LOGINBersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang.
"Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?" "Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa neraka. "Ada apa penjaga neraka tingkat tiga?" tanya dewa neraka. "Dewa Jasin membawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka yang aku jaga!" "Apakah itu salah?" "Itu jelas salah, aku tidak ingin menghukum, dewa perang!" "Kenapa?" "Tidak ada alasan yang aku berikan, namun aku tak ingin menghukum dewa yang telah banyak berbuat baik!" kata Penjaga neraka tingkat tiga. "Hhhmmm! Tidak di dunia manusia, ataupun di neraka ini, Jaka Srenggi masih saja dihormati!" kata dewa neraka. "Apa salahnya dia di dalam neraka Tingkat tiga untuk saat ini?" kata dewa Jasin. "Yang jelas tidak boleh!" "Cukup!" kata dewa neraka dan berdiri dari tempat duduknya. "Semua penjaga neraka, jumpai aku!" teriak dewa neraka memanggil semua penjaga neraka. Semua penjaga neraka, dari tingkat satu, sampai sepuluh datang dan mereka heran akan pemanggilan dewa neraka. "Ada apa ini, dewa neraka?" tanya penjaga neraka tingkat satu. "Ini mengenai Jaka Srenggi!" "Ada apa dengan dewa perang, apa dia buat masalah?" "Iya, dia buat masalah, karena penjaga neraka Tingkat tiga menolak Jaka Srenggi masuk ke dalam neraka itu!" jawab dewa neraka. "Dia juga membuat masalah denganku. Bagaimana mungkin seorang dewa perang memiliki poin nol di ruangan pilihan?" kata penjaga neraka tingkat dua. "Aku tegaskan, aku tidak bisa menerima dia di neraka tingkat tiga!" tenaga penjaga neraka tingkat tiga. "Bagaimana denganmu penjaga neraka tingkat empat?" tanya dewa neraka. "Aku juga menolak Jaka Srenggi, aku tidak bisa menerima dia. Dia tidak ada dalam daftar orang terhukum di neraka tingkat empat!" tolak penjaga neraka tingkat empat. "Begitu juga dengan neraka tingkat lima, tidak ada nama Jaka Srenggi!" kata penjaga neraka tingkat lima sebelum dia ditanya. Dan berturut-turut, para penjaga neraka dari tingkat enam hingga neraka tingkat delapan menolak Jaka Srenggi masuk ke dalam neraka yang mereka jaga. "Kalian sepertinya takut pada Jaka Srenggi?" tanya dewa Jasin. "Iya, sedikit banyaknya, aku takut padanya. Dia adalah dewa perang, dan jika dia dendam pada kami, kami akan hadapi neraka yang lebih hebat dari pada neraka yang kami jaga!" kata penjaga neraka tingkat delapan. "Aku jamin, dia tidak akan menyimpan dendam pada kalian!" kata dewa Jasin. "Tetap aku tidak bisa menerima dia dalam neraka tingkat tujuh!" kata penjaga neraka tingkat tujuh. "Jadi bagaimana ini?" kata dewa Jasin menatap dewa neraka. "Kau pun salah dewa Jasin, Sang Penguasa memberikan perintah, Jaka Srenggi hanya dimasukkan ke dalam neraka tingkat satu, sembilan dan sepuluh, namun kau malah bawa dia ke semua tingkat neraka!" kata dewa neraka. "Aku memang salah, karena aku katakan pada Jaka Srenggi kalau dia akan masuk ke dalam semua neraka!" kata dewa Jasin. "Sudah, bawa saja Jaka Srenggi ke neraka tingkat sembilan. Aku akan menerima dia dengan tangan terbuka!" "Itu memang sudah tugasmu, yang jadi masalah adalah, Jaka Srenggi harus memasuki semua neraka!" kata penjaga neraka tingkat lima. "Tidak usah dipermasalahkan lagi, aku sudah ambil keputusan!" kata dewa neraka. "Apa itu dewa neraka?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Untuk saat ini, dan sampai beberapa hari ke depan, biarkan Jaka Srenggi berada di dalam neraka tingkat tiga. Dia sudah ada di sana dan, tidak mungkin lagi keluarkan dia!" kata dewa neraka. "Apa yang harus aku perbuat pada dewa perang?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Itu terserah padamu, kau bebas untuk menghukum Jaka Srenggi!" "Aku tidak akan hukum dia, biarkan saja dia berada di dalam ruangan panas itu hingga dewa Jasin datang jemput Jaka Srenggi!" kata penjaga neraka tingkat tiga. "Itu terserah padamu, penjaga neraka!" "Aku tidak ingin Jaka Srenggi curiga pada kita, jadi secepatnya jemput dia dewa Jasin!" kata penjaga neraka tingkat tiga. "Dan untukmu dewa Jasin, setelah Jaka Srenggi kau jemput, langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan, itu tujuan utama Jaka Srenggi dibawa ke neraka ini!" kata dewa neraka. "Apa boleh buat, aku memang sudah tidak memiliki pilihan, setelah aku jemput, aku akan bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" kata dewa Jasin. "Cepatlah, aku ingin melihat hal yang menarik jika Jaka Srenggi sudah ada di neraka Tingkat sembilan!" kata penjaga neraka tingkat