Share

Bab 78

Author: Zee Alzera
last update publish date: 2026-04-02 18:18:56

Rio menghela napas kali ini terdengar enggahan napas yang dalam seperti ada beban berat menindih dadanya, dia menatapku lekat sambil terus berpikir bagian mana yang tertinggal dari analisanya perihal cerita masa laluku ini.

"Itu yang membuat kamu sampai sekarang berani?"

Aku menganguk,"Iya Mas Rio, keberanian itu aku lakukan di depan Affal dan sekarang di depanmu, tapi bedanya saat bersama Affal aku memang menaruh perasaanku di atas segalanya, tapi bersamamu aku melakukannya sebagai treatm
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 86

    "Seratus ribu Mas Rio." Rio sontak tertawa lepas mendengar keteranganku."Ya ampun, apa benar kamu melihatnya dengan baik, Alba? Ngajak berkencan tapi cuman bawa uang cepek, Affal benar-benar pria paling aneh. Bagaimana bisa dia mengunjungimu jauh-jauh dari luar kota hanya membawa uang segitu, astaga bagaimana soal perasaanmu, maksudku apa dia tidak berpikir untuk membawakan hadiah atau sekadar surprice kecil-kecilan untukmu. Hah, benar-benar kelewatan." Aku tersenyum mendengar penjelasan Rio yang super cerewet ini berkomentar soal isi dompet Affal yang kering kerontang ya tergantung fungsinya sih, tapi kusadari, Affal benar-benar krisis, sudah kukatakan sebaiknya kita tunda dulu perihal agenda bertemu, tetapi mungkin dia lebih tahu alasan finalnya mengapa akhirnya memaksakan kehendak pada saat itu. "Aku serius Mas Rio. Affal betulan hanya membawa seratus ribu, tetapi aku sedikit terpana melihat kartu-kartunya yang berjejer rapi, mungkin dia punya aset tabungan di beberapa deret

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 85

    Aku meneguk kopi terakhirku sebelum menjawab pertanyaan, bagian-bagian ini sungguh berat untuk kukatakan, perasan-perasaan itu masih sangat melekat diingatanku, sekujur badanku terasa mengalirkan keringat dingin terutama di sudut pelipis dahiku dan kedua lenganku, wajahku tampak sedikit kaku, sepasang mata sayuku menghadap ke bawah sesekali, kulipat lengan tanganku sehingga hawa hangat bisa mengedar ke sisi dingin tubuhku. Mengetahui perubahan badanku dan mimik wajahku yang tak asing, Rio melebarkan kedua tangannya kepadaku seolah bersiap menerima tubuhku untuk didekap senyaman mungkin. Aku menatapnya, bola mata kami saling bertautan, "Mau dipeluk dulu, sini?!" Rio meyakinkan tindakannya sepersekian detik kubamburkan kedua lenganku di atas kedua bahu kokoh Rio, kujatuhkan separuh tubuhku ke dalam dekapannya, kupejamkan mataku sejenak dan kunimmati berpelukan dengannya saat ini dalam beberapa waktu kurasakan hawa hangat tubuh pemuda ganteng ini membuatku kembali pada mode tenang, Rio m

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 84

    "Aku pulang dalam kondisi tidak baik-baik saja, diiringi angin malam dan jalanan basah setelah hujan lebat, tidak ada rasa takut dalam benakku, aku tiba di rumah dalam kondisi baik, sementara Affal aku tidak tahu apakah dia kembali ke apartemen, atau memutuskan menghabiskan waktu di kedai kopi dekat lokasi terakhir kami berjumpa. "Saat sudah siang, aku baru menghubunginya, apa dia baik-baik saja, apa dia langsung pulang ke rumahnya di kabupaten Sidoarjo, atau dia tetap di satu tempat bersama orang lain, aku bertanya penuh perhatian, berharap mendapatkan jawaban baik darinya, namun seperti yang sudah berlalu, Affal mengatakan secara singkat butuh waktu dua hari tiga malam dia pulih dari rasa sakit di sekujur bandanya akibat bercinta denganku, dia memutuskan untuk menginap di kontrakan kenalannya dan tidak langsung pulang ke kota kelahiranya." "Bagaimana denganmu Alba, kondisimu jelas tidak baik-baik saja." "Emhem, butub waktu sekitar dua minggu rasa nyeri di vaginaku sembuh total

