LOGINKekuatan kutukan di dalam tubuh Nova sudah hilang sepenuhnya. Semua kutukan itu berpindah ke tubuh Chandra yang masih duduk bersila di udara sambil menekan kekuatan kutukan di dalam tubuhnya dengan kekuatan Segel Kerajaan.Kekuatannya saat ini tidak mungkin mampu menekan kekuatan kutukan yang sangat besar. Namun, keadaannya berbeda dengan bantuan Segel Kerajaan. Kekuatan kutukan di dalam tubuhnya perlahan ditekan. Di tubuh Chandra sebelumnya terdapat tujuh karakter hitam yang terbentuk dari tekanan kekuatan kutukan. Namun sekarang, karakter hitam kedelapan sudah mulai terbentuk. Di saat yang bersamaan, Nova tampak mengkhawatirkan Chandra dalam diam. Apa mungkin Chandra bisa menekan kekuatan kutukan sebesar itu? Bahkan dirinya saja tidak sanggup untuk menekannya. Namun, kekhawatiran Nova seketika mereda setelah melihat Chandra yang tidak terluka sedikit pun. Pertarungan di area ini sudah berhenti untuk sementara waktu setelah kemunculan Chandra, tapi tidak dengan area lain. Di bagian
Chandra mengeluarkan Segel Kerajaan tanpa ragu dan mulai mengaktifkannya. Segel Kerajaan itu segera melayang ke atas dan muncul di atas kepala Nova. Tidak lama kemudian, karakter misterius yang terukir di Segel Kerajaan tiba-tiba hidup dan memunculkan kekuatan dahsyat dan menarik kekuatan kutukan dari dalam tubuh Nova. Kabut hitam muncul dari kepala Nova dan masuk ke dalam Segel Kerajaan . Di saat yang bersamaan, kekuatan itu juga merasuk ke dalam tubuh Chandra yang membuat tubuhnya seketika bergetar. Kekuatan kutukan ini sangat besar, sampai Chandra tidak mampu menahannya. Retakan tiba-tiba muncul di tubuh Chandra. Dia bergegas duduk bersila di atas tanah dan mulai mengaktifkan jurus kutukan dan karakter misterius di dalam tubuhnya. Kedua hal itu bergabung dan mengalir masuk bersama dengan kekuatan kutukan di dalam tubuhnya. Di sisi lain, para binatang buas dan manusia yang berada di sekelilingnya melihat peristiwa ini dengan penuh keterkejutan. “Ini?” Burando benar-benar terkej
Nova telah dikendalikan oleh kekuatan kutukan selama puluhan ribu tahun. Dia selalu berada dalam keadaan yang membingungkan. Terkadang dia sadar kembali, tapi dalang dari semua kejadian ini langsung kembali memasang segel di tubuh Nova dan menahan kesadarannya. Bahkan kesadaran Nova sempat disegel kembali sebelum pertempuran ini dimulai. Dia juga tidak menunjukkan tanda-tanda sadar kembali ketika menyerang putrinya sendiri. Nova baru berhasil mendapatkan kesadarannya kembali setelah berhasil menghancurkan formasi dan melukai para prajurit kuat karena kekuatan Pedang Suci Zuwei yang ada di tangannya yang menekan kekuatan kutukan di dalam dirinya. Dia berhasil melukai banyak prajurit kuat hanya dalam satu serangan. Bahkan prajurit seperti Burando saja sampai mendapatkan luka yang cukup serius. Para prajurit yang terluka langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah Chandra. Burando tampak mengerutkan keningnya seraya bergumam, “Apa yang Chandra lakukan? Kenapa dia membantu Zanovar?”S
Darah menetes dari mulutnya dengan air mata yang berlinang, dia terisak seraya berkata, “Guru, dia ... dia adalah ibuku. Ibuku telah dirasuki. Pikirkanlah cara untuk menyelamatkannya.”Tetua Agung langsung mengerutkan keningnya. Selama ini, dia memang sudah mencurigai identitas Dewi. Oleh karena itu, dia tidak terlalu terkejut setelah Dewi mengakui identitasnya. “Dewi, aku tidak mampu melakukannya. Bagaimanapun juga, ibumu harus mati. Jika tidak, kedamaian tidak akan terwujud di dunia ini.”“Hwaaaa....”Dewi berteriak sambil terus menangis. Dia adalah seorang Kaisar Semu dan tidak pernah menangis selama puluhan ribu tahun. Namun sekarang, dia menangis dengan pilu. “Sembuhkanlah dirimu sendiri,” pungkas Tetua Agung sebelum pergi kembali ke medan pertempuran. Dewi berusaha untuk berdiri. Hatinya terasa sakit setelah melihat Nova yang terus-menerus diserang tanpa henti. Di sisi lain, Chandra berdiri di atas langit sambil melihat ke arah medan pertempuran. Dia terlihat mengepalkan tang
