Home / Pendekar / Jalan Sunyi sang Pendekar / Bab 47 - Perkampungan Embun Putih

Share

Bab 47 - Perkampungan Embun Putih

last update Petsa ng paglalathala: 2025-11-08 13:20:46

Qing Yuan menatap Luo Yi dengan sorot mata yang menyiratkan penuh keingintahuan.

“Saya ingin Anda memaafkan Qing Xuejia dan meringankan hukumannya,” jawab Luo Yi akhirnya.

“Sudah kuduga permintaanmu itu terlalu sulit untuk dikabulkan,” kata Qing Yuan. “Tapi maaf, aku tidak bisa melakukannya. Selama ini dia telah membahayakan Klan Qing. Dia harus mendapatkan hukuman yang berat.”

“Dia tidak akan membahayakan Klan Qing lagi,” kata Luo Yi dengan tenang. “Saya bisa menjamin itu.”

Setelah memperhat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru dan penasaran
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 114 - Rahasia Formasi Bulu Baja

    DUAAAR!Anak panah itu menghantam Formasi Bulu Baja Yun Xiao. Gemuruh petir langsung menggelegar di seluruh penjuru Laut Zhenliu.Itu benar-benar serangan Legenda Panah yang sangat dahsyat.Namun, Formasi Bulu Baja Yun Xiao tetap utuh. Bahkan, tak ada satu pun retakan yang muncul di permukaannya.Ketujuh Penguasa Kekuatan terdiam. Legenda Panah bahkan menurunkan busurnya sedikit, sementara Legenda Pedang menatap formasi itu seolah baru saja melihat sesuatu yang mustahil."Tidak mungkin!" kata Legenda Panah. "Panah gunturku tidak pernah gagal menghancurkan formasi sebelumnya. Bagaimana bisa formasi yang hanya manifestasi dari binatang spiritual seratus ribu tahun itu bisa menahan panah gunturku?""Aku akan mencoba menghancurkannya." Legenda Pedang menyalurkan energi Qi ke pedangnya. Bilah senjata itu bersinar putih kebiruan, sementara hawa dingin menyebar di sekelilingnya.Pria itu lalu mengibaskan pedangnya, mengaktifkan Tebasan Gelombang Es yang melesat cepat dan menghantam Formasi B

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 113 - Tujuh Penguasa Kekuatan

    Yun Xiao mengerutkan keningnya. "Mengawasi kami?" Hua Yingli mengangguk pelan. "Ya. Setelah beberapa hari mengawasi Zhang Quan, aku beralih mengawasi kalian sejak di Kompetisi Kerajaan Li.""Zhang Quan? Kenapa kau juga mengawasi Zhang Quan?"Hua Yingli mengalihkan pandangannya ke laut. "Karena aku tidak melihat kegaduhan sedikit pun di matanya."Mendengar kata 'kegaduhan' terucap dari wanita di hadapannya ini, Yun Xiao bergumam dalam hati. 'Tidak hanya aura tenangnya yang mirip Kakak Yi. Ia bahkan berbicara dengan kata-kata yang sering diucapkan Kakak Yi.'Hua Yingli menoleh, memperhatikan raut wajah Yun Xiao. "Kenapa kau melamun?"Yun Xiao tersadar. "Tidak apa-apa ... aku hanya ...." Belum sempat ia menyelesaikan kata-katanya, udara di sekitarnya tiba-tiba menjadi berat.Ketujuh bayangan cahaya Luo Yi langsung membuat Formasi Perisai Cahaya. Yun Xiao dan Hua Yingli mendongak. Mereka melihat tujuh orang melayang di udara dengan Ilmu Meringankan Tubuh Tahap Sempurna.Yun Xiao melebar

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 112 - Lahirnya sang Legenda

    Setelah tiga hari berturut-turut melakukan penyerapan energi murni dari Kristal Jiwa satu Juta Tahun, cahaya merah dari energi Qi yang dahsyat menyelimuti tubuh Yun Xiao, membuat tubuh pemuda itu terangkat ke udara.Yun Xiao seketika membuka matanya. Ia mersakan energi yang cukup besar meluap-luap memancar dari dalam tubuhnya.Lalu ....Energi Qi yang sangat ganas dari dalam dirinya memancar ke arah langit seperti lampu sorot berwarna merah.Ketujuh bayangan cahaya Luo Yi seketika membuat segel tangan dengan cepat, mengaktifkan Formasi Perisai Cahaya untuk melindungi Luo Yi yang asli.Di dalam Formasi Perisai Cahaya, Hua Yingli mengeluarkan seruling perak dari cincin penyimpanannya. Wanita itu duduk bersila seraya mendongak, menatap tubuh Yun Xiao yang melayang di udara."Menarik sekali," katanya tenang. "Di usianya yang masih sangat muda, pemuda itu akan menerobos ke Ranah Legenda.""Aku harus memperkuat formasimu, Yi'er. Formasi Perisai Cahayamu mungkin tidak akan cukup menahan aura

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 111 - Jalan Ketenangan (Jìng Dào)

