Partager

Bab 61. Menghilang

Auteur: Mylilcosmos
last update Date de publication: 2026-01-20 06:01:01

Keesokan harinya, keributan dari luar kamar membangunkan Li Yuan. 

Ia meregangkan sejenak lehernya yang terasa sedikit kaku sebelum dengan perlahan bangun dari lantai.

Dahinya berkerut, terganggu oleh suara-suara berisik yang tampaknya berasal dari kamar di sebelah.

Itu kamar Mo

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 261

    Li Yuan sekali lagi menoleh ke arah pintu di pekarangan yang seakan bisa kapan saja berpindah jika dia tidak memperhatikannya.Rulan baru saja datang dan membawakan mereka semangkuk besar rebusan daging, berkata bahwa ibunya pagi tadi mendapatkan daging dengan cuma-cuma dari kenalan lama di pasar.Setelah berbincang singkat, ia kemudian pamit pada Li Yuan dan kembali ke sebelah.Memastikan pintu samping di mana wanita muda itu baru saja keluar telah dipalang, Li Yuan beranjak ke teras depan kamarnya, bergabung dengan Kuan’er di sana.Seperti dirinya, bocah laki-laki itu juga terus-terusan menoleh ke pintu gerbang, seolah sedang menantikan tamu yang biasanya akan muncul di baliknya. Akan tetapi, sudah dua hari ini tak satupun sosok itu muncul lagi di halaman kecil mereka.“Berhenti melihat,” Li Yuan menyela. Ia mengisi mangkuk anak laki-laki itu dengan sup daging, berkata, “Cepatlah makan lalu tidur. Karena besok libur, aku akan mengajakmu pergi berbelanja pakaian hangat.”Bocah itu de

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 260

    Beberapa hari berlalu setelah kunjungan Wu Zhaojun dengan kotak penganannya ke halaman kecil Li Yuan.Di pekarangan rumah sewa, di bawah pohon elm, si pria jangkung duduk tak bergerak dalam waktu lama. Satu tangannya bersandar di atas meja, sementara kepalanya sedikit ditengadahkan ke atas. Entah sudah berapa kali helaan napas panjang lolos dari bibirnya.Cha Min datang dengan membawa peralatan teh dari dalam, memandang bingung sesaat sebelum melangkah cepat menghampiri sang majikan.Suara nampan kayu dan tungku perunggu kecil yang diletakkan di atas meja membuyarkan lamunan orang yang duduk. Ia segera menggeser tungku lebih dekat padanya dan bersiap menyalakan api.Sambil menempatkan satu per satu peralatan d

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 259

    Setelah Feng San selesai dengan laporannya, giliran Feng Ba maju dan melaporkan apa yang ia ketahui dari balai pemerintah.“Wen Wuxi disebutkan mengundurkan diri secara sukarela, dengan alasan ia akan kembali ke kampung halaman untuk menyiapkan pernikahannya. Bawahan tidak menemukan hal lain yang mencurigakan dari ini,” lapornya.Tuan Kedua Wu kembali menyangga dagunya, pandangannya menajam. Ia bertanya, “Apakah sepasang kekasih itu sempat bertemu sebelum Wen Wuxi kembali ke Qingxi?”Dua bawahan di bawah saling bertatapan, kemudian, Feng San yang menyelidiki ke kediaman bangsawan segera menjawab, “Jenderal, bawahan mendengar dari pelayan nona muda itu, mereka memang bertemu diam-diam di sebuah kedai teh terpencil malam sebelum Wen Wuxi kembali ke Qingxi. Bahkan nona muda itu dikatakan membungkus beberapa perhiasan berharga miliknya untuk diberikan kepada kekasihnya. Menurut pelayan itu, nona mudanya tahu bahwa Wen Wuxi yatim piatu, hidup tidak mudah, untuk itu dia berinisiatif memban

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 258

    Malam hari di rumah sewa.Cha Min masuk tergesa-gesa dari luar, mengetuk pintu ruang kerja sang majikan dan membukanya setelah ada sahutan dari dalam.Ia membungkuk cepat, berkata, “Tuan Muda, Xiao Ba dan Lao San telah kembali dari Yulin.”Tuan Kedua Wu menurunkan lembar gulungan yang tengah dipegangnya. Ia sedikit tergesa ketika memerintahkan, “Panggil mereka berdua.”“Baik.”Beberapa saat kemudian, Feng Ba dan Feng San berjalan masuk ke dalam ruangan, berlapis debu perjalanan yang masih menempel di mantel mereka. Mendengar sang jenderal memanggil, mereka tidak lagi peduli untuk membersihkan diri terlebih dulu.

