama berselang, Mathias terlihat melesat meninggalkan ruang tahanan.

Saat bayangan Mathias telah lenyap dari pandangan, Jonathan tiba-tiba membenturkan kepalanya sendiri ke dinding batu – lalu roboh tak sadarkan diri dengan sebuah benjolan sebesar telur berwarna merah kebiruan menghiasi keningnya.

Setengah jam kemudian, kehebohan pun melanda kediaman Keluarga Wijaya dari Negara Vicinus.

Seorang tahanan berhasil melarikan diri dari ruang tahanan bawah
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 259

    Kopral Thomas tersentak kaget mendengar perintah Adrian.Di telinganya, satu kata yang diucapkan sersan galak itu terdengar seperti bentakan laksana gelegar guntur yang meruntuhkan segenap rasa percaya dirinya. Meruntuhkan seluruh keberanian yang beberapa detik lalu telah membuatnya lancang mengusulkan suatu ide gila yang kental dengan aroma pembangkangan. Lebih dari itu, bentakan itu bahkan langsung memicu ketakutan alaminya sebagai seorang prajurit rendahan. Bagaimanapun, memprovokasi seorang sersan lapangan supaya bertindak tanpa izin perwira pemimpin Kompi – adalah bunuh diri!Kopral Thomas terdiam penuh penyesalan, menatap Kopral Oliver dan Kopral Raymond dengan sorot penuh permohonan.Sebaliknya, Adrian justru makin penasaran!“Katakan cepat, Kopral!” perintah sersan palsu itu, kini benar-benar membentak.Antara jujur karena terlanjur atau bungkam demi menghindari masalah yang lebih besar, kesadaran defensif dalam benak Kopral Thomas bergolak makin hebat. Mulutnya berulang kali

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 258

    Sinar senter Adrian terus bergerak.Cahayanya redup dan sinarnya tampak bergoyang tak beraturan. Kadang menyorot jauh, kadang menyenter tanah lalu bergoyang ke kanan dan ke kiri tanpa pola yang jelas – seperti sedang ingin memberitahu sesuatu kepada orang lain yang berada di kejauhan.Orang lain itu adalah tiga orang prajurit pemuja kenaikan pangkat anak buah Jenderal Christoper. Hampir sama dengan ratusan rekannya yang tersebar di segala penjuru demi memburu 11 orang prajurit nekat sisa-sisa anak buah Mayor Marlon, ketiga serdadu itu sebenarnya mulai tak terlalu berharap lagi pada kenaikan pangkat yang dijanjikan.“Sudah hampir subuh, kita bahkan belum menemukan jejak apa pun!” gerutu serdadu paling depan.“Jangan banyak mengeluh, bukan hanya kita yang tidak menemukan apa-apa. Lihat itu, teman kita bahkan sudah hampir gila karena putus asa!” sahut rekannya seraya menunjuk ke arah sosok seorang pria berseragam sama seperti mereka.Dua pasang mata bergerak, menyusul arah tatapan rekann

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 257

    Malam masih bertahta, bersemayam angkuh di singgasana kegelapan.Di pojok-pojok pekatnya selimut malam, sebelas prajurit nekat sisa-sisa pasukan cari mati bentukan Mayor Marlon terus bergerak secara berpencar. Mengandalkan keberuntungan dan harapan yang sebenarnya sudah tinggal ampas, mereka mulai membalikkan keadaan dan mengubah para pemburu menjadi target buruan. Berpegang pada prinsip ‘SATU TUKAR DUA’, mereka mulai memburu dan menghabisi serdadu pemuja kenaikan pangkat anak buah Jenderal Christoper. Dari sebelas pria nekat anak buah Mayor Marlon yang tersisa, sepuluh orang telah mencapai target satu tukar dua. Tujuh orang di antaranya, masing-masing berhasil menumbangkan dua prajurit Jenderal Christoper. Sementara tiga yang lainnya, ada yang berhasil menghabisi tiga orang dan ada yang berhasil membantai empat orang.Dari kesebelas prajurit nekat itu, hanya satu yang sama sekali belum membunuh seorang pun.Dia adalah Adrian Mahendra!Berbeda dengan Ethan Wiratama yang bertubuh dan

