Share

Chapter 2 Revisi

Penulis: Nananailalala
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-17 15:12:23

Sedikit Flashback, Beberapa waktu yang lalu. Salsa yang sebelumnya tengah sibuk di kamarnya kini sedang berjalan dengan langkah lambat dan mengendap endap. Ia memegang high heels di satu tangan dan tas mewah di tangan lainnya.

Strateginya berhasil! Ia telah menahan diri dan berpura pura patuh dalam beberapa hari belakangan ini untuk mengurangi kewaspadaan seluruh penghuni villa. Kemudian setelah kewaspadaan mereka menurun, pada hari ini ia akan menyelinap keluar dan bermain. Salsa sudah menginjak umur delapan belas tahun beberapa waktu yang lalu dan sekarang ia sangat penasaran dengan dunia luar.

Kebetulan kelasnya hari ini mengadakan pesta perpisahan. Namun pesta perpisahan ini tidak diadakan di tempat yang biasa saja. Tidak butuh waktu lama hingga Salsa akhirnya tiba di bagian belakang villa tempat tinggalnya. Ia sudah memikirkan bagaimana cara terbaik agar dapat melewati tembok ini.

Begitu Salsa melompat dan akhirnya meraih tembok tersebut dengan kedua tangannya. Kemudian ia juga melompat ke sisi luar tembok, akhirnya ia berhasil! Salsa tertawa menatap tembok tinggi yang berhasil ia kalahkan. Menepuk tangannya dari debu berulang kali, Salsa sudah membuat janji dengan dua sahabatnya, Marry dan Sania agar mereka datang menjemputnya.

Begitu ia tiba di jalan utama, sedikit jauh dari kawasan villa bangsawan itu berada. Sebuah mobil merah dengan lampu yang menyala terang hadir di depan mata Salsa. Seketika senyumnya memgembang indah. Ia berlari kecil dan segera menghampiri dua gadis yang menunggu cemas di luar pintu mobil.

"Sania, Marry." Sapa Salsa dengan penuh semangat. Kedua gadis yang awalnya cemas itu segera mengalihkan pandangannya. Begitu mereka melihat wajah familiar Salsa, keduanya akhirnya menghela nafas lega.

"Sayang...." Balas Sania sambil berlari menghampiri Salsa dan memeluknya dengan erat. Marry yang melihatnya juga datang dan ikut berkerumun dan memeluk Salsa.

"Kukira kamu tidak jadi datang, kami cemas mengkhawatirkanmu." Sambut Marry dengan ekspresi sedikit cemberut. Salsa terkekeh dan mengedipkan matanya centil.

"Bagaimana aku bisa tidak datang? Aku sudah janji kan?" Salsa berbicara dengan nada angkuhnya. Ia menghibur dua sahabatnya yang cemas kemudian masuk mobil bersama mereka menuju tempat tujuan yang sudah ditentukan.

...

Night Bar, pusat kota, suara musik memekakkan telinga dan menggema di setiap sudut tempat. Lampu warna warni berputar dan menghiasi ruangan gelap tersebut dengan disco epik. Di atas panggung, seorang DJ memainkan musik kuat yang membuat hati bergetar. Sekelompok wanita menari bersama banyak pria, menggoyangkan pinggul dan bahu mereka menggoda.

Suasananya nampak kacau balau. Bau alkohol dan rokok yang menyengat memenuhi seluruh udara. Setiap sudut dipenuhi oleh suasana ambigu. Pria dan wanita muda tak segan segan melakukan hal yang tidak senonoh di sudut ruangan atau dinding.

Hanya satu kata untuk menggambarkan dunia malam yang gemerlap tersebut, kekacauan! Diantara kekacauan tersebut, seorang gadis cantik jelita dengan lesung di kedua pipinya sedang duduk di himpit kedua teman wanitanya. Gadis tersebut adalah Salsa yang baru saja menyelinap kabur dari rumahnya untuk mengenal dunia malam yang selalu membuatnya penasaran.

