Share

Bab 152: Reksadana

Author: Ayusqie
last update publish date: 2025-10-15 23:52:21

**

“Oh ya Mas, ada yang mau aku kasih tahu nih.”

“Apa?”

“Nanti, minggu depan, Mikhail akan ikut lomba melukis lho.”

“Hem-hem? Lomba melukis? Di mana tuh?” Tanyaku bersemangat.

“Di TMII.”

“Taman Mini Indonesia Indah?”

“Iya.”

Aku langsung tersenyum. Sebuah kenangan yang melankolis seketika berkelebat di dalam kepalaku. Di sebuah jalan dekat TMII  itula

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 422: Sama-sama Depresi

    ** Irul, si agen tengik itu ikut pula bertanya.“Kamu masih punya otak?”Pertanyaan Irul itu tak pelak membuat Mojo dongkol juga. Rasa cemas di dalam hatinya berubah bentuk.Karena ada satu rasa baru yang muncul, yaitu; rasa ingin menggaplok mulut Irul dengan botol bekas aqua yang ia bawa untuk anjing-anjing tadi.Paman Gimun bertolak pinggang. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Kornea matanya bekerja keras menembus suasana temaram, memperhatikan areal di sekitar rumah kosong.“Apa-apaan kamu ini, mengajak ketemuan di kuburan liar macam begini..??”“Naga-naganya, di sini ada sundel bolong yang sedang mengintai kita.” Sambung Irul pula, sembari memperhatikan beberapa rumah kosong yang memang tampak angker itu.Mata Irul yang memang telah terlatih sebagai agen rupanya mulai mendeteksi gerakan, atau keber

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 421: Bagai Munkar dan Nakir

    ** “Waktu itu aku bilang begini; aku bisa menundukkan kalian para anjing liar, maka apakah aku bisa menundukkan Ibu Widya yang galak macam kuntilanak itu.”Gending tersenyum miris. Matanya yang masih berkaca-kaca memandangi anjing-anjing di depannya, yang tengah menatap dirinya dengan mata mereka yang bercahaya.“Oh, boy., ternyata tidak. Aku tidak bisa menundukkan dia.” Kata Mojo.“Sebagai ajudan atau pengawal, aku tidak bisa mengambil hatinya, untuk.., untuk, hanya sekadar mendapatkan sedikit respek.”“Perempuan, ternyata lebih tidak bisa ditebak..”“Beginilah dunia manusia, boy. Ada yang berbudi pekerti, tapi banyak juga yang tidak tahu terima kasih.”“Syukurnya, sudah selesai, boy. Tugasku menjaga Ibu Widya itu sudah selesai..&

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 420: Curhat Sahabat Lama

    ** Taksi online yang ditumpangi Mojo berhenti di tepi jalan raya yang tergolong sepi. Setelah membayar ongkosnya Mojo pun turun.Sembari menenteng kantong plastik bawaannya ia berjalan beberapa meter lagi di tepi jalan raya itu. Tiba di sebuah persimpangan Mojo mengambil jalan ke kiri.Jalan yang ia masuki ini jauh lebih sepi dari jalan raya tadi. Karena tidak ada bangunan apa pun di kanan kirinya.Jika pun ada, itu tidak lebih dari gubuk-gubuk liar yang terbuat dari kardus dan beratap terpal plastik atau seng bekas. Penghuninya adalah para gelandangan, pemulung, dan juga orang gila.Beberapa puluh meter kemudian sudah tidak ada lagi gubuk liar. Yang ada hanyala lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar.Lalu dari sela-sela semak belukar itu tampaklah batu-batu nisan yang berdiri secara acak dan semau-maunya.“Welcome to no man’s land..,&rdq