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 256

    Luka dan lelah adalah dua kata yang dapat mengubah segalanya di medan perang.Di satu sisi, keduanya dapat langsung berubah menjadi pasrah dan putus asa. Sedangkan di sisi lain, keduanya adalah bahan bakar terbaik untuk menciptakan keberanian dan kekuatan yang melampaui batas nalar dan akal sehat.Keberanian dan kekuatan di luar nalar itu biasa disebut – nekat!Malam itu, 11 orang prajurit nekat diburu secara brutal.Mereka adalah sisa-sisa personel pasukan cari mati bentukan Mayor Marlon dan Letnan Jason. Wajah dan tubuh mereka penuh luka, sementara pakaiannya basah oleh keringat campur darah – entah darahnya sendiri atau darah musuh-musuhnya.Napas sebelas orang prajurit nekat itu pelan dan berat seperti sengaja ditahan. Bukan karena takut atau lelah, melainkan karena tak ingin suaranya terdengar oleh 10 kompi serdadu pemuja kenaikan pangkat yang sedang memburu mereka. Bagaimanapun, mereka tidak rela jika kepalanya hanya dihargai satu tingkat kenaikan pangkat. Setidaknya, harus ada

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 255

    Dor!Pistol di tangan Mayor Marlon menyalak.Satu sosok tubuh lelaki roboh terjengkang dengan dada bersimbah darah.Sosok lelaki yang tumbang itu adalah Mayor Marlon, bukan Jenderal Christoper!Mayor Marlon tumbang terkena hentakan balik dari letusan pistolnya sendiri. Lebih dari itu, getaran senjata yang merambat dari tangan telah membuat serpihan-serpihan logam yang masih bersarang di dadanya berhasil merobek paru-parunya secara brutal. Sementara, tubuhnya yang memang sudah terluka parah sejak awal ternyata benar-benar telah kehabisan tenaga dan tak sanggup lagi menahan sakit yang mendadak menggila.Dia tumbang tepat pada saat senjata di tangannya meletus, membuat peluru terakhirnya melesat entah ke mana!Di sebelah sosok Mayor Marlon yang tergeletak tak sadarkan diri, Letnan Jason duduk terpekur dengan kedua tangan masih menggenggam roda kemudi. Samar-samar, terdengar desah putus asa yang berembus panjang dari celah bibirnya yang kering dan pecah-pecah. Dorongan adrenalin yang sela

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 254

    Mayor Marlon dan Letnan Jason bergerak lagi.Kali ini, mereka menuju sebuah tenda besar dengan bendera hitam bergambar satu bintang warna kuning yang berkibar angkuh di depannya. Walaupun belum roboh, tenda besar itu terlihat sudah doyong akibat hantaman gelombang ledakan gudang amunisi beberapa menit yang lalu.Tenda besar yang sudah doyong itu adalah pusat komando tertinggi pasukan Ibu Kota.Dua regu yang masing-masing beranggotakan 12 personel bersenjata lengkap tampak berjaga di sekeliling tenda itu.Di dalam tenda doyong yang dijaga dengan amat ketat itu, Jenderal Christoper Mulyana terlihat berjalan mondar-mandir dengan langkah gusar. Raut wajahnya yang membesi dan sorot matanya yang berapi-api sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa Jenderal muda itu sedang murka. Sementara di hadapannya, tiga orang komandan batalyon tampak duduk terpekur – menunggu perintah yang tak kunjung terucap.Jenderal Christoper memang kurang pengalaman.Namun, ketiga komandan batalyon bawahannya

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 170

    Bukan hanya Adelia yang jadi amat membenci para pengawal Keluarga Sanjaya.Sebenarnya, hampir seluruh tetua dan tokoh Keluarga Desplazado juga merasakan kebencian yang sama seperti yang dirasakan oleh Adelia.Akan tetapi, mereka hanya memendamnya di dalam hati tanpa pernah berusaha menunjukkannya sedi

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 168

    Isabela terdiam cukup lama.Dia tak tahu apakah harus marah atau harus malu.Akan tetapi, sikap tegas dan ucapan tajam Adelia benar-benar memaksanya untuk berpikir keras. Bagaimanapun, budi dan dendam memang memiliki kedudukan yang sama. Cepat atau lambat, keduanya tetap wajib untuk dibalas dengan set

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 166

    Leon meninggalkan paviliun timur istana Keluarga Sanjaya dengan perasaan gundah. Langkahnya tampak sedikit gontai, sukses membuat siapa pun yang berpapasan dengannya mendadak merasa takut dan khawatir. Bagaimanapun, semua pelayan dan pengawal telah mendapat informasi bahwa dia adalah Tuan Muda Kelua

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 165

    Hari itu, Kakek Sanjaya kembali membawa Leon ke ruang rahasia yang terdapat di balik lemari di ruang kerja pribadinya. Dia kemudian duduk di satu-satunya kursi yang terdapat di ruang rahasia itu, dengan kedua tangan terlipat rapih di atas meja yang juga cuma satu-satunya.Seperti dulu, pemimpin Kelua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status