แชร์

Bab 90 - Berpamitan

ผู้เขียน: Rizki Al-Mubarok
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-16 23:31:59

Ketika memasuki ruang utama Paviliun Utama Sekte Melodia, Luo Yi dan Yun Xiao melihat Xuan Lu sedang minum teh bersama para tetua.

Melihat kedatangan mereka, Xuan Lu langsung beranjak berdiri dari duduknya, lalu melangkah menghampiri mereka dan menyapa dengan ramah.

"Oh, kalian ternyata. Mari kita minum teh bersama para Tetua!" tawarnya.

"Terima kasih, Ketua," kata Luo Yi. "Namun, kami datang kemari karena ingin berpamitan dengan Anda. Kami ingin melanjutkan perjalanan mengembara kami."

"Tidak
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 94 - Kompetisi Kerajaan Li Part 2

    Melihat itu, Tang Shiya langsung menepis gelombang energi merah tersebut dengan palunya.Gelombang energi merah itu pecah seketika, karena palu besar Tang Shiya telah dilapisi energi Qi yang cukup besar, membuat Wu Hanbing membelalakkan matanya.Melihat serangannya gagal, Wu Hanbing kembali mengayunkan pedangnya. Kali ini bertubi-tubi.Puluhan gelombang energi merah melesat, semuanya mengarah ke Tang Shiya.Dengan cekatan, Tang Shiya mengayunkan palu besarnya dengan cepat dan presisi, menepis semua serangan itu dengan akurat.Setelah itu, gadis itu memperhatikan Wu Hanbing yang mulai ngos-ngosan."Katanya baru permulaan, tapi kenapa kau kelelahan seperti itu?" tanya Tang Shiya."Ini bukan kelelahan, ini pemanasan," jawab Wu Hanbing sembari mengatur napasnya."Karena aku sudah bosan, akan kuakhiri pemanasanmu." Tang Shiya melesat ke arah Wu Hanbing seraya mengayunkan palu besarnya dengan sekuat tenaga. Wu Hanbing refleks menangkis palu itu dengan pedangnya, tetapi kali ini ia benar-be

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 93 - Kompetisi Kerajaan Li Part 1

    "Pemuda bernama Luo Yi itu tidak punya sekte?" bisik seorang pemuda berjubah oranye kepada temannya. "Lalu, pemuda di sampingnya siapa?""Entahlah," kata pemuda berjubah ungu. Pandangannya menatap lurus ke arah Yun Xiao. "Aura pemuda itu aneh. Aku merasa seperti ada kekuatan besar yang sedang dia tekan."Mendengar bisikan-bisikan di belakangnya, Yun Xiao mengatupkan rahangnya.Menyadari ekspresi wajah Yun Xiao yang berubah, Luo Yi langsung menepuk bahu sahabatnya itu. "Tenang."Yun Xiao segera menarik napas dan menekan auranya kembali. "Maaf, Kakak Yi."Luo Yi hanya merespons dengan senyum tipis, lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah petugas pendaftaran.Setelah menyelesaikan pendaftaran Luo Yi, petugas pendaftaran itu menanyai identitas Yun Xiao. "Nama?""Yun Xiao.""Sekte?""Tidak ada.""Baiklah," kata petugas itu. "Silahkan masuk.""Terima kasih," balas Luo Yi dan Yun Xiao secara bersamaan, kemudian mereka berjalan memasuki lorong menuju Arena Duel.Setelah memasuki Arena

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 92 - Kabar Kompetisi di Kerajaan Li

    Sore itu, setelah Yun Xiao berhasil menguasai Teknik Pedang Langit, Luo Yi memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Longmen.Dengan Teknik Pedang Langit, mereka terbang ke arah barat. Luo Yi sekarang menggunakan energi Qi Yin-nya untuk mengaktifkan Teknik Pedang Langit, membuat pedangnya memancarkan energi ungu.Mereka pergi ke Kota Longmen karena ingin mencari informasi tentang masalah yang sering terjadi di sana. Jika memang ada kegaduhan, Luo Yi akan berusaha menenangkannya.Setibanya di Kota Longmen, Luo Yi dan Yun Xiao mendarat di depan gerbang masuk kota. Sebenarnya mereka bisa saja langsung memasuki kota melalui udara dengan Teknik Pedang Langit, tetapi karena Luo Yi ingat saat pertama kali masuk Klan Qing hal tersebut memicu kegaduhan, ia memutuskan untuk tidak mengulangi tindakan yang kemungkinan akan dianggap tidak sopan itu.Setelah bernegosiasi dengan penjaga gerbang dan mendapatkan izin untuk memasuki Kota Longmen, mereka pergi ke area pasar spiritual.Saat sedan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 91 - Latihan di Sabana