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 257

    “A-Yuan, kau merawat tanaman-tanaman di paviliun dengan sangat baik. Lihat, Bunga Tengkorak Hijau ini bakal bunganya telah semakin besar. Mungkin beberapa dalam waktu bunganya sudah akan mekar sepenuhnya…”Qijue masih mengamati tanaman kerdil di dalam pot tanpa menyentuhnya, memperhatikan setiap batang hingga permukaan daunnya yang berwarna gelap.Di deretan rak depan, Li Yuan tengah menambahkan tanah pada pot salah satu tanaman. Tanpa berbalik ia bertanya, “Jika bunganya mekar, apakah Guru akan mengizinkan untuk memetiknya sebelum itu layu?”Langkah pria itu terdengar semakin dekat. “Kau bermaksud mengekstraknya untuk membuat racun?”“Mmh.”“Itu mudah. Kau bisa bertanya terlebih dulu pada Guru.”Qijue telah berhenti tepat di sebelahnya. Pria itu menggeser ember berisi tanah lebih dekat pada Li Yuan. Suaranya terdengar penuh rahasia ketika ia bertanya, “A-Yuan, kau tahu khasiat racun dari bunga itu, akan kau gunakan untuk apa?”Li Yuan berhenti menambahkan tanah, menoleh padanya sekil

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 256

    Di awal pagi hari, kantor pemerintahan yang buka saat matahari baru saja menyentuh bubungan atap, sudah hidup oleh aktivitas.Dua orang penjaga berseragam gelap bersiaga di kiri-kanan gerbang dengan tongkat panjang yang berdiri tegak di sisi mereka. Pandangan mereka yang tanpa ekspresi tak lepas dari warga yang berbaris masuk ke balai pemerintah.Masuk ke halaman depan, beberapa pemohon terlihat berdiri di dekat tembok, menunggu audiensi dengan pejabat.Di ruang arsip, di bangunan samping, Tuan Kedua Wu dan Cha Min sedang duduk di depan meja menunggu seorang petugas mencarikan catatan yang diminta.“Tuan Jenderal, mengapa Anda membutuhkan catatan pemeriksaan mayat Wen Wuxi? Orang itu ditemukan bunuh diri di rumahnya, apakah ada yang mencurigakan tentang ini?” Petugas di belakang meja bertanya sambil tangannya memilih-milih dengan cekatan dari susunan buku pada lemari panjang yang berisi tumpukan kertas dan gulungan.“Aku perlu m

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 48. Misteri Hilangnya Para Wanita

    Di luar, tidak terlalu ramai orang berlalu lalang. Pandangan mereka segera tertuju pada kerumunan kecil orang tidak jauh dari sana. Orang-orang itu tengah berkerumun di depan sebuah papan besar beratap kecil di atasnya.Ketika mereka bertiga mendekat, mereka segera mengetahui bahwa itu adalah papa

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 47. Mengunjungi Pusat Kota

    Li Yuan merenung.Anggrek Chunlan. Waktu yang tepat untuk mencari tanaman ini di hutan adalah saat musim semi, ketika bunganya telah mekar, aromanya akan tercium dari jauh yang memudahkannya untuk ditemukan.Pada dasarnya, anggrek ini hampir tidak bisa dibedakan dengan rumput biasa. Untuk menemukann

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 46. Lonceng Senja

    Kembali ke penginapan, Li Yuan mengeluarkan sapu tangan berisi bunga dan menaruhnya di meja.Ia keluar lagi dan meminta sebuah guci keramik pada pelayan penginapan. Kemudian mengisi guci dengan air yang telah ditambahkan garam ke dalamnya.Untuk mendapatkan barang-barang ini, Li Yuan harus mengelua

  • Jenderal dan Pembunuh Bayaran Wanita   Bab 45. Gucheng

    Gucheng merupakan sebuah kota kecil yang terletak tepat di bawah kaki gunung. Sungai Yinlu yang mengalir melewatinya menciptakan kondisi lingkungan yang sangat menguntungkan bagi vegetasi yang tumbuh di area itu.Tanah yang subur serta bentang alamnya sangat mendukung pertumbuhan tanaman obat maupu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status