Share

Bab 05. Dimulai.

Author: Zayn Z
last update publish date: 2026-04-14 09:01:13

Bab 05. Dimulai.

Dua tahun berlalu.

Lembah Kematian tak lagi seperti dahulu yang penuh dengan kematian dan penyakit aneh. Semua telah berubah sejak kemunculan dua kelompok baru.

Dari sekian banyak kelompok dan klan yang lahir dan tenggelam di tanah penuh darah itu, dua nama baru muncul dan langsung mengguncang keseimbangan kekuatan yang telah lama terbentuk.

Yang pertama…

Klan Pengadilan Hitam.

Sebuah nama lama yang kembali bangkit, namun kini dengan wajah dan kekuatan yang sepenuhnya berbeda. Tidak lagi sekadar bayangan masa lalu, melainkan entitas baru yang lebih terorganisir, lebih kejam, dan jauh lebih kuat dan mematikan

Yang kedua…

Kelompok Tabib Langit.

Sebuah kekuatan yang benar-benar baru. Tidak memiliki sejarah panjang, tidak memiliki akar lama namun kehadirannya langsung menjulang tinggi, menempatkan diri sebagai satu-satunya kelompok penyembuh di seluruh Lembah Kematian.

Dua entitas.

Dua wajah.

Namun… satu tubuh.

Semua orang di Lembah Kematian memahami satu hal yang tidak tertulis, menyerang salah satunya sama dengan mencari kematian.

Klan Pengadilan Hitam dikenal tanpa belas kasihan. Siapapun yang berani menyinggung kehormatan mereka akan diburu tanpa henti, hingga tak tersisa jejak.

Sementara itu, Kelompok Tabib Langit memegang kendali atas sesuatu yang jauh lebih berharga dari kekuatan…Nyawa.

Mereka adalah satu-satunya harapan bagi mereka yang terluka, diracuni, atau berada di ambang kematian. Dan karena itu, mereka memiliki kuasa untuk menentukan siapa yang layak hidup… dan siapa yang dibiarkan mati perlahan.

Jika sebuah klan berani membuat masalah dengan Klan Pengadilan Hitam…maka Kelompok Tabib Langit akan menutup pintunya bagi mereka.

Tak ada pengobatan,tak ada bantuan dan tak ada kesempatan kedua. Dan di tempat seperti Lembah Kematian Itu lebih kejam daripada hukuman mati itu sendiri.

Sinergi inilah yang membuat kedua kekuatan tersebut tumbuh dengan kecepatan yang mengerikan.

Dalam waktu dua tahun saja keduanya menjelma menjadi salah satu kekuatan terbesar yang tak tergoyahkan.

Namun yang paling menakutkan bukanlah kekuatan mereka,melainkan sosok di balik semuanya.

Pemimpin dari kedua entitas itu tidak pernah benar-benar terlihat.

Tidak ada yang tahu wajahnya, tidak ada yang tahu asal-usulnya.Namun satu hal pasti, keduanya saling mendukung meski dari balik bayangan.

Lembah Kematian perlahan berubah menjadi papan permainan.

Tempat di mana hidup dan mati… hanyalah bagian dari rencana besar yang sedang berjalan.

Dan kini rencana itu akan segera dimulai.

Di sebuah gua rahasia yang tersembunyi di Bukit Utara, cahaya api berpendar redup, memantulkan bayangan empat sosok yang duduk melingkar.

Di tengah mereka sosok pemuda berada.

Tian Fan.

Rambutnya kini lebih panjang, terikat sederhana di belakang. Tatapannya semakin dalam, dingin, dan penuh perhitungan. Aura yang dipancarkan bukan lagi aura seorang tabib… melainkan sesuatu yang lebih berbahaya.

Di hadapannya, tiga orang duduk dengan sikap hormat.

Sima Yi.

Zhao Yun.

Lu Tse.

Tiga orang yang dulu menemuinya kini telah menjadi  tetua inti Klan Pengadilan Hitam.

“Jadi bagaimana?” tanya Tian Fan singkat.

Suaranya tenang, namun memiliki tekanan yang membuat udara di dalam gua terasa berat.

Sima Yi, pria paruh baya dengan mata licik dan sorot penuh perhitungan, bangkit dari duduknya.