Ekspresi Chandra terlihat sangat serius. Di sisi lain, Nova dikelilingi oleh para prajurit kuat. Prajurit terlemah berada di tingkat Kaisar Semu. Bahkan ada sosok dengan kekuatan Kaisar Agung di antara mereka. Nova tidak mampu menahan serangan semua prajurit kuat itu. Tubuhnya terus-menerus terluka oleh semua serangan mereka. “Kaisar Ceptra, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Chandra kepada Kaisar Ceptra. Tidak lama kemudian, Kaisar Ceptra berkata dari dalam Istana Abadi, “Chandra, aku sudah jelaskan kalau aku tidak bisa asal turun tangan. Bahkan aku tetap tidak bisa mengatasi situasi ini, sekalipun aku turun tangan.”“Roh Penunggu, bagaimana denganmu? Apa kamu bisa turun tangan? Selamatkan Nova dan bawa dia pergi dari sini.”Roh Penunggu berkata, “Kekuatanku tidak sebanding dengan mereka semua. Sosok prajurit terlemah saja berada di tingkat Kaisar Semu dan di antara mereka juga ada Kaisar Agung. Walaupun tingkat kekuatanku bisa setara dengan seorang Kaisar Agung, tapi se
Dewi melihat pertarungan sengit di depan. Setelah berpikir sejenak, dia baru berkata, “Mereka nggak terlalu kuat. Karena kamu nggak bisa bantu, biar aku saja. Yang penting bisa selamatkan sebanyak mungkin.”Namun, Chandra langsung menghentikan Dewi.“Ada apa?” Dewi menatap Chandra dengan bingung.“Sekarang kita nggak bisa khawatirkan nyawa makhluk lain. Hal yang paling penting saat ini adalah temukan Nova secepat mungkin dan cari cara untuk bawa dia pergi dari sini. Begitu kita temukan Nova dan bawa dia ke tempat yang aman, aku mungkin punya cara untuk patahkan kutukannya.”Chandra berasal dari Bumi di Zaman Kiamat. Bumi di Zaman Kiamat, orang-orang meninggal setiap hari karena kutukan. Chandra sudah terbiasa dengan hidup dan mati. Dia bukan seorang penyelamat. Dia tidak bisa menyelamatkan semua orang.Di antara istri sendiri dan nyawa-nyawa lain yang tak terhitung jumlahnya, Chandra memilih istrinya. Bukan karena Chandra egois, melainkan karena dia belum memiliki kekuatan untuk menyel
Nova juga tertembak dua kali, kedua peluru itu mengenai kakinya. Dia sebenarnya ingin sekali membawa Chandra pergi.Namun, Nova dapat merasakan darah mengalir dari kakinya. Jika Nova bergerak lagi, dirinya akan mati kehabisan darah. Dan apalagi, setiap kali bergerak, rasa sakit yang hebat seketika me
Di rumah keluarga Kurniawan.Nova membanting ponselnya dengan marah.“Bruk!” Ponsel itu menghantam dinding dan terpental ke lantai, langsung hancur.“Kesal sekali.” Dia duduk dengan marah di sofa.“Nova, ada apa? Kenapa bisa semarah seperti itu?” tanya Yani ketika berjalan mendekat dan melihat ponsel No
“Kamu ingin menggunakan rahasia dari Lukisan Gunung Merabu untuk meminta bantuan Kakek?”“Iya.” Chandra mengangguk.Sekarang posisinya sangat berbahaya dan kapan pun bisa menghadapi kematian. Hanya Ronald yang bisa melindunginya. Hanya dengan menukarkan rahasia Lukisan Gunung Merabu yang bisa membuat
Sonia menghindar dengan cepat, tetapi sedikit terlambat sehingga dia terluka karena jarum yang terpental tersebut. Chandra jatuh tersungkur di kasur dan Ronald banjir keringat. Dia mengusap keringat di wajahnya sambil menatap Chandra yang terbaring di kasur.Dengan kagum dia berkata, “Anak ini sunggu







