Home / Male Adult / Dimanja Nyonya Dan Nona Muda / Kebaikan Di Atas Normal

Share

Kebaikan Di Atas Normal

Author: NomNom69
last update publish date: 2026-04-26 11:00:06

"Lho! Kok Non Maudy keluar kamar sih!" seru Juned sambil berlari kecil menaiki anak tangga, berusaha menutupi kegugupannya setelah kejadian di dapur tadi.

​"Aku haus Mas... mau minum..." ucap Maudy dengan suara yang sedikit serak, matanya menatap Juned dengan manja.

​Juned segera memegang pundak Maudy agar gadis itu tidak jatuh. "Ya udah Non Maudy tunggu di kamar ya, biar saya ambilkan airnya. Terus nanti habis itu makan siang ya," ucap Juned mencoba membujuk.

​Maud
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Godaan Ancaman Berbagai Arah

    Juned menyunggingkan senyum miring, santai saja menyandarkan bahunya pada bodi motor baru milik Nayla."Kenapa, Ca? Kamu cemburu nih ceritanya?" goda Juned sambil menatap Caca dari ujung kaki sampai kepala.Caca melangkah semakin dekat hingga aroma parfum mewahnya menusuk hidung Juned, mengikis habis jarak di antara mereka.Jari-jari lentur Caca yang berkutek merah menyala merayap naik, merapikan kerah kemeja Juned dengan gerakan amat pelan."Siapa yang cemburu?" bisik Caca mendongak, menatap mata Juned dengan pandangan menantang yang begitu berani. "Aku cuma mau nagih janji... Hadiah motor ini kan udah aku bereskan sesuai permintaan Kamu, Pak."Juned terkekeh pelan, meraih pergelangan tangan Caca lalu menggenggamnya erat. "Terus? Kamu mau imbalan apa dari aku?"Caca mendekatkan bibirnya ke telinga Juned, membisikkan sesuatu dengan deru napas yang terasa begitu hangat."Siang ini... sebelum Kamu pulang ke desa besok, Kamu harus luapin waktu penuh cuma buat aku di apartemen," tuntut Ca

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pulang Ke Pangkuan Sang Istri

    Juned merapikan kaos dan celananya yang agak kusut, lalu menyunggingkan senyum puas di bibirnya.Pria itu mematikan laptopnya, melangkah santai keluar dari ruang kerja tanpa ada beban sedikit pun.Bagi Juned dan Nayla, main belakang seperti tadi sudah jadi hal biasa yang sering mereka nikmati berdua.Juned melangkah santai menyusuri koridor rumah yang sepi menuju kamarnya.Saat melewati kamar Nayla, Juned sempat mengetuk pintunya pelan dua kali sebagai kode rahasia mereka.Dari dalam kamar, terdengar kekehan halus Nayla yang membalas ketukan tersebut dengan manja.Juned tersenyum miring, lalu memutar gagang pintu kamarnya sendiri dengan tenang.Namun begitu pintu terbuka, lampu meja rias mendadak menyala terang menyiram sudut ruangan.Ratna duduk rileks di tepi ranjang, menatap Juned dengan sebelah alis terangkat tinggi."Lama banget kamu di ruang kerja, Juned?" tanya Ratna santai tapi matanya meneliti tajam.Juned berjalan santai tanpa panik, langsung merebahkan diri di samping Ratna

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Hadiah Penuh Gairah

    Belum ada lima menit Juned memfokuskan pandangan ke layar laptop, pintu ruang kerja kembali berdecit pelan.Juned mendongak kaget saat melihat Nayla kembali melangkah masuk dengan mengunci pintu ruangan dari dalam."Lho, Nay? Ada yang ketinggalan?" tanya Juned heran sambil menatapi langkah adiknya yang terasa beda.Nayla tidak menjawab, hanya berjalan pelan mendekat dengan tatapan mata yang terkunci lurus pada Juned.Gaun tidur tipis berwarna putih satin yang dikenakan Nayla tampak mencetak jelas siluet lekuk tubuhnya.Nayla mengikis jarak, mendadak mendudukkan dirinya tepat di atas pangkuan Juned tanpa ragu sedikit pun.Juned tersentak kaku, kedua tangannya refleks terangkat di udara karena terkejut setengah mati."N-Nay... kamu ngapain?" bisik Juned dengan napas yang mulai tertahan di tenggorokan.Nayla mengalungkan kedua tangan halusnya di leher Juned, menatap mata pria itu dari jarak yang sangat dekat."Nay cuma mau kasih hadiah ucapan terima kasih yang beneran buat Mas," bisik Na

