LOGINBeberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka.
Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki. Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban. Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan. Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra adalah menantang penghuni terkuat, dan tak ada yang mencoba untuk hadapi dewa itu. Hingga akhirnya, Dewa Ra menantang dewa perang Shu Ban, dan pertarungan mereka berlangsung cukup hebat di neraka kekuatan itu. Dan, pertarungan itu berlangsung selama beberapa hari, hingga akhirnya dewa perang Shu Ban kalah, dan posisi pertama di neraka kekuatan pun kini telah jadi milik Dewa Ra. *** Dan, kabar yang tak kalah gemparnya, dan membuat semua penghuni neraka kekuatan tak percaya adalah, saat nama Jaka Srenggi disebutkan jadi penghuni baru di neraka kekuatan itu. Hal itu terdengar dengan cepat, karena nama besar Jaka Srenggi yang terdengar di seluruh dunia, termasuk dunia neraka. "Tidak mungkin! Bukankah dia selama ini selalu melakukan tugas dengan baik!" kata para penghuni neraka itu tak percaya akan kabar itu. "Iya, aku tak mendengar kalau Jaka Srenggi pernah melakukan kesalahan!" kata penghuni yang lain. Hadirnya Jaka Srenggi di neraka kekuatan juga menimbulkan keributan yang lain, yang mana para penghuni yang ada di posisi sepuluh besar mereka kalau posisi mereka bisa direbut oleh Jaka Srenggi. Namun tidak dengan dewa perang Shu Ban, dia malah merasa senang karena kedatangan Jaka Srenggi ke neraka kekuatan itu, yang mana dia memiliki kesempatan untuk balas dendam pada Jaka Srenggi. "Jaka Srenggi, akhirnya kita akan bertemu lagi!" katanya dengan mata yang penuh api dendam. Dendam dewa perang Shu Ban bukan tanpa alasan, jelas dia memiliki alasan yang besar atas dendam pada Jaka Srenggi. Kalau bukan karena Jaka Srenggi, dia tak akan pernah turun dari posisi sebagai dewa perang Sang Penguasa. Kalau bukan karena Jaka Srenggi, dia tak akan pernah berada di dalam neraka, dan masih bebas berkeliaran di alam semesta. Namun, berbeda dengan Dewa Ra, penghuni terkuat di neraka kekuatan itu malah tersenyum saat mendengar nama Jaka Srenggi akan jadi penghuni baru di neraka itu. "Akhirnya kau datang juga Jaka Srenggi, aku sudah lama menunggumu!" ucapnya. Sementara itu, Jaka Srenggi yang saat ini berada di dalam sebuah ruangan yang kosong, sudah duduk sendirian karena dewa Jasin sudah meninggalkan dirinya. Saat ini, Jaka Srenggi berada di bagian neraka kekuatan yang paling rendah, dan ia berada di bagian para penghuni yang memiliki posisi paling rendah dari semua penghuni neraka kekuatan itu. Neraka kekuatan sendiri terbagi atas sebelas bagian, yang mana posisi pertama hingga sepuluh penghuni terkuat memiliki wilayah mereka masing-masing. Mereka yang berada di neraka kekuatan itu juga berhak memilih untuk ikut dengan siapa, hingga neraka kekuatan memiliki faksi-faksi yang saling bermusuhan. Dan Jaka Srenggi saat ini berada di bagian yang tak dianggap dan meskipun para penghuni itu ingin jadi pengikut salah satu yang terkuat, namun para penghuni terkuat itu menolak mereka dengan alasan kekuatan mereka tak berguna. "Benarkah Jaka Srenggi ada di wilayah tak berguna ini?" kata mereka saling bicara satu sama lain. "Itulah yang aku dengar, kalau tidak salah Jaka Srenggi ada di ruangan yang paling ujung. Ruangan yang dahulu digunakan oleh Dewa Ra!" Untuk memastikan hal itu, para penghuni di bagian tak berguna itu berbondong-bondong menuju ke ujung wilayah itu, dan berdiri di depan pintu ruangan Jaka Srenggi. "Hei Jaka Srenggi, apa kau sungguh ada di dalam sana?" teriak mereka dengan suara keras. Ruangan Jaka Srenggi sampai bergetar karena teriakan itu, dan itu sungguh kagetkan Jaka Srenggi yang duduk santai di dalam ruangan itu. Jaka Srenggi menarik napas, dan berdiri dengan sangat malas. "Apakah mereka akan menantang diriku?" gumam Jaka Srenggi dan membuka pintu ruangan dimana dia berada. Mata para penghuni neraka di wilayah tak berguna itu terbelalak saat melihat wajah Jaka Srenggi. "Dia sungguh Jaka Srenggi, kabar itu sungguh benar adanya!" kata seseorang. "Dia, dan sepertinya dia akan membuat kegemparan!" "Ada apa ini? Apa kalian ingin menantang ku?" tanya Jaka Srenggi. "Tidak, kami hanya ingin pastikan, apakah benar kalau dewa perang Jaka Srenggi berada di dalam neraka ini!" jawab mereka. "Kenapa memangnya kalau aku ada di sini?" tanya Jaka Srenggi. "Kami merasa itu tak masuk akal karena yang kami dengar kau tidak pernah membuat kesalahan!" jawab mereka. "Yang jelas saat ini aku sudah ada di neraka ini, jadi jangan tanyakan lagi apa alasannya. Yang pastinya jika bukan karena kesalahan, aku tidak akan pernah berada di neraka ini!" kata Jaka Srenggi. "Sungguh tak terduga sama sekali!" kata mereka. "Apakah masih ada yang ingin kalian tanyakan?" tanya Jaka Srenggi. "Tidak, seperti yang kami katakan tadi, kami hanya ingin pastikan kebenaran berita itu!" kata mereka dan tinggalkan pintu depan ruangan Jaka Srenggi satu per satu. Namun saat mereka akan bubar, dari gerbang wilayah tak berguna itu muncul seseorang dengan aura tubuh yang cukup kuat. Orang-orang yang akan tinggalkan pintu depan ruangan Jaka Srenggi langsung berhenti, dan berikan jalan pada orang yang baru datang itu. "Hahaha, ternyata orang yang merasa paling suci di dunia sudah ada di dalam neraka ini!" katanya mengejek Jaka Srenggi dengan tawanya yang keras. "Apakah masalah jika aku berada di sini?" tanya Jaka Srenggi. "Untukku mungkin tidak, namun tidak dengan orang-orang yang berada di posisi satu sampai sepuluh!" "Apa maksudmu?" tanya Jaka Srenggi. "Kau akan segera tahu, karena aku datang kemari atas permintaan seseorang!" "Siapa?" tanya Jaka Srenggi. "Kau tidak perlu tahu, namun dua hari ke depan, kau datanglah ke arena pertarungan, ada yang ingin menantang dirimu!" katanya pada Jaka Srenggi. "Bagaimana kalau aku tak datang?" "Itu urusanmu, namun di sini, kau wajib menerima tantangan!" katanya pada Jaka Srenggi. "Bagaimana kalau aku menolak tantangan itu?" tanya Jaka Srenggi. "Maka kau akan kami hukum, Jaka Srenggi!" jawab satu suara dari jauh. "Penjaga neraka!" desis semua orang dan berikan jalan pada penjaga neraka yang datang ke arah Jaka Srenggi.Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,
Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad
Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.
Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera
Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"
Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima







