LOGINSonia memutar bola matanya. Senyumannya tidak secerah tadi lagi. “Tadi aku ngobrol sebentar sama Hallie. Ternyata dia nggak ingin meninggalkan rumahnya Pak Aska.”Reza berkata dengan tatapan serius, “Sesuai dengan dugaan.”Sonia merenung sejenak dan mengatakan, “Jadi, ini juga sebuah permasalahan. Kalau Theresia itu cucunya Pak Guru, gimana dengan Hallie?”Permasalahan ini juga disebabkan oleh Sonia. Sudah seharusnya dia membantu untuk mengatasinya.“Ada satu masalah lagi …,” kata Sonia, “Belakangan ini, sepertinya Hallie cukup dekat dengan anggota Keluarga Manthana.”Reza menyipitkan matanya, lalu mengangguk dengan perlahan. “Oke, aku akan utus orang untuk perhatikan dia. Apa pun ceritanya, yang penting dia tidak melukaimu dan juga anggota keluarganya Pak Aska. Sisanya gampang untuk dibicarakan.”…Semalaman ini Hallie terus memaksa dirinya untuk senang. Alasan pertama karena dia merasa kecewa dan khawatir lantaran dirinya bukan anggota keluarganya Aska. Alasan keduanya, dia memaksa d
Morgan berpikir sejenak, lalu berkata, “Sepertinya anaknya lagi sakit, jadi butuh uang!”Julia merasa sakit hati. Orang tua asuh yang bisa menjualnya pasti memperlakukannya dengan sangat tidak baik.“Di mana orang tua asuhnya? Kapan mereka mengasuhnya?” tanya Aska lagi.Morgan membalas, “Kata orang tua asuhnya, dia dipungut di pinggir sungai, tapi belum tentu benar.”“Apa orang tua asuhnya juga berasal dari Keluarga Bina?”“Bukan!” Morgan tertegun sejenak, lalu berkata, “Karena aku bermarga Bina, makanya dia ikut margaku.”Semua orang terdiam sejenak. Semuanya memiliki pemikiran mereka masing-masing.Aska masih ingin bertanya, tiba-tiba Sonia berkata, “Besok, Theresia dan Bibi Julia akan melakukan tes DNA, jadi Pak Guru nggak usah buru-buru untuk memahami Theresia atau mencari kejanggalan sekarang. Setelah hasil tes DNA keluar, nggak terlambat juga kalau kamu ingin bertanya.”Sekarang, Theresia masih belum pasti adalah putri kandung dari Julia. Sonia tidak ingin mereka mencari tahu mas
Theresia menurunkan kelopak matanya, meminum sup, lalu berkata dengan nada ringan, “Aku merasa nggak memungkinkan. Mana mungkin begitu kebetulan?”Theresia dan Julia telah berteman selama bertahun-tahun. Pada akhirnya, mereka malah menjadi ibu dan anak kandung? Setelah dipikir-pikir, semuanya terasa sangat dramatis!“Apa kamu sangat takut untuk mengubah kehidupan sekarang?” tanya si pria dengan tiba-tiba.Theresia tertegun sejenak, lalu mengangkat bola matanya langsung melihat tatapan si pria lekat-lekat. Bulu mata panjangnya bergetar. Dia mengambil mangkuk untuk mencucinya.“Biar aku saja!” Pria itu menghalanginya.Theresia berkata, “Cuci punya masing-masing saja.”Morgan mengerutkan keningnya. Ujung bibirnya melengkung sedikit ke atas. Dia mengambil mangkuk untuk masuk ke dalam dapur bersama Theresia. Selesai mencuci mangkuk, Morgan membuka kulkas, lalu mengambil sebotol yoghurt untuk Theresia.Theresia minum yoghurt, lalu berjalan ke luar. Dia memalingkan kepalanya melihat Morgan me
Baru saja Hallie melakukan tes DNA dengan Julia, sekarang Morgan malah mengatakan bahwa Theresia adalah putrinya Julia, seolah-olah semuanya sudah dipersiapkan saja. Wajar jika Hallie merasa curiga.Aska berkata dengan nada menenangkan, “Hallie, kamu lagi emosional saat ini, makanya kamu baru berpikir sembarangan.”Hallie menatap Aska dengan tatapan berkilauan. Dulu, saat dia mengatakan Theresia, Aska pun memercayainya. Namun sekarang, hasil tes DNA masih belum dilakukan, Aska sudah mulai membela Theresia.Aska melanjutkan, “Kamu tenang saja. Meskipun kamu bukan cucu kandungku, kamu juga bisa lanjut tinggal di rumah ini dan juga bisa panggil aku ‘Kakek’.”Setelah Hallie mendengarnya, hatinya terasa semakin berat, tetapi dia tetap menunjukkan senyuman di wajahnya. “Terima kasih, Kakek. Kamu benar-benar baik sekali!”Aska berkata dengan tersenyum ramah, “Kita berdua juga sudah punya perasaan. Kalau kamu ingin mencari orang tuamu, Kakek akan bantu kamu untuk mencari mereka. Kalau kamu tid
