Home / Lainnya / Jagoan Kampung Merantau Ke Kota / Bab  385: It Is All Over

Share

Bab  385: It Is All Over

Author: Ayusqie
last update publish date: 2026-06-08 23:54:53

**

“Gending.., kamu jangan pergi..,”

Seketika saja Gending merasa serba salah dengan pelukan Miss Widya yang sangat erat ini.

Tatapannya berkeliaran sebentar pada Ibu Suri yang juga tengah menatap mereka berdua, juga pada Devi dan Merlin yang ada di dalam kamar ini.

Gending merasa bingung dan sungkan pada pilihan tindakan yang akan ia lakukan, sementara Miss Widya sendiri semakin mengeratkan pelukan padanya. Menangis pula, terisak-isak kuat, dan menumpa

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 461: Lukisan Mikhail - Reboot

    **Pelan-pelan Adi mundur ke belakang, lalu putar badan, dan berjalan ke arah pintu. Tapi, tunggu! Tunggu dulu!Tepat ketika Adi membalikkan badannya tadi, ekor matanya menangkap sesuatu yang serta merta membuat ia batalkan tangannya yang mau meraih handel pintu.Ia pun putar badan lagi, dan menatap ke satu arah di sisi dinding, tepatnya di belakang posisi duduk Autumn.Sungguh, tiada maksud apa pun. Ia hanya ingin memastikan bahwa pandangannya tadi tidak salah dalam mengenali suatu objek atau benda.Adi menyipitkan matanya, memokuskan pupil dan menajamkan pandangan. Di sisi dinding itu, sebagaimana Adi lihat tadi terdapat beberapa lukisan yang tergantung, di mana lukisan candi Borobudur yang paling mencolok.Rupanya, ada satu lukisan lagi yang sejak tadi luput dari perhatiannya. Dan rupanya, ketika ia berdiri di sisi Autumn tadi, lukisan itu terhalangi oleh sebuah ornamen penghias dinding sehingga terhalang dari pandangannya.

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 460: Bagaikan Arca

    **“Tapi ada satu hal lain yang mau aku bilang tentang kamu.”“Apa?”“Kamu itu seperti arca.”“Arca?”“Iya, patung yang ada di candi-candi itu, patung yang terbuat dari pahatan batu.”“Kenapa kamu bilang aku seperti arca?”“Maksudku yang sebenarnya adalah, kamu itu teguh pendirian, kamu itu cantik, eksotis dan.., persis seperti arca, kamu itu penuh dengan sejarah.”Autumn mendelik. Entah apakah itu pujian, atau sindiran, ia tak menggubrisnya. Rasa jengkel yang tiba-tiba menyeruak membuat ia tidak mau lagi mengingat-ingat siapa orang yang ia rasa mirip dengan Adi ini.Ia lantas bangkit dari kursinya, berjalan ke arah kanan. Adi khawatir Autumn tersinggung dengan kata-katanya tadi, lantas pergi. Ternyata ia hanya ingin berpindah posisi.Sekarang ia duduk dan bersandar pada sebuah sofa kecil, satu-satunya sofa di r

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 459: Candi Borobudur

    **Sosok lelaki di depannya ini mengingatkan dirinya pada seseorang yang.., siapa ya?Sembari terus menyantap kue wingko babat itu Autumn terus mengingat, siapa orang yang wajahnya mirip dengan Adi.Jika Adi menoleh ke kanan, lalu pepipis kiri dengan bekas luka bakarnya itu terekspose, malah tidak mirip dengan siapa pun, kecuali Pangeran Zuko tadi.Diam-diam Autumn berharap semoga Adi banyak menoleh ke kiri. Karena hanya dengan posisi wajah yang demikian itulah ia bisa mendapatkan serpihan ingatannya. “Ngomong-ngomong, Autumn, kamu sudah berapa lama tinggal di sini?” Tanya Adi lagi terus memancing pembicaraan.Prinsip yang Adi ketahui adalah, bahwa semakin banyak bicara, akan semakin banyak yang terbuka. Semakin banyak yang terbuka dari Autumn, maka ia akan merasa dekat. Selanjutnya, kepercayaan dari Autumn bisa bisa ia dapatkan. Semoga.“Di pondok ini kamu tinggal sendiri saja?”“Kalau aku,

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 458: It’s So Delicious!

