Share

Perjalanan ke Gunung Xin Ji

Penulis: Strawberry
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-12 10:41:06

Pemandangan Jenderal Chen Xu yang berlutut di tanah Paviliun Dingin terus menghantui setiap tarikan napas Li Lian. Meski tidak ada kata cinta yang terucap, tindakan itu telah menghantam benteng emosinya hingga hancur berkeping-keping. Pria itu mempertaruhkan kehormatan militer dan kepalanya sendiri demi keselamatannya.

Namun, Li Lian bukan wanita yang hanya bisa menangis di pojokan.

Di balik diamnya saat Zhao Xinyi pergi dengan tawa kemenangan, otak Li Lian bekerja secepat kilat. Ia tahu, sela
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Kehamilan

    "Kasim Zang! Masuk!"Sosok tinggi kurus dengan langkah yang tak bersuara masuk ke dalam aula. Kasim Zang, orang kepercayaan paling setia sekaligus algojo bayangan Ibu Suri, membungkuk dalam. Matanya yang sipit dan dingin segera tertuju pada Li Lian, menyapu bekas tamparan yang mulai membiru di pipi gadis itu tanpa ekspresi sedikit pun."Kasim Zang, mulai detik ini, kau akan mengawasi setiap hela napas Li Lian," perintah Ibu Suri dengan nada yang tidak terbantahkan. "Bawa Putri Agung ke paviliun samping Istana Merak Emas. Li Lian akan tinggal di sana dan merawatnya sampai benar-benar sembuh. Tidak ada satu pun obat yang masuk ke mulut Putri tanpa seizinmu, dan tidak ada satu pun orang yang boleh menemui Li Lian—terutama Jenderal pengkhianat itu."Li Lian mengepalkan tangannya di balik lengan baju, namun wajahnya tetap tenang. Ia tahu bahwa berada di bawah pengawasan Kasim Zang sama saja dengan berjalan di atas mata pedang.Ibu Suri kemudian mendekatkan wajahnya ke telinga Li Lian, ar

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Merawat Putri Zhao Xinyi

    "Kenapa kau diam?" cecar Ibu Suri, suaranya kian menusuk. "Apakah kau sadar bahwa kau adalah kehancuran bagi Chen Xu? Jika dia dihukum mati esok hari karena desersi, maka kaulah yang memegang pisau eksekusinya! Kau menyeretnya ke dalam lubang kehinaan hanya karena ego cintamu yang picisan!"Kata-kata itu terus menyerang tanpa henti. Li Lian menyadari, jika ia terus diam, Ibu Suri akan terus bicara tanpa akhir, menggunakan otoritasnya untuk menghancurkan mentalitas Li Lian sebelum ia sempat menyelamatkan nyawa sang Putri. Li Lian akhirnya berhenti bekerja sesaat. Ia mendongak, menatap langsung ke dalam mata Ibu Suri yang haus akan kekuasaan."Jika Anda terus bicara tanpa henti, Yang Mulia, hamba khawatir Putri Agung benar-benar akan pergi sebelum Anda sempat menyalahkan orang lain atas kematiannya," potong Li Lian dengan suara yang rendah namun mampu menghentikan rentetan kata Ibu Suri.Tangan Ibu suri mengepal erat di sisi tubuhnya, dia ingin menampar Li Lian tapi menahan dirinya k

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!    Kedamaian yang Terenggut

    Musim dingin pagi itu mendadak terasa hangat, seolah-olah matahari yang menyembul di ufuk timur sengaja memberikan penghormatan pada kedamaian yang baru saja tercipta di Paviliun Pengobatan. Langit biru cerah tanpa awan memantulkan cahaya pada butiran salju yang membeku di dahan-dahan pohon plum, membuatnya berkilauan layaknya permata yang ditaburkan semesta. Li Lian berdiri di depan jendela, menghirup udara pagi yang segar dan tajam. Ada lengkungan tipis di bibirnya—sebuah senyuman yang jarang terlihat. Sisa-sisa kehangatan dari pelukan Chen Xu semalam masih terasa di bahunya, dan aroma dingin pegunungan yang maskulin seolah masih tertinggal di udara kamarnya. Hatinya yang selama ini dingin dan penuh perhitungan, pagi ini merasa begitu ringan, seolah-olah beban ribuan tahun telah terangkat hanya oleh sebuah janji setia. Ia merasa seolah-olah dunia baru saja memberikan izin padanya untuk bahagia sebentar saja.Namun, kegembiraan itu mulai terusik saat telinganya menangkap suara-su

