Share

Bab 8

last update publish date: 2026-10-06 19:55:35

Brakkkk!!

Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas.

"Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya.

Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan.

"Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi.

"Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua.

"Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi.

"Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!"

"Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!"

"Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?"

"Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!"

"Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!"

"Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!"

"Bagaimana di saat kau selamatkan yang satu orang itu, dan bahaya datang pada mereka?" tanya penjaga neraka tingkat dua.

"Setelah aku selamatkan dia, maka aku akan selamatkan mereka juga, jadi tidak akan ada korban!" kata Jaka Srenggi.

"Itu pilihanmu, namun di sini, peluang hiduplah yang kami lihat, peluang hidup orang banyak itu lebih besar dari pada peluang satu orang itu!" kata penjaga neraka tingkat dua.

"Sungguh pilihan yang tak masuk akal!" kata Jaka Srenggi.

"Di sini, bukan hanya akal yang kau gunakan, namun juga segala hal yang mendasar, karena pilihan yang kau berikan menemukan hidup orang!"

Jaka Srenggi diam, dan kali ini menunggu pilihan apa lagi yang akan diberikan padanya.

"Baiklah Jaka Srenggi, pilihan yang berikutnya sudah ada di depan matamu!" kata penjaga neraka tingkat dua.

Kembali penjaga neraka itu menekan sebuah tombol dan beberapa orang pun berada di hadapan Jaka Srenggi.

"Mana yang harus aku pilih?" tanya Jaka Srenggi.

"Aku yakin kau akan membutuhkan waktu yang lama untuk menentukan ini, Jaka Srenggi!"

"Aku tak melihat pilihan!" kata Jaka Srenggi.

"Hahaha, pilih yang mana, mereka yang selamat atau kau yang selamat?" tanya penjaga neraka tingkat dua.

"Aku atau mereka?"

"Iya," kata penjaga neraka tingkat dua dan berikan sebuah batu untuk Jaka Srenggi.

"Apa ini?" tanya Jaka Srenggi.

Jika kau pilih mereka, maka buang batu itu dan lompat ke neraka, namun jika kau memilih dirimu, maka lemparkan batu ini ke arah mereka!" kata penjaga neraka tingkat dua.

"Pilihan apa itu?" kata Jaka Srenggi.

"Silahkan kau pikirkan Jaka Srenggi, waktumu sampai batu raksasa itu meleleh!" kata penjaga neraka tingkat dua dan tunjuk sebuah batu besar yang berada di tengah-tengah api neraka.

Jaka Srenggi semakin bingung, setiap pilihan yang diberikan padanya Jaka Srenggi harus gunakan pikiran yang memaksa untuk temukan jawaban yang tepat.

Jaka Srenggi berpikir sangat keras, dan berkali-kali melihat ke arah mereka yang ada di atas jembatan dan juga batu raksasa yang semakin habis dilahap panasnya api neraka.

"Tadi penjaga neraka ini mengatakan kalau bangsa manusia itu egois dan tak memikirkan apapun, mungkinlah ini juga jawaban dari pilihan ini?" kata Jaka Srenggi.

Jaka Srenggi melihat ke arah batu yang ada di tangannya, dan pada saat itulah Jaka Srenggi sudah menentukan pilihan yang akan ia berikan.

"Waktumu sudah habis Jaka Srenggi! Apa jawabanmu?" tanya penjaga neraka tingkat dua.

"Ini jawabanku!" kata Jaka Srenggi dan berjalan ke pinggiran neraka.

Jaka Srenggi menutup matanya, dan siap untuk menentukan pilihan yang ia buat untuk pilihan yang ketiga itu.

"Aku harap ini jawaban yang benar!" kata Jaka Srenggi.

Byurrrrrr!!

Jaka Srenggi lemparkan batu di tangannya, dan kemudian melompat ke dalam api neraka.

Jaka Srenggi memilih untuk selamatkan orang-orang yang ada di jembatan dan korbankan dirinya sendiri.