Rose juga berlari kemari. Dia berkata dengan tersenyum, “Aku merasa ucapan Kakek Jemmy benar sekali. Kalau Theresia benar-benar putrinya Bibi Julia, berarti kabar gembira, dong? Meskipun bukan, aku rasa setelah Bibi Julia menenangkan dirinya selama satu malam ini, dia juga tidak akan buru-buru untuk pergi lagi. Bagus juga seperti ini!”Aska menunjukkan senyuman di wajahnya. “Iya.”Sonia melihat Hallie sedang menunduk di samping. Dia tidak berbicara dari tadi, entah apa yang sedang dia pikirkan.Lantaran tidak memiliki hubungan darah, perasaan Hallie pasti sangat kecewa. Sonia merasa dia seharusnya mencari kesempatan untuk mengobrol dengan Hallie.Rose juga mengatakan bahwa dirinya merasa kaget ketika melihat Theresia bersama dengan Julia. Dia merasa mereka berdua sangatlah mirip.Aska segera berkata, “Apa kamu juga merasa mirip?”Rose mengangguk. “Mirip, mirip sekali!”Aska kepikiran sesuatu. Dia berbicara pada Jemmy dengan kegirangan, “Saat Hari Raya waktu itu, bukannya Theresia tingg
Sebelum hubungan dipastikan, Theresia merasa alangkah baiknya dia menjaga jarak dengan anggota keluarganya Aska.Julia mengangguk dengan tersenyum lembut. “Oke, sampai jumpa besok!”Selesai berbicara, Theresia menatap Morgan. “Kamu bantu aku antar Theresia, ya.”“Emm,” balas Morgan.Theresia pergi berpamitan dengan Jemmy. “Kakek Jemmy, aku nggak menyangka kita akan bertemu secepat ini. Tapi, aku nggak bisa temani kamu makan malam ini. Aku akan mengunjungimu lagi besok!”Jemmy mengangguk dengan tersenyum ramah. “Masih banyak kesempatan di kemudian hari, tidak mesti kali ini. Hati-hati di jalan.”Theresia berpamitan terhadap Sonia dan yang lain, baru memutar tubuhnya untuk berjalan ke sisi mobil Morgan.Aska menatap Theresia lekat-lekat. Di bawah cahaya matahari senja, kelima indra wanita itu kelihatan indah. Semakin dilihat-lihat, dia semakin mirip dengan Julia di masa muda dulu. Dia hampir saja ingin menahan Theresia untuk tetap tinggal di rumah.Hallie menyadari ada yang aneh dengan A
“Aku sudah janjian sama Bu Sella. Nanti siang kita akan ketemuan.” Saat membahas masalah ini, baru terlihat senyuman di wajah Reviana.“Kalau begitu, suruh Stella dandan yang cantik!” pesan Hendri.“Tenang saja!”Saat ini Stella duduk di dalam kamarnya. Dia pun terbengong ketika melihat Reviana memilih
Sonia tersenyum datar. “Aku hanya melihat sekilas saja. Kamu sudah terlalu memandang tinggi diriku.”“Jangan bohong! Jangan kira aku nggak tahu kamu bisa menghafal dalam sekali baca!” dengus Rose.Devin bertanya dengan syok, “Apa benar Sonia sehebat itu?”“Iya, dia bisa belajar pelajaran dari SD sampai
“Aku takut!” Kelly keceplosan.“Apa yang kamu takutkan?” Kelly tidak menjawab. Dia hanya menggeleng dengan perlahan.“Kamu bahkan sudah melahirkan. Apa lagi yang kamu takutkan?” Jason mengerutkan keningnya. “Sebelumnya kamu dan cowok itu sudah berhubungan berapa kali?”Wajah Kelly terasa panas. Dia ber
“Serius?” Stella merasa syok dan juga gembira.Edward tersenyum lebar. “Tentu saja serius. Tapi ayahku merasa acara itu biasa-biasa saja, ratingnya tidak mungkin akan tinggi, ditambah lagi biaya sponsornya yang diinginkan mereka terlalu tinggi. Itulah sebabnya perusahaan kamu menolaknya.”Stella langs







