مشاركة

Bab 297: Roro Anteng

مؤلف: Ayusqie
last update تاريخ النشر: 2026-03-06 23:54:50

**

“Kamu Iroh kan?”

Beberapa detik Iroh tercekat. Ia tidak segera mengonfirmasi identitas dirinya.

“Emm.., maaf, kamu siapa?” Balas Iroh kemudian, sembari berusaha mengingat siapa sesungguhnya sosok di depannya ini.

Ia adalah orang yang di kereta tadi selalu memperhatikan Iroh. Ia seorang lelaki dengan perawakan yang cukup tinggi, mungkin sedikit lebih tinggi dari Mojo.

Namun, posturnya yang besar dengan bahu yang lebar sepertinya mem

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 448: They Look Very Smart

    **“Saya mau pergi ke Mayfield. Dapatkah kamu menunjukkan saya ke mana arahnya?”Entah apa yang akan dilakukan sang wanita berhoodie. Tiba-tiba saja ia menurunkan tangannya, lalu menunjuk ke bawah, ke tanah.Adi yang belum menangkap maksud sang wanita bertanya sekali lagi.“Mayfield, dapatkah kamu menunjukkan saya ke mana arahnya, please?”Sang wanita merespon dengan kembali menunjuk-nunjuk ke tanah.“Mayfield?” Adi terkesima sebentar. Pandangan matanya mengikuti jari telunjuk sang wanita.“Did you mean—apakah maksud kamu, Mayfield itu adalah.., ini?” Adi mengembangkan kedua tangannya, lalu bergerak memutar badan setengah lingkaran.“Maksud kamu, daerah ini adalah Mayfield?”Sang wanita merespon dengan mengangguk. Satu kali, dan sekali lagi menunjuk ke tanah.“Allright, thank you so much.”Sang wanita menyahut dengan mendengus tip

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 447: Wanita Berhoodie

    **Pengendara ATV itu adalah seorang wanita, yang jika dilihat dari setelan pakaiannya merupakan seorang peternak. Atau, paling tidak ia adalah orang yang bekerja di sebuah peternakan.Ia berperawakan sedang, sedikit kurus, dan dalam ranah fashion ia masuk kategori petite atau mungil.Ia memakai celana jins panjang, sepatu boot, dan jaket berwarna abu-abu dengan hoodie atau kupluk yang menutupi kepalanya.Kulitnya.., hemm, karena nyaris semuanya tertutup, maka Adi hanya bisa melihat pada bagian wajahnya yang kuning langsat, tapi lebih mengarah ke coklat.“Ia pasti orang Maori, suku asli Selandia Baru ini.” Pikir Adi. Rambutnya sendiri, kebetulan ada yang menyembul dari sela-sela hoodienya, berwarna pirang kemerah-merahan. Maori berdarah campuran dengan kulit putih? Bisa jadi.Di bagian belakang ATV-nya itu ada sebuah keranjang yang lebarnya menyamai kendaraan, tapi tingginya hanya sejengkal.Lal

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 446: Hidden Gem

    **“Hello, Sir? Excuse me..,” sapanya pada sang pengemudi.Ternyata, dia adalah seorang lelaki dengan penampilan yang terbilang cukup tua, mungkin berusia enam puluhan. Rambutnya putih berpadu dengan kuning pirang.Ya, dia lelaki kulit putih dengan perawakan gemuk. Ia memakai baju yang modelnya seperti terusan, dengan semacam sabuk yang melingkar ke atas melewati pundaknya. Ia juga memakai topi bisbol.“What’s up, buddy—ada apa kawan?” Bertanya lelaki bule itu dengan mata menelisik Adi.“Emm, begini Pak,” Adi menjawab menggunakan bahasa Inggris.“Saya khawatir saya telah tersesat. Saya mau pergi ke Mayfield. Pada persimpangan di depan situ saya harus mengambil rute yang mana ya?”“Mayfield?”“Yes.”Lelaki itu mengarahkan Adi untuk mengambil rute yang ke kanan. Lurus juga bisa, tetapi akan lebih jauh lagi.“Where