    Setelah setengah pembakaran dupa berlalu, salah satu bayangan cahaya Luo Yi melihat seorang wanita mendekat dengan Ilmu Meringankan Tubuh Tahap Sempurna. Meskipun demikian, tidak ada perubahan sedikit pun di wajah bayangan cahaya Luo Yi. Wajah tenang bayangan cahaya itu justru semakin tenang, sama sekali tidak menganggap wanita itu sebagai ancaman. Wanita itu mendarat dengan anggun, tepat lima langkah di depan bayangan cahaya Luo Yi yang menatapnya dengan tenang. Wanita itu membalas tatapan bayangan cahaya Luo Yi dengan tatapan yang sama tenangnya. "Dirimu yang asli sedang berkultivasi, ya?" tanya wanita itu seraya menoleh ke arah Luo Yi asli lalu kembali menatap bayangan cahaya. Bayangan cahaya Luo Yi mengangguk dengan tenang. "Ya. Belum lama ini dantianku berhasil diperbaiki, Guru." "Guru?" ulang wanita itu. "Aku tahu kau menguasai Teknik Pernafasan Alam, tapi aku belum pernah menjadi gurumu." Bayangan cahaya Luo Yi menatap wanita itu dari atas sampai bawah. Wajah wani

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 110 - Pengamat Misterius

    "Amankan Kristal Jiwa Satu Juta Tahun itu, Xiao'er," kata Luo Yi dengan tenang. "Itu akan membantumu menerobos ke Ranah Legenda.""Tapi ... Kakak Yi yang berkontribusi besar dalam pertarungan ini. Kakak Yi lebih layak mendapatkannya." Yun Xiao merasa tidak enak pada Luo Yi."Meski begitu, aku tidak bisa mengalahkan Hiu Spiritual Satu Juta Tahun itu tanpa Formasi Bulu Baja-mu." Luo Yi meyakinkan sahabatnya agar tidak sungkan dengannya. Lagipula, ia juga bisa menerobos ke Ranah Legenda tanpa Kristal Jiwa."Ambillah Kristal Jiwa itu," sambung Luo Yi karena sahabatnya itu masih juga belum bergerak untuk mengambil barang yang sangat berharga itu."Baiklah, terima kasih, Kakak Yi," Yun Xiao bergerak ke tempat Kristal Jiwa Satu Juta Tahun itu dengan Teknik Pedang Langit, lalu ia menyimpan barang yang sangat berharga itu di cincin penyimpanannya.Setelah itu, Yun Xiao kembali ke sisi Luo Yi dan berkata, "Kita mau ke mana, Kakak Yi?""Kita cari pulau kecil yang sepi dan aman.""Oh iya, ini ped

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 109 - Sesuatu yang Berharga

    Hiu spiritual itu meraung marah. Ia menembakkan serangan bola energi merah pekat secara bertubi-tubi ke arah bayangan cahaya Luo Yi.Namun, bayangan cahaya Luo Yi dapat menghindari semua serangan itu dengan Teknik Langkah Tenang Menghanyutkan seraya melancarkan Tebasan Gelombang Sunyi.Hal itu membuat hiu spiritual tersebut bingung. Setiap Tebasan Gelombang Sunyi mengenai tubuhnya, Zirah Raja Laut-nya tidak tergores sedikit pun, tetapi ia tetap merasakan sayatan yang menyakitkan, seolah serangan itu menembus zirah pelindungnya.Sementara itu, di dalam Formasi Bulu Baja, Luo Yi masih menyalurkan energi alamnya ke tubuh Yun Xiao. Seketika, seberkas ide muncul di benaknya."Xiao'er, kau tadi menggunakan Teknik Tebasan Taring Bulan, kan?"Yun Xiao mengangguk. "Ya, aku baru menggunakan teknik itu satu kali setelah mencapai Ranah Ksatria ini.""Aku punya rencana," kata Luo Yi."Apa rencanamu, Kakak Yi?""Aku akan menyalurkan energi Yin dan Yang padamu. Setelah itu, kau gunakan Teknik Tebasa

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 2 - Hutan Lianhua

    Jantung Luo Yi berdetak kencang saat suara gemerisik dari semak-semak semakin mendekat. Ia berharap yang muncul bukan hewan buas atau makhluk mengerikan.Namun harapannya sirna, ketika telinganya menangkap suara desisan, suara khas seekor ular.Melihat semak-semak di hutan ini setinggi pohon biasa,

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 5 - Seruling

    “Hutan Lianhua?” Luo Yin melebarkan matanya mendengar itu, sementara raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran. “Hutan itu kan ....”“Tidak perlu khawatir!” potong Hua Lianyi dengan tenang. “Aku pastikan putramu aman. Aku ke sini hanya mewakili Luo Yi untuk berpamitan padamu, karena putramu itu mengat

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 4 - Perpustakaan Bawah Tanah

    “Setelah pulang dari menjalankan misi, ibu pasti terkejut ketika melihat aku tidak ada di rumah,” batin Luo Yi seraya melangkah ke arah kursi. Sesampainya di depan kursi, ia duduk dengan santai, tetapi hatinya masih berkata-kata. “Ibu pasti mencariku. Aku ingin pulang, tetapi aku belum menguasai Te

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 3 - Latihan Ketenangan

    “Baik, Guru. Saya sudah siap!” jawab Luo Yi dengan antusias, dalam hati ia bergumam, “Aku akan mengembalikan kehormatan keluargaku, dan aku juga akan menjadi kuat, agar semua orang mengakuiku!”Hua Lianyi menggenggam lembut kedua lengan Luo Yi. “Duduklah dalam sikap lotus!” katanya tenang, seraya m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status