เข้าสู่ระบบHiu spiritual itu meraung marah. Ia menembakkan serangan bola energi merah pekat secara bertubi-tubi ke arah bayangan cahaya Luo Yi.Namun, bayangan cahaya Luo Yi dapat menghindari semua serangan itu dengan Teknik Langkah Tenang Menghanyutkan seraya melancarkan Tebasan Gelombang Sunyi.Hal itu membuat hiu spiritual tersebut bingung. Setiap Tebasan Gelombang Sunyi mengenai tubuhnya, Zirah Raja Laut-nya tidak tergores sedikit pun, tetapi ia tetap merasakan sayatan yang menyakitkan, seolah serangan itu menembus zirah pelindungnya.Sementara itu, di dalam Formasi Bulu Baja, Luo Yi masih menyalurkan energi alamnya ke tubuh Yun Xiao. Seketika, seberkas ide muncul di benaknya."Xiao'er, kau tadi menggunakan Teknik Tebasan Taring Bulan, kan?"Yun Xiao mengangguk. "Ya, aku baru menggunakan teknik itu satu kali setelah mencapai Ranah Ksatria ini.""Aku punya rencana," kata Luo Yi."Apa rencanamu, Kakak Yi?""Aku akan menyalurkan energi Yin dan Yang padamu. Setelah itu, kau gunakan Teknik Tebasa
DUAR!Bola energi merah yang dilesatkan Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu menghantam Formasi Perisai Cahaya, menyebabkan gemuruh yang memekakkan telinga.Kretak!Formasi Perisai Cahaya Luo Yi retak, membuat jantung Yun Xiao seolah akan mencelos.Di tengah pusaran air laut, Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu tidak memberi Luo Yi kesempatan untuk memperbaiki formasinya. Hiu spiritual itu kembali membuat bola energi merah pekat di mulutnya.Luo Yi menyalurkan energi alamnya secara masif ke Formasi Perisai Cahaya, berusaha memperbaiki dinding formasi yang retak secepat mungkin."Aku akan membantu memperkuat formasimu, Kakak Yi!" Yun Xiao mengaktifkan Teknik Pedang Langit, membuat pedang itu mengambang di udara. Ia lalu menapakkan kaki di atas pedangnya seraya membuat segel tangan dengan cepat, mengaktifkan Formasi Bulu Baja.Seketika, Sayap Spiritual di punggungnya pecah menjadi ratusan bulu baja Bangau Putih Seratus Ribu Tahun dan melapisi seluruh dinding Formasi Perisai Cahaya Luo Yi te
Dengan Teknik Sayap Baja, Yun Xiao melesat ke lokasi Luo Yi berada dengan perasaan cemas dan panik bercampur jadi satu. Ia menyalurkan energi Qi secara masif ke Pedang Chiyue, membuat pedang itu diselimuti energi merah bagaikan terbakar oleh api merah yang berkobar.Ketika jarak antara dirinya dan lokasi tempat Luo Yi berada sudah cukup dekat, Yun Xiao melihat Luo Yi mengaktifkan teknik yang membuatnya mengeluarkan bola energi raksasa berbentuk cokelat keemasan.Dari jarak seratus tombak, Yun Xiao mengangkat Pedang Chiyue dengan kedua tangannya, lalu mengibaskannya seraya mengaktifkan Teknik Tebasan Taring Bulan.Gelombang energi merah berbentuk bulan sabit berukuran sangat besar melesat ke arah pusaran air itu bagaikan kilat yang menyambar.Teknik Tebasan Taring Bulan Yun Xiao bahkan menyalip Teknik Kombinasi Simfoni Yin-Yang yang baru saja dilesatkan Luo Yi.DUAR!Ledakan pertama terjadi akibat Teknik Tebasan Taring Bulan yang menghantam pusaran arus itu.DUAR!Ledakan kedua terjadi
Luo Yi dan Yun Xiao kembali menuju Laut Zhenliu dengan Teknik Pedang Langit. Namun, kali ini mereka tidak melalui pelabuhan.Dari tempat pohon plum, mereka terbang ke selatan hingga empat li. Setelah itu, baru mereka berbelok ke arah timur untuk menuju ke Laut Zhenliu.Setelah setengah dupa terbakar kemudian, Luo Yi mengangkat tangannya, memberi isyarat pada Yun Xiao untuk berhenti."Ada apa, Kakak Yi? Apa kau sudah melihat hiu itu lagi?" "Aku ingin menjelaskan strategi.""Baiklah, bagaimana rencanamu?"Luo Yi menatap ombak yang bergejolak di bawahnya. "Kau gunakan Teknik Sayap Bajamu untuk terbang dan sebagai perisai pelindung. Kau nonaktifkan saja Teknik Pedang Langit dan gunakan pedangmu untuk menyerang.""Lalu, bagaimana dengan Kakak Yi?""Aku akan menyerangnya dengan Teknik Pedang Langit sambil menembakkan Teknik Kombinasi Simfoni Yin-Yang.""Kakak Yi bisa melakukannya?""Aku pernah melihat ayah dan ibuku melakukannya," kata Luo Yi. "Aku sudah bisa menyatukan energi Yin dan Yang