    Luo Yi dan Yun Xiao sedang terbang menggunakan Teknik Pedang Langit dan Teknik Sayap Baja dengan kecepatan sedang.Yun Xiao menoleh ke arah Luo Yi yang terbang menggunakan Teknik Pedang Langit. "Kakak Yi, ke mana lagi kita akan pergi?" "Kita turun dulu." Luo Yi menukik turun.Yun Xiao mengernyitkan dahi. Belum sempat bertanya alasannya, Luo Yi telah turun lebih dulu. "Eh, tunggu, Kakak Yi!" katanya seraya menyusul Luo Yi yang menukik turun ke sabana yang luas.Setelah mereka mendarat, Yun Xiao menonaktifkan Teknik Sayap Baja sebelum bertanya, "Kenapa kita mendarat di sini, Kakak Yi?"Luo Yi menoleh. "Aku ingin mengajarimu Teknik Pedang Langit.""Teknik Pedang Langit?" Yun Xiao mengerutkan dahinya. "Bukankah aku bisa terbang mengikutimu dengan Teknik Sayap Baja?""Sayap spiritual bangau putihmu itu terlalu mencolok," kata Luo Yi dengan tenang. "Para kultivator jenius kemungkinan besar akan menyadari kalau kau menggunakan manifestasi binatang spiritual seratus ribu tahun. Aku hanya in

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 90 - Berpamitan

    Ketika memasuki ruang utama Paviliun Utama Sekte Melodia, Luo Yi dan Yun Xiao melihat Xuan Lu sedang minum teh bersama para tetua.Melihat kedatangan mereka, Xuan Lu langsung beranjak berdiri dari duduknya, lalu melangkah menghampiri mereka dan menyapa dengan ramah."Oh, kalian ternyata. Mari kita minum teh bersama para Tetua!" tawarnya."Terima kasih, Ketua," kata Luo Yi. "Namun, kami datang kemari karena ingin berpamitan dengan Anda. Kami ingin melanjutkan perjalanan mengembara kami.""Tidak perlu buru-buru," kata Xuan Lu. "Sebaiknya kalian sarapan dulu di sini. Aku akan memerintahkan pelayan menyiapkan makanan untuk kalian."Sebelum Luo Yi sempat menolak, tiba-tiba ia mendengar suara perut Yun Xiao berbunyi. Ketua sekte terkekeh. "Sebaiknya jangan menolak tawaranku. Kasihan temanmu itu."Yun Xiao menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hehe. Maafkan aku, Kakak Yi."Luo Yi hanya merespons dengan tersenyum tipis. "Baiklah, terima kasih, Ketua. Tawaran Anda, kami terima dengan senang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 89 - Berkultivasi

    Untuk pertama kalinya, Luo Yi merasakan energi berkumpul di dalam dantiannya. Ia pun telah memasuki Ranah Dasar Tahap Awal.Luo Yi mulai berkultivasi dengan mengalirkan energi alam melalui jalur meridian yang dilewati energi Yin dan Yang. Ia mengubah energi alam tersebut menjadi dua energi spesial itu, lalu menyelaraskannya di dalam dantiannya.Dalam sepuluh tarikan napas saja, ia telah menerobos ke Ranah Dasar Tahap Dua, membuat Yun Xiao terkesima. "Cepat sekali kenaikan ranah kultivasi Kakak Yi!" kata Yun Xiao, kagum. "Dulu aku butuh waktu berhari-hari untuk mencapai Ranah Dasar Tahap Dua. Tapi, Kakak Yi hanya dalam sepuluh tarikan napas saja sudah bisa menerobosnya."Dua puluh tarikan napas berikutnya, Luo Yi naik ke Ranah Dasar Tahap Tiga. Empat puluh tarikan napas berikutnya, Luo Yi naik ke Ranah Dasar Tahap Empat. Yun Xiao dan Yin Yao tidak bisa berkata-kata. Mereka hanya bisa menyaksikan dengan takjub. Sementara Xuan Lu menatap Luo Yi yang sedang berkultivasi itu seraya memba

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 39 - Awal Perjalanan

    “Karena ....” Luo Yi menggantung ucapannya dengan sengaja. Pandangannya menatap ayah dan ibunya secara bergantian sebelum melanjutkan kata-katanya. “Karena kalian satu-satunya kultivator yang memiliki energi Yin dan Yang di Ibukota Ningzou ini. Aku ingin kalian berdua tetap tinggal di Ibukota Ningz

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 7 - Pertemuan Tak Terduga

    “Luo Yi, kaukah itu?”Suara lembut namun penuh rasa tak percaya itu membuat langkah Luo Yi terhenti. Ia menoleh perlahan ke arah sumber suara.Sekitar tujuh tombak dari tempatnya berdiri, tampak seorang gadis berdiri di dekat gerbang Klan Qiau. Jubah putih gading yang dikenakannya tampak berkilau s

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 6 - Kembali

    Luo Yi menghela nafas. “Ternyata Anda Guru, saya pikir orang lain,” katanya seraya menatap Hua Lianyi yang muncul dari pintu masuk tangga spiral.“Aku hanya sedang menguji ketenanganmu,” kata Hua Lianyi dengan tenang. “Tetaplah tenang dalam kondisi apa pun, Yi'er.”“Saya benar-benar tidak menduga k

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 5 - Seruling

    “Hutan Lianhua?” Luo Yin melebarkan matanya mendengar itu, sementara raut wajahnya menyiratkan kekhawatiran. “Hutan itu kan ....”“Tidak perlu khawatir!” potong Hua Lianyi dengan tenang. “Aku pastikan putramu aman. Aku ke sini hanya mewakili Luo Yi untuk berpamitan padamu, karena putramu itu mengat

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status