LOGIN"Kamu lebih mendalami soal teknologi sejak pindah ke sini, kan?" tanya Andrea. Gadis itu menusuk-nusuk pelan nasi mentega yang ada di foodtray.
"Ya, kenapa, Andrea?" Derby menyendok sup krim jagung ke dalam mulutnya."Kamu… bisa hack handphone orang lain gak?"Derby hampir tersedak, dia lalu meletakkan sendoknya cepat. Keningnya berkerut. "Itu perbuatan ilegal, Andrea."Andrea ikut meletakkan sendok dan garpunya. Lantas wajahnya mendekat maju. "Aku tahu iAndrea masih menunggu di kamar Kyrran. Pandangan gadis itu beberapa kali melayang ke arah pintu. Sudah cukup lama cowok itu bicara dengan Tante Drassha, membuat pikiran Andrea berkelana ke mana-mana.Jangan-jangan Kyrran dimarahi? diomeli karena membawa Andrea ke sini?Atau…Kyrran diminta meninggalkan Andrea karena Andrea sudah bertunangan dengan Jasper dan kakeknya tidak akan pernah merestui hubungan mereka?Andrea menggigit bibir bawahnya kuat-kuat membayangkan skenario buruk yang berputar di kepalanya itu.Lalu, pintu kamar terbuka perlahan. Kyrran muncul dari balik panel kayu walnut berwarna gelap tersebut, sosok tinggi itu memenuhi ambang pintu.Andrea yang duduk di tepi ranjang segera berdiri dan menghampirinya."Mama kamu marah?" tanya gadis itu hati-hati.Tatapan Kyrran melembut. Cowok itu mengangkat kedua tangannya dan meraih wajah cantik Andrea. Telapak tangannya yang hangat menangkup pipi gadisnya itu."Enggak, Baby Rea," bantah Kyrran dengan suara berat yang lembut. Lanta
"You want me so bad, don’t you?" tutur Kyrran."Hmmh… i do, Baby Ran…" timpal Andrea yang akhirnya berhasil menyingkap kemeja hitam Kyrran. Jemari lentiknya kini meluncur turun perlahan dari dada bidang Kyrran, lalu ke perut kotak-kotak cowok itu.Sungguh tubuh Kyrran tambah kekar di banding saat mereka sekolah. Padahal baru satu tahun lebih berselang, tapi Kyrran makin proporsional tubuhnya. Andrea menyukainya.Kyrran tentu tidak tinggal diam juga, tangan pria itu bergerak menyentuh salah satu gundukan kembar Andrea, memijat benda kenyal itu dengan gerakan yang membuat Andrea menggeliat."Empp… hhghh…"Di sela pertukaran saliva yang begitu intens, Kyrran mengangkat Andrea duduk ke pangkuannya sembari menurunkan kardigan yang dikenakan gadisnya itu."Argh… Baby Rea…" geram Kyrran sembari memperbaiki posisi Andrea. Bahkan ia sengaja mengarahkan miliknya yang mengeras di balik celana agar menekan milik Andrea yang masih dilapisi ka
Andrea pelan-pelan memejamkan mata dan memberikan akses yang diminta oleh Kyrran. Gadis itu membuka bibirnya dan membiarkan hisapan Kyrran menguasai tiap bagian benda kenyal mungil merah muda itu.Tak ayal gadis itu membalas ciuman Kyrran dengan ritme yang sama. Tangannya melingkar di tengkuk Kyrran. Sesekali Andrea membenamkan jemari lentiknya di rambut hitam legam Kyrran, mencengkeramnya kala cecapan di bibirnya begitu kuat."Hmmhh… empph..."Kyrran sendiri tidak berhenti melumat bibir gadisnya itu, wajahnya sampai miring kiri kanan bergantian. Hidung tinggi cowok itu menempel erat di kulit wajah Andrea yang lembut dan hangat.Suara kecapan mereka yang memburu mendominasi setiap sudut kamar yang luas itu. Dengung pendingin ruangan bahkan kalah jelas oleh tarikan napas keduanya yang berat di sela ciuman yang kian lama makin brutal.Bagaimana tidak?Pertemuan kembali dengan Kyrran, selalu membuat Andrea menahan diri dan menyangka
