แชร์

148. Selepas Malam Itu

ผู้เขียน: Almiftiafay
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-09-27 21:41:44
....

Giovanni menyentuh dagunya mendengar taruhan Damien yang cukup berani itu.

“Kalau Tuan Damien mengatakan begitu, artinya benar akan terjadi, ‘kan?” tanya Giovanni seraya menyipitkan matanya.

Damien menunjukkan senyum tipisnya sebelum menyandarkan punggungnya ke sofa, mengangkat salah satu kakinya dan menopangnya dengan kaki panjangnya yang lain.

“Tapi—benar yang semalam kamu katakan kalau Erick sudah kembali ke kota?” tanya balik Damien. “Aku bilang begitu pada Samantha tadi.”

“Benar, Tuan Damien. Dia pergi tepat setelah pesta usai bersama dengan Eliza. Mereka pasti buru-buru meninggalkan resort untuk berhubungan di tempat lain.”

“Kalau rencana Eliza itu gagal ... aku ingin tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya.”

“Akan saya kabarkan pada Tuan Damien apapun yang saya ketahui soal dia nanti.”

Damien mengangguk, semua yang ia rencanakan benar-benar ada di dalam genggaman.

Pagi itu, mereka meninggalkan resort dan kembali ke kota.

Berlin dengan segala kesibukannya menyam
Almiftiafay

selamat malam sobat ambyar 🤣🤣🤣 masih pada kuat kagak nih 🤣 ini belum malam pernikahan mereka loh wkwkwkw, apa jadinya nanti kalau SAMANTHA siap diterjang Damien lagi wahaahahha, selamat malam selamat istirahat 💤😪😴 sampai jumpa besok ....

| 21
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
indina
kok aku juga ikut meleleh yaaa
goodnovel comment avatar
Eva
Sepertinya kalau udah nikah Damien nggak bakal diem 7 hari 7 malem wkwk
goodnovel comment avatar
bakpauwempuk
Jangan dibayangin dulu takut menggigil,selamat malam thor sehat2 sampai jumpa besok.........
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    325. Melville Olivier, Bersamamu Kisah Ini Ditutup

    Samantha menggenggam erat tangan Damien kala peluh menetes di keningnya.Rasanya tidak sesakit saat ia melahirkan kembar tiga dulu, ia yang sekarang lebih tenang.Damien tersenyum padanya dan berbisik, “Sebentar lagi kita akan bertemu dengan si kecil. Semangat, Sayangku ....”Satu dorongan lagi, begitu aba-aba yang didengarkan dari dokter wanita yang menangani persalinan Samantha.Saat suara tangisan bayi terdengar nyaring, kelegaan yang hebat memenuhi lubuk hatinya.Damien memeluknya dengan erat. Dekapan yang hangat dan kecupan yang manis.“Terima kasih, Samantha ....” bisik Damien, getar suaranya menandakan ia juga sedang menahan haru.“Bayinya laki-laki, selamat Nona Samantha dan Tuan Damien.”Seperti tahu apa yang harus dilakukan oleh para perawat untuk mengurus bayi dan juga Samantha, Damien lebih dulu meninggalkan kamar setelah berpamitan.Hanya berselang sebentar sebelum bayi mungil itu diserahkan pada Samantha yang lebih dulu berganti pakaian sehingga kini ia kembali menjadi c

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    324. Persiapan Bertemu Bayi Kita

    Sejak minggu pertama Samantha mengatakan kehamilannya, Damien tak pernah absen untuk ikut pergi periksa. Hanya jika orang tua Samantha atau orang tuanya sendiri ingin pergi, maka Damien akan memberikan waktu untuk mereka.Siapa memangnya yang tak bahagia akan memiliki cucu lagi?Itu juga penghiburan untuk para orang tua yang acapkali masih menyimpan sisa-sisa luka dari kejadian di masa lalu—Tuan Gerard dan Nyonya Maria akan kehilangan Seraphina, Tuan Harry dan Nyonya Amy akan rasa bersalah mereka terhadap keputusan melepas Samantha menikah pada usia muda dan kehilangan Gabriella.Siang menjelang sore ini, harusnya Samantha menjemput anak-anak dari lokasi latihan panahan. Tapi saat ia keluar dari kamar, ia merasakan perutnya yang bergejolak.Samantha sudah menyadari ini sejak beberapa hari terakhir, hanya saja ... jika dihitung dari hari perkiraan lahir, ini masih dua minggu dari hari H.Tapi semakin ditahannya, rasanya semakin menjadi-jadi.Ia berjalan menuju ke ruang tamu, hendak me

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    323. Bärenland Dan Malam Yang Hangat