Salsa tertawa begitu gembira, mengambil satu demi satu gelas berisi wine dan meneguknya hingga habis. Ini adalah kali pertamanya ia memasuki dunia malam dan ia belum berpengalaman. Jelas ia tidak tahu bahwa kedua sahabat dan beberapa anak laki laki yang duduk tidak jauh disana sedang merencanakan sesuatu bersama sama.

"Tuan Muda, saya yakin malam ini gadis itu akan ada di tempat tidurmu." Bisik seorang pemuda dengan sikap menyanjung pada anak laki laki utama yang duduk dengan sombong dan memiliki sikap berkuasa di dekatnya.

"Hmmm" Gumam pihak lain dengan senyum puas di bibirnya. Tuan Muda Liam adalah sapaan semua orang untuknya. Lagipula dia adalah putra salah satu orang terkaya di kota itu. Semua orang secara otomatis menyanjungnya.

Sudah tiga tahun sejak ia menyukai Salsa, namun pihak lain sama sekali tidak memberinya kesempatan. Atas rangka perayaan kelulusan, mereka mengundang semua orang termasuk Salsa. Awalnya banyak orang berpikir Salsa tidak akan datang, lagi pula keluarga Salsa adalah orang yang sangat ketat mengatur kehidupan Salsa. Namun tanpa diduga Salsa sendiri yang melarikan diri dari rumahnya yang membuat semuanya lebih mudah.

Karena ini hari perayaan kelulusan, tanpa mengetahui identitas sebenarnya dari Salsa. Anak laki laki yang kerap disapa Tuan Muda Liam itu mulai merencanakan semuanya. Lagipula ini bukan kali pertamanya ia melakukan hal ini, sebagai Tuan Muda ia memiliki banyak tangan gelap yang menjangkau berbagai hal buruk. Sebagai seorang pria yang memiliki nafsu besar, sejak satu tahun yang lalu ia telah tidur dengan banyak wanita dan merusak tubuhnya.

Namun siapa yang suruh bahwa wanita wanita itu tidak dapat dibandingkan dengan Salsa yang memiliki kecantikan dan body goals yang sempurna. Tidak heran Salsa dikenal sebagai primadona sekolah bahkan kecantikannya mampu menyaingi bintang bintang wanita dengan nama besar itu.

"Salsa, jangan minum terlalu banyak. Ayo minum air." Ucap Marry, sahabat Salsa yang sebelumnya hadir untuk menjemput Salsa. Tanpa kewaspadaan, Salsa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Untuk sejenak ia merasa muram, ternyata dunia malam itu di seseru yang dibayangkannya selain wine yang enak di atas meja.

Marry tersenyum melihat Salsa meneguk satu gelas air tersebut hingga habis. Saling bertukar pandang dengan Sania. Pihak lain segera memahami apa yang harus dilakukan.

"Baiklah Salsa, kamu sudah mabuk. Jangan terlalu lama disini, ayo aku akan mengajakmu keluar. Aku akan mengantarmu ke hotel." Ucap Sania sambil menarik lengan Salsa dengan bantuan Marry.

Semua mata menatap kejadian tersebut dengan tenang, tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara meskipun mereka tahu apa yang terjadi. Seluruh teman sekelas saling berpandangan sambil menggelengkan kepalanya merasa tidak berdaya.

Tatapan mereka seakan akan mengatakan bahwa 'Salahkan dia yang memiliki nasib buruk karena kecantikannya disukai oleh iblis itu.'

Salsa yang dibawa keluar segera di antar ke hotel oleh Marry dan Sania yang telah menemani Salsa selama tiga tahun masa sekolah menengahnya. Salsa mengerjapkan matanya, dan tubuhnya sempoyongan. Jika bukan karena Marry dan Sania yang menopangnya, Salsa mungkin sudah terjatuh.