“Pemimpin, sesuai perintah, Klan Pengadilan Hitam telah berhasil menancapkan kukunya di setiap wilayah Lembah Kematian.” 

“Dan juga…orang -orang kita dalam satu tahun terakhir ini telah menyebar ke seluruh penjuru kota di luar lembah sebagai pencari informasi terpercaya.” 

Tatapan Tian Fan tidak berubah, namun jelas ia mendengarkan dengan serius.

Lanjut Sima Yi,“Lebih dari itu, kami telah membangun jaringan informasi yang tersebar di berbagai wilayah.”

“Mulai dari kota-kota kecil hingga ke sekte-sekte besar.”

“Saat ini, setiap pergerakan penting di empat wilayah  dan sebagian wilayah tengah bisa kita ketahui dalam waktu singkat.”

Sedikit senyum tipis muncul di wajah Tian Fan.

“Bagus,” ucapnya pelan.

“Informasi adalah pisau pertama dalam perang.”

Sima Yi menunduk hormat, lalu duduk kembali ke posisinya.

Kini, Zhao Yun berdiri dari duduknya.

Pria berjubah hitam bertubuh tegap dengan aura tajam seperti pedang terhunus dan memiliki wajah tampan  itu menatap lurus ke arah Tian Fan.

“Pemimpin, laporan mengenai Sekte Harimau Terbang.”

Tatapan Tian Fan sedikit berubah,ada kilatan dingin di dalamnya mendengar nama Sekte tersebut.

“Lanjutkan.”

Zhao Yun mengangguk.

“Dalam tiga tahun terakhir, Sekte Harimau Terbang memperluas pengaruhnya di wilayah utara Lembah Kematian.”

“Mereka menguasai jalur perdagangan gelap dan mulai menekan sekte-sekte kecil untuk tunduk.”

“Selain itu mereka juga aktif melakukan pekerjaan kotor dari orang orang yang menyewa jasa mereka dan saat ini mereka mulai mengembangkan  sayapnya ke luar lembah kematian.” 

Suasana gua seketika menjadi lebih dingin.Tian Fan menyipitkan matanya.

“Sudah dimulai,ya…” gumamnya pelan.

Zhao Yun melanjutkan.

“Kami menduga, jika mereka ada kaitannya dengan kejadian yang saat ini sedang ramai diperbincangkan diluar sana…teknik manipulasi tubuh dan energi.”

“Metode mereka… tidak jauh berbeda dengan yang dulu dituduhkan kepada Pemimpin.”

Hening.

Api kecil di tengah ruangan berderak pelan, Tian Fan tersenyum tipis.Namun, senyum itu tidak mengandung kehangatan sedikit pun.

“Jadi…mereka yang dulu menyebutku sesat sekarang diam-diam melakukan hal yang sama.”

Zhao Yun menunduk.

“Perintah selanjutnya, Pemimpin?”

Tian Fan tidak langsung menjawab.

Ia hanya mengetukkan jarinya perlahan ke pegangan kursinya.

“Belum saatnya…biarkan mereka terus berkembang.”

Ketiga orang itu sedikit terkejut mendengarnya namun tidak ada yang berani menyela.

“Semakin tinggi mereka naik maka semakin sakit saat mereka jatuh.”

Zhao Yun tersenyum tipis, ia paham apa yang Tian Fan katakan.

Kini, Lu Tse berdiri. Wanita cantik dengan wajah tenang dengan aroma tubuhnya yang wangi obat obatan mulai bicara.

“Pemimpin, laporan mengenai Sekte Raja Obat.”

Untuk pertama kalinya aura di sekitar Tian Fan berubah,sangat halus namun cukup untuk membuat ketiga tetua merasakan tekanan yang meningkat.

“Apa?” ucap Tian Fan dingin.

Lu Tse mengangguk.

“Sejak kepergian Master Sekte Raja Obat yang melakukan undur diri, kini Sekte mengalami perubahan besar.”

“Para tetua inti dibawah Wakil Master Sektenya semakin konservatif. Kabar mengenai kelompok Tabib Langit kita membuat mereka lebih serius dalam mengembangkan pil pemurnian.“

Namun di balik itu semua kini mereka diam-diam melakukan eksperimen khusus…”

Kilatan dingin melintas di mata Tian Fan, ia mulai menebak apa yang Lu Tse akan katakan.

