مشاركة

Belum Puas

مؤلف: Aksara_Lizza
last update تاريخ النشر: 2026-08-09 12:52:07

Sisa-sisa pelepasan yang dahsyat di dalam air masih memuat tubuh Freya bergetar halus.

Axel mengangkat tubuh polos istrinya keluar dari permukaan air teluk, menggendong Freya yang terkulai lemas dan kehabisan tenaga menuju hamparan pasir putih yang halus dan teduh di bawah rindangnya pepohonan palem.

Axel melangkah cepat menuju area terlindung, menyambar kain pantai berukuran besar yang sebelumnya telah ia ambil dari kapal.

Dengan satu kibatan tangan, kain tebal itu tergelar rapi di atas pasir.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Tampilan Baru

    Setelah menghabiskan berjam-jam menguras isi kartu hitam tanpa ampun, agenda Ibu Manda tidak berhenti di sana.Mobil mewah yang membawa mereka membelah jalanan kota sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan megah bergaya modern.Ibu Manda langsung membawa Freya menuju sebuah salon langganan kelas atas yang sangat privat dan tersembunyi dari sorotan publik, tempat yang hanya diakses oleh para petinggi dan keluarga bangsawan.Di tempat ini, tanpa diberi ruang untuk bernapas, Freya diserahkan begitu saja kepada penata rias dan rambut papan atas untuk dirombak total.Ketegangan emosional kian menebal saat Freya didudukkan di atas kursi kulit empuk di depan cermin raksasa berbingkai emas.Sinar lampu sorot salon yang memantul di cermin memperlihatkan pantulan dirinya yang kian sayu.Freya menyaksikan dengan hati teriris saat rambut panjang alaminya, rambut hitam lebat yang selama ini menjadi ciri khas kesederhanaan dan kebanggaan ibunya mulai dipotong, diwarnai, dan ditata ulang o

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Harus Terbiasa

    Setibanya di pusat perbelanjaan kelas atas yang hanya melayani tamu-tamu VVIP, Freya langsung ditarik ke dalam pusaran gaya hidup aristokrat yang membuatnya sesak napas.Bau harum aromaterapi mahal dan pendar lampu kristal menyambut langkah mereka.Ibu Manda memimpin langkah di depan dengan energi dan stamina yang luar biasa, menyeret Freya masuk dari satu boutique perancang busana ternama ke boutique perhiasan eksklusif lainnya tanpa jeda.Ketegangan dalam bab ini sepenuhnya berpusat pada benturan realitas antara Freya, yang terbiasa hidup hemat, memperhitungkan setiap sen pengeluaran, dan dihantui jeratan utang masa lalu, dengan arogansi kekayaan tanpa batas dari keluarga Leonardo.Pelayan toko dengan seragam rapi berlarian melayani mereka, membawakan puluhan gaun malam, mantel bulu, tas kulit eksotis, hingga perhiasan berlian di atas nampan beludru.Angka-angka yang tertera pada label harga yang tak sengaja dilirik Freya membuat napasnya tertahan dan matanya menganga tak percaya. S

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Hanya Pesan Singkat

    Sinar matahari pagi menembus celah tirai kamar utama yang masih berantakan, menyoroti sprei sutra yang kusut dan helai-helai pakaian yang berserakan di lantai.Pergumuatan liar dan panas semalaman benar-benar menguras seluruh tenaga Freya.Saat perlahan membuka matanya, tempat di sampingnya sudah dingin dan kosong.Axel telah berangkat lebih dulu ke kantor, meninggalkan Freya yang terbangun sendirian dengan sekujur tubuh meremang, pegal, dan dipenuhi jejak kepemilikan yang amat intens di kulitnya.“Sssh. Sakit sekali.”Freya meringis pelan saat mencoba menggeser kakinya.Rasa ngilu di bagian bawah tubuhnya menjalar seketika, mengingatkannya pada cara brutal Axel mendominasinya semalaman tanpa ampun.Di balik kelelahan fisik yang menyiksa, dada Freya bergulat dengan kebingungan perasaan yang kian pekat.Bagaimana bisa pria yang bersikap dingin dan penuh jarak di meja makan, bisa berubah menjadi sosok yang begitu posesif dan liar saat menyentuhnya?Saat Freya baru saja mencoba bangkit d

