LOGINKeesokan harinya, keributan dari luar kamar membangunkan Li Yuan.
Ia meregangkan sejenak lehernya yang terasa sedikit kaku sebelum dengan perlahan bangun dari lantai.
Dahinya berkerut, terganggu oleh suara-suara berisik yang tampaknya berasal dari kamar di sebelah.
Itu kamar Mo
Setelah Feng San selesai dengan laporannya, giliran Feng Ba maju dan melaporkan apa yang ia ketahui dari balai pemerintah.“Wen Wuxi disebutkan mengundurkan diri secara sukarela, dengan alasan ia akan kembali ke kampung halaman untuk menyiapkan pernikahannya. Bawahan tidak menemukan hal lain yang mencurigakan dari ini,” lapornya.Tuan Kedua Wu kembali menyangga dagunya, pandangannya menajam. Ia bertanya, “Apakah sepasang kekasih itu sempat bertemu sebelum Wen Wuxi kembali ke Qingxi?”Dua bawahan di bawah saling bertatapan, kemudian, Feng San yang menyelidiki ke kediaman bangsawan segera menjawab, “Jenderal, bawahan mendengar dari pelayan nona muda itu, mereka memang bertemu diam-diam di sebuah kedai teh terpencil malam sebelum Wen Wuxi kembali ke Qingxi. Bahkan nona muda itu dikatakan membungkus beberapa perhiasan berharga miliknya untuk diberikan kepada kekasihnya. Menurut pelayan itu, nona mudanya tahu bahwa Wen Wuxi yatim piatu, hidup tidak mudah, untuk itu dia berinisiatif memban
Malam hari di rumah sewa.Cha Min masuk tergesa-gesa dari luar, mengetuk pintu ruang kerja sang majikan dan membukanya setelah ada sahutan dari dalam.Ia membungkuk cepat, berkata, “Tuan Muda, Xiao Ba dan Lao San telah kembali dari Yulin.”Tuan Kedua Wu menurunkan lembar gulungan yang tengah dipegangnya. Ia sedikit tergesa ketika memerintahkan, “Panggil mereka berdua.”“Baik.”Beberapa saat kemudian, Feng Ba dan Feng San berjalan masuk ke dalam ruangan, berlapis debu perjalanan yang masih menempel di mantel mereka. Mendengar sang jenderal memanggil, mereka tidak lagi peduli untuk membersihkan diri terlebih dulu.
“A-Yuan, kau merawat tanaman-tanaman di paviliun dengan sangat baik. Lihat, Bunga Tengkorak Hijau ini bakal bunganya telah semakin besar. Mungkin beberapa dalam waktu bunganya sudah akan mekar sepenuhnya…”Qijue masih mengamati tanaman kerdil di dalam pot tanpa menyentuhnya, memperhatikan setiap batang hingga permukaan daunnya yang berwarna gelap.Di deretan rak depan, Li Yuan tengah menambahkan tanah pada pot salah satu tanaman. Tanpa berbalik ia bertanya, “Jika bunganya mekar, apakah Guru akan mengizinkan untuk memetiknya sebelum itu layu?”Langkah pria itu terdengar semakin dekat. “Kau bermaksud mengekstraknya untuk membuat racun?”“Mmh.”“Itu mudah. Kau bisa bertanya terlebih dulu pada Guru.”Qijue telah berhenti tepat di sebelahnya. Pria itu menggeser ember berisi tanah lebih dekat pada Li Yuan. Suaranya terdengar penuh rahasia ketika ia bertanya, “A-Yuan, kau tahu khasiat racun dari bunga itu, akan kau gunakan untuk apa?”Li Yuan berhenti menambahkan tanah, menoleh padanya sekil
Di awal pagi hari, kantor pemerintahan yang buka saat matahari baru saja menyentuh bubungan atap, sudah hidup oleh aktivitas.Dua orang penjaga berseragam gelap bersiaga di kiri-kanan gerbang dengan tongkat panjang yang berdiri tegak di sisi mereka. Pandangan mereka yang tanpa ekspresi tak lepas dari warga yang berbaris masuk ke balai pemerintah.Masuk ke halaman depan, beberapa pemohon terlihat berdiri di dekat tembok, menunggu audiensi dengan pejabat.Di ruang arsip, di bangunan samping, Tuan Kedua Wu dan Cha Min sedang duduk di depan meja menunggu seorang petugas mencarikan catatan yang diminta.“Tuan Jenderal, mengapa Anda membutuhkan catatan pemeriksaan mayat Wen Wuxi? Orang itu ditemukan bunuh diri di rumahnya, apakah ada yang mencurigakan tentang ini?” Petugas di belakang meja bertanya sambil tangannya memilih-milih dengan cekatan dari susunan buku pada lemari panjang yang berisi tumpukan kertas dan gulungan.“Aku perlu m
