เข้าสู่ระบบ"Apa hubungan ibu dan Mr. Nolan?" gumam Andrea. Gadis itu duduk di bangku gazebo taman sambil mengingat foto tersebut.
Meski Andrea sudah menyerahkan dompet Kepala Sekolah pada Miss Tania—sekretaris Mr. Nolan, tapi dia masih kepikiran. Foto itu menunjukkan Mr. Nolan muda bersama ibu Andrea yang memakai seragam Alveroz High.Andrea kemudian meniup napas panjang. Dia akan tanyakan pada Mr. Nolan jika bertemu lagi. Sekarang, Andrea harus fokus untuk mengungkapkan skandal hubuAndrea tidak boleh membiarkan Kyrran bertindak gegabah, maka dari itu ia mengangguk setuju untuk mengikuti Kyrran.Ia masuk ke dalam mobil hitam cowok itu, meski tak tahu ke mana Kyrran akan membawanya.Di dalam mobil, Kyrran tidak mengucapkan apa-apa, cowok itu fokus mengemudi dan laju mobilnya sangat kencang. Andrea hanya mencengkeram roknya.Ketika mobil memasuki sebuah gedung tinggi, barulah Andrea menoleh pada Kyrran dan mengeluarkan suara."Kita mau ke mana sebenarnya, Kyrran?" tanya Andrea.Kyrran tidak menjawab, alih-alih cowok itu memarkir mobilnya. Setelah mematikan mesin mobil, Kyrran keluar dari mobil, mengitari bagian depan ke pintu jok pengemudi. Lantas cowok itu membuka pintu mobil dengan sekali gerakan, lalu menarik Andrea keluar."Kyrran, jawab aku! Kita mau ke mana?""Ke apartku, Andrea," desis cowok itu, mencengkeram pergelangan Andrea kuat.Andrea menahan langkah dan berusaha menarik tangannya lepas. Namun seperti biasa, kekuatan Kyrran membuatnya tak bisa melawan.
"I-iya! Andrea membayarku, Kyrran!" seru Daisy. Suaranya makin bergetar. "Dia dari dulu selalu membayar aku. Pertama—waktu aku harus gantikan dia sekolah di Mirelle Girls Academy.Dia mau sekolah di Alveroz High School tapi kakeknya gak kasih izin, makanya dia bayar aku untuk pura-pura jadi di Mirelle. Dan kedua—ini… aku dibayar buat gantikan dia sebagai pacar kamu, Kyrran."Kyrran mencengkeram leher botol di tangannya dengan erat sampai urat-urat di kulitnya terlihat jelas."Kenapa dia bayar kamu untuk gantikan dia sebagai pacarku?" desis Kyrran. Tatapannya begitu tajam.Daisy pelan-pelan berdiri, mencengkeram sisi gaunnya, menatap Kyrran dengan sorot serius. "Karena dia selingkuh, Kyrran," ucap gadis itu penuh penekanan. "Dengan tunangannya yang sekarang, Jasper Ruthorford."Kyrran menjatuhkan botol di tangannya, tatapannya kosong lurus ke depan.Melihat cowok itu termakan kata-kata bohongnya, Daisy lanjut memprovokasi. Kalau dia tidak bisa mendapatkan Kyrran. Maka ia harus membuat
Setelah menyesap wine terakhirnya, Daisy meletakkan gelas di atas meja samping tempat tidur. Senyum tipis terukir di bibirnya sambil menatap Kyrran yang terbaring di kasur dengan mata terpejam. Dari napasnya yang terdengar berat, Kyrran tampak seperti sudah kehilangan kesadaran sepenuhnya. Perlahan Daisy melangkah mendekat. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ini adalah kesempatan yang selama ini ia tunggu. Daisy naik ke atas kasur dan merangkak mendekati Kyrran. Jemarinya terulur, hendak menyentuh pipi cowok itu. Namun sebelum kulit mereka bersentuhan, tangan Daisy tertahan. Kening gadis itu mengerut, menyusul matanya yang membelalak lantaran menemukan tangan Kyrran yang mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat. "K-Kyrran?" sahut Daisy, suaranya samar bergetar. Mata cowok itu terbuka pelan. Tidak ada tatapan kosong orang mabuk di sana. Yang ada hanyalah sorot mata tajam yang membuat bulu kuduk Daisy meremang. Belum sempat gadis itu bereaksi, Kyrran melepaskan cengkeramannya