Lagi dan lagi rasa panas membakar tubuh Jaka Srenggi, dan mengubah dirinya menjadi abu.

Dan sama seperti yang sebelumnya, roh Jaka Srenggi kembali muncul di ruangan pilihan, dan ia ternyata salah dalam memilih.

"Apakah aku salah lagi?" tanya Jaka Srenggi.

"Sangat salah!"

"Sialan, tadi kau mengatakan kalau bangsa manusia itu sangat egois, dan aku sudah tak egois untuk selamatkan mereka!" kata Jaka Srenggi.

"Coba lihat, apa kau kenal mereka, Jaka Srenggi?" tanya penjaga neraka dan tunjuk belasan orang yang ada di jembatan.

"Tidak, aku tak kenal mereka? Bagaimana bisa aku kenal mereka?" kata Jaka Srenggi.

"Apa kau tahu mereka baik atau jahat?"

"Tidak!"

"Apa kau tahu mereka golongan mana?"

"Tidak juga!" kata Jaka Srenggi.

"Di saat kau dibutuhkan untuk egois, kau membuang keegoisanmu pada orang-orang yang tak jelas, itulah kesalahan dari jawabanmu!" kata penjaga neraka.

"Aku tidak perduli akan hal itu, selama ada yang butuhkan bantuan dariku, maka akan aku bantu!" kata Jaka Srenggi.

"Meskipun ia Golongan hitam, yang gemar membuat kerusakan?"

"Itu pertanyaan yang sulit dijawab!"

"Itulah yang aku maksud itu Jaka Srenggi! Kau harus pandai dalam memilih mana yang harus kau lakukan, bukan asal membuat keputusan!" kata penjaga neraka itu.

Jaka Srenggi pun diam, karena kali ini dia bisa terima alasan dari Penjaga neraka itu.

Selama Jaka Srenggi hidup, dia tak memikirkan hal itu. Dia tak berpikir dua kali untuk bantu seseorang.

Jaka Srenggi tidak perduli apakah dia baik atau jahat, putih atau hitam, atau seseorang itu pembunuh atau pun siapa saja, yang jelas selama butuh bantuan maka Jaka Srenggi akan turun tangan untuk bantu itu.

"Baiklah, kali ini aku anggap keputusan yang aku ambil itu salah!" kata Jaka Srenggi.

"Jadi kau bisa terima itu?"

"Iya, aku terima, dan aku siap untuk memilih pilihan yang berikutnya!"

"Hahah, untuk hari ini sudah selesai Jaka Srenggi, kau hanya akan memilih sebanyak tiga kali hari ini, dan pada hari seterusnya hingga aku keluar dari neraka tingkat dua ini!" kata penjaga neraka.

"Sudah selesai untuk hari ini?" kata Jaka Srenggi dengan wajah yang kecewa.

Dari tiga pilihan yang diberikan untuknya, satu pun tak ada jawaban Jaka Srenggi yang benar, semuanya gagal dan itu sungguh kegagalan yang sungguh tak masuk akal.

"Jadi aku akan kemana?" tanya Jaka Srenggi.

"Hahaah! Kau akan segera tahu!"

Whusssssssss!!

Dan tiba-tiba saja, belasan rantai datang dan mengikat sekujur tubuh Jaka Srenggi, yang mana Jaka Srenggi tak mampu melawan kerasnya ikatan rantai itu.

Setelah tubuhnya terikat rantai, tubuh Jaka Srenggi pun digantung tepat di atas api neraka.

"Apa maksudnya ini?" teriak Jaka Srenggi.

"Jaka Srenggi, apa kau pikir kau main-main di neraka ini? Kau di sini untuk menerima hukuman!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 13

    Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 12

    Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 11

    Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 10

    Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 9

    Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"

  • Jaka Srenggi ( Legenda Pendekar Ilahi)   Bab 8

    Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status