Salsa meneguk ludahnya dan merasakan panas membara di seluruh tubuhnya.

Marry dan Sania masuk ke dalam sebuah kamar dan melemparkan Salsa ke atas tempat tidur dengan senyum lega.

"Maafkan aku Salsa."

"Jika kamu ingin menyalahkan seseorang, salahkan dirimu sendiri." Ucap Marry dan Sania sambil berbalik dengan kejam mengabaikan Salsa yang terus meronta di atas tempat tidur.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 7

    Begitu Crystal membuka mulutnya, seluruh pasang mata menatapnya secara bersamaan. Salsa menatap Crustal dengan penuh rasa terimakasih atas penyelamatannya yang hebat di titik krusial tersebut. Sementara Henry memandang Crystal dengan ragu namun jelas ada kelegaan dalam sorot matanya. Salsa yang diam di samping Crystal, entah secara sengaja atau tidak sengaja melirik Akas. Ia diam diam memperhatikan pria itu dengan harapan agar pria tersebut tidak ikut campur lebih jauh dalam urusan ini. Lagipula ini bukan hanya tentangnya, tapi juga tentang pria itu. 'Kumohon jangan berbicara! Kumohon jangan katakan yang sebenarnya! Kumohon jangan katakan apapun.' Gumam Salsa dalam hatinya, emosinya yang intens antara kegugupan dan kecemasan membuat alisnya sedikit mengerut yang akhirnya menyebabkan ekspresinya sedikit berubah. Hingga kedua pasang mata itu bertemu, untuk sejenak Salsa merasa jantungnya berhenti berdetak dan wilayah di sekelilingnya memasuki kondisi terhenti sejenak. Kemudian, Salsa

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 6

    Salsa dalam benaknya tampak begitu tinggi, ceria, dan berani. Seperti mentari kecil yang diam diam bersinar dan menyinari semua orang di sekitarnya.Dahulu Crystal bukanlah sosok yang anggun dan dewasa seperti saat ini. Ia tampak kesepian dan menyendiri. Ia tersingkirkan dan diabaikan dalam pergaulannya. Crystal sama sekali tidak memiliki teman, selain gadis kecil yang ceria dan berani yang selalu menyeretnya pergi kemana mana. Ketika Crystal dibully dan dihina oleh teman temannya karena tidak memiliki ibu. Salsa seperti mentari kecil yang melindunginya dan menyinari dunianya yang abu abu.Tubuh ibu Crystal sangat lemah ketika ia mengandung Crystal. Kemudian ia meninggal ketika ia berhasil melahirkan Crystal. Kelahiran Crystal merenggut nyawanya, kemudian ayahnya yang terlalu mencintai ibunya sangat mengabaikan Crystal dan membiarkannya tumbuh secara mandiri di tangan pengasuh. Selain memenuhi kebutuhan materi, bisa dikatakan Crystal tidak mendapatkan kasih sayang ibu dan ayah sejak

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 5

    "Presiden, Tuan Henry mengundang anda untuk datang ke rumahnya. Ia tahu anda baru saja kembali ke negara ini dan pihak lain tidak bisa mengikuti janji temu semalam, jadi ia mengundang anda secara pribadi untuk datang ke rumahnya sekaligus memperkenalkan putrinya." Ucap Dimas meminta pendapat Akas."Mengapa ia memperkenalkan putrinya padaku?" Akas balik bertanya dengan alis terangkat merasa sedikit bingung. Henry yang ada di bibir Dimas baru saja adalah teman dekat Akas yang statusnya hampir sama layaknya saudara angkat. Ia sudah berteman dengan Henry selama empat dekade dan keduanya banyak membantu satu sama lain. Meski Akas pergi ke luar negeri, keduanya hampir tidak pernah kehilangan kontak. Jadi Akas sangat akrab dengan pihak lain."Tuan Henry berkata bahwa anda pergi keluar negeri ketika istrinya sedang hamil saat itu. Bukankah anda bilang bahwa putri Tuan Henry juga putri anda?" Ucap Dimas sambil tersenyum. Akas sedikit terdiam lalu menganggukkan kepalanya sebagai isyarat bahwa i