sembilan. "Apa dia sudah ada di neraka tingkat sembilan?" tanya dewa Jasin. "Sudah, dan dia berkali-kali bertanya padaku, kapan Jaka Srenggi akan datang!" "Artinya dia memang sudah siap menyambut Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Dia selalu siap, apalagi ini tugas dari Sang Penguasa!" kata penjaga neraka tingkat sembilan. "Baiklah, memang hanya itu pilihan untuk Jaka Srenggi. Dalam beberapa ke depan, aku akan bawa Jaka Srenggi ke neraka tingkat sembilan!" "Bagus, kau tunggu kedatangan kalian!" *** Sementara itu, Jaka Srenggi sesungguhnya sangat bingung karena dia hanya dimasukkan ke dam sebuah ruangan yang panas. Dia masuk ke dalam ruangan itu tanpa mendapatkan hukuman, dan ia hanya dikurung di dalam ruangan itu. "Mungkin mereka sedang menunggu waktu yang tepat untuk berikan hukuman padaku?" kata Jaka Srenggi dan memilih untuk duduk di tengah ruangan itu. Sambil duduk bersila, Jaka Srenggi mencoba untuk menyerap energi panas yang muncul dari segala arah, dan betapa Jaka Srenggi kaget karena tubuhnya menerima hawa panas itu. "Jika tubuhku mampu menerima hawa panas neraka ini, bukankah itu sama artinya aku akan semakin kuat?" gumam Jaka Srenggi kebingungan. Jaka Srenggi mencoba lagi, dan hawa panas itu mampu Jaka Srenggi kendalikan, yang mana itu membuat energi di tubuh Jaka Srenggi meluap-luap ingin dilepaskan. "Gila, ini sungguh energi yang sangat murni!" ucap Jaka Srenggi dengan wajah yang tak percaya.Jaka Srenggi sungguh kaget karena ucapan penjaga neraka tingkat sembilan itu, dan Jaka Srenggi sungguh ingin tahu apa alasannya.Namun sebelum Jaka Srenggi bertanya, panjaga neraka itu sudah bisa menebak apa yang akan Jaka Srenggi tanyakan itu. "Jangan lupa saat ini kau berada dimana, Jaka Srenggi? Saat ini kau berada di neraka kekuatan, dan kematian karena pertarungan hal biasa di sini. Dan itu wajib kau hadapi, jika kau menolak, maka hukuman yang tak bisa kau bayangkan akan kau terima!" kata penjaga neraka itu. "Ini sungguh aneh!" kata Jaka Srenggi."Diam Jaka Srenggi, jangan harap kau akan dapatkan keistimewaan, kau sama dengan semua yang ada di neraka ini. Jadi terima tantangan itu, dan ikuti aturan yang ada di neraka tingkat sembilan ini!" kata Penjaga neraka itu. "Baiklah, apa boleh buat!" kata Jaka Srenggi.Setelah Jaka Srenggi katakan itu, barulah penjaga neraka itu tinggalkan Jaka Srenggi, dan semua orang penasaran siapa orang yang menantang Jaka Srenggi itu. "Aku yakin,
Beberapa purnama sebelumya, saat Jaka Srenggi masih berada dalam belenggu neraka. Seorang lelaki dengan pakaian kuning masuk ke neraka kekuatan, dan pakaian yang ia gunakan bukan pakaian yang biasa, namun itu adalah jubah pelindung yang ia miliki.Saat ia masuk ke neraka kekuatan, semua penghuni neraka gempar karena keberadaan dirinya dalam di neraka. "Tidak mungkin! Dia tidak mungkin ada di sini!" kata dewa perang Shu Ban.Dewa perang Shu Ban merupakan penghuni terkuat di neraka kekuatan, dan dia berada di posisi puncak dari semua yang terkuat di neraka kekuatan itu. Namun, hadirnya orang itu membuat neraka kekuatan cukup gempar, dan yakin kalau posisi dewa perang Shu Ban akan segera digusur oleh orang yang baru datang itu. Sosok itu tak lain adalah Dewa Ra, dia dikatakan sebagai salah satu dewa pelindung Sang Penguasa, namun tak ada yang tahu hingga ia masuk ke dalam neraka Kekuatan.Sesuai dengan dugaan semua penghuni neraka kekuatan, hal pertama yang dilakukan oleh dewa Ra ad
Selama beberapa hari di dalam ruangan panas, Jaka Srenggi terus menerus menyerap energi murni dari api neraka. Hal itu membuat tubuh Jaka Srenggi dipenuhi dengan aura panas yang sangat kuat, dan rasanya Jaka Srenggi ingin tumpahkan semuanya lewat satu pukulan. Jaka Srenggi berusaha untuk bebaskan diri dari totokan dewa Jasin, namun ternyata totokan itu sangat kuat."Sungguh tak ku duga kalau kekuatan totokan dewa Jasin sangat kuat," kata Jaka Srenggi.Setelah itu, Jaka Srenggi memilih untuk duduk lagi, namun kali ini dia tak lagi menyerap energi murni dari api neraka karena dia merasa semuanya sia-sia kalau dia tak bisa lepas dari totokan dewa Jasin. Baru saja Jaka Srenggi menutup matanya, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, dan dewa Jasin sudah ada di pintu ruangan itu. "Ikuti aku, Jaka Srenggi!" kata dewa Jasin. "Kita akan kemana?" tanya Jaka Srenggi."Tidak usah banyak tanya, ikuti saja aku!" kata dewa Jasin dan langkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan berhawa panas itu.
