Share

Jadi Selingkuhan Teman Ayahku
Jadi Selingkuhan Teman Ayahku
Author: Nananailalala

Chapter 1 Revisi

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-02-17 15:10:44

Di koridor hotel yang remang remang. Seorang pria yang sangat tampan dan cukup kekar dengan sedikit rambut putih dan lipatan keriput di sudut matanya berjalan sempoyongan. Matanya kabur dan ia berulang kali menggelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya. Pakaiannya berantakan, dasinya yang longgar dengan cepat terlepas dan terjatuh ke lantai.

Ia membuka kamar hotel yang memiliki nomor ganjil di sisi kiri dengan kesadarannya yang tersisa. Namun, ia baru saja membuka pintu ketika seorang gadis muda juga berjalan keluar dari kamar hotel yang ada di seberangnya. Langkah Salsa berantakan dan begitu ia keluar, ia melemparkan dirinya ke dalam pelukan Akas.

Salsa mendesah dan terus bergumam tidak jelas. "Panas... Rasanya panas.... Tolong...." Bisiknya dengan suara lirih. Salsa mendongak dan bertemu dengan sepasang mata kabur milik Akas. Nafas panas keduanya bertemu. Karena tinggi badan yang kontras, pria itu harus menundukkan kepalanya untuk menyentuh bibir lembut Salsa.

Dengan sedikit kesadarannya, pria bernama Akas tersebut membelalakkan matanya dan mencoba mendorong gadis kecil itu menjauh. Kesadarannya berkata bahwa ia tidak bisa melakukannya, namun nafsunya berkata lain. Alkohol hampir membuat kesadarannya menghilang dan pengendalian dirinya terputus.

Akas menangkupkan tangannya di pipi Salsa, wajah muda itu benar benar terlalu muda. Akas merasa kesal dan hampir mengumpat dalam hatinya. Siapa yang begitu berani mengirim gadis kecil ini padanya. Apalagi sepertinya gadis kecil ini benar benar dibius.

Salsa mengedipkan matanya yang memerah, ia tidak peduli lagi. Tangannya meraih jas Akas dan mendorongnya masuk ke dalam kamar. Akas dengan sigap meraih pinggang Salsa dan membawanya berputar untuk menyeimbangkan gaya dorong yang ada sebelum kemudian menutup pintu kamar hotelnya dengan suara yang cukup keras.

Akas memandang Salsa dan sekali lagi berusaha mendorongnya menjauh, namun tubuhnya berkata lain. Meski ia ingin menjauh, tangannya masih dengan setia mencengkram pinggang Salsa dengan kuat. Keduanya menempel hingga tak memiliki jarak.

Akas bisa merasakan panas yang membara dari tubuh Salsa menyalur ke tubuhnya dengan cepat. Akas mendongak dan sedikit mengerang pelan. Sedikit kesadarannya dan akal sehatnya yang tersisa benar benar dilahap oleh nafsu dan gadis kecil yang proaktif di dalam pelukannya ini. Salsa bersandar di pintu, pinggangnya tetap setia dicengkram erat oleh Akas sementara bibirnya dilumat intens oleh bibir Akas.

Suara nafas bercampur aduk, kedua mata tersebut bertemu dengan penuh percikan nafsu. Akas yang telah kehilangan kendali dengan tegas memeluk Salsa dan mengangkatnya dengan mudah. Salsa melingkarkan kakinya di pinggang pria itu dan keduanya mulai melanjutkan ciuman mereka.

Dari balik pintu hingga ke ranjang, Akas melepas jas nya dan melemparkannya ke tanah. Nafasnya memburu dan tangannya bergerak cepat melepas satu demi satu kancing kemejanya. Otot ototnya yang kuat dan terpahat sempurna tertata rapi di perutnya.

Salsa terkekeh, dengan nafas memburu ia mengulurkan tangannya menyapu lembut permukaan perut pria itu yang penuh dengan gelombang otot. Akas terdiam, jakunnya bergerak dengan liar. Ia meraih leher gadis itu dan mulai dengan liar menciptakan satu demi satu tanda kemerahan yang jelas disana.