Sembilan hari telah berlalu, dan selama waktu itu Luo Yi berhasil menerobos ke Ranah Ksatria Tahap Lima.Namun, begitu ia membuka mata, ia langsung mengunci aura kultivasinya ke Ranah Tinggi Tahap Lima kembali agar tidak menjadi pusat perhatian orang-orang.Sebenarnya, dengan Teknik Pernafasan Alam saja kekuatannya sudah setara dengan Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu. Namun, untuk mengantisipasi bahaya yang tidak disangka-sangka, Luo Yi memutuskan untuk mengajak Yun Xiao kembali guna berkultivasi ke Ranah Ksatria.Luo Yi kemudian menoleh ke arah Yun Xiao. Ia dapat melihat sahabatnya itu masih berkultivasi dan belum berhasil menerobos ke Ranah Ksatria.Ia kemudian berdiri, lalu duduk membelakangi Yun Xiao yang masih berkultivasi itu. Kemudian, ia menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung Yun Xiao, menyalurkan energi alam ke tubuh sahabatnya itu.Seketika, Yun Xiao merasa seperti ada energi hangat dan menenangkan mengalir deras di setiap meridian dan masuk ke dantiannya.Pikiran
Setelah satu pembakaran dupa melintasi Laut Zhenliu dengan Teknik Pedang Langit, Luo Yi dan Yun Xiao berhenti untuk melakukan pengamatan.Suasana di tengah laut ini terlihat sangat sunyi. Tidak ada burung laut beterbangan. Tidak ada kapal nelayan. Hembusan angin timur menggerakkan ujung jubah mereka hingga berkibar.Yun Xiao merasakan ada sesuatu yang aneh. Entah kenapa, bulu kuduknya meremang, tetapi bukan karena dinginnya hembusan angin timur.Luo Yi tetap tenang. Ia menunduk ke bawah, menatap air laut seraya mengaktifkan Teknik Mata Cakrawala.Dengan Teknik Mata Cakrawala, pandangan Luo Yi dapat menembus permukaan laut.Awalnya Luo Yi hanya melihat ikan-ikan kecil yang berenang secara berkelompok. Namun, setelah itu ia melihat bayangan besar yang muncul di kedalaman sekitar 1500 tombak.'Sepertinya itu ....' Iris biru langit Luo Yi mengikuti arah gerak bayangan besar itu berenang. Ia menyalurkan energi alam ke matanya, mencoba mendeteksi bayangan besar itu.Beberapa saat kemudian,
“Luo Yi, kaukah itu?”Suara lembut namun penuh rasa tak percaya itu membuat langkah Luo Yi terhenti. Ia menoleh perlahan ke arah sumber suara.Sekitar tujuh tombak dari tempatnya berdiri, tampak seorang gadis berdiri di dekat gerbang Klan Qiau. Jubah putih gading yang dikenakannya tampak berkilau s
“Baik, Guru. Saya sudah siap!” jawab Luo Yi dengan antusias, dalam hati ia bergumam, “Aku akan mengembalikan kehormatan keluargaku, dan aku juga akan menjadi kuat, agar semua orang mengakuiku!”Hua Lianyi menggenggam lembut kedua lengan Luo Yi. “Duduklah dalam sikap lotus!” katanya tenang, seraya m
Jantung Luo Yi berdetak kencang saat suara gemerisik dari semak-semak semakin mendekat. Ia berharap yang muncul bukan hewan buas atau makhluk mengerikan.Namun harapannya sirna, ketika telinganya menangkap suara desisan, suara khas seekor ular.Melihat semak-semak di hutan ini setinggi pohon biasa,
PLAK! Tamparan itu datang sebelum Luo Yi sempat menjelaskan apa pun. “Dasar tidak tahu diuntung!” Luo Yang membentaknya dengan wajah merah padam. “Sudah kubilang berkali-kali untuk tidak usah keluar rumah! Bikin malu saja kau ini!” “Tapi, Ayah—” PLAK! Tamparan keras itu mendarat di pipi Lu