"Jadi… kamu beneran gak pernah ngapa-ngapain sama dia?" tanya Kyrran. Suaranya yang berat terdengar parau dan rendah. Lalu sekali lagi Andrea menggeleng sambil menyentuh jemari panjang dan kokoh cowok itu di pipinya. "Enggak, Kyrran…" Selanjutnya, Andrea dan Kyrran saling menatap dalam diam. Bulir-bulir air masih mengalir di wajah keduanya, tetapi tak satu pun dari mereka yang berusaha menghapusnya. Andrea dan Kyrran hanya memandang satu sama lain, seolah takut sosok di hadapan mereka akan lenyap jika berkedip terlalu lama. Selama setahun belakangan, begitu banyak kesalahpahaman, jarak dan kehilangan membentang di antara mereka. Namun pada detik itu, semuanya terasa tidak penting, yang ada hanya mereka berdua. Potongan puzzle yang terasa hilang dari hidup Kyrran akhirnya kembali ke tempatnya. Cowok itu menatap wajah Andrea dengan mata yang memerah, memandangi cintanya. Sementara itu, Andrea akhirnya menyadari
"Iya dia yang bilang begitu," ungkap Kyrran tajam. Cowok itu kemudian mengeluarkan ponsel dan menunjukkan foto-foto yang diedit Daisy saat meyakinkan Kyrran kalau cewek itu pacarnya. Andrea memperhatikan foto-foto tersebut satu per satu. Itu harusnya foto-foto dirinya bersama Kyrran, tapi yang tampil malah wajah Daisy. Andrea mengulum bibir seraya menunduk untuk berpikir sejenak. Sampai sekarang ia masih percaya kalau Jasper yang mengungkapkan soal rahasianya ke kakeknya. Tapi, mendengar Daisy yang mengarang ke Kyrran—juga ingat bagaimana Daisy selalu tampil meniru Andrea—membuat Andrea akhirnya menyimpulkan kalau Daisy yang pasti membongkar rahasianya. Cewek itu hanya bermain halus. Bahkan Andrea dibuat percaya kalau Kyrran setelah hilang ingatan jatuh cinta pada Daisy dan mereka pacaran karena pertemuan manis yang tanpa disengaja. Tapi kenyataannya, Daisy yang mendatangi Kyrran dan mengatakan kalau dia pacar Kyrran. Andrea menganga tipis, mengeluarkan helaan tipis dari celah bibi
Andrea menggeleng, membuat embun di pelupuk matanya jatuh membasahi pipinya. "Enggak, Kyrran… aku gak selingkuh… aku—"Ucapan gadis itu terpotong lantaran Kyrran menyela. "Jadi sekarang kamu mengakui kalau kamu memang pacar aku?" desis Kyrran, cengkeramannya mengendur di pundak Andrea, lalu tangan cowok itu perlahan turun. Matanya yang memerah terkunci pada manik cokelat Andrea yang basah.Gadis itu mengulum bibirnya, menatap kilat kecewa di iris hitam Kyrran. Harusnya Andrea yang lebih kecewa karena cowok itu sudah tidur bersama Daisy dan bermain dengan banyak cewek di NY tempat Kyrran tinggal selama satu tahun lebih."Kamu tahu apa yang paling bikin aku sakit hati apa? Karena katanya kamu selingkuh saat tahu kalau aku punya penyakit dan gak bisa bertahan hidup sampai 20 tahun!"Deg.Andrea mengerutkan kening. Kenapa Kyrran bisa bilang begitu? Siapa yang mengatakan omong kosong itu?Andrea menarik napas pendek lalu mendongak tipis ke wajah cowok itu."Iya, kamu memang pacar aku… tapi
"Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan
Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan
Lampu taman mulai menyala satu per satu dan para siswa Alveroz High mulai kembali ke asrama masing-masing. Di kamar mandi sebuah unit kamar 207 lantai dua di asrama putri, Andrea berendam dalam bathtub. Air di bathtub bergerak pelan saat gadis itu bersandar, bahunya tenggelam setengah dan rambut h
Siapa yang tidak kenal dengan Kyrran Diandra Yoseviano. Selain sebagai Ketua OSIS, cowok itu merupakan siswa jenius yang selalu dipandang sebagai panutan sempurna. Dia selalu mendapatkan A di semua mata pelajaran. Wajah cowok itu tampan dengan garis rahang tegas dan hidung lurus yang memberi kesan