Salep yang dioleskan terasa dingin di kulit. Aroma krisan yang lembut dan familiar tercium darinya.Dengan penerangan lampu minyak di atas meja, wajah orang itu setengah tersinari cahaya temaram, setengah lagi nyaris tenggelam dalam bayangan.Pria itu sangat dekat. Ia bahkan bisa melihat dengan jelas tahi lalat yang sangat kecil, tidak akan terlihat dari jarak jauh, yang menempel di sudut matanya.Ketika ia menundukkan matanya, alis tebal sepekat tinta membentuk garis tegas yang membingkai mata milik pria itu, menarik perhatiannya.Ia tiba-tiba memiliki sebuah pikiran konyol.Bagaimana rasanya jika ia menelusuri lekuk alis legam itu dengan jari-jarinya? Apakah itu akan terasa kasar? Ataukah akan terasa lembut?Memikirkan ini, tatapannya masih berlama-lama di wajah pria itu. Mengamati bulu matanya yang tebal bergetar tipis di bawah cahaya. Ekspresinya terlihat begitu tenang. Akan tetapi, ia tidak menyangka mata gelap itu tiba-tiba terangkat dan bertemu dengan miliknya, bertaut sebenta
Teringat sesuatu, Li Yuan bertanya, “Omong-omong soal garam, aku ingat saat kita berada di Huangcheng dan di Jingfu. Bagaimana masalah kelangkaan itu akan diatasi pada akhirnya?”Bara di depan mereka berpendar merah dengan lidah api kecil yang sesekali menjilat mengusir hawa dingin dari angin yang bertiup. Cahaya jingga memantul pada wajah pria yang duduk di samping, membuat garis wajahnya tampak lebih lembut. Sorot matanya yang memantulkan lidah api oranye menajam sesaat. “Masalah ini sudah dilaporkan kepada Kaisar beberapa waktu yang lalu, dan dekrit yang memerintahkan agar wilayah yang tidak terdampak kelangkaan membantu yang mengalami krisis sudah turun. Aku yakin dalam beberapa hari ke depan, wilayah-wilayah itu sudah bisa melihat hasilnya.”Kepalanya kemudian menengadah ke atas sebelum perlahan diturunkan kembali. Ia mendesah pelan, berkata lagi, “Musim dingin hampir tiba. Seharusnya masih belum terlalu terlambat bagi orang-orang untuk mempersiapkan hal-hal yang penting.”Meski
Kedua orang itu, seorang pria bertubuh tinggi tegap, dan seorang wanita cantik berpenampilan heroik, berjalan bersisian di tepi jalan sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka. Li Yuan bertanya, “Apakah Murid Tabib tadi mengatakan bahwa tempat penyewaan kudanya berada di sekitar sini?” Pri
“Apa yang kau lakukan berdiri di sini?” Li Yuan memandang heran pada Tuan Kedua Wu yang berdiri hampir mematung di depan kamar, ketika ia tiba di atas.Pria itu tampak agak terkejut saat mendap
Setelah puas mengisi perut, mereka menaiki tangga menuju ke lantai dua, tempat kamar-kamar tamu berada. Suara tangga yang berderit setiap kali diinjak, menggema di seluruh ruangan bawah. Dari suara itu, orang-orang bisa tahu jika ada yang akan naik atau turun dari lantai atas.Begitu sampai di atas
Belum sempat melangkah lebih jauh saat bahu Wu Zhaojun ditepuk dari belakang.“Di sini.” dengan dagu, Li Yuan menunjuk sebuah halaman dengan rumah kayu dua lantai di sebelah kiri mereka, tepat







