Se connecterChandra memutuskan untuk pergi mengunjungi Sekte Bela Diri Sejati setelah mendapatkan undangan hangat dari Burando. Para prajurit kuat yang sudah dibebaskan dari pengaruh hitam berbondong-bondong menghampiri Chandra. “Senior Chandra, sampai jumpa. Kamu bisa datang kepadaku, kapan pun kamu membutuhkan bantuanku.”“Senior Chandra, sampai jumpa. Jangan ragu untuk bertanya padaku kalau memang ada hal yang ingin kamu tanyakan padaku.”*** Semua makhluk yang berada di sana langsung berterima kasih kepada Chandra, baik yang masuk ke dalam dunia terkutuk tanpa sengaja ataupun yang terpengaruh dan terperangkap di sana cukup lama. Mereka semua menyatakan rasa terima kasih mereka dan tidak segan untuk membalas budi kepada Chandra karena Chandra sudah menyelamatkan nyawa mereka, sekalipun nyawa adalah taruhannya. Chandra hanya tersenyum kecil mendengar perkataan orang-orang itu. Tidak lama kemudian, mereka semua bergegas pergi menuju Sekte Bela Diri Sejati dengan dipandu oleh Burando dan para p
Para tokoh kuat langsung mencibir. Kekuatan rendah? Semua prajurit di sini sama sekali tidak kuat kalau memang Chandra memiliki tingkat kekuatan yang rendah. Chandra juga ingin segera meninggalkan dunia ini lalu dia pun menatap Nova dan berkata, “Nova, apa kamu benar-benar tidak tahu cara keluar dari tempat ini?”Nova langsung menggeleng lalu berkata, “Aku benar-benar tidak tahu.”Kemudian Chandra kembali berkata, “Bagaimana kalau kita semua berpencar dan mencari tahu, apakah ada jalan keluar di sini.”“Baik, kami akan mendengarkan Senior.”Para prajurit kuat langsung menuruti apa yang Chandra katakan. Kemudian para prajurit kuat bergegas pergi berpencar dan mencari jalan keluar di seluruh dunia ini. Namun sayangnya, tidak ada yang berhasil menemukannya, sekalipun mereka sudah mencarinya dengan sekuat tenaga.“Senior, kami tidak berhasil menemukan jalan keluarnya, sekalipun sudah mencarinya di mana-mana.”“Apa yang harus kita lakukan sekarang?”Para prajurit kuat terus menatap ke arah
Tingkat kekuatan fisik Chandra meningkat drastis dan sudah setara dengan Integritas Satu Dewa Agung. Di sisi lain, tingkat kultivasinya juga sudah mencapai tingkat dua puluh Alam Ajaib. Namun, semua itu bukanlah inti dari keadaannya saat ini. Karena Chandra saat ini, sudah berhasil menyerap seluruh kekuatan kutukan dunia ini. Di saat yang bersamaan, karakter hitam terus bermunculan di dalam tubuhnya. Setiap kutukan memiliki cirinya masing-masing dan membawa kekuatan yang sangat besar. Chandra sadar kalau semua ini pastinya adalah prasasti kutukan yang menjadi kunci untuk mengultivasi kekuatan kutukan. Chandra baru bisa menguasai jurus kutukan sepenuhnya jika kekuatan kultivasinya sudah mencapai tingkat Dewara. Tubuh Chandra perlahan turun dari langit dan mendarat di tanah. Nova bergegas menghampirinya dan muncul di hadapan Chandra dalam sekejap mata. “Apa kamu baik-baik saja?” tanya Nova. Chandra tersenyum tipis lalu berkata, “Memangnya hal buruk apa yang bisa terjadi padaku? Wal
Dunia ini masih terdapat banyak kekuatan kutukan. Chandra tahu dia bisa menekan kekuatan kutukan ini dan mengubahnya menjadi prasasti yang menakjubkan. Dia pun tidak melewatkan kesempatan ini. Dia menggunakan Segel Kerajaan untuk menyerap kekuatan kutukan dunia ini.Sesaat kemudian, Nova, Dewi, Burando dan yang lainnya datang. Setelah sampai di lokasi, mereka melihat Chandra duduk di udara. Saat ini, seluruh tubuh Chandra diselimuti kekuatan kutukan berwarna hitam.Banyak prajurit kuat tahu kalau Chandra sedang menekan kekuatan kutukan. Jadi mereka tidak ingin mengganggu. Mereka hanya mengamati dari samping.Kaisar Ceptra khawatir si penasihat kerajaan akan kembali. Oleh karena itu, dia membuat Formasi Waktu di sekitar Chandra agar Chandra bisa menekan kekuatan kutukan secepat mungkin. Pada saat yang sama, dia juga minum obat untuk menyembuhkan rohnya serta mempertahankan kekuatannya sehingga Chandra dapat terus menekan kekuatan kutukan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu.
