Share

Bab 9

Auteur: Zee Alzera
last update Date de publication: 2026-02-23 22:13:42

"Syafa keponakanku kelas 8E tahun ini." Nada bicara Rio sungguhan terdengar lembut di telinga.

"Loh Pak, tadi aku dapat info dari Bu Iren."Aku menatap Rio yang juga menatapku.

"Bu Iren mengerjaimu."

"Apa? Benarkah begitu, astaga."

"Based on data Alba, jangan lupakan itu." Rio mengusap pungung tanganku perlahan lantas memberi kecupan kecil di sana, menyalurkan kehangatan sekaligus keintiman yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.

"Kau memang benar, seharusnya tadi aku membuka webs
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 89

    "Entah alasan apa yang mendasarinya sehingga hubungan mereka dipertahankan, sama sekali aku tidak tahu, namun sepertinya Affal benar-benar mencintai gadis itu, Mas Rio. "Aku mengenal pribadi Affal sudah bertahun-tahun, dia tidak akan mempublish apapun soal hubungan pribadinya jika dia tidak berkeinginan dari dirinya sendiri, meski Adelfia seandainya memohon. "Affal mengenalkan gadis ini pada keluarga terdekatnya pun pada teman-temannya, dia bangga atas semua tindakan, kesuksesan dan mimpi besar Adelfia. "Kini aku mengerti selain doa untuk Affal, apalagi yang bisa kulakukan, membalas dendam padanya mungkin saja bisa, tetapi sabubariku sama sekali tidak menginginkan untuk menyakiti hatinya, biar saja sudah dia memperlakukan diriku tidak sebaik perasaan tulusku padanya, semua juga akan berakhir." Rio menatapku, mengecup sesaat pungung tanganku, "Kamu sudah di fase merelakan, Affal sekarang?" "Emhem, mungkin demikian, tapi kurasa memang ini pilihan terbaik, jangan sampai dia

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 88

    Aku menghela napasku, memberikan jeda pada ceritaku untuk bisa menetralisir energi-energi negatif dari setiap perkataanku, sementara Rio tetap dalam mode menunggu dengan kesabaran dan ketenangan super ekstra yang jadi andalannya menghadapiku, bersama cerita masa laluku, tidak ada orang paling mengerti selain pemuda ganteng pujaan ibu-ibu kantor di tempatku bekerja ini, bagaimana jika mereka tahu ternyata dia berbuat melampaui batas sebagai manusia, peran lain pemuda kesayangan ini adalah menjadi kekasih kontrakku, entah sampai kapan. "Saya rasa, kalian bertemu bukan hanya sekadar pertemuan biasa, Alba. Kalian bertemu bukan untuk saling menyembuhkan ataupun melukai, tetapi saling memberi pelajaran, jika kamu sakit hati hari ini karena perubahan-perubahan mendadak yang Affal berikan padamu, bukan tidak menutup kemungkinan dia juga merasakan hal sama, namun tidak pernah diungkapkan padamu. Sekali lagi, saya tidak mengamini tindakan kalian di masa lalu, saya dengan kamu pun juga melakuka

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 87

    "Kalian pasangan gila atau bagaimana sebenarnya, terutama kamu, Alba, kenapa kamu tidak bisa menolak permintaanya. Kamu tidak memikirkan dampak terbesarnya?" Untuk pertama kalinya, aku dapat mendengar ketegasan Rio, ucapannya membuatku menatapnya lebih serius, ketidakbiasaan ini tidak boleh aku abaikan. "Maafkan aku Mas Rio." "Tidak Alba, kamu tidak perlu minta maaf, semua kejadian ini harus jadi pelajaran berharga untukmu. Saya tidak mau kali kedua terjadi padamu, pada hubungan kita." Aku menganguk pelan, kedua tangan Rio mengelus kedua bahuku. "Apa aku boleh melanjutkan ceritaku? Sebab inilah sesi akhir dari isi hati terpendamku selama ini." Rio melepaskan kedua tangannya, "Lanjutkan Alba." "Lepas dari Affal mengirim ulang skenario video permintaanya, saat itu aku sedang berada di sekolah, kubilang padanya untuk menunggu saja sore nanti akan kukirim, aku masih ada kelas pagi ini. Hingga sore hari ternyata, Affal betulan menunungguku, aku memberikan informasi tambahan

