Beranda / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 157. Kiss After Final Match?

Share

Bab 157. Kiss After Final Match?

Penulis: Sweety
last update Tanggal publikasi: 2026-06-10 14:00:14

"Arghh!"

Napas Kyrran berangsur-angsur berat. Satu tangannya terus mencengkeram tepi wastafel, sementara tangan lainnya terangkat menghalau tetesan merah yang satu per satu mendarat ke permukaan porselen putih itu.

Kyrran segera meraih beberapa lembar tisu dan menekannya ke bawah hidung.

Dengung menyakitkan di kepalanya masih terasa, meski sedikit berkurang dibanding beberapa menit lalu. Dengan gerakan pelan, Kyrran mengeluarkan ponsel dari saku jaket olahraganya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
cheesecakee
turutinnn aja rea kyrrannya
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
ayo andrea kasihhh
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
sprt biasa yaaa kyrran hehehh
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Jerat Ketos Galak   Bab 332. Darell, Rahasia dan Misi

    Beberapa hari sebelumnya…Darell benar-benar sudah tidak tahu pakai cara apa lagi untuk membujuk Kyrran untuk melakukan operasi yang bisa menyelamatkan hidup adiknya itu. Bahkan kekasih Kyrran sendiri—Andrea—tidak mampu membuat Kyrran berubah pikiran.Di tengah kebingungannya itu, Darell terpikirkan sebuah ide gila. Ia lalu menghubungi papanya Om Adriell—bisa disebut kakeknya juga—yang selama ini tinggal jauh dari keluarga Yoseviano dan menjadi pria tua biasa yang menjaga toko sepeda di sebuah negara kecil.Namun ada rahasia yang tidak diketahui banyak orang mengenai pria tua bernama Lucian itu. Identitas aslinya 'The Raven' seorang pembunuh bayaran legendaris yang sudah lama pensiun.Yang mengetahui hanya Papa Kayrell, Om Adriell, Mama Drassha dan Opanya Kyrran—Riovandra Alveroz. Juga Darell.Bagaimana Darell bisa mengetahuinya?Tentu karena tidak sengaja mendengar percakapan Tante Drassha dan Om Adriell saat Kyrran diculik. Mereka meminta bantuan.Lalu di percakapan mereka, terungka

  • Jerat Ketos Galak   Bab 331. Darell?

    Malam itu, seluruh anggota keluarga Yoseviano berkumpul di ruangan keluarga. Lampu kristal besar menggantung di langit-langit, menerangi meja panjang yang dipenuhi makanan dan minuman.Ada Om Kayrell, Tante Raissa, sepupu Kyrran—Narell, Galadriell, Aurell. Saudara-saudaranya juga—Jergar, Isaac, Noela dan Lysander.Kyrran duduk di sofa panjang di tengah ruangan. Di sebelah kirinya ada Mama Drassha dan di sebelah kanannya Papa Adriell.Meski wajahnya tampak tenang, jemari cowok itu saling bertaut erat di atas paha. Ia masih gugup. Keputusan yang akan disampaikan malam ini bukan keputusan kecil. Keputusan itu akan menentukan seluruh hidupnya.Papa Adriell menepuk pelan bahunya, seolah memberikan dukungan tanpa perlu kata-kata.Kyrran menarik napas panjang, lalu berdiri dan semua mata tertuju kepadanya."Terima kasih sudah menyempatkan untuk berkumpul malam ini," ucapnya berusaha tenang."Aku mau menyampaikan sesuatu."

  • Jerat Ketos Galak   Bab 330. Janji

    Seorang guru sejarah tengah menjelaskan materi di depan ruangan. Para siswa tampak mencatat dan membuka tablet mereka. Beberapa dari mereka mulai kehilangan fokus. Ada yang melirik jam dinding, ada yang seperti Andrea yang tidak benar-benar mendengar apa yang sedang dijelaskan.Pandangannya tertuju ke luar jendela. Langit siang itu berwarna abu-abu pucat. Sama seperti suasana hatinya sejak beberapa hari terakhir.Kepergian Darell masih terasa tidak nyata.Kadang Andrea masih berharap akan melihat kakak sepupu Kyrran itu berjalan santai di koridor sekolah dan menunjukkan aksi di lapangan hockey sebagai kapten atau mungkin meluangkan waktu wawancara dengan Andrea.Namun kenyataannya tidak akan seperti itu lagi. Darell benar-benar sudah pergi dan meninggalkan lubang besar dalam hidup banyak orang. Terutama Kyrran.Andrea menunduk pelan, jemarinya memainkan ujung pulpen. Baginya Darell sudah jadi seorang kakak juga buat Andrea.Cowok