Salsa mengalungkan lengannya di leher pria itu, menerima semuanya tanpa syarat dan membiarkan tangan pria itu bergerak bebas menyapu tubuhnya dan perlahan melepas pakaiannya.

Malam itu, udara kamar hotel sangat panas, pendingin ruangan masih menyala namun tak mampu memadamkan panas di dalamnya. Gerakan ranjang begitu intens, suara desahan bertahan sangat lama. Dinding kedap suara menahan keramaian dua orang tersebut. Namun seluruh kamar dipenuhi oleh suara suara indah yang tak berhenti hingga waktu menjelang fajar.

...

Sementara di kamar hotel itu terjadi pertempuran yang mengguncang ranjang. Di sebuah villa kawasan bangsawan tertentu di pinggiran kota, terjadi keributan besar lainnya.

"Sudah ketemu? Dimana Nona Muda sekarang?" Seorang kepala pelayan paruh baya berdiri dengan punggung tegak menatap sekelompok pengawal kekar di sekitarnya dengan tatapan mata tajam.

"Tidak ditemukan di area rumah!" Ucap salah satu pria berotot itu. Hentakan kaki yang keras terdengar, Paman Sam selaku kepala pelayan keluarga ini merasakan amarahnya membuncah.

Gadis kecil yang menjadi objek pengawasan dan perlindungannya tiba tiba menghilang dari pandangannya. Ketika ia mencarinya, sosok gadis itu tidak ditemukan dimanapun di seluruh seisi rumah!

Rumah itu megah dengan perabotan mewah memenuhi seluruh pandangan mata. Lampu di atas kepalanya begitu besar, tangganya menjulang tinggi bahkan ada lift pribadi di dekatnya. Kolam renang yang luas, juga terdapat lapangan basket di halamannya. Totalnya ada tiga lantai, namun keberadaan gadis kecil itu tidak ditemukan dimanapun.

"Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, aku ingin nona muda segera ditemukan!" Ucap Paman Sam pada sekelompok bodyguard tersebut. Mereka hanya menundukkan kepalanya bersalah karena lalai.

Nona muda di mulut mereka adalah gadis kecil yang merupakan putri tunggal pemilik rumah. Ia baru saja lulus sekolah menengah beberapa waktu yang lalu. Hari hari sebelumnya, ia cukup patuh hanya berdiam diri di rumah tanpa niat untuk kabur. Ayahnya cukup ketat dalam pengawasannya, dan gadis itu terkadang suka memberontak dan ingin keluar untuk bermain setiap hari yang membuat ayah dan anak itu tidak akur bertahun tahun lamanya.

Terakhir kali mereka bertengkar adalah satu bulan yang lalu sebelum Tuan Henry pergi melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Siapa yang tahu, ternyata kepatuhan gadis kecil itu hanya cara untuk mengecoh dan membuat mereka mengendurkan kewaspadaan. Hingga Gadis tersebut berhasil melarikan diri.

Sekarang, tersisa beberapa jam sebelum pagi dan Tuan Henry bahkan sudah memberikan kabar akan pulang pagi ini yang membuat Paman Sam kesal dan panik. Henry Leonard adalah sosok orang terkaya di kota tersebut. Namun sebagai orang terkaya, hari harinya sangat sibuk. Ia hanya memiliki satu putri semata wayang yang bernama Agatha Ellina Salsabila, yang kerap dipanggil dengan sapaan Salsa. Namun hubungan keduanya bisa dikatakan cukup rumit.

"Tuan Sam, kami menemukan nona muda menyelinap melalui pagar belakang dari CCTV beberapa waktu yang lalu." Ucap salah seorang bodyguard yang kini sedang memegang laptop di tangannya.