    **“Aku boleh duduk?”“Tidak boleh!”Bibi Kelly sampai menoleh mendengar kata-kata Autumn yang ketus itu. Ia lalu menatap Adi, seakan memohon supaya Adi bisa memaklumi sikap keponakannya.Adi hanya tersenyum. Rangkaian streateginya sudah berjalan sampai di dalam sini, otaknya terus bekerja mencari taktik berikut yang lebih manipulatif.“Ya sudah, aku akan berdiri saja. Terima kasih sudah mengizinkan aku masuk.” Katanya tenang, sembari menyilangkan kedua tangannya di depan perut.Autumn kemudian mengeluarkan kotak kue dari dalam tas jinjing. Setelah membuka kotak kue, ia melihat dan mencermatinya sebentar.Aroma yang menguar dari situ memantik rasa rindunya pada cita rasa yang pernah begitu melekat di lidahnya.Autumn memutar posisi kotak kue dan menyodorkannya ke tepi meja, ke arah Adi yang tetap berdiri.“Silahkan, kamu makan duluan.” Katanya dengan tatapan s

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 457: Racun

    **Di dalam hatinya Autumn ngedumel setengah mati.“Uuuh..! Apa-apaan sih kakekku ini?? Bikin aku semakin kangen saja!”Sekali lagi Autumn menatap Adi dengan tajam, jengkel sekali. Tapi sungguh ia juga bingung akan bagaimana menyikapi permintaan Adi itu.Kalau ia menolak maka itu berarti ia telah mengabaikan uluran kasih sayang dari kakeknya sendiri.“Itu wingko babat asli dari Magelang,” terang Adi, sambil menunjuk kue yang sudah berpindah tangan.“Tetangga Kek Bisma sendiri yang membuatnya. Kebetulan tetangganya itu seorang pembuat kue.”“Biasanya kue itu bisa tahan selama tiga hari. Sejak keberangkatanku dari Magelang maka ini sudah memasuki hari ketiga. Mudah-mudahan kuenya masih cukup enak untuk kamu makan.”Autumn masih kelihatan bimbang. Di tengah kebimbangannya itu, Adi menyusup semakin dalam ke relung psikologis Autumn.“Percayalah, tidak ada ra

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 456: Hand to Hand

    **Pintu pun terbuka, krieeet..! Lalu muncullah sosok Autumn yang..,Adi terkejut.Autumn juga terkejut.Beberapa detik kedua orang ini saling berpandangan, saling menelisik, saling mengingat, dan saling mencocokkan dengan bayangan yang ada di memori masing-masing.“Kamu..,” suara Adi tertahan di ujung lidah.Ia terkejut karena rupanya Autumn adalah wanita aneh yang ia temui di persimpangan jalan tadi siang, ketika ia bertanya tentang Mayfield tujuannya.Tidak seperti penampilannya tadi yang berjaket hoodie dan mengendarai ATV. Autumn sekarang mengenakan baju hangat yang sederhana, celana panjang berbahan tebal, dan sandal rumah yang bahannya mirip dengan bulu domba.Autumn kini memakai kacamata yang juga sederhana. Bingkainya bulat lebar, terkesan klasik sekaligus kampungan.Tambahan lagi pada bagian lensanya terdapat retak. Sementara tangkainya sendiri, patah, dan diperbaiki ala kadarnya saja menggunakan se

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 301: Begitu Hidup Begitu Nyata

    **“Selamat malam, Putri Bintang.., semoga mimpi indah..,”Widya tersentak. Ia terkejut setengah mati. Cepat ia membuka matanya dan melihat bergantian pada Pak Murad yang tengah mengemudi mobil alphard-nya ini, dan Fredy, ajudan sementara yang menggantikan Gending.

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 300: Jelaga Hitam Masa Lalu

    **Iroh sedang duduk termangu di depan cermin, seorang diri, di dalam kamar yang memang telah disediakan oleh paman dan bibinya.Ia baru saja selesai mengenakan busana. Berupa kebaya putih dan rok panjang bermotif batik. Ia juga mengenakan jilbab, atau kerudung,

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 294: Setetes Darah

    **Beberapa hari kemudian..,Rusun Cipinang Permai, Jakarta Timur.“Mikhail..!” Panggil Iroh pada putranya.“Cepat mandi sayang. Sebentar lagi ayah kamu datang lho.”“Ayah? Datang?” Mikhail menghentikan gerakan tangannya yang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 200: Tawa Getir

    **“Jadi, setelah pergi dari Acropolis, kamu mau ke mana?”“Untuk sementara, mungkin aku mau pergi ke Angke.”“Tempat siapa tuh?”“Tempat tinggal aku yang dulu, bareng teman karibku, sesama badut hello Kitty.”Mbak

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status