“Apa itu?”

Lu Tse menarik napas.

“Tiga orang murid inti… yang dulu dekat dengan Pemimpin…”

“Mereka kini menjadi pilar utama generasi muda sekte dan… mereka juga adalah pihak yang paling aktif dalam eksperimen tersebut dimana percobaan yang dilakukan berdasar pada hasil percobaan Pemimpin…dulu.”

Tangan Tian Fan berhenti bergerak, meski nama-nama itu tidak disebutkan,namun ia tahu siapa yang Lu Tse maksudkan.

“Tiga orang itu…” gumamnya pelan.

Bayangan wajah-wajah lama muncul di benaknya, dua tuan muda dan satu nona muda.

Tawa mereka, kepercayaannya pada mereka dan  pengkhianatan yang mereka tujukan padanya.

Lu Tse melanjutkan.

“Mereka menggunakan metode pemimpin dan mulai mengembangkannya secara pribadi,”

Retakan kecil terdengar dari lantai batu di bawah Tian Fan karena tekanan aura ranahnya meningkat tanpa ia sadari.

“Maaf…aku sedikit terbawa suasana.” 

 Lu Tse mengangguk hati-hati.

“Saat ini kami juga menemukan kemungkinan bahwa pil pil yang diedarkan oleh Sekte Raja Obat memiliki masalah.” 

Api di tengah ruangan tiba-tiba meredup… seakan takut.

Tian Fan menunduk lalu senyum yang perlahan terangkat penuh dingin dan niat membunuh.

“Bagus…” bisiknya pelan.

Ketiga tetua merasakan bulu kuduk mereka berdiri.

“Aku mencari alasan dan mereka memberikannya sendiri.”

Ia mengangkat kepalanya.

Netra matanya berubah, bukan lagi mata seorang tabib yang tenang melainkan mata seorang algojo.

“Tetua Sima Yi.”

“Siap, Pemimpin!”

“Perluas jaringan. Aku ingin semua pergerakan Sekte Raja Obat berada di bawah pengawasanku.”

“Perintah diterima!”

“Tetua Zhao Yun.”

“Siap!”

“Awasi Sekte Harimau Terbang. Cari celah untuk dieksploitasi.”

“Baik!”

“ Tetua Lu Tse.”

“Siap, Pemimpin.”

“Kumpulkan semua informasi tentang tiga orang itu.”

Tian Fan berdiri perlahan.

Aura di tubuhnya berdenyut pelan seperti sesuatu yang siap dilepaskan.

“Sekarang sudah saatnya aku bergerak.” 

“Untuk urusan sekte aku akan serahkan pada kalian bertiga.” 

Perkataannya sontak membuat ketiganya langsung terkejut mendengarnya.

“Pemimpin, memangnya apa yang akan pemimpin lakukan?” tanya Sima Yi penasaran.

“Aku akan mengunjungi mereka.”

Ketiga tetua  itu menunduk dalam-dalam.

Mereka tahu ini bukan sekadar kunjungan tapi adalah awal dari pembalasan.

Tian Fan berjalan menuju mulut gua.

Angin malam  dan langit gelap menyambutnya. Ia menatap ke atas dimana bulan tertutup awan.

Namun di matanya cahaya dingin itu terlihat semakin terang.

“Dulu kalian menghakimiku dan menjebakku. Kali ini…”

“Aku yang akan mengadili kalian.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 124. Belum tentu menang.

    Bab 124. Belum tentu menang.Anak tangga yang terbuat dari api membeku dan es menyala masih membentang menuju piramida raksasa ketika tiba-tiba langit di belakang mereka bergetar.Suara menggelegar mengguncang seluruh wilayah Lautan Api dan Es, disusul cahaya putih yang menyilaukan dari arah tempat mereka datang.Keempat orang itu serempak menoleh. Tampak di kejauhan, sebuah dinding cahaya raksasa telah muncul dan bergerak perlahan namun pasti ke arah mereka. Dinding itu membentang dari ujung ke ujung wilayah, menelan setiap orang yang dilewatinya.Wajah Yue Qing’er langsung menegang. Shui Feng juga berubah serius dalam sekejap.Mereka berdua sudah pernah merasakan bagaimana mengerikannya dinding cahaya itu. Begitu tersentuh, seseorang akan diseret ke dalam ruang dimensi, kehilangan kendali atas tubuhnya, lalu dimuntahkan ke wilayah lain secara acak.“Cepat bersiap!” seru Yue Qing’er.“Jangan sampai tersentuh sembarangan!” tambah Shui Feng dengan nada yang jauh lebih panik daripada bi

