Share

Bab 880

Author: Musim Gugur
Tatapan Sonia menjadi dingin. “Siapa bosmu?”

“Itu yang sebelah sana!” Si lelaki memiringkan badannya, lalu menunjuk.

Ranty mengikuti arah tunjuk si lelaki, lalu tampak ada belasan lelaki sedang duduk di area VIP. Lelaki di tengah yang mengecat rambutnya menjadi keabuan kelihatan berumur 30-an tahun. Ketika menyadari kedua wanita sedang melirik ke sisinya, dia mengangkat gelas alkohol di tangannya!

Ranty tersenyum. “Dia mau ajak kami ke sana? Dia kira dia itu siapa?”

Raut wajah si lelaki spontan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Oh? Kenal... Kenal... dia pacar Temanku... jwb Bondan... Wkwkwkwk ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2844

    Morgan membawa Theresia kembali ke rumah Aska. Saat melewati halaman, Theresia melihat pemandangan di dalam halaman. Rasa familier yang tak bisa dideskripsikan menyerang hatinya. Sepertinya semua terasa begitu lama. Saking lamanya, semua terasa bagai di kehidupan lampau saja. Sepertinya dia memang pernah datang kemari.“Ada apa?” Morgan menoleh dan bertanya ketika melihat Theresia berhenti.Theresia melihat matanya dan menggeleng dengan perlahan.“Apa kamu merasa takut? Kamu itu Theresia yang tidak takut dengan apa pun, tapi kamu malah takut dengan hal seperti ini?” sindir Morgan, tetapi malah membalikkan tubuhnya dan pergi menggandeng tangan Theresia untuk melanjutkan langkahnya.Mereka berdua memasuki rumah. Semua orang sedang menunggu di dalam ruang tamu. Ketika melihat mereka berdua masuk secara bersamaan, Aska duluan berdiri, lalu bertanya dengan antusias, “Apa hasilnya sudah keluar?”“Sudah keluar!”Morgan menyerahkan tiga set hasil tes DNA kepada Aska, Julia, dan Jemmy.Aska men

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2843

    “Apa kamu merasa gembira?” tanya Morgan.Theresia menggeleng. “Aku nggak tahu.”“Jadi bengong?” Morgan tersenyum.Theresia hanya menatap Morgan tanpa berbicara.Morgan meringankan suaranya. “Tidak apa-apa. Kamu akan mulai terbiasa. Semuanya ada aku, kok!”Theresia mengangguk dengan bingung.“Sekarang, aku bawa kamu pergi cari Bibi Julia untuk beri tahu dia kabar bagus ini.” Morgan tersenyum. Dia melepaskan Theresia, lalu menyalakan mesin mobil.Theresia menurunkan kelopak matanya sembari merenung. Dia bertanya, “Seandainya Bibi Julia itu ibuku, jadi siapa ayahku?”Morgan membantu Theresia untuk menjelaskan, “Ayahku adalah teman kuliah Bibi Julia. Dia tidak kembali lagi setelah kuliah di luar negeri. Seharusnya dia sudah punya keluarganya sendiri. Orang yang memiliki hubungan darah denganmu sekarang cuma Bibi Julia dan … Kakek Aska saja.”Theresia mengangguk dengan datar, lalu bergumam dengan nada ringan, “Jadi, aku juga bukan dicampakkan.”“Tentu saja bukan!” Tatapan Morgan terlihat mu

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2842

    “Nyonya Jovita, ini hasil tes DNA-nya. Apa benar kamu adalah temannya orang yang melakukan tes DNA?” tanya orang itu, “Aku bawa keluar hasil tes DNA kepadamu dengan risiko dan tanggung jawab sangat besar!”“Iya, dia memintaku untuk membawa hasilnya. Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa!” Jovita tersenyum. Dia mengambil hasil tes DNA, lalu menyuruh orang itu untuk kembali duluan. Dia duduk di atas bangku sembari membaca hasil tes DNA di tangannya. Bagian depan diabaikan, langsung membaca hasilnya. Baru saja melihat sekilas, laporan tes DNA pun dirampas oleh orang lain. Jovita mengangkat kepalanya dengan kaget. Dia melihat ada seorang pria tinggi dan tampan di hadapannya dan dia pun terbengong.Morgan melihat hasil tes DNA sekilas, lalu berkata dengan nada dingin, “Apa kamu itu Nyonya Jovita? Apa hasil tes DNA ini ada hubungannya sama kamu? Kamu malah menyuap petugas untuk mengambil hasil tes DNA. Apa kamu tidak tahu perbuatanmu itu melanggar hukum?”Jovita kenal dengan Morgan. Dia s