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Penyatuan Sesungguhnya

    Li Lian mendongak. Matanya yang jernih beradu dengan tatapan Chen Xu yang membara. Ada ketakutan di sana, namun tertutup oleh pengabdian yang mendalam. Jemarinya yang masih berada di atas sabuk jubah Chen Xu gemetar, siap untuk melakukan langkah terjauh dalam hidupnya."Dantian ke Dantian... sentuhan yang akan mengikat aliran hidup kita menjadi satu," bisik Li Lian sekali lagi, seolah mencoba meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini adalah satu-satunya jalan.Namun, tepat sebelum jemari Li Lian bergerak lebih jauh, tangan besar Chen Xu yang kasar namun hangat menggenggam kedua tangan mungil itu. Ia menghentikan gerakan Li Lian.Chen Xu menarik napas panjang, suaranya parau dan berat, seolah setiap kata yang keluar adalah perjuangan melawan rasa sakit yang membakar di dalam dadanya."Lian’er... dengarkan aku," ucap Chen Xu sembari membawa tangan Li Lian ke dadanya, tepat di mana jantungnya berdegup kencang."Aku tidak ingin kita melakukannya sekarang. Tidak dengan cara seperti ini."Li Li

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Dantian

    "Katakan!" tuntut Chen Xu. Suaranya rendah namun penuh penekanan, seolah rasa sakit yang selama ini ia tanggung di perbatasan utara sudah mencapai puncaknya.Li Lian perlahan melepaskan diri dari dekapan Chen Xu, namun ia tidak menjauh. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan rambut hitamnya menutupi rona merah yang kini menjalar hingga ke lehernya. Jemarinya meremas ujung jubah hitam sang Jenderal dengan gugup.Rasa ragu menyusup di dalam hatinya, apakah Chen Xu akan percaya begitu saja atau dia malah akan menertawainya dan menganggap itu hal yang tabu. Yang terburuk, bagaimana kalau Chen Xu menganggap dia cabul?Tapi……."Penyakit kutukan ini... racun yang mengikat aliran energi Anda hanya bisa dinetralkan melalui penyaluran energi Dantian ke Dantian," Li Lian menjeda, tenggorokannya terasa kering.Ia bisa merasakan tatapan Chen Xu yang semakin tajam, seolah sedang menguliti setiap lapisan pertahanannya."Sentuhan kulit secara langsung harus dilakukan tanpa penghalang," lan

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Sepuluh Ribu Tahun

    Chen Xu terdiam, menatap bayangan naga di dalam giok itu, lalu beralih menatap wajah Li Lian yang tertunduk. Ia bisa melihat rona merah di pipi gadis itu. Tanpa berkata-kata, Chen Xu mengulurkan tangannya yang kasar, menarik tubuh ramping Li Lian ke dalam pelukannya yang kokoh.Li Lian tersentak, tubuhnya sempat menegang karena canggung. Ia tidak terbiasa dengan kontak fisik yang begitu intim, namun kehangatan dari dada zirah Chen Xu dan aroma maskulin yang menenangkan perlahan meruntuhkan pertahanannya. Ia membiarkan kepalanya bersandar di dada bidang sang Jenderal, mendengarkan detak jantung pria itu yang ternyata berdegup sama kencangnya dengan miliknya."Jika dia takut pada kita yang bersatu," bisik Chen Xu di telinga Li Lian, membuat bulu kuduk gadis itu meremang, "maka biarlah dia melihat ketakutannya menjadi kenyataan. Aku tidak akan membiarkanmu menghadapi ular itu sendirian lagi, Lian’er."“Dan….karena kamu sudah tahu banyak, maka mulai saat ini aku tidak akan kembali ke u

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status