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 123. Pengorbanan

    Bab 123. PengorbananSetelah beberapa saat memperhatikan kembali seluruh wilayah Lautan Api dan Es, Tian Fan kembali melangkah ke depan. Ia tidak lagi bergerak sembarangan. Setiap langkahnya disertai pengamatan terhadap susunan lingkaran lava dan es yang terus berubah, sementara tiga orang di belakangnya mengikuti tanpa berani mengganggu konsentrasinya.Sama seperti sebelumnya, setiap kali pola mekanisme berubah, Tian Fan akan berhenti. Dan setiap kali ia berhenti, selalu muncul sebuah formasi tersembunyi yang menyembunyikan tempat tumbuh tanaman spirit.Pada perhentian pertama, setelah ia memicu tabrakan semburan lava dan uap es dengan pola yang berbeda, tanah di bawah mereka retak dan membuka sebuah cekungan batu baru. Di dalamnya tumbuh sepuluh tanaman spirit Tingkat Dua yang memancarkan aura jauh lebih kuat daripada sebelumnya.Lima tanaman berwarna merah tua dengan daun menyerupai sayap burung api.Lima tanaman lainnya berwarna putih kebiruan dengan kelopak yang tampak seperti se

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 122. Yang sulit itu....

    Bab 122. Yang sulit itu....Tian Fan tidak membuang waktu lebih lama. Setelah memastikan pola pertama telah benar-benar ia pahami, ia melangkah ke depan sambil mengangkat tangan kanannya.Sebuah aliran Qi melesat keluar dari ujung jarinya dan menghantam salah satu lingkaran lava di sisi kiri.Boom!Pilar lava merah menyala langsung menyembur ke udara.Pada saat yang sama, Tian Fan segera melepaskan serangan kedua ke salah satu lingkaran es yang berada tiga petak di depan.Crack!Uap es biru pucat menyembur ke atas dengan kecepatan yang sama.Dua semburan itu bertabrakan di udara dan dalam sekejap terdengar suara mendesis yang sangat keras.Suhu panas ekstrem bertemu hawa dingin ekstrem, menghasilkan gumpalan uap putih yang menutupi pandangan sesaat. Tepat di titik pertemuan keduanya, lava yang semula berupa cairan merah membara mulai kehilangan panas dengan sangat cepat.Qi Es memaksa proses pendinginan berlangsung dalam hitungan napas.Lava mengeras lalu membentuk batuan hitam yang p

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 121. Lautan Api dan Es.

    Bab 121. Lautan Api dan Es.Tian Fan memandang Shui Feng beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dengan nada santai, “Tentu saja aku menolak.”Jawaban itu begitu datar, namun wajah Shui Feng langsung berubah suram.Urat di pelipisnya berkedut tipis. Di dalam hatinya, keinginan untuk menghajar Tian Fan saat itu juga hampir tidak dapat lagi ditahan. Kalau bukan karena Mu Xueyan dan Yue Qing’er masih berdiri di dekat pemuda itu, ia sudah menghunus pedangnya sejak tadi. Namun Shui Feng tetap menahan diri.Ia menarik napas perlahan lalu berkata, “Jangan terburu-buru menolak. Aku masih bisa memberikan sesuatu sebagai gantinya.”Mu Xueyan menatapnya dengan dingin. “Apa yang akan kau tawarkan?”Yue Qing’er ikut memandangnya tanpa menyembunyikan rasa tidak sukanya. Shui Feng mengangkat tangan, lalu tiga cincin penyimpanan muncul di telapak tangannya.“Di dalam tiga cincin ini terdapat hampir setengah kekayaanku. Puluhan ribu koin emas, ratusan ramuan, serta beberapa senjata kelas menengah yang

