MasukWajah indah Theresia seketika terlihat dingin. “Kita sudah pernah ketemu sebelumnya, jadi nggak usah perkenalkan diri lagi. Apa Nyonya Jovita ada urusan?”Kening Jovita segera berkerut. Dia menunjukkan ekspresi penuh penyesalan. “Theresia, aku sangat menyukaimu. Semua ini gara-gara Hallie ingin menggaet Roger. Gara-gara provokasinya, barulah terjadi salah paham di antara kita. Semua ini salah Bibi. Bibi sudah ceroboh. Kamu mesti maafin Bibi!”Theresia berkata dengan nada datar, “Orang yang ingin dikenal Nyonya Jovita itu memang ‘putrinya Keluarga Angsara’, nggak ada salah paham sama sekali!”Raut wajah Jovita menjadi pucat. Dia sungguh merasa canggung. “Iya, semua ini salah Bibi terlalu ceroboh, tapi Roger tidak bersalah. Dia selalu membelamu. Kalian jangan sampai putus hanya karena jebakan orang lain. Bibi minta maaf sama kamu. Kamu juga maafin Roger, ya.”“Masalah aku dan Tuan Roger sudah dibicarakan dengan jelas. Kalau ada yang tidak dimengerti dengan Nyonya Jovita, kamu bisa tanyak
Berhubung sudah memutuskan untuk pergi, Theresia mulai bersiap-siap melakukan serah terima urusan perusahaan.Theresia menggunakan alasan studi ke luar negeri, menyerahkan perusahaan yang sudah dia kelola selama bertahun-tahun kepada orang yang bisa diandalkan. Ingga tetap adalah asisten Theresia. Setiap harinya, dia akan melakukan rapat daring untuk melaporkan urusan perusahaan.Pada rapat pagi di hari Senin, Theresia menyerahkan proposal-proposal yang sedang dipersiapkannya kepada orang lain, lalu kembali ke ruang kerjanya. Dia kembali melakukan serah terima beberapa kerjaan lain kepada Ingga.Air mata membasahi mata Ingga. “Bos, kamu mau pergi berapa lama?”“Belum pasti!” Theresia tersenyum. “Kita bisa melakukan panggilan video setiap hari. Kita bisa bertemu setiap hari.”“Panggilan video nggak sama dengan bertemu langsung!” Ingga kelihatan cemberut. “Tapi, kamu harap tenang. Aku akan berusaha menyelesaikan setiap urusan yang kamu serahkan kepadaku. Aku akan bantu kamu untuk menguru
Menjelang malam hari, Julia memberi tahu Aska masalah mereka hendak menetap di Negara Jemadi. Julia juga sudah menjelaskan pemikirannya. Dia dan Theresia akan pergi ke Negara Jemadi. Tentu saja dia berharap Aska juga akan pergi bersama mereka. Hanya saja, seandainya Aska tidak bisa melepaskan semua di Kota Jembara, mereka akan sering pulang untuk mengunjungi Aska.Selesai berbicara, Julia juga sudah mempersiapkan dirinya untuk dimarahi oleh ayahnya. Namun, Aska hanya mengerutkan sedikit keningnya dan tidak marah sama sekali. Setelah berpikir beberapa saat, dia membuat sebuah keputusan. “Aku akan pergi bersama kalian!”Julia merasa gembira dan juga syok. “Apa kamu benar-benar akan pergi bersama kami?”Pemikiran Aska sangat konservatif. Dulu selain masalah pekerjaan, dia sama sekali tidak suka untuk ke luar negeri. Sekarang, dia malah setuju untuk tinggal di luar negeri!Aska mengangkat kelopak matanya untuk melihat ke sisi halaman. Dia berkata dengan perlahan, “Apa pun tidak bisa diband
Setelah Jovita meninggalkan acara dan kembali ke rumah, dia langsung menghubungi Roger, “Roger, sudah terjadi masalah besar!”Roger juga mesti bertemu klien di hari Sabtu. Setelah dia meninggalkan ruangan VIP, dia baru bertanya, “Apa yang terjadi?”“Theresia barulah cucu kandung Tuan Aska. Dia itu putri dari Keluarga Angsara!” Masih terdengar rasa kaget dalam nada bicara Jovita. “Hallie itu gadungan. Dia bukan siapa-siapa!”Roger juga merasa kaget. “Cucu kandungnya Tuan Aska itu Theresia?”“Iya, aku baru saja pulang dari acara Keluarga Angsara. Aku dengar dari mulut Tuan Aska sendiri. Aku tidak mungkin salah kali ini!” Jovita sungguh menyesal. “Kita semua sudah dibohongi oleh wanita murahan yang bernama Hallie itu!”Roger tersenyum sinis. “Kamu sendiri yang sudah tertipu!”“Kenapa aku bisa sebodoh ini?” Jovita sungguh menyesal. “Kamu segera cari Theresia di acara. Sekarang juga!”Roger bertanya, “Untuk apa ke sana?”Jovita segera berkata, “Pergi akui kesalahan. Bilang saja kita diprovo
