공유

Bab 61. Menghilang

작가: Mylilcosmos
last update 게시일: 2026-01-20 06:01:01

Keesokan harinya, keributan dari luar kamar membangunkan Li Yuan. 

Ia meregangkan sejenak lehernya yang terasa sedikit kaku sebelum dengan perlahan bangun dari lantai.

Dahinya berkerut, terganggu oleh suara-suara berisik yang tampaknya berasal dari kamar di sebelah.

Itu kamar Mo

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 255

    Salep yang dioleskan terasa dingin di kulit. Aroma krisan yang lembut dan familiar tercium darinya.Dengan penerangan lampu minyak di atas meja, wajah orang itu setengah tersinari cahaya temaram, setengah lagi nyaris tenggelam dalam bayangan.Pria itu sangat dekat. Ia bahkan bisa melihat dengan jelas tahi lalat yang sangat kecil, tidak akan terlihat dari jarak jauh, yang menempel di sudut matanya.Ketika ia menundukkan matanya, alis tebal sepekat tinta membentuk garis tegas yang membingkai mata milik pria itu, menarik perhatiannya.Ia tiba-tiba memiliki sebuah pikiran konyol.Bagaimana rasanya jika ia menelusuri lekuk alis legam itu dengan jari-jarinya? Apakah itu akan terasa kasar? Ataukah akan terasa lembut?Memikirkan ini, tatapannya masih berlama-lama di wajah pria itu. Mengamati bulu matanya yang tebal bergetar tipis di bawah cahaya. Ekspresinya terlihat begitu tenang. Akan tetapi, ia tidak menyangka mata gelap itu tiba-tiba terangkat dan bertemu dengan miliknya, bertaut sebenta

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 254

    Teringat sesuatu, Li Yuan bertanya, “Omong-omong soal garam, aku ingat saat kita berada di Huangcheng dan di Jingfu. Bagaimana masalah kelangkaan itu akan diatasi pada akhirnya?”Bara di depan mereka berpendar merah dengan lidah api kecil yang sesekali menjilat mengusir hawa dingin dari angin yang bertiup. Cahaya jingga memantul pada wajah pria yang duduk di samping, membuat garis wajahnya tampak lebih lembut. Sorot matanya yang memantulkan lidah api oranye menajam sesaat. “Masalah ini sudah dilaporkan kepada Kaisar beberapa waktu yang lalu, dan dekrit yang memerintahkan agar wilayah yang tidak terdampak kelangkaan membantu yang mengalami krisis sudah turun. Aku yakin dalam beberapa hari ke depan, wilayah-wilayah itu sudah bisa melihat hasilnya.”Kepalanya kemudian menengadah ke atas sebelum perlahan diturunkan kembali. Ia mendesah pelan, berkata lagi, “Musim dingin hampir tiba. Seharusnya masih belum terlalu terlambat bagi orang-orang untuk mempersiapkan hal-hal yang penting.”Meski

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 253

    “Kemari dan bantu,” ujarnya. Ia menyodorkan kedua tangan dengan lengan bajunya yang menjuntai. Ikan di dalam baskom tidak terlalu terlihat di bawah penerangan seadanya. Li Yuan masuk ke dalam dan mengambil lentera lain, menyalakannya dan membawanya keluar.Ia juga telah membawa sebuah tali kain tipis bersamanya.Lentera di letakkan di atas penutup sumur yang sebelumnya telah dikirimkan pria itu dari bengkel tukang kayu. Pendar cahaya yang ada kini membuat hal-hal terlihat lebih jelas.Li Yuan menghampiri pria itu, tangannya terulur untuk mengumpulkan ujung lengan bajunya, menyingsingkannya hingga mencapai siku, lalu mengikatnya dengan tali tipis, menahan kain agar tidak jatuh kembali. “Selesai.”“Terima kasih.”Tuan Kedua Wu menggeser sedikit tubuh Li Yuan ke samping, berkata, “Duduklah di dalam. Di sini cukup dingin. Tunggu aku selesai membersihkan ikan-ikan ini dan kita bisa memanggangnya.”Laki-laki itu mengambil bangku rendah, menimba air secukupnya ke dalam ember dan mulai beke