  • Jerat Ketos Galak   Bab 329. Kyrran dan Papa Adriell

    "Kau—"napas Kyrran tercekat.Ia mulai mengklik riwayat pencarian Darell, baris demi baris memenuhi layar. Dari artikel medis, jurnal penelitian, forum kesehatan, informasi tentang penyakit langka, terapi eksperimental, dokter spesialis di seluruh dunia hingga kasus yang gejalanya mirip dengan penyakit yang diderita Kyrran.Di pemakaman, Andrea menyampaikan pada Kyrran. "Memang Paman Dimitri yang mencari informasi tentang dokter Sebastian, tapi semua informasi lengkap tentang penyakit kamu yang bahkan dokter Armand gak temukan, didapatkan oleh Darell. Informasi yang aku kumpulkan juga masih jauh dari yang dikumpulkan Darell."Di hadapan layar komputer Darell, tangan cowok itu mulai bergetar. Ia membuka email. Puluhan surel tersusun di sana. Sebagian besar berisi korespondensi dengan rumah sakit, penelitian, permintaan konsultasi sampai pertanyaan mengenai metode pengobatan terbaru.Semua tentang Kyrran. Bahkan saat ia sendiri mulai kehilangan keyakinan, sempat ingin melakukan eutanasia

  • Jerat Ketos Galak   Bab 328. Jangan Sampai

    Seluruh anggota keluarga Yoseviano berdiri dalam diam di hadapan makam Darell Cillian Yoseviano. Semuanya mengenakan pakaian hitam.Para laki-laki berdiri tegak dengan wajah muram, sementara para perempuan menundukkan kepala. Beberapa masih menggenggam saputangan yang sejak tadi digunakan untuk mengusap sudut mata. Tidak ada percakapan yang terdengar kecuali hembusan angin yang melewati dedaunan pepohonan tinggi yang mengelilingi taman makam khusus keluarga Yoseviano itu.Di salah satu barisan depan, Kyrran berdiri dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Kacamata hitam yang menutupi matanya tidak mampu menyembunyikan tatapan kosong yang terpancar dari wajahnya.Di hadapannya, tanah makam Darell baru saja ditutup. Sosok yang selama ini selalu menemani, memberi masukan saran dan nasihat serta yang sering memarahinya jika mengambil keputusan salah—kini hanya tinggal nama yang terukir pada batu nisan.Kyrran menatapnya cukup lama tanpa adanya tangisan. Namun justru itu yang membuat waja

  • Jerat Ketos Galak   Bab 327. Kak Darell…

    Tidak ada yang tahu pasti waktu seseorang akan habis kecuali Tuhan. Tidak dokter, keluarga atau orang yang menjalaninya sendiri.Sejak kecil, Kyrran hidup berdampingan dengan rumah sakit. Bau antiseptik lebih sering ia hirup dibandingkan aroma rumput setelah hujan. Ia hafal suara monitor jantung dan warna dinding ruang rawat.Kyrran ingat bagaimana dokter pernah berkata bahwa dirinya mungkin tidak akan bertahan sampai usia dua puluh tahun. Dan beberapa bulan lalu, ia kembali menerima vonis yang tidak jauh berbeda. Waktunya tersisa enam bulan.Namun di tengah semua itu, Kyrran selalu berpikir satu hal. Kalau suatu hari ada yang pergi lebih dulu di keluarganya… maka orang itu pasti dirinya.Namun malam itu… kenyataan menghancurkan logika yang ia pegang.Saat tiba di rumah sakit bersama Andrea, dokter yang menemui mereka menjelaskan dengan penuh keprihatinan lalu menyatakan bahwa Darell Cillian Yoseviano telah tiada.Kyrran duduk di

  • Jerat Ketos Galak   Bab 132. Menenangkan Andrea

    "Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh

  • Jerat Ketos Galak   Bab 104. Just Kiss Me, Andrea

    Pandangan Andrea terangkat, tatapan tajam Kyrran menyambutnya. Rahang cowok itu mengeras dan bola matanya berkilat penuh amarah, seperti mengobarkan api. Andrea sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Sejak menggendongnya tadi, Kyrran memang sudah tampak kesal. Jemari gadis itu me

  • Jerat Ketos Galak   Bab 51. Mau Wawancara dengan Kyrran

    Setelah kegiatan di klub jurnalistik selesai, Andrea bergegas keluar, langkah sepatunya menyusuri koridor yang lengang. Dia harus menemui Kyrran demi keselamatan naskahnya malam ini. "Ada-ada saja," geram Andrea, berjalan cepat sambil menunduk, kedua ibu jarinya menari di layar. [Kamu di mana]

  • Jerat Ketos Galak   Bab 50. Sarkasme Kyrran dan Andrea

    "Kamu lebih mendalami soal teknologi sejak pindah ke sini, kan?" tanya Andrea. Gadis itu menusuk-nusuk pelan nasi mentega yang ada di foodtray. "Ya, kenapa, Andrea?" Derby menyendok sup krim jagung ke dalam mulutnya. "Kamu… bisa hack handphone orang lain gak?"Derby h

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status