Suasana di aula juga mulai memuncak.Morgan menatap Theresia yang dikerumuni orang-orang. Tatapannya mendalam. Wajah tampannya kelihatan tegas seperti biasanya. Dia menatap Theresia lekat-lekat. Pada akhirnya, semakin banyak orang yang berkerumun hingga menghalangi pandangannya. Jarak Morgan dengan Theresia semakin jauh lagi. Pada akhirnya, Morgan berjalan ke arah yang berlawanan, lalu membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan tempat.Saat mendengar ucapan Theresia, Jemmy samar-samar merasa ada yang aneh. Dia memalingkan kepalanya untuk mencari Morgan, tetapi dia hanya melihat bayangan punggung Morgan yang melihat ke kerumunan.Theresia juga melihat bayangan punggung si pria. Dia memaksa dirinya untuk tersenyum, tetapi rasa sakit seketika menyerang hatinya.Pertemuan di Hondura membuat hubungan mereka berdua menjadi semakin mendekat. Namun perlahan-lahan, entah sejak kapan hubungan mereka mulai menjauh lagi.…Saat acara selesai, Sonia juga tidak bertemu dengan Morgan lagi. Dia menelepon
Ekspresi Morgan masih terlihat tenang seperti biasa, tidak ada perubahan sama sekali. Sepertinya dia mengangguk dengan sangat kuat. “Yang penting kamu sudah memikirkannya dengan jelas. Aku akan dukung semua keputusanmu!”“Terima kasih!”Entah kenapa, Theresia merasa matanya seperti ditutupi kabut saja, suaranya juga terasa agak serak.Saat ini, kedengaran ada yang memanggil nama Theresia. Dia mengiakan, lalu membalikkan tubuhnya berjalan kembali ke aula. Baru saja berjalan dua langkah, dia menoleh untuk bertanya, “Apa yang mau kamu katakan sama aku tadi?”Morgan menatap Theresia dengan tatapan mendalam. Beberapa saat kemudian, dia baru berkata, “Tidak apa-apa. Kamu sudah bilang, kamu bukan Seven-ku lagi. Kalau begitu, kamu bebas melakukan apa pun, tidak perlu selalu memprioritaskanku.”Tenggorokan Theresia bagai tersangkut sesuatu saja, hatinya malah terasa hampa. “Aku akan selalu mengingat kebaikanmu kepadaku.”Morgan membalikkan tubuhnya. Bayangan punggung tinggi dan kokoh itu membel
Kelly berkata dengan serius, “Aku juga akan menyelidiki masalah itu dengan jelas.”Howard menimpali, “Mengenai bukti transfer, foto kebersamaan Nona Kelly dan Tuan Kenneth, serta foto pemberian hadiah barang mewah, apa kalian benar-benar merasa semua itu hanyalah kebetulan belaka?”“Apa kalian tidak p
Setelah pintu dibuka, tak disangka dia malah bertemu dengan Howard di koridor.“Kelly!” sapa Howard dengan tersenyum.Kelly pun tersenyum dengan lembut. “Tuan Howard!”“Kebetulan sekali! Kamu juga main di sini?” tanya Howard.“Ada reuni!” balas Kelly dengan tersenyum lembut.“Kebetulan Tuan Jason juga ad
Sonia mengangkat-angkat alisnya. “Apa orang yang diam-diam memotretmu menampakkan diri lagi?”Ranty menggeleng. “Nggak, aku sangat waswas dalam belakangan hari ini. Aku nggak menemukan diikuti oleh orang yang mencurigakan!”Sonia berkata, “Waktu itu, dia sudah dipergoki, seharusnya dia akan lebih wasp
Yana memutar bola mata hitamnya. “Makanya Yana bilang hampir menangis.”Kelly pun tersenyum, lalu mencubit pipi Yana. “Sekarang Yana nggak nangis lagi, itu berarti Yana sudah gede!”“Ibu, Ibu ke mana?”“Ibu jagain Paman Kenzo. Paman Kenzo sakit.”“Apa Paman Kenzo takut makan obat? Apa boleh aku pergi me