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 252

    Hanya satu lentera yang menyala di depan rumah. Masih bergoyang pelan oleh angin yang berhembus. Bayangannya timbul-tenggelam, membuat pemandangan menjadi gelap dan temaram sekali waktu.Semak rimbun di dekat sumur bergemerisik pelan. Sosok gelap yang ada di balik tanaman perlahan menjadi lebih tinggi, hingga membentuk bayangan setinggi orang dewasa.Kuan’er tak kuasa bernapas dengan berat. Pikirannya kosong. Tatapannya terpaku pada bayangan samar itu.“Si-siapa di sana!” Suaranya yang dipaksakan tegar hanya menghasilkan suara mencicit kecil.Semak rimbun di depan bergemerisik lebih keras. Suara ranting halus patah terdengar ketika sosok itu melangkah keluar perlahan, lalu gerakannya tiba-tiba menjadi cepat, memutus jarak sekejap dari anak kecil itu.Mata Kuan’er membuka lebih lebar, ia refleks menyeret dirinya mundur ke belakang sekuat tenaga, menghindar dari orang asing yang menyerbu ke arahnya.“Sembunyikan aku. Cepat sembunyikan aku!”Anak laki-laki itu tidak lagi mendengar kata-k

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 251

    Senyum pria itu telah lama lenyap, berganti sikap kakunya yang biasa.Ia tidak menatap gadis yang bertanya, pun menjawab pertanyaannya. Akhirnya hanya menganggukkan kepalanya sedikit, membenarkan sapannya.Mengabaikan sikapnya yang dingin, Mo Yifei terus bertanya apakah dia memiliki karya terbaru dan memberitahu bahwa dia bersedia membayar di depan untuk bisa memiliki lukisannya.“Aku penggemar lukisan-lukisan Anda. Sebentar lagi nenekku akan berulang tahun, karena beliau menghargai lukisan, jadi kupikir sebaiknya menghadiahkan sebuah lukisan tinta yang bagus untuknya.” Matanya membesar penuh antusias. “Yan Jiu Lang, sebutkan saja harganya, berapapun itu, aku akan mengusahakannya. Tidak perlu repot-repot lagi menjualnya di toko.”Berbicara begitu banyak, pria di kursi hanya menggeleng.Mo Yifei mengerutkan alisnya, setelah berpikir sejenak, ia mengangguk cepat sekali, “Aku mengerti. Kalau begitu, bagaimana jika Anda bawakan dulu lukisannya dan kita akan berdiskusi mengenai harganya n

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 250

    Xiulan tersenyum kecil. Ia menghampirinya yang masih berjongkok di lantai lalu membantunya berdiri.Memberitahunya, “Nona, Tuan Muda tadi berkata, jika Anda menyukai lukisan ini, Anda bisa menyimpannya.” Xiulan merapikan ujung gaunnya yang terlipat.Mo Yifei tidak percaya dengan apa yang ia dengar. “Bagaimana bisa diberikan begitu saja? Apakah dia tidak tahu betapa populernya karya Pelukis Senja saat ini? Bahkan di toko-toko tidak ada lagi lukisan yang tersisa...”Ketika Xiulan mendekatkan mulutnya ke telinga nona mudanya, membisikkan sesuatu, Mo Yifei bagai tersambar petir, tercengang dan kehilangan kata-kata untuk waktu yang cukup lama.Sementara itu, para pelayan dan tamu yang melihat kekacauan barusan telah bubar.Xiulan menepuk Mo Yifei yang terus melihat ke arah orang tadi menghilang, membujuk, “Nona, sadarlah! Kita harus pergi ke sebelah barat paviliun, kalau tidak, Nona Yuan dan Tuan Muda Sepupu akan cemas.”—-Sebelah barat kompleks restoran, berjejer beberapa dermaga kecil.

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 102. Wanita yang Tidak Bisa DIremehkan

    Daun-daun kering beterbangan saat kakinya terlontar kuat. Bagai anak panah terlepas dari busur yang meregang penuh, tubuhnya melesat ke depan. Lurus ke arah lawan.Bilah perak berkilau pucat, membelah udar

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 101. Pengkhianat

    Belum berapa lama Han Liu Lang pergi, Li Yuan mendengar suara logam yang berbenturan berasal dari hutan di belakang.Bahu dan punggungnya seketika menegang.

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 100. Jalur Pegunungan

    “Jenderal!”Sosok berjubah coklat kusam melangkah maju dari balik bayangan, menurunkan tudung tipisnya sebelum membungkuk dalam-dalam.“Kau berhasil menemukanku.” senyum tipis terlihat di wajah Tuan Kedua Wu.Pengawal bayangan itu masih membungkuk. “Feng Wu telah lalai! Membuat Jenderal kesulitan se

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 99. Daun yang Berbeda

    Para petugas melihat raut kesal di wajah wanita itu. Sebuah gumaman pelan darinya membuat mereka menajamkan telinga. Namun percuma saja, terlalu pelan.Mereka saling bertukar pandang dengan tatapan bertany

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status