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 120. Jantung Racun Yin

    Bab 120. Jantung Racun YinKeheningan di antara ilalang berlangsung cukup lama sebelum Shui Feng akhirnya membuka suara. Tatapannya tetap tertuju ke depan, tetapi nada bicaranya tidak lagi seangkuh sebelumnya. Ia sudah memahami bahwa pemuda di sampingnya bukan orang yang bisa dibohongi dengan kata-kata biasa.“Aku memang mencari sebuah artefak,” katanya perlahan. “Namanya Jantung Racun Yin.”Tian Fan tidak langsung menanggapi.Shui Feng melanjutkan, “Artefak itu adalah peninggalan kuno yang pernah menjadi milik Sekte Harimau Merah pada masa yang sangat lampau. Menurut catatan sekte, benda itu hilang ribuan tahun yang lalu bersama seorang tetua yang mengkhianati sekte. Setelah berbagai petunjuk ditemukan, para tetua menyimpulkan bahwa artefak itu kemungkinan besar tersembunyi di makam kuno ini. Karena itulah aku ditugaskan untuk mengambilnya kembali.”Ia berhenti sejenak sebelum menjelaskan bentuk artefak tersebut. “Jantung Racun Yin berbentuk seperti jantung manusia, tetapi seluruh pe

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 119. Membaca pikiran.

    Bab 119. Membaca pikiran.Tian Fan menopang tubuh Tang Bohu yang sudah kehilangan seluruh kekuatan di kedua kakinya. Dari luar, pemandangan itu tampak seperti seorang pemuda sedang membantu rekannya yang terluka parah, tetapi telapak tangan Tian Fan yang menempel di dada Tang Bohu perlahan diselimuti lapisan Qi yang sangat tipis.Qi itu tidak menyebar keluar.Ia justru menembus kulit, meridian, dan perlahan memasuki pusat energi di balik tulang dada.Tang Bohu tidak bisa bergerak. Bahkan kelopak matanya pun hanya mampu berkedut lemah. Namun sorot matanya membelalak tajam, menatap Tian Fan tanpa berkedip sedikit pun.Jika mata bisa berbicara, mungkin pertanyaan yang keluar hanyalah satu.Apa yang sedang kau lakukan padaku?Tian Fan memandangnya sejenak, lalu berkata dengan suara yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. “Jangan terlalu tegang. Aku hanya sedang membuat sebuah segel di dadamu. Ini salah satu teknik yang kupelajari ketika berada di Lembah Kematian.”Mata Tang Bohu kemb

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.

    Bab 04. Klan Pengadilan Hitam.Bulan masih menggantung tinggi,Sun Li terdiam oleh ucapan terakhir Tian Fan.“Racun ini buatan manusia.”Namun setelah itu, Tian Fan tak berkata lagi. Ia hanya berdiri memandangi bulan yang mulai tertutupi awan.Angin malam berhembus pelan, menggoyangkan ujung kain

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 03. Tamu?

    Bab 03. Tamu?Dua tahun berlalu.Di dalam gua yang ada di tepian jurang.Tian Fan yang kini telah berusia 16 tahun dengan tenang menyelesaikan sayatan terakhirnya pada satu sosok mayat di depannya.Tampak mayat kultivator dari Sekte Harimau terbang itu hanya menyisakan tulangnya saja dengan semua o

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.

    Bab 02. Tangan yang menyelamatkan.Tian Fan membuka matanya perlahan karena hidungnya mencium aroma busuk yang begitu menyengat.“Aku…belum mati,” ujarnya pelan dan terbata bata.Matanya terbelalak saat menatap ke bawah, dirinya kini tergantung di tepian jurang yang tak berujung.Ia menoleh ke kiri

  • Jenius yang Disingkirkan   Bab 01. Jenius  yang Disingkirkan.

    Bab 01. Jenius yang Disingkirkan. Di bawah cahaya lilin yang redup di lorong istana, seorang remaja berjalan menuju Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat. Langkahnya tegas, namun dipenuhi ketenangan yang sulit digoyahkan. Sesampainya di Balai Ramuan Agung Sekte Raja Obat, ia melangkah masuk ke dala

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status