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 419: Janji di Kuburan

    ** Malam harinya, Mojo keluar rumah dan berjalan ke tepi jalan raya. Ia menaiki sebuah taksi online yang sebelumnya ia pesan.“Sesuai aplikasi ya, Mas?” Bertanya sang sopir.“Iya, Pak.”Duduk di kursi depan, di samping si driver, Mojo tidak banyak berbicara. Enggan juga ia membuka percakapan.Mobil pun melaju dengan cukup tenang, membelah arus lalu lintas kota Jakarta yang tak pernah tidur.Sepanjang hari ini Mojo sudah mendapatkan istirahatnya dengan cukup. Kondisi fisiknya juga sudah kembali bugar seperti sedia kala. Namun, pikirannya sedang tidak baik-baik saja.Tentang Paman Gimun, ia tidak terlalu mengkhawatirkan akan bagaimana sikap paman gurunya itu nanti, meskipun tidak lama lagi ia akan bertemu dengannya.Mojo sudah pasrah dan akan menghadapi apa pun, baik dan buruk sekali pun. Pikiran Mojo malah cenderung tertarik

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 418: Bayangan Yang Berubah

    ** Pesawat yang ditumpangi Mojo mendarat dengan cukup smooth di landasan pacu bandara Sukarno Hatta.Jejak pertama dari roda-rodanya ketika menyentuh aspal landasan menimbulkan satu degupan tersendiri bagi Mojo.Deg!Ini mungkin akan menjadi satu titik yang baru dari keseluruhan rangkaian hidupnya. Lalu ketika Mojo turun dari pesawat dan pertama kali menjejakkan kakinya di tanah, lagi-lagi..,Deg!Ada satu degupan misterius lagi yang mengisi hatinya. Seakan-akan ada ribuan pasang mata yang sekarang ini tengah memperhatikannya.Mojo menghirup nafas dalam-dalam. Ia segera keluar dari bandara dan mencari taksi. Ia tidak mau berlama-lama di jalan, ingin segera sampai di rumah rusun Cipinang Permai.Sesampainya di rusun, Mojo menemui Pak RT untuk meminta kunci rumah yang sebelumnya ia titipkan. Pada kesempatan ini sempat terjadi perbincangan yang lumaya

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 417: Kontemplasi di Perempatan

    ** Paman Gimun, agen intelejen itu tidak banyak membuat miscall. Ia hanya meninggalkan satu pesan yang isinya adalah sebagai berikut;“Buktikan bahwa kamu itu murid Giri Lodaya. Tunjukkan budi pekertimu dan segera temui saya!”Mojo tercekat setelah membaca pesan dari Paman Gimun ini. Hatinya seketika berdebar. Pikirannya berputar cepat, mencoba menerjemahkan arti dari maksud Paman Gimun.“Apakah dia bermaksud baik kepadaku?”“Atau sebaliknya?”“Mau apa dia?”Mojo menghirup nafas dalam-dalam. Perasaannya menjadi gusar. Ia kemudian bangkit dari kursi yang ia duduki, melangkah menuju jendela dan membuka tirainya.Selayaknya penginapan kelas melati, tidak ada view menarik yang bisa dihadirkan dari kamarnya ini.Dengan pikiran yang lagi-lagi gundah Mojo pun keluar dari penginapan. Ia membiarkan lang

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 286: Tiduri Aku Malam Ini

    **"Miss..,” kata Gending dengan lembut.“Ayo kita pulang, Miss. Hari sudah semakin sore.”Miss Widya tidak menyahut. Ia masih mendekam di dalam pelukan sang ajudan. Benar-benar merasakan kedamaian dan pengayoman dari pelukan satu tangannya yang kukuh.

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 287: Sukanya Sama Siapa? 

    **“Tapi dengan satu syarat.”“Syarat apa itu?”“Kalau nanti Miss sudah tertidur di samping saya, emm..,” Gending sesaat ragu meneruskan kalimatnya.“Kenapa?”“Miss jangan kentut ya.”“Apaa

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 263: Harapan Yang Sirna

    **Ibu Suri pun terkejut lagi ketika Gending melanjutkan kata-katanya.“Dan sekarang, mereka mengincar Miss Widya karena mereka meyakini bahwa Miss Widya mengetahui perihal meth itu, Bu.”“Mereka ingin barang mereka bisa kembali, Bu. Sejujurnya, saya sempat

    last updateLast Updated : 2026-04-03
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 271: Harus Hati-hati

    **Gending tercekat beberapa saat. Ia melirik lagi ke belakang lewat kaca spion tengah.“Memilikinya.., maksud Miss memiliki siapa?”Miss Widya terkejut ketika ia menyadari telah keceplosan dalam berbicara. Cepat ia memalingkan wajahnya yang memerah ke arah kanan,

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status