Partager

Bab 297: Roro Anteng

Auteur: Ayusqie
last update Date de publication: 2026-03-06 23:54:50

**

“Kamu Iroh kan?”

Beberapa detik Iroh tercekat. Ia tidak segera mengonfirmasi identitas dirinya.

“Emm.., maaf, kamu siapa?” Balas Iroh kemudian, sembari berusaha mengingat siapa sesungguhnya sosok di depannya ini.

Ia adalah orang yang di kereta tadi selalu memperhatikan Iroh. Ia seorang lelaki dengan perawakan yang cukup tinggi, mungkin sedikit lebih tinggi dari Mojo.

Namun, posturnya yang besar dengan bahu yang lebar sepertinya mem

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 453: Kapas Yang Hanyut

    **Tiba-tiba, Autumn teringat dengan rencananya sendiri. Rencana yang lain, bukan tentang menamam pinus. Apa itu?Ia sedang memikirkan untuk mencari lahan peternakan di daerah Mayfield ini. Benar, ia ingin mempunyai peternakannya sendiri. Dengan semua fasilitas dan kelengkapan yang akan ia duplikasi dari milik pamannya.Untuk itu, ia sedang mempelajari hal-hal teknis terkait pengelolaan lahan, terutama yang berkaitan dengan legalitas dari pemerintah Selandia Baru.Mengingat, ia bukanlah warga negara ini, dan hanya mengantongi izin tinggal untuk durasi yang selalu ia perpanjang.Selang tak berapa lama kemudian, Autumn pun sampai di padang gembala milik pamannya. Ini merupakan sisi barat, yang paling ujung, yang paling dekat dari tempatnya memungut biji pinus tadi.Autumn menghentikan ATV-nya, tapi tidak mematikan mesin. Ia memandang ke kejauhan, memperhatikan ratusan domba yang dilihat dari sini hanya tampak bagaikan gumpalan-gu

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 452: Bronco dan Clown

    **Autumn menghentikan ATV-nya di tepi sebuah sungai kecil. Ia mematikan mesin, lalu turun dan berjalan menuju sungai yang lebarnya hanya sekitar enam meter itu, dengan bagian yang berair hanya dua kali lompatan saja.“Bronco! Clown!” Panggil Autumn pada dua anjingnya.“Come—ayo!”Serentak saja, kedua anjing itu berlompatan dari atas keranjang di boncengan ATV, lalu bergegas mengikuti langkah sang tuan ke tepi sungai.Autumn membuka hoodie kepalanya, kemudian berjongkok di atas sebuah batu. Ia menciduk air yang jernih dan dingin menggunakan tangkupan kedua tangannya.Ia membasuh wajah, merasakan air yang sangat sejuk, yang mengalir perlahan dari lelehan salju di puncak pegunungan Alpen sana.Bronco, anjing dengan ras German Sheperd, mengikuti Autumn ke tepi sungai. Ia menciduk air dengan lidahnya, tapi sontak mengibas-ngibaskan kepala dan sekujur bulunya.“Hahaha..,” Autum

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 451: Gadis Penggembala

    **Nah, itu dia!Di dinding sebelah kanan, ada sebuah foto yang langsung mencuri perhatian Adi. Itu adalah foto keluarga yang berisi Pak Hastono, istri, dua orang, dan dua orang lagi yang Adi duga sebagai menantu.Beberpa saat menelusuri bidang dinding di ruang tamu ini, Adi tidak menemukan apa yang ia cari. Kecewa, tentu saja.“Sayang, tidak ada foto Autumn di sini.”Sesuatu yang berkaitan dengan Autumn sesungguhnya masih misteri.“Oh ya, kapan kamu tiba di Selandia ini?” Tanya Nyonya Hastono. “Kamu landing di Christchurh, kan? Bukan di Auckland?”“Benar, Bu. Saya mendarat di Christchurh. Kemarin.”“Jadi, dari kemarin, kamu tinggal di mana?” Tanya Pak Hastono pula.“Saya menyewa hotel di.., eemm, namanya Oasis Hotel.”“Oh ya, bagaimana penerbangan kamu?” Susul Pak Hastono pula.“Penerbangan saya lancar dan aman, Pak.