"Kalau begitu minta semua orang bergerak dan cari tahu keberadaan Nona Muda sekarang!" Perintah dikeluarkan oleh Sam dan semua orang bergegas dengan kecepatan penuh.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 97

    Ketika waktu tiup lilin tiba, seluruh ruangan menjadi gelap. Tirai dijatuhkan menghalangi sinar matahari. Akas mengusap puncak kepala Salsa dan berkata, "Ayo, katakan harapanmu." Salsa mengedipkan matanya, hatinya menghangat. Ia bahkan menduga bahwa Hendry sudah melupakan hari apa hari ini, namun pria di sampingnya yang bukan keluarganya dan selalu menindasnya ini justru merayakan ulang tahunnya dengan cara paling manis dan meriah meski rasanya canggung.Salsa tidak meminta banyak harapan, ia hanya berharap dirinya sehat dan mimpinya tercapai, ia juga berharap Akas sehat. Terakhir, ia mengingat Hendry yang mungkin sedang bersama istri baru dan putri barunya. Bisakah ia berharap agar ayahnya kembali menjadi ayahnya seorang diri? Salsa tidak berharap banyak.Begitu Salsa membuka matanya, ia meniup lilinnya dengan lembut. Umurnya bertambah satu tahun, matanya sedikit memerah. Ia melihat seorang pelayan restoran membawa tumpukan kado. Ia menoleh pada Akas dan bertanya, "Mengapa kado nya b

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 96

    Akas tidak menjawab pertanyaan Salsa. Ia hanya menatapnya dalam diam yang membuat Salsa merasa tidak nyaman pada awalnya. Setelah beberapa saat, Salsa juga terbiasa. Ia hanya memfokuskan pikirannya sendiri pada buket bunga di pelukannya. Setelah menghitungnya dengan bosan, itu lengkap sembilan puluh sembilan sembilan bunga mawar merah muda. Akas memilih jumlah ini bukan karena alasan lain. Karena itu jumlah paling banyak yang bisa dibuat buket menurut pemilik toko bunga nya. Tanpa mengetahui arti darinya.Ketika Akas membeli buket bunga, pemilik toko bertanya. "Mau satu tangkai? Tiga? Empat? Atau dua belas? Lima puluh atau sembilan puluh sembilan?" Masing masing tentu memiliki arti yang berbeda. Setelah Akas mendengarnya, tanpa tahu artinya ia hanya memilih yang paling banyak.Dimas ingin mengingatkan, namun ekspresi Akas memperlihatkan kekeras kepalaannya. Ia jelas juga mengerti arti angka mawar tersebut. Seperti satu tangkai yang berarti cinta pertama dan satu satunya. Tiga tangkai

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 95

    Salsa memeluk buku mata kuliah di dadanya, kemudian menggelengkan kepalanya kuat. "Maaf kak, hari ini aku sudah ada janji." Ucap Salsa dengan penuh penyesalan. Ekspresi Ilham berubah menjadi kecewa, sementara Rosa merasa tak berdaya. Padahal menurutnya dua orang ini sangat cocok bersama, namun rintangan nya sepertinya tidak mudah dilewati.Pada saat ini, seorang mahasiswi berjalan melewati Salsa. "Apakah kamu anak baru yang bernama Salsa? Ada orang yang mencarimu di lapangan. Dia sepertinya sudah cukup lama menunggumu." Ucap mahasiswi tersebut. Sementara Salsa mengangkat alisnya tahu, siapa yang mencarinya ke universitas. Itu tidak mungkin Akas kan?"Baiklah terimakasih." Setelah mengatakan terimakasih, Salsa berjalan pergi dengan langkah cepat. Sementara Rosa dan Ilham mengikutinya di belakang dengan rasa penasaran."Junior, kamu benar benar mengenal pria mapan setampan itu!" Ucap mahasiswa senior yang baru saja memberitahu Salsa kabar tersebut. Salsa mengabaikannya, namun ucapan pih

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 94

    Kamar tidur Novi, saat ini kepala pelayan keluarga Hendry dan bawahan khusus di bawah perintah Akas itu sedang diam diam membuka handphone nya untuk menghubungi Akas. Tidak butuh waktu lama hingga telephone terhubung.Akas duduk di kursi kantor yang tenang, dengan tumpukan dokumen di atas mejanya. Dinding kaca di belakang punggungnya menunjukkan panorama pemandangan seluruh kota malan itu dengan sangat detail."Bagaimana situasi disana?" Akas membuka mulutnya lebih dulu dan bertanya. Entah mengapa beberapa waktu belakangan ini ia merasa firasat buruk menghantuinya. Akas mendongak menatap Novi yang tampak memasang ekspresi rumit, bingung dan bimbang tentang bagaimana harus menceritakan apa yang telah terjadi.Ekspresi Akas berubah menjadi buruk, jangan jangan sesuatu terjadi pada Salsa? Jika itu benar, maka ia tidak akan pernah memaafkan Hendry lagi seumur hidupnya. Novi menggelengkan kepalanya lembut dan mulai bercerita. Mulai dari Salsa yang baru saja pulang sekolah dan langsung men

