Share

Bab 13

last update publish date: 2026-10-15 12:37:46

Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.

Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu.

"Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu.

"Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi.

"Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu.

"Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.

Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu.

"Aku yakin, pasti satu diantara peringkat sepuluh yang menantang Jaka Srenggi!"

"Itu sudah pasti, belum apa-apa, Jaka Srenggi sudah membuat mereka ketakutan posisinya diambil Jaka Srenggi!" ucap mereka.

Jaka Srenggi tidak perduli pada ucapan mereka, dan memilih untuk masuk ke dalam ruangannya, dan duduk bersila.

"Aku harus menjadikan tenaga murni dari api neraka menjadi milikku!" kata Jaka Srenggi.

Tenaga murni api neraka itu Jaka Srenggi ambil saat dia berada di neraka tingkat tiga, dan masih tersimpan di dalam tubuh Jaka Srenggi.

"Aku yakin ini akan jadi salah satu senjata rahasia yang bisa aku gunakan saat melawan mereka!" kata Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi menutup matanya, dan mencoba alirkan tenaga murni api neraka ke seluruh tubuhnya, dan bagi Jaka Srenggi itu sungguh luar biasa.

"Bahkan ini jauh lebih kuat dari kuat dari pada kekuatan api yang biasa aku gunakan!" kata Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi masih yakin pada kemampuan yang dia miliki, apalagi setelah dewa Jasin membuka semua tenaga dalam yang ia miliki, yang jelas lawan Jaka Srenggi harus pilih tanding, dan bukan lawan sembarangan.

"Aku akan lihat, siapa yang menantang diriku?" ucap Jaka Srenggi.

***

Di sebuah ruangan yang berada di neraka tingkat sembilan, seorang lelaki dengan mata tajam menatap ke arah orang-orang yang ada di hadapannya.

Dan tak berapa lama, seseorang datang, dan berlutut pada orang itu.

"Aku sudah sampaikan tantangan ketua pada Jaka Srenggi!"

"Bagus, dan di sini, aku akan balaskan kekalahan saat berada di dunia!" kata orang itu.

Sosok itu adalah Shin Jia, salah satu lawan Jaka Srenggi saat berada di kekaisaran Tang.

Shin Jia cukup kuat, namun tak cukup kuat untuk hadapi Jaka Srenggi saat berada di dunia.

Dalam ingatan Shin Jia, Jaka Srenggi hanya sebatas pendekar Raja dewa, dan ia yakin di neraka kekuatan itu dia mampu kalahkan Jaka Srenggi.

Di neraka kekuatan, Shin Jia memiliki posisi sebagai peringkat ke tujuh dari seluruh orang yang ada di neraka kekuatan itu.

"Dengan tangan ini, aku akan buat dia berkali-kali masuk neraka, dan aku tak akan puas sampai dia meminta ampun padaku!" kata Shin Jia.

"Iya, ketua! Kalahkan juga dia untukku!" kata mereka yang ada di neraka kekuatan itu.

Jaka Srenggi memang telah jadi musuh bagi banyak orang, dan tidak hanya di dunia manusia, juga musuh bagi roh yang saat ini berada di neraka, dan salah satunya adalah mereka yang ada di neraka kekuatan.

Di neraka kekuatan juga ada aturan tersendiri, yaitu neraka itu memiliki keadilan yang sangat tinggi, mau sekuat apa seseorang itu, tidak akan ada pengeroyokan dalam pertarungan di neraka itu.

Oleh karena itu, bisa didapatkan kalau pertarungan antara Jaka Srenggi dengan lawan yang menantang dirinya nantinya akan terjadi dalam pertarungan satu lawan satu.

***

Kabar tantangan untuk Jaka Srenggi langsung tersebar ke seluruh neraka tingkat sembilan.

Kabar itu juga sampai pada dewa Ra, penghuni terkuat di neraka kekuatan itu. Dan ia tersenyum saat mendengar kabar itu.

"Aku akan lihat sekuat apa dirimu, Jaka Srenggi?" kata Dewa Ra.

Dewa Ra merupakan peringkat pertama dan ia satu-satunya yang tinggal di area yang menjadi daerah khusus untuknya.