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2841

    Theresia tersenyum. “Kamu sudah banyak membantu, sudah sewajarnya aku traktir kamu makan.”Pria itu berkata, “Jadi, aku sibuk demi ditraktir makan sama kamu?”Bola mata Theresia berputar. “Kalau perlu imbalan, kamu bisa mengatakannya juga.” Theresia mengeluarkan ponselnya. “Tuan Morgan merasa cocoknya berapa?”Raut wajah Morgan berubah muram. “Coba saja kalau kamu berani transfer lagi!”Theresia pun tersenyum, lalu memalingkan kepalanya untuk melihat ke luar jendela mobil. Cahaya lampu menyinari lekuk wajah indah Theresia. Ujung matanya juga berkilauan, terlihat menawan.…Setelah kembali ke tempat tinggal Theresia, begitu memasuki rumah, Theresia pun berkata, “Kamu duduk dulu. Aku pergi ambil minuman.”Theresia mengambil dua botol minuman dari dalam kulkas, lalu berjalan ke dalam ruang tamu. Morgan duduk di atas sofa sembari mengambil ponsel untuk membalas pesan.Theresia menyerahkan minuman kepadanya, lalu berbasa-basi, “Sibuk, ya?”Morgan meletakkan ponselnya. Dia tidak mengambil bo

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2840

    Rose dan Juno berjalan menuruni tangga. Rose memanggil Sonia dengan gembira, lalu berlari menghampirinya. Sepertinya semua sangat gembira hari ini. Hanya saja, hasilnya masih belum keluar, mereka pun merasa sedikit tegang.Juno dan Reza saling menyapa satu sama lain, lalu ke samping untuk mengobrol sembari minum teh. Sementara, Sonia pun mengobrol dengan Rose.Sonia bertanya pada Rose, “Di mana Hallie?”Rose melihat sekeliling. “Aku masih melihatnya ketika sarapan tadi. Kondisinya kelihatan baik-baik saja. Entah ke mana dia sekarang?”Aska memalingkan kepalanya untuk melihat. “Hatinya lagi tidak nyaman. Jangan paksa dia lagi. Biarkan dia tenangkan diri sendiri.”Sonia mengangguk. Hallie memang menunjukkan sikap tidak apa-apa di hadapan mereka, tetapi mereka malah merasa semakin tidak nyaman. Bagus juga untuk menyendiri di atas. Pikirannya pasti akan lebih jernih.….Pada jam delapan, Theresia menerima panggilan dari Morgan. Setelah panggilan tersambung, Morgan pun menyuruh Theresia unt

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2839

    “Kalau aku cari dia, seharusnya tidak ada masalah, cuma mengambil hasilnya duluan saja, juga bukan mengubah hasilnya. Kalau mengubah, pasti tidak bisa!” kata Jovita dengan makna tersirat.Hallie dapat mendengar makna tersirat dari ucapan Jovita. Dia berkata dengan nada yakin, “Tentu saja nggak perlu mengubah hasilnya. Aku sudah cukup gembira kalau bisa mendapatkan hasilnya satu jam lebih awal.”Jovita berkata, “Kamu tenang saja. Besok kamu kasih tahu aku jamnya. Aku akan duluan ke sana.”“Kalau begitu, aku benar-benar berterima kasih kepadamu!” kata Hallie dengan antusias, “Kalau begitu, aku akan hubungi kamu besok.”“Oke!”Mereka berdua berbasa-basi sejenak. Hallie merasa agak tidak fokus. Dia menggunakan alasan mandi untuk mengakhiri panggilan.Setelah meletakkan ponselnya, jantung Hallie berdetak kencang. Dia tidak mengubah hasil tes DNA, tapi dia bisa melihat duluan. Waktu satu jam juga sudah cukup untuk dia melakukan persiapan. Meskipun dia bukan putrinya Julia, dia juga tidak aka

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 907

    “Tenang saja, sebelum langit gelap, anggota Brown pasti bisa membunuhnya!”Matahari mulai terbenam. Pegunungan diwarnai dengan cahaya berwarna merah. Tubuh gadis itu telah dilumuri oleh darah. Sonia sendiri juga tidak bisa membedakan mana bekas darahnya dan mana bekas darah orang lain!Pertarungan mas

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 963

    Senyuman Thalia seketika menjadi kaku. Dia menunjukkan senyuman lugunya. “Aku kira Sonia dan Reza sudah putus. Jadi, mereka nggak peduli sama masalah ini lagi!”“Heh!” Darren mendengus dingin. “Thalia, kenapa aku tidak sadar kalau kamu itu pelakor!”Raut wajah Thalia seketika berubah muram.“Darren, ak

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 906

    Kedua mata Johan terbelalak. Dia hendak meronta dan bergerak mundur, tetapi dirinya tidak bisa bergerak sama sekali. Dia hanya bisa melihat pedang diarahkan ke sisinya!“Ting!” Terdengar suara nyaring!Sonia mengangkat kakinya menendang sebuah batu ke sisi pisau itu. Seketika, pisau melenceng dan mena

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 956

    Sonia spontan tidak berani bergerak.Kali ini, Reza kembali mencondongkan tubuhnya. Sesekali dia melirik wanita di depannya, lalu mengisyaratkannya untuk tidak bersuara.Sonia menundukkan kepalanya dengan perlahan. Jantungnya berdetak kencang. Punggungnya menempel erat di belakang dinding. Saking gugu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status