“Hah?” Dewi tampak kaget. “Kasih ke orang lain?”Dewi sama sekali tidak memahami konsep bencana ketiga Bumi. Namun, dilihat dari dua bencana sebelumnya, bencana ketiga juga pasti sangat mengerikan.“Bencana ketiga itu bencana apa? Kenapa Ayah kasih ke orang lain? Kasih ke siapa?”“Singkatnya, setelah mendapatkan Keberuntungan tertinggi dari bencana ketiga itu, orang yang mendapatkannya bisa mencapai Alam Kekaisaran dengan lancar tanpa harus menghadapi Bencana Langit,” jelas Nova.Setelah itu, Nova menambahkan, “Dia kasih ke seorang perempuan.”Saat mengatakan itu, ada sedikit rasa cemburu di hati Nova. Setelah mendengar cerita singkat sang ibu, Dewi pun mengerti. Dia spontan tersenyum dan berkata, “Nggak disangka, Ayah yang tampak serius begitu ternyata sedikit pemain juga, ya.”Pada saat ini, pertarungan sengit masih berlanjut. Dalam waktu sepuluh hari, si penasihat kerajaan telah kehilangan kekuatan dua tingkat. Itu yang membuatnya semakin marah. Ambisinya semakin kuat. Selama sepul
“Sialan. Apa ini?” Wajah penasihat kerajaan menjadi sangat muram.Pria tua itu mengangkat pedang, berniat untuk menangkis Segel Kerajaan. Namun, saat pedang itu menghunus ke arah Segel Kerajaan, segel itu malah menghisap pedang itu. Si penasihat kerajaan mencoba menariknya kembali, tapi kekuatan hisap segel itu sangat kuat. Sekalipun dia menggunakan sekuat tenaga untuk menarik pedangnya, pedang itu tidak bergeming sama sekali.Pada saat yang sama, kekuatan kutukan di dalam tubuh si penasihat kerajaan terus diserap. Ekspresinya seketika berubah. Dia cepat-cepat membuang senjatanya. Setelah itu, dia melarikan diri. Senjatanya pun jatuh ke tanah.“Mengerikan sekali. Apa ini? Kenapa benda itu bisa menaklukkan kekuatan kutukanku?”Si penasihat kerajaan muncul di tempat yang jauh dari Segel Kerajaan. Dia menatap Segel Kerajaan berwarna hitam yang melayang di udara dengan ekspresi serius. Sepengetahuannya, kekuatan kutukan tidak terkalahkan, melampaui kekuatan apa pun. Akan tetapi, kekuatan k
“Tidak perlu,” jawab pria itu sambil melancarkan serangan lagi, kali ini dengan tendangan menyapu.Chandra segera bergerak menghindar, muncul sekitar dua puluh meter dari posisi sebelumnya. Dia pikir sudah berhasil menghindari tendangan tersebut. Namun, begitu dia berhenti, tendangan pria itu kembali
“Aku ikut,” ujar Nova khawatir dengan keadaan keluarga Kurniawan yang berada dalam bahaya. Namun, Chandra melarangnya dengan berkata, “Nova, kamu di sini saja. Kamu sedang hamil dan akan segera melahirkan, jadi nggak sepantasnya kamu pergi ke tempat-tempat yang jauh. Kamu tetap di desa dan merawat b
Tetua Suku Mistik sangat yakin pada kekuatan murid mereka. Menurutnya, meskipun Chandra berhasil mencapai Alam Tingkat Sembilan melalui usahanya sendiri, ia tetap bukan tandingan Wukon.Alasannya sederhana. Wukon sudah berada di Alam Tingkat Sembilan selama lebih dari dua puluh tahun, dan ia mencapai
Aura Waran terasa begitu dahsyat, membumbung tinggi di udara. Di momen itu, dia bergerak.“Pedang, datanglah!” serunya sambil mengulurkan tangan.Dari kejauhan, sebuah pedang panjang yang bersinar terang melesat ke arahnya. Dengan pedang di tangannya, Waran turun dari puncak gunung, melayangkan serang