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 445: Persimpangan

    **Selama beberapa menit Adi terus terpaku, menatap keindahan yang begitu sulit untuk ia lukiskan.Apa yang tampak di depannya sekarang ini seakan-akan perwujudan dari dongeng rekaannya dulu. Pohon pinus dan cemara tumbuh seakan berlomba mencapai kaki langit.Di ujung sana, barusan tadi Adi melihat ada seekor tupai yang berlari sembari menggendong biji pinus, terus ke bawah padang rumput hingga selanjutnya berhenti di tepi sungai kecil berair jernih bagaikan kaca.Lalu seorang putri yang menunggang kuda dalam dongengnya, pada kenyataanya sekarang hanyalah seekor sapi perah dengan warna bulu yang hitam putih.Sorot matahari rupanya telah bersekongkol dengan mata dan imajinasinya, sehingga sapi perah itu terlihat menipu dari kejauhan. Corak belang putihnya memang unik.Adi kemudian mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Ternyata, ia baru sadar bahwa di padang rumput itu banyak sekali terdapat sapi-sapi ternak yang sedang merumpu

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 444: Fragmen Yang Menjadi Nyata

    **Keesokan harinya..,Usai bersarapan di hotel Oasis, Adi segera pergi dengan membawa ranselnya menuju ke sebuah tempat penyewaan mobil.Sama dengan di Indonesia, Selandia Baru mengadopsi sistem RHD—Right Hand Drive, yaitu sistem setir kanan, di mana pengemudi berada di sisi kanan kendaraan, dan kendaraannya sendiri melaju di jalur kiri.Adi belum melakukan check out dari hotel. Hal itu sengaja ia lakukan supaya tidak mendapatkan kesulitan di dalam proses penyewaan mobil nantinya.Artinya, ada semacam bukti pendukung sebagai garansi bagi pemilik mobil tersebut. Begitu kira-kira.Benar saja. Pemilik rental mobil menanyakan semua hal yang dirasa perlu dan mencocokkannya dengan dokumen pribadi milik Adi.Paspor, visa, kartu identitas, SIM, kartu kredit dan lain sebagainya. Mr Wilson, sang pemilik mobil bahkan sampai menghubungi pihak imigrasi untuk mengcrosschek data perjalanan Adi. Tak ketinggalan pula,

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 443: Angin Dingin Dari Selatan

    **Ketika pertama kali menjejakkan kaki di Selandia Baru ini, entah mengapa Adi merasa sedang diawasi oleh seseorang, atau sesuatu.“Oke,” batinnya.Mungkin perasaan itu ditimbulkan oleh banyaknya kamera pengawa si seantero bandara Christchurch ini.Tapi tidak.Entah bagaimana nalurinya bisa merasakan suatu energi tak kasat mata yang membuatnya merasa diiringi oleh sesuatu. Adi menarik nafas, terus melangkah di selasar bandara.Ia mencoba memahami bahwa apa yang ia rasakan adalah gejala yang wajar dari seseorang yang pertama kali mengunjungi wilayah yang asing.Adi berjalan mengikuti alur yang telah ditentukan, dan berhenti untuk melewati pemeriksaan imigrasi. Sewaktu dokumennya diperiksa, ia melirik kanan-kiri, khususnya ke arah kamera-kamera pengawas. Rupanya, mungkin, gerak-geriknya ini sempat menimbulkan kecurigaan pada seorang petugas imigrasi.“Are you okay, Sir?” Tanya

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 121: Silahkan Keluar Duluan

    **“Nanti aku kirimkan mereka berdua ke kamu sudah komplit terbungkus dengan kain kafan!”Mendengar semua ocehanku di telepon ini, dua orang misterius di depanku semakin tercekat saja. Kembali mereka saling melirik, dan berkomunikasi dengan bahasa kode.Sete

    last updateآخر تحديث : 2026-03-24
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 113: Asalkan Bersama Kamu

    **Pesta di kafe Oceanus terus berlanjut. Semua orang pun larut di dalam kemeriahan dan juga kegembiraan.Di bagian sentral sana ada Miss Widya yang berdansa dengan Kelvin. Mereka berdua melebur bersama beberapa pasangan lain yang bergoyang mengikuti irama musik. Acara

    last updateآخر تحديث : 2026-03-24
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 101: Gaplok

    **“Cukup, Mojo..!”“Sudah, Mojo! Sudah, hentikan!”Cepat saja aku menoleh ke asal suara. Di situ, sekitar dua belas meter jaraknya, ada sebuah mobil sedan yang pintunya baru saja terbuka.Juga baru saja, si pengemudi keluar dan turun dari mobil

    last updateآخر تحديث : 2026-03-23
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 95: Jorok

    **“Iya? Kisah nyata?” Tanya Miss Widya lagi, sambil tersenyum-senyum menahan geli.“Kalau iya, kenapa? Dan kalau tidak, kenapa?” Tanyaku pula.“Kalau iya, saya jadi penasaran sama yang setengah meter di rumah itu, hahaha..!”Aku man

    last updateآخر تحديث : 2026-03-22
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status