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 4

    Akas membawa mantel tersebut dan menghampiri Salsa. Ia melampirkannya dengan lembut ke atas kepala Salsa, dan membiarkan mantel panjang tersebut berhasil menutupi Salsa dan tubuh kecilnya. Menyembunyikan wajah pucat yang penuh keterkejutan dan kebingungan tersebut di baliknya."Tunggu sebentar, aku akan keluar bersamamu." Ucap Akas sambil berjalan mengambil pakaiannya dan segera berpakaian dengan cepat. Salsa memandang Akas dan perlahan kondisi pucat di wajahnya mereda digantikan rona merah ketika bagian belakang tubuh Akas tampil di depan matanya. Punggung tersebut penuh dengan bekas cakaran. Bahkan jika Akas tidak mengatakannya, Salsa tahu bahwa itu adalah jejak kuku jari jarinya. Lagipula tidak mungkin Akas membuat jejak itu sendiri di punggungnya.Salsa diam diam berpaling dan emosinya perlahan menjadi tenang. Ia telah salah memilih teman, dan ia tidak berniat melanjutkan hubungan dengan teman teman tersebut. Tentu saja Salsa ingin meminta penjelasan namun tidak sekarang. Priorita

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 3 Revisi

    Kembali pada waktu saat ini. Fajar akhirnya tiba, dan hari mulai pagi. Matahari bersinar dengan cahaya jingga di ufuk timur. Naik sedikit demi sedikit dan perlahan membangunkan semua orang dari tidurnya.Di dalam kamar hotel mewah tersebut, sepasang kekasih sedang tidur dengan sikap yang intim. Tidak bisa dikatakan sebagai kekasih, namun semalam telah terjadi pertempuran yang tidak seharusnya terjadi di kamar hotel ini.Jendela besar yang tepat mengarah ke timur perlahan membawa cahaya terang mentari pagi untuk masuk dan menerangi seluruh kamar yang awalnya gelap tersebut. Seorang pria dewasa sedang memeluk gadis kecil yang telanjang tersebut ke dalam pelukannya. Perasaan memeluk kehangatan tersebut sangat damai, tubuh gadis kecil itu sangat nyaman untuk dipeluk. Namun tidak butuh waktu lama hingga cahaya mentari tersebut berubah menjadi sengatan panas yang membangunkan pria itu dari tidurnya.Ketika Akas terbangun, ia hanya melihat seluruh kamar hotelnya berantakan. Alisnya mengerut

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 2 Revisi

    Sedikit Flashback, Beberapa waktu yang lalu. Salsa yang sebelumnya tengah sibuk di kamarnya kini sedang berjalan dengan langkah lambat dan mengendap endap. Ia memegang high heels di satu tangan dan tas mewah di tangan lainnya.Strateginya berhasil! Ia telah menahan diri dan berpura pura patuh dalam beberapa hari belakangan ini untuk mengurangi kewaspadaan seluruh penghuni villa. Kemudian setelah kewaspadaan mereka menurun, pada hari ini ia akan menyelinap keluar dan bermain. Salsa sudah menginjak umur delapan belas tahun beberapa waktu yang lalu dan sekarang ia sangat penasaran dengan dunia luar. Kebetulan kelasnya hari ini mengadakan pesta perpisahan. Namun pesta perpisahan ini tidak diadakan di tempat yang biasa saja. Tidak butuh waktu lama hingga Salsa akhirnya tiba di bagian belakang villa tempat tinggalnya. Ia sudah memikirkan bagaimana cara terbaik agar dapat melewati tembok ini. Begitu Salsa melompat dan akhirnya meraih tembok tersebut dengan kedua tangannya. Kemudian ia juga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status