Bersama dengan dewa Jasin, Jaka Srenggi dibawa masuk ke dalam neraka tingkat tiga, dan reaksi yang diperlihatkan oleh penjaga neraka tingkat tiga sungguh kaget bukan kepalang. "Dewa perang Jaka Srenggi!" desis penjaga neraka tingkat tiga itu. "Masukkan dia ke salah satu ruangan!" kata dewa Jasin. "Baik!" kata penjaga neraka itu. Dengan gemetaran penjaga neraka itu membawa Jaka Srenggi ke salah satu ruangan yang sangat panas, dan meninggalkan Jaka Srenggi di dalam ruangan itu. "Dewa Jasin, untuk apa kau bawa dewa perang Jaka Srenggi ke neraka tingkat tiga?" tanya penjaga neraka tingkat tiga. "Aku tak tahu harus bawa dia kemana? Tidak mungkin aku langsung bawa dia ke neraka tingkat sembilan!" "Kenapa tidak mungkin?""Itu akan membuat Jaka Srenggi curiga, penjaga neraka!" kata dewa Jasin. "Aku tidak menerima dia di sini, ikut denganku!" kata penjaga neraka tingkat tiga. Dewa Jasin mengerutkan dahinya, dan ikuti penjaga neraka, dan ternyata mereka menuju ke arah ruangan dewa nera
Pilihan demi pilihan selalu yang jadi hukuman bagi Jaka Srenggi saat berada di neraka tingkat dua saat ini. Namun, hingga saat ini, satu pun tak pernah Jaka Srenggi memberikan jawaban yang tepat."Jaka Srenggi, sesungguhnya apa yang ada dalam pikiranmu?" "Aku selalu mengikuti apa kata hatiku, aku tidak akan melibatkan emosi dalam memilih sesuatu!" kata Jaka Srenggi."Jika hanya itu yang ada dalam hidupmu, bagaimana bisa kau jadi seorang dewa perang?""Sepertinya pertanyaan itu bukan untukku, tapi pada Sang Penguasa!" kata Jaka Srenggi dengan sangat tenang. "Aku tidak tahu harus berkata apa lagi padamu Jaka Srenggi, kau sungguh terlalu tidak tahu apa-apa!" "Berikan saja aku pilihan yang berikutnya!" kata Jaka Srenggi."Ini akan jadi pilihan yang terakhir untukmu, dan aku harap kau bisa memberikan pilihan ataupun jawaban yang tepat!""Akan aku usahakan!" kata Jaka Srenggi."Aku ingin kau menjawab ini dengan benar, cobalah untuk benar, satu saja, Jaka Srenggi!" "Akan aku usahakan!"
Brakkkk!!Tiba-tiba saja, lantai pijakan Jaka Srenggi retak, dan tubuh Jaka Srenggi pun jatuh kembali ke dalam neraka yang bersuhu sangat panas."Tidak!" teriak Jaka Srenggi karena merasakan rasa panas yang menyengat seluruh tubuhnya. Namun, setelah tubuh Jaka Srenggi berubah jadi abu, roh Jaka Srenggi pun kembali muncul di ruangan pilihan."Kenapa bisa pilihan yang aku buat salah?" tanya Jaka Srenggi."Kau harus memilih yang banyak dari pada yang hanya satu orang!" kata penjaga neraka tingkat dua."Tapi kondisinya jauh lebih buruk, dia pasti akan mati jika tak aku tolong!" kata Jaka Srenggi."Kondisi mereka juga sama, mereka juga butuhkan bantuan darimu!" "Tapi dia jauh lebih membutuhkan bantuan dariku!" "Hahaha! Jaka Srenggi, kau masih memikirkan tentang hal itu?""Jelas, aku tahu kalau dia yang pantas untuk diselamatkan!""Baik, mungkin kau merasa benar, namun kau harus melihat peluang hidup seseorang itu Jaka Srenggi!""Aku melihat peluang dia untuk hidup cukup besar!""Bagaima