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 86

    "Seratus ribu Mas Rio." Rio sontak tertawa lepas mendengar keteranganku."Ya ampun, apa benar kamu melihatnya dengan baik, Alba? Ngajak berkencan tapi cuman bawa uang cepek, Affal benar-benar pria paling aneh. Bagaimana bisa dia mengunjungimu jauh-jauh dari luar kota hanya membawa uang segitu, astaga bagaimana soal perasaanmu, maksudku apa dia tidak berpikir untuk membawakan hadiah atau sekadar surprice kecil-kecilan untukmu. Hah, benar-benar kelewatan." Aku tersenyum mendengar penjelasan Rio yang super cerewet ini berkomentar soal isi dompet Affal yang kering kerontang ya tergantung fungsinya sih, tapi kusadari, Affal benar-benar krisis, sudah kukatakan sebaiknya kita tunda dulu perihal agenda bertemu, tetapi mungkin dia lebih tahu alasan finalnya mengapa akhirnya memaksakan kehendak pada saat itu. "Aku serius Mas Rio. Affal betulan hanya membawa seratus ribu, tetapi aku sedikit terpana melihat kartu-kartunya yang berjejer rapi, mungkin dia punya aset tabungan di beberapa deret

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 85

    Aku meneguk kopi terakhirku sebelum menjawab pertanyaan, bagian-bagian ini sungguh berat untuk kukatakan, perasan-perasaan itu masih sangat melekat diingatanku, sekujur badanku terasa mengalirkan keringat dingin terutama di sudut pelipis dahiku dan kedua lenganku, wajahku tampak sedikit kaku, sepasang mata sayuku menghadap ke bawah sesekali, kulipat lengan tanganku sehingga hawa hangat bisa mengedar ke sisi dingin tubuhku. Mengetahui perubahan badanku dan mimik wajahku yang tak asing, Rio melebarkan kedua tangannya kepadaku seolah bersiap menerima tubuhku untuk didekap senyaman mungkin. Aku menatapnya, bola mata kami saling bertautan, "Mau dipeluk dulu, sini?!" Rio meyakinkan tindakannya sepersekian detik kubamburkan kedua lenganku di atas kedua bahu kokoh Rio, kujatuhkan separuh tubuhku ke dalam dekapannya, kupejamkan mataku sejenak dan kunimmati berpelukan dengannya saat ini dalam beberapa waktu kurasakan hawa hangat tubuh pemuda ganteng ini membuatku kembali pada mode tenang, Rio m

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 84

    "Aku pulang dalam kondisi tidak baik-baik saja, diiringi angin malam dan jalanan basah setelah hujan lebat, tidak ada rasa takut dalam benakku, aku tiba di rumah dalam kondisi baik, sementara Affal aku tidak tahu apakah dia kembali ke apartemen, atau memutuskan menghabiskan waktu di kedai kopi dekat lokasi terakhir kami berjumpa. "Saat sudah siang, aku baru menghubunginya, apa dia baik-baik saja, apa dia langsung pulang ke rumahnya di kabupaten Sidoarjo, atau dia tetap di satu tempat bersama orang lain, aku bertanya penuh perhatian, berharap mendapatkan jawaban baik darinya, namun seperti yang sudah berlalu, Affal mengatakan secara singkat butuh waktu dua hari tiga malam dia pulih dari rasa sakit di sekujur bandanya akibat bercinta denganku, dia memutuskan untuk menginap di kontrakan kenalannya dan tidak langsung pulang ke kota kelahiranya." "Bagaimana denganmu Alba, kondisimu jelas tidak baik-baik saja." "Emhem, butub waktu sekitar dua minggu rasa nyeri di vaginaku sembuh total

  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 12

    Rio beranjak dari kursi, memutar badan ke arah pintu ruang wakil pimpinan dengan wajah datar dan langkah tenang, begitu tangan kanannya hendak menarik engsel pintu dia menatap wakil pimpinan, "Anda pilih saja gayanya, saya siap kapanpun anda mau bertarung." Cklek. Rio telah menutup pintu, namu

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-18
  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 7

    Rio menyeret sebuah bangku di depan mejaku yang kebetulan kosong, menghadapkan ke arahku hingga posisi kami berhadapan, sementara mataku mengamati pergerakan aneh untuk kesekian kali dari pemuda ganteng ini sambil terus merasakan ritme jantungku berdebar-debar tidak menentu. "Ehm, apa kau gila, ke

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-17
  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 48

    "Aku masih menyimpan dokumen rahasia antara aku dan Affal. Dokumen itu beris data-data pribadi Affal." "Waah, begitu ya, lalu apa yang akan kamu lakukan dengan data-data milk Affal tersebut? Apa ini termasuk pelanggaran hukum?" "Aku tidak tahu persis apakah tindakannku ini akan melanggar hukum at

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
  • Jangan Minta Jatuh Cinta   Bab 49

    Rio menghela napas kasar, saat obrolan denganku berakhir perihal rencana balas dendam pada Affal.Dia meraih kedua bahuku, lalu memijatnya perlahan-lahan seolah sedang menjadi tukang pijat dadakan. "Jika kamu kokoh dengan pilihanmu, maka carilah waktu yang tepat, Alba.Jangan mengira saya tidak m

    last updateDernière mise à jour : 2026-04-05
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status