Dia jarang berhubungan dengan seseorang di neraka tingkat sembilan itu, namun saat ia mendengar nama Jaka Srenggi, dia langsung tersenyum.

"Jangan kecewakan aku, Jaka Srenggi!" ucapnya bicara sendirian.

Kabar itu juga sampai pada dewa perang Shu Ban, dan ia merasa geram karena ada orang lain yang lebih dahulu menantang Jaka Srenggi.

"Sialan, kenapa bisa ada yang lebih dahulu menantang dia?" teriak dewa perang Shu Ban.

"Masih ada waktu lain untuk menantang Jaka Srenggi, dewa perang!" kata anak buahnya.

"Dasar bodoh, itu harus menunggu hingga satu purnama lamanya! Aku tidak bisa menunggu selama itu untuk kalahkan Jaka Srenggi!" kata dewa perang Shu Ban.

"Mau bagaimana lagi, sudah ada yang lebih dahulu, kau terlambat berikan kami perintah, dewa perang!" kata anak buahnya.

"Sungguh sialan!" teriak dewa perang Shu Ban.

Dia sungguh ingin hajar Jaka Srenggi, namun hanya di arena pertarungan hal itu bisa di lakukan.

Dan karena sudah ada tantangan untuk Jaka Srenggi, maka dewa perang Shu Ban harus menunggu satu purnama lagi untuk mendapatkan kesempatan menantang Jaka Srenggi.

"Mau tak mau, aku harus menunggu itu!" kata dewa perang Shu Ban.

***

Dan dua hari pun berlalu, yang mana tepat pada hari ini, tantangan untuk Jaka Srenggi akan dia terima yang artinya pertarungan akan terjadi bahkan sebelum Jaka Srenggi satu purnama di neraka tingkat sembilan itu.

"Aku akan hadapi dia!" kata Jaka Srenggi dan keluar dari dalam ruangannya.

Saat Jaka Srenggi keluar, sudah ada puluhan orang yang ada di ruangan tak berguna itu menunggu dirinya di depan pintu.

"Jaka Srenggi, kami mendukungmu untuk menang dalam pertarungan itu!" kata mereka.

Namun Jaka Srenggi hanya tersenyum sinis, karena baginya, orang-orang yang saat ini ada di hadapannya, hanya orang-orang yang inginkan sebuah tontonan yang menarik, mereka bukan mendukung karena Jaka Srenggi, namun karena sebuah pertarungan.

"Bawa aku ke arena pertarungan itu!" kata Jaka Srenggi.

"Baik, ikuti aku Jaka Srenggi!" kata seseorang.

Dia menjadi petunjuk jalan untuk Jaka Srenggi, dan mereka terus berjalan hingga mereka melihat sebuah bukit merah yang berasap karena hawa panas api neraka.

"Itu adalah bukit pertarungan, dan tepat di tengah-tengah bukit itulah arena pertarungan Jaka Srenggi!" kata mereka.

Jaka Srenggi berjalan terus dan mereka mendaki hingga mereka tiba di puncak bukit yang memang memiliki bentuk yang bundar.

Di bawah sana, ada area yang kosong, dan itulah arena pertarungan di neraka tingkat sembilan itu.

"Sungguh banyak orang di neraka tingkat sembilan ini!" ucap Jaka Srenggi.

Namun belum juga Jaka Srenggi mendapatkan jawaban atas kata-katanya itu, satu teriakan terdengar dari arena pertarungan.

"Turun dan hadapi aku Jaka Srenggi! Aku yang menantangmu!" teriak satu suara.

Jaka Srenggi melihat sosok itu dengan dahi yang ditekuk.

"Sepertinya aku mengenal dia, tapi dimana?" gumam Jaka Srenggi.

"Jangan hanya diam dan menunggu! Ayo turun ke arena pertarungan ini Jaka Srenggi!" tantang orang itu.

"Baiklah, meskipun aku tak ingin bertarung, namun aku tak memiliki pilihan!" kata Jaka Srenggi dan alirkan ilmu meringankan tubuh ke bagian kakinya.

"Aku datang!" teriak Jaka Srenggi dan meluncur turun ke arena pertarungan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 13

    Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 12

    Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 11

    Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 10

    Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 9

    Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 8

    Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status