ANMELDEN"Aku dengar dari paman Sam bahwa kamu suka melukis dan menggambar komik. Jadi aku membelikanmu alat lukis, ada juga tab yang bisa kamu gunakan untuk membuat komik, aku juga membelikan laptop dengan konfigurasi terbaik." Akas berkata dengan suara tenang, namun ada jejak kasih sayang dalam beberapa nada suaranya. Ia meletakkan bingkisan tab dan laptop di atas meja agar Salsa dapat melihatnya lebih jelas. Dua produk elektronik ini adalah yang paling mahal di antara hadiah Akas yang lainnya. Salsa nampak begitu bersemangat dan hendak angkat bicara ketika sebuah suara mengganggu seluruh suasana yang ada. "Wah, bonekanya besar sekali." Seorang gadis yang lincah namun penuh keanggunan datang dengan langkah sedikit cepat. Begitu ia datang, ia melihat boneka setinggi dua meter dalam pelukan Salsa dan dengan sedikit gerakan ia meraihnya dan merebutnya dari pelukan Salsa. Hal tersebut terjadi sangat cepat hingga membuat Salsa tertegun dan tidak bereaksi selama beberapa saat.Salsa menatap tanga
Dalam perjalanan pulang, Dimas yang sedang menyetir juga berbicara dengan nada sedikit ragu dalam suaranya."Tuan, aku dengar Tuan Henry memarin pulang membawa seorang wanita yang memiliki anak perempuan. Anak perempuan utu umurnya mungkin hampir sama dengan nona Salsa." Ucap Dimas. Ketika Akas mendengar kabar tersebut, ia sedikit mengerutkan keningnya. Karena bagasi mobilnya tidak cukup, bahkan kursi penumpang di samping Akas kini dipenuhi oleh bingkisan hadiah."Maksudmu Henry memiliki hubungan romantis dengan wanita itu?" Akas bertanya dengan suara muram, untuk sejenak kemarahannya pada Henry meningkat dan niat baiknya sedikit menurun. "Sepertinya." Jawab Dimas dengan anggukan kepalanya. Bagaimana mungkin Akas tidak mengerti dengan kabar yang baru saja Dimas beritahukan padanya? Jika itu benar maka Salsa akan menanggung dampaknya.Dampak seperti apa yang Salsa akan alami, Akas tidak tahu tapi Akas yakin saat ini Salsa mungkin sudah bersedih bahkan menangis. Sebagai orang dewasa ya
Sudah lama sekali Salsa tidak membalik pigura tersebut. Ia tidak pernah berani menatap foto di dalamnya, karena Salsa takut dia akan terlalu merindukannya. Namun kali ini Salsa tidak bisa menahannya. Di dalam pigura tersebut terdapat foto dua orang. Ya, hanya foto dua orang. Seorang wanita muda yang cantik dan seorang gadis kecil yang tingginya masih sepinggang wanita muda tersebut.Keduanya mengenakan gaun dengan warna dan corak yang sama, tersenyum lembut pada kamera. Salsa menyapu lembut foto tersebut. Sosok ibunya yang samar dalam ingatannya kini kembali menjadi jelas.Sosok wanita muda yang cantik dan lembut dengan rambut panjang bergelombang yang diikat setengah. Seperti bunga lily merah muda yang mekar penuh keindahan dan memancarkan kelembutan juga kasih sayang bersama cinta yang meluap."Ibu, ayah sudah memiliki keluarga lagi." Lirih Salsa ditengah tangis pilunya. Satu demi satu air mata jatuh di atas pigura tersebut. Kemudian Salsa memeluknya dengan putus asa, dan hampir ber
Waktu berlalu begitu ringan dan cepat. Beberapa hari sudah berlalu dan Salsa kembali ke kehidupan monotonnya yang terkurung di dalam rumah besar itu. Ia tidak melihat jejak Henry pulang sekalipun dan tiba tiba terbiasa dengan itu. Lagipula memang biasanya seperti ini. Hingga pada suatu hari, karena lapar dan waktu makan malam akan segera tiba. Salsa berniat untuk turun dan pergi ke ruang makan untuk makan malam. Mungkin ia hanya sekali lagi mendapatkan keheningan dan kesunyian namun hidup harus terus berjalan bukan? Namun ketika ia keluar kamar setelah seharian mengurung diri. Ia melihat pemandangan yang membuat jantungnya hampir berhenti berdetak. Ekspresi bahagia seketika berubah dan jejak keterkejutan dan sakit hati terlihat di sudut matanya. Henry yang sedang berpelukan dengan seorang wanita yang nampak awet muda juga menyadari putrinya datang. Ia secara sontak melepaskan pelukannya. Tidak jauh dari keduanya, ada seorang gadis yang hampir seumuran dengan Salsa duduk dengan tenan
Ketika Salsa sedang sibuk bermain dengan cat minyak dan canvasnya. Suara notifikasi handphone mengganggunya. Salsa mengerutkan keningnya dan sedikit mencondongkan tubuhnya. Melihat pesan siapa yang tiba di handphonenya. Lagipula Crystal sudah pergi ke luar negeri, seharusnya Salsa tidak memiliki teman lain, lagipula Sania dan Marty juga bukan teman yang baik. Namun yang tidak dia duga adalah pesan tersebut datang dari Akas."Aku akan menjemputmu malam ini." Kalimat tersebut dikirimkan oleh Akas beberapa detik yang lalu. Salsa meletakkan kuas di tangannya dan memiringkan kepalanya sejenak sebelum menyetujuinya. Lagipula dia sudah berjanji untuk membalas budi pihak lain.Jadi pada malam hari, Salsa mengenakan gaun merah muda yang cantik dan manis penuh nuansa anak muda. Berjalan keluar dari kamar sambil berkata pada Paman Sam. "Paman Sam, hari ini aku akan keluar untuk makan malam." Ucap Salsa."Nona Muda, mengapa anda tidak mengurungkan niat anda saja. Anda tahu bagaimana temperamen tu
Dimas memberikan tab dengan layar menyala berisi laporan pada Akas. Sementara Dimas memutar matanya malas, 'Dasar gila kerja! Aku heran bagaimana nyonya bisa bertahan hidup bersama dengannya! Apa dia tidak memiliki nafsu untuk nyonya? Bahkan malam pasangan lain pun diganggu olehnya! Kasihan nyonya, tapi hubungan keduanya seharusnya hampir berakhir kan? Kupikir seperti yang ada di dalam novel, dari pernikahan menjadi cinta. Tapi sikap nyonya memang....' Dimas menghentikan pikirannya yang telah jauh tersesat.Ia melirik kaca spion dan melihat Akas sibuk menonton berita dan menganalisisnya dengan cermat. Mungkin Akas memang gila kerja, namun dia bukan orang yang kejam. Ia memberikan banyak hal pada Isla, termasuk kekayaan dan kebebasan pihak lain memanfaatkan namanya. Namun Dimas mengingat beberapa waktu lalu, ia mengetahui bahwa sebenarnya nyonya dalam mulutnya ternyata tidak seperti yang berita kabarkan.Cinta pertama yang tak terlupakan! Dimas menghela nafas memikirkannya. Presidennya