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 83

    "Affal hanya memohon bantuan padaku, berharap aku bisa membantunya, tidak ada ancaman apapun darinya, bahkan pemerasan yang kurasa akan terjadi itu tak dijadikan tameng bagi pembalasan dendam padaku." "Hemm aneh, pada hatimu dia jelas-jelas menghancurkanmu, tetapi tidak pada karirmu. Dia biarkan saja, karena mungkin dia tengah sadar kamu bukanlah musuhnya, dia hadir untuk membuat hari-harimu jadi menyebalkan." Aku mengangukan kepalaku, "Benar Mas Rio, dia memang kejam, tetapi tidak lebih kejam dari seorang pembunuh.Dua bulan setelah itu, tidak ada hujan tidak ada angin, Affal mengajakku bertemu secara spontan dia katakan ingin bertemu denganku di akhir pekan tepat di minggu kedua bulan februari 2024. Tanggal merah, perayaan imlek." "Kalian bertemu lagi, untuk keempat kalinya di real life? Waah, apa ini rencana Affal untuk memikirkan kelanjutan hubungan denganmu, Alba?" "Harus aku katakan, aku tidak mengerti jalan pikiran Affal, tetapi moment itu ternyata akhir dari perjump

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 82

    "Tidak mau menjawab ya?" Rio menatapku lekat. Aku tersenyum untuk menutupi kecangunganku, "Kenapa bertanya hal itu padaku? Aku tidak mau menjawab bukan karena tidak mau menjawab Mas Rio, namun aku tidak ingin membuat kalian terluka satu sama lain, beda orang beda rasa Mas, tenanglah kamu masih baik padaku." "Jawaban apa ini membingugkan, membuat saya menerka-nerka kamu puas atau tidak dengan cara saya memperlakukan kamu di atas ranjang." "Mas Rio, lupa ya? Aku teriak-teriak keenakan tempo hari, apa itu tidak bermakna untukmu?" "Oh iya ya, lantas kenapa kamu terus menceritakan detail persetubuhanmu dengan Affal di depan saya?" "Soal itu aku masih mengingatnya dengan baik, hal paling membuatku berkesan, seolah hanya aku seorang diri yang dicintai Affal. Tidak apa-apa kan membaginya bersamamu, kamu bisa bermain berkali-kali lagi denganku semaumu setelah ceritaku selesai." Rio tertawa kecil mendengar penawaran tersirat dari pernyataaanku," Baiklah, enak banget bisa bekerj

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 81

    "Kalau seandainya waktu bisa diulang, kiranya saya ingin jadi figuran dalam hubungan kalian, entah itu jadi teman Affal atau temanmu, rasanya harus ada saya, Alba, untuk menghentikan kebodohan tindakan kalian, masalahnya saya datang terlambat." "Emhem, kamu tidak datang terlambat Mas Rio, kamu hadir sesudah aku menjadi pribadi kedua, tidak masalah. Meski kamu ikut terlibat di masa lalu, belum tentu kamu bisa merubah keadaan." "Baiklah, saya paham soal itu. Setelah kamu tahu bahwa Affal punya kesibukan lain selain menjadi penulis, pebisnis dan mahasiswa , bagaimana kehidupanmu Alba?" Aku tertawa samar, "Aku menjalani rutinitasku Mas Rio, seperti biasa bangun pagi, sarapan, berangkat kerja, pulang kerja, kadang-kadang aku bisa pulang lebih awal, kadang-kadang juga pulang di akhir kalau semisal ada proyek tambahan bersama guru-guru lain, saat itu aku tidak memikirkan apapun selain pekerjaan." "Bagaimana soal Affal, apa kalian masih terus berkomunikasi di tengah kepadatan dan ke

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 11

    Semburat merah merona di wajahku saat ini tentu saja tak bisa kututupi, "Pak Rio, kendalikan tingkahmu," lirihku saat kulihat beberapa orang berdiri mengamati kami berjalan beriringan dengan tetap bergandengan tangan dari depan kantor ruang pimpinan, ruang tata usaha, lapangan dan ruang guru. Rio

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 10

    "Ceritakan sosok mantan kekasihmu." Rio menatapku lekat, aku mengalihkan pandangan lantas mengambil kursi, kami duduk berhadapan sekarang dengan jarak yang cukup dekat namun nyaman kurasakan. Aku tersenyum sembari memandangi ranum wajah pemuda ganteng pujaan wanita-wanita sekantor ini yang telah

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 9

    "Syafa keponakanku kelas 8E tahun ini." Nada bicara Rio sungguhan terdengar lembut di telinga. "Loh Pak, tadi aku dapat info dari Bu Iren."Aku menatap Rio yang juga menatapku. "Bu Iren mengerjaimu." "Apa? Benarkah begitu, astaga." "Based on data Alba, jangan lupakan itu." Rio mengusap pu

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 7

    Rio menyeret sebuah bangku di depan mejaku yang kebetulan kosong, menghadapkan ke arahku hingga posisi kami berhadapan, sementara mataku mengamati pergerakan aneh untuk kesekian kali dari pemuda ganteng ini sambil terus merasakan ritme jantungku berdebar-debar tidak menentu. "Ehm, apa kau gila, ke

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status