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Pria Dominan

    Perkataan Axel yang teramat posesif baru saja menggantung di udara ketika pria itu kembali memangkas jarak tanpa memberi ruang sedikit pun bagi Freya untuk bernapas.Bagaikan binatang buas yang akhirnya dilepas dari sangkurnya, naluri Axel yang selama ini terkunci rapat di balik setelan jas mewahnya mendadak pecah sepenuhnya.Pria itu tidak lagi menahan diri; setiap sentuhannya kini berubah menjadi tuntutan liar yang membakar seluruh tubuh Freya.Dengan gerakan cepat yang dominan, Axel menarik kedua paha mulus Freya hingga terangkat tinggi ke udara.Pria itu melepaskan celana panjangnya dengan asal, membiarkan tubuh tegapnya yang berotot mengurung sepenuhnya wanita yang kini kepasrahan di bawahnya.Tanpa persiapan lama, Axel memosisikan dirinya dan melesakkan penyatuan mereka dalam satu hentakan yang amat dalam dan keras."Ahhhh! Axel!" jerit Freya melengking keras, matanya mendadak terbuka lebar sebelum akhirnya terpejam rapat menahan sensasi hunjaman yang teramat padat memnuhi dirin

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Baru Permulaan

    Pertanyaan mendesak yang dilontarkan Freya menggantung pekat di udara, menyisakan ketegangan baru yang amat intim.Axel tidak langsung menjawab.Pria itu justru melangkah makin dekat, menatap lekat wajah Freya dengan intensitas yang begitu membakar hingga membuat dada Freya berdebar tak menentu."Ketegangan bisnis dan perjanjian utang itu tidak ada hubungannya dengan keturunan kita kelak, Freya," ucap Axel dengan suara rendah nan berat, menatap lurus ke dalam manik mata istrinya."Kita bisa melakukannya setiap hari agar rahimmu segera terisi benihku."Mendengar ucapan yang teramat gamblang itu, Freya seketika menelan ludahnya dengan susah payah.Rasa hangat menyergap wajahnya, disusul gelombang desakan emosi yang bercampur antara kepasrahan dan gairah yang membingungkan.Freya menatap Axel yang mulai memajukan tubuhnya seraya membuka kancing kemejanya satu per satu secara perlahan."Apakah... apakah itu artinya kau akan menyentuhku sekarang?" tanya Freya dengan nada suara yang terputu

  • Jerat Hasrat sang Penguasa   Desakan Terselubung

    Pasca-santap siang yang menguras emosi usai, rombongan keluarga besar Leonardo membagi aktivitas mereka di kediaman utama.Langkah kaki beraturan dari para pria terdengar menggema saat Ayah Juan, Verrel, dan Axel melangkah menyendiri menuju ruang kerja pribadi di lantai dua.Ruangan bernuansa kayu mahoni tebal itu seketika diisolasi untuk membahas urusan akuisisi bisnis serta strategi ekspansi perusahaan keluarga yang sempat tertunda.Di dalam ruang kerja yang tenang, Ayah Juan berjalan mendekati meja kerja utama, lalu memutar tubuhnya menatap Axel. Pria tua itu menyunggingkan senyum tipis yang amat jarang diperlihatkannya."Pengakuan Freya di meja makan tadi sangat mengesankan, Axel," buka Ayah Juan dengan suara berat nan mantap."Aku bangga melihat bagaimana kau membimbingnya. Rumah tanggamu tampak jauh lebih harmonis dari yang kubayangkan."Axel yang sedang berdiri merapikan kancing kemejanya hanya mengangguk kaku. "Freya tahu betul posisi dan tanggung jawabnya, Ayah."Ayah Juan me

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status