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Berbagi Kejutan

    Juned dan Ratna saling melempar tatapan heran melihat ekspresi misterius dari satpam kantor itu."Yaudah, yuk kita cek ke atas aja," ujar Ratna penasaran sambil menggerakkan dagunya ke arah lif.Mereka berdua naik ke lantai ruangan kerja Juned yang sudah tampak amat sepi.Di atas meja kerja Juned, tergeletak sebuah kotak kardus berukuran sedang dengan pita merah polos tanpa stiker pengirim.Juned melangkah mendekat ke mejanya, perlahan meraih cutter untuk memotong pita yang melingkari kotak tersebut.Ratna ikut berdiri rapat di sampingnya, mencondongkan badan penuh rasa penasaran.Saat tutup kardus dibuka, aroma wangi kue karamel hangat yang khas menyeruak memenuhi ruangan.Di dalam kotak itu terbaring rapi satu set kunci motor baru beserta berkas STNK atas nama Nayla.Di samping dokumen motor, terdapat sebuah kotak bekal berisi camilan kesukaan Juned dan secarik surat kecil.Juned mengambil surat itu, membacanya pelan dalam hati.'Ini kunci motor Nayla udah beres aku urus dokumennya

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Godaan, Sebuah Paket

    Wkwk sorry bro, gue kebablasan halu! Wkwk oke oke, kita reset balik ke rel cerita utama!Pelayan membuka pintu kayu berukir itu, memperlihatkan ruangan private yang tenang dan elegan.Di dalam ruangan, dua orang perwakilan klien bisnis sudah duduk menunggu di dekat jendela besar."Selamat siang, Bu Ratna, Pak Juned," sapa salah satu klien berdiri ramah menyambut kedatangan mereka.Ratna tersenyum profesional, mengulurkan tangan menjabat salam mereka. "Selamat siang, maaf ya kalau agak menunggu."Juned menarik napas lega, ikut menjabat tangan kedua klien itu lalu duduk berdampingan di sebelah Ratna.Mereka pun mulai membicarakan poin-poin penting kerja sama proyek dengan suasana yang serius namun santai.Di tengah-tengah penjelasan materi, jemari kaki Ratna di bawah meja perlahan bergerak nakal.Ujung sepatu tumit tinggi milik Ratna mendadak mengelus lembut betis kaki Juned dari balik celana kainnya.Juned langsung tersentak kaku, berusaha keras menahan ekspresi kagetnya di depan para

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Permainan Kolong Meja

    Juned tersentak kaget, refleks menahan napas saat jemari Caca makin berani merayap naik."Caca, kamu ngapain? Ini masih pagi di kantor," bisik Juned tegang, matanya melirik cemas ke arah pintu ruangan yang transparan.Caca hanya terkekeh manja, menatap Juned dengan pandangan berani yang membakar gairah."Pintu udah aku kunci kok dari dalam, Pak..." bisik Caca halus tepat di depan telinga Juned.Tanpa menunggu balasan, Caca perlahan meluncur turun dan berlutut tepat di kolong meja kayu yang luas itu.Jemari lentik Caca bergerak lincah dan cepat membebaskan kejantanan Juned dari balik celananya."Ca... ssshh... pelan-pelan," desah Juned tertahan, kepalanya mendongak pasrah saat udara dingin menyapa kulitnya.Caca mendekatkan wajahnya, memberikan hembusan napas hangat sebelum akhirnya menyapu lembut area sensitif itu dengan sentuhan bibirnya."Mnnngghh..." Juned merintih halus, matanya terpejam erat seraya jemarinya mencengkeram kuat pinggiran meja kayu.Caca makin gencar memanjakan June

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status