    Bärenland tak hanya memberikan kebahagiaan untuk anak-anak. Si kembar tiga Morgan, Martin dan Maureen sangat senang saat mereka bebas berlarian ke sana ke mari.Di bawah cerahnya langit malam itu, mereka naik giant wheel, di bianglala, dan belajar ice skating. Morgan yang paling mahir. Ia menuntun kedua adiknya dengan telaten, membawa Martin dan Maureen bergantian ke tengah.Saat anak sulungnya itu bebas berselancar di atas lantai es, Damien menggandeng tangan Maureen, sementara Martin digandeng oleh Reid.Gelak tawa bahagia terdengar dari tempat Samantha duduk, mengambil kenangan hari ini untuk disimpannya sebagai arsip. Bahwa saat Samantha mengatakan pada Damien tentang jenis kelamin bayi mereka yang akan laki-laki lagi, mereka masih bisa membagi waktu untuk si kembar tiga juga.Ekspresi Damien?Hm ....Bagaimana Samantha harus menggambarkannya?Sepasang mata birunya melebar saat Samantha mengatakan bayi mereka adalah laki-laki.'Kamu dan Maureen akan punya banyak pria yang melindun

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    322. Family Date At Bärenland

    Di lobi sebuah lokasi yang digunakan untuk syuting acara televisi, Samantha yang baru keluar dari lift bersama dengan Reid melihat Damien dan tiga anak kembarnya.“MOMMY!”Senantiasa bersemangat meski hari sudah menjelang petang.Si kembar tiga berlarian menghampirinya.“Sayang,” balas Samantha, membiarkan mereka bersamaan memeluknya.Rasanya sangat menyenangkan kala lelah bertemu dengan anak-anak. Semuanya menguap dalam sesaat.“Hati-hati peluk Mommy,” kata Damien dari belakang si kembar, mengingatkan mereka bahwa perut Samantha sudah membesar.“Kalian menjemput Mommy?” tanya Samantha, mengusap bergantian puncak kepala mereka.“Iya, Mommy,” jawab Morgan, disusul celotehan Martin dan Maureen.“Apakah syutingnya sudah selesai, Mommy?”“Hm ... padahal Maureen mau masuk televisi juga. Mommy saaaangat cantik di televisi.”“Benarkah? Terima kasih Sayang-sayangnya Mommy.”Samantha kemudian memandang Damien. Tautan mata itu terjadi cukup lama.Anak-anak mundur untuk memberi jalan, agar Damie

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    321. Aku Yang Hancur Dan Dia Yang Bersinar

    .... Di dalam klinik yang tidak terlalu luas, seorang wanita menatap langit-langitnya dengan pandangan yang kosong. Ia tak memiliki tenaga untuk bicara atau bahkan menggerakkan ujung jarinya. Rasanya hidup sudah cukup enggan untuk membuatnya tetap bisa disebut sebagai ‘manusia’. Ah ... barangkali jika ‘manusia yang tidak berguna’ mungkin masih benar adanya. Sudah berapa lama ia berada di dalam tempat ini? Klinik yang tak hanya sekali ia datangi, atau bau mawar dari luar yang terbawa hingga ke dalam melalui celah jendela itu berasal dari taman kecil yang tiap minggu rumputnya ia siangi. Satu tahun? Ataukah dua tahun? Atau bahkan lebih dari itu? Ia tak ingat kapan baginya waktu terasa berhenti. “Kamu tadi sudah makan, Eliza?” tanya sebuah suara yang membuat wanita yang terbaring di atas ranjang sempit klinik itu menggerakkan kepalanya. Tubuhnya terasa sangat lemas bahkan jika itu untuk menjawab tanya. Eliza. Wanita yang ada di dalam klinik kecil itu adalah Eliza. Klinik yan

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    320. Another Moment With Another Trouble

    Meski nyaris baku hantam jilid ke sekian di dalam ruang VIP Harvest Table, saat mereka keluar dari sana, kembar tiga milik Samantha kembali berbaikan.Mereka mengatakan pada Damien agar pergi ke rumah Giovanni.Mereka ingin melihat Emily, anak perempuan Giovanni dan Anna yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan dan dalam fase merangkak.Setelah keguguran Anna di masa lalu, dan melewati beberapa tahun dalam pernikahan dengan Giovanni, mereka baru memiliki anak lagi belum lama ini.Seorang anak perempuan yang cantik, Emily Josephine Renaud.Karena perginya mereka mendadak dan tanpa direncanakan, Samantha meminta Damien untuk mampir lebih dulu ke sebuah baby shop untuk membelikan Emily beberapa perlengkapan bayi.Sekalian, Samantha ingin melihat-lihat pakaian untuk anak yang sedang dikandungnya nanti.Pakaian yang dipajang di toko semakin hari semakin bermacam-macam. Dan Samantha suka itu.Akhirnya, mereka memutuskan untuk membeli selimut, yang dipilihkan oleh Maureen.Dua pasang

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status