Saat Kyrran dan Daisy pergi, Andrea sempat menoleh ke arah mereka, memandang beberapa detik sebelum akhirnya mengembuskan napas pelan dan memalingkan wajah.Di sebelah Andrea, Jasper melirik sekilas. Sorot matanya tajam, menatap Andrea lalu menoleh sebentar memandang punggung Kyrran yang menjauh."Ayo, Andrea," sahut cowok itu, membawa Andrea masuk ke dalam restoran.Mereka duduk berhadapan dengan hidangan yang datang secara bergantian. Mereka tidak bersuara sampai hidangan utama disajikan di depan mereka.Jasper memotong steaknya sebelum mengangkat pandangan, menatap Andrea yang juga memotong daging di piringnya."Kamu kelihatannya gak nyaman melihat mereka tadi," sahut Jasper.Andrea yang mengunyah, menaikkan pandangan, menatap Jasper balik sekilas, lalu kembali memotong steaknya."Aku biasa saja, Jasper," elak Andrea."Tapi mata kamu gak bisa bohong, Andrea."Mendengar ucapan Jasper itu, membuat Andr
Kyrran berdiri di depan cermin kamar apartemennya. Kemeja hitam berlapis blazer senada yang pas di badan cowok itu membuat bahunya terlihat semakin tegap.Tatapan tajam cowok itu tertuju pada bayangannya sendiri di cermin. Seperti biasa sejak hari pertemuan dengan Andrea, gadis cantik itu tidak pernah hilang dari benaknya.Sekarang Kyrran memikirkan jawaban Andrea siang tadi. Saat ia bertanya apakah Kyrran dan Andrea pernah punya hubungan sebelumnya. Namun Andrea menjawab tegas bahwa mereka baru pertama kali bertemu di pesta topeng tempo hari.Kyrran mengembuskan napas panjang, lalu meraih kunci mobilnya dan keluar.Sementara itu, di salah satu hotel mewah Kota Wellington, Daisy berdiri di depan cermin kamarnya. Gadis itu baru tiba sore tadi dan betapa bahagia Daisy saat ajakan makan malamnya diterima oleh Kyrran.Ia merapikan rambutnya untuk terakhir kali. Setelah itu, Daisy berdiri, memperlihatkan gaun berwarna krem lembut yang membungk
Pagi itu, Andrea sarapan sendirian di dapur unit asramanya. Di atas meja ada semangkuk oatmeal hangat, sebutir telur rebus dan segelas jus jeruk yang ia buat seadanya sebelum berangkat kuliah. Gadis itu menikmati beberapa suapan terakhir sebelum berdiri membawa mangkuk dan gelas kotornya ke wastafel, mulai mencuci piring. Setelah selesai mengelap tangannya, pintu unit terbuka. Andrea menoleh, mendapati Cassandra masuk dengan langkah pelan. Rambut sahabatny itu sedikit berantakan dan wajahnya terlihat pucat. Andrea mengernyit khawatir, lalu segera menghampiri Cassandra yang oleng. "Cassie..." Tangan Andrea refleks memegang bahu Cassandra dan merasakan tubuh sahabatnya itu begitu panas. "Cassie, badan kamu panas banget." "Aku nggak apa-apa, kok, Rea…" ucap Cassandra lesu. Andrea langsung memapahnya. "Gak apa-apa bagaimana, ini panas banget. Ayo ke kamar." Dengan susah payah Andrea membantu Cassandra menuju kamar mereka. Begitu sampai, Cassandra didudukkan di tepi kasur. Sementa
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan
"Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh
Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.