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 450: BLT dan MBG

    **“Tapi.., maaf, di sini tidak ada orang yang bernama Autumn.”Adi terperangah. Dalam keadaan keadaan terperangah itu ia menatap bola mata Pak Hastono, menelisik ke dalam untuk mengira-ngira apakah ia berbohong atau tidak. Tiba-tiba, Adi teringat pada kata sandi yang dibawakan oleh Pak Bisma. Ya, benar, kata sandi yang ia anggap hanya sebagai oleh-oleh. Wingko babat!“Oh, maaf, tunggu sebentar.”Adi segera putar badan. Ia berjalan tergesa-gesa ke mobilnya, membuka pintu dan mengambil dua kotak kue wingko babat yang sebelumnya telah ia kemas ulang menggunakan tote bag, semacam tas jinjing kecil berbahan kain.Ia kembali ke pasangan Hastono dan menyerahkan tas jinjing itu.“Ini, saya membawa titipan dari Pak Bisma. Mohon diterima.”Pak Hastono menerima tas jinjing dan melihat isi di dalamnya.“Apa ini?”“Kue wingko babat. Saya bawa dari Mage

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 449: Teka-teki

    **“Who are you?”Sontak saja Adi terkejut mendengar itu. Cepat ia membalikkan badan, dan segera mengulas senyum ketika dilihatnya ada seorang wanita yang baru saja keluar dari rumah, berdiri di teras depan sambil memegangi handel pintunya.“What are you need—ada perlu apa?” Tanya sang tuan rumah lagi dengan sorot mata yang menyelidik.Ia merupakan wanita kulit putih dengan rambut yang pirang keemasan. Usianya berkisar antara lima puluh sampai lima puluh lima.Posturnya lumayan tinggi jika dibandingkan dengan kebanyakan orang Indonesia. Badannya sendiri sedikit gemuk, tapi gemuk yang proporsional dari atas sampai ke bawah.Ia memakai daster rumahan dan juga memakai celemek. Mungkin ia sedang ada pekerjaan di dapur, atau sedang beres-beres.Adi melangkahkan kakinya mendekati rumah, berhenti di depan sang wanita yang wajahnya penuh tanda tanya itu.“Good afternoon, mam—selam

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 448: They Look Very Smart

    **“Saya mau pergi ke Mayfield. Dapatkah kamu menunjukkan saya ke mana arahnya?”Entah apa yang akan dilakukan sang wanita berhoodie. Tiba-tiba saja ia menurunkan tangannya, lalu menunjuk ke bawah, ke tanah.Adi yang belum menangkap maksud sang wanita bertanya sekali lagi.“Mayfield, dapatkah kamu menunjukkan saya ke mana arahnya, please?”Sang wanita merespon dengan kembali menunjuk-nunjuk ke tanah.“Mayfield?” Adi terkesima sebentar. Pandangan matanya mengikuti jari telunjuk sang wanita.“Did you mean—apakah maksud kamu, Mayfield itu adalah.., ini?” Adi mengembangkan kedua tangannya, lalu bergerak memutar badan setengah lingkaran.“Maksud kamu, daerah ini adalah Mayfield?”Sang wanita merespon dengan mengangguk. Satu kali, dan sekali lagi menunjuk ke tanah.“Allright, thank you so much.”Sang wanita menyahut dengan mendengus tip

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 93: Setengah Meter

    **“Sekali lagi saya katakan, ini adalah kecelakaan. Saya tadi cuma mau membetulkan banner di belakang sini. Tapi tiba-tiba saya disuruh ber-stand up comedy.”“Saya tidak pandai melucu. Saya tidak punya perbendaharaan kata kocak, atau pun kisah-kisah yang men

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-22
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 51: She Is My Boss

    **Aku berjalan tergesa-gesa di sepanjang lorong besar di lantai dua puluh lima ini. Aku melewati area kantor open space, di mana meja-meja para karyawan Arung Bahari Corp hanya dipisahkan oleh partisi.Karena bingung, aku lantas berhenti di sembarang meja yang ada penghuninya.

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-19
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 31: Macan Kumbang

    **Boni berusaha menyelamatkan aku. Ia menggigit anggota tubuh sang macan, apa pun yang bisa yang ia dapat. Ekornya, kakinya, kepalanya, sembari terus menyalak tak henti-henti.Guk..! Gukk..! Guukk..!Akhirnya sang macan melepaskan gigitannya di pundakku. Ia kini beralih pada

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 17: Lukisan Mikhail

    **Akhirnya, aku dan Iroh jadian. Kami berpacaran, dan saling menguatkan janji di antara kami berdua.Romansa kami ini tragis sebenarnya. Cinta kami tumbuh dan berkembang dari penjara.Bagaimana lagi? Keadaanlah yang menempatkan kami pada posisi sulit ini. Paling tidak, aku m

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-17
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status