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 93

    "A-akan ku katakan! A-akan ku katakan. A-aku membuangnya di tempat sampah halaman belakang!" Teriak Audrey dengan putus asa setelah ia merasakan rasa sakit di tangannya semakin menyakitkan. Ia takut jika terus di tarik, tangannya akan benar benar patah.Salsa menepis tangan Audrey ke samping. Nova yang menyaksikan semua yang terjadi dengan pucat segera bergegas pergi ke tempat yang dikatakan Audrey untuk mengambil boneka tersebut. Meski ia tidak tahu apa alasan Salsa begitu keras kepala tentang boneka itu. Namun ia tahu bahwa jika sesuatu yang besar terjadi pada Salsa hari ini, bos nya tidak akan mengampuninya. Lagipula Salsa adalah kesayangan bos nya."SALSA!!!" Pada saat yang sama, Hendry yang baru saja datang memandang situasi Audrey yang buruk. Terutama tangannya yang lebam merah kebiruan Sienna menangis histeris, menghampiri Audrey dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.Sementata Hendry, dengan langkah cepat dan tanpa pikir panjang. Ia mengangkat tangannya tinggi dan mengayun

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 92

    Tidak butuh waktu lama, dalam perjalanan yang lancar. Akas dan Salsa hampir tidak berbicara satu kata patah pun. Suasana di dalam mobil semakin dingin dan canggung hingga membuat Dimas merinding.Ketika mobil akhirnya berhenti di depan villa tempat tinggal Salsa. Salsa tidak buru buru turun. Ia duduk dengan tenang di dalam mobil, mempertahankan sikap canggung yang sama. Salsa merasa bersalah dan Akas jauh lebih merasa bersalah. Keduanya sama sama memalingkan muka.Salsa terdiam sejenak, kemudian berkata dengan lembut. "Terimakasih." Salsa kemudian membuka pintu mobil, ia tidak mendapatkan jawaban atas ucapan terima kasihnya. Hanya sebuah deheman ringan yang hampir tidak terdengar.Salsa menutup pintu mobilnya, ia berdiri disana selama beberapa saat dan mengetuk ringan jendela mobil Akas. Dimas yang melihatnya buru buru menekan tombol untuk menurunkan kaca mobil. Salsa sedikit membungkukkan badannya, matanya berkilat dengan rasa ragu namun ia tetap berbicara. "Lain kali ayo makan bersa

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 29

    Night bar, malam hari. Salsa terhuyung kembali ke tempat duduknya. Ia memesan beberapa botol bir lagi dan meneguknya habis. Matanya tidak bisa fokus dan air mata terus menetes entah mengapa. Padahal ia sudah berkata pada dirinya sendiri bahwa semuanya akan baik baik saja, namun melihat ayahnya memi

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 27

    "Aku datang untuk memberikan hadiah pada putri baptisku." Akas berkata dengan dingin. Namun ungkapannya sudah menyiratkan bahwa ia sangat mementingkan Salsa. Disisi lain, Salsa sedikit mengangkat kepalanya menatap Akas dengan ekspresi rumit. Jika sebelumnya ia akan merasa kesal, namun kini sebutan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 9

    "Lalu, ini adalah putriku, Salsa!" Lanjut Henry memperkenalkan Salsa pada Akas. Sudut bibir Salsa berkedut mendengarnya, ia tersenyum sambil menatap Akas sementara Akas juga tersenyum dan menyapa. "Hallo, Salsa." Suara berat yang khas penuh dengan pesona membuat Salsa merasa candu. Untuk sejenak ba

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 8

    Otak Salsa seakan akan tidak mampu merespon informasi yang baru diperolehnya. Ia berjalan linglung dengan bantuan Crystal dan seluruh matanya menatap kosong pada sosok tersebut.Mendengar suara langkah kaki mendengar, dua orang yang berada di ruang tamu utu juga mengalihkan pandangannya. Ketika Hen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status