Home / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 286. Kyrran vs Pak Handoko

Share

Bab 286. Kyrran vs Pak Handoko

Author: Sweety
last update publish date: 2026-08-08 12:30:07

Tangan besar pria itu mencengkeram lengan Andrea dengan kasar.

"Beraninya kau melawan dan mencoba kabur!" geram Pak Handoko.

Andrea meringis kesakitan lantaran pria itu mencengkeram lengannya dengan kasar.

"Lepas!"

Andrea berusaha menarik lengannya sekuat tenaga, tetapi tubuhnya sudah tidak lagi mampu mengikuti keinginannya. Tenaganya terkuras setelah berlari dan terus berusaha melawan sejak tadi. Napasnya ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Savanna
Baby rannn kenapa harus komaaa bikin ovtttt
goodnovel comment avatar
Savanna
Ya ampun baby ran
goodnovel comment avatar
Savanna
Semoga baby ran gak knpknp
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 327. Kak Darell…

    Tidak ada yang tahu pasti waktu seseorang akan habis kecuali Tuhan. Tidak dokter, keluarga atau orang yang menjalaninya sendiri.Sejak kecil, Kyrran hidup berdampingan dengan rumah sakit. Bau antiseptik lebih sering ia hirup dibandingkan aroma rumput setelah hujan. Ia hafal suara monitor jantung dan warna dinding ruang rawat.Kyrran ingat bagaimana dokter pernah berkata bahwa dirinya mungkin tidak akan bertahan sampai usia dua puluh tahun. Dan beberapa bulan lalu, ia kembali menerima vonis yang tidak jauh berbeda. Waktunya tersisa enam bulan.Namun di tengah semua itu, Kyrran selalu berpikir satu hal. Kalau suatu hari ada yang pergi lebih dulu di keluarganya… maka orang itu pasti dirinya.Namun malam itu… kenyataan menghancurkan logika yang ia pegang.Saat tiba di rumah sakit bersama Andrea, dokter yang menemui mereka menjelaskan dengan penuh keprihatinan lalu menyatakan bahwa Darell Cillian Yoseviano telah tiada.Kyrran duduk di

  • Jerat Ketos Galak   Bab 326. Live… My Brother

    Malam itu, Alveroz High begitu sunyi. Sebagian besar lampu asrama sudah padam, menyisakan beberapa jendela yang masih memancarkan cahaya hangat. Angin malam berembus pelan membawa aroma rumput basah dari taman sekolah.Andrea berada dalam kamar Kyrran di asrama putra. Seperti biasanya, gadis itu akan berpakaian seperti cowok agar bisa menyusup masuk.Dua remaja itu sedang membereskan akuarium ubur-ubur milik Kyrran yang bercahaya lembut memantulkan warna keunguan ke seluruh ruangan.Mereka mengganti air, embersihkan kaca dan memastikan sistem filternya bekerja dengan baik. Sesekali mereka saling menyiram air tanpa sengaja lalu berdebat soal siapa yang memulai lebih dulu.Untuk beberapa saat, masalah operasi, rumah sakit dan semua ketakutan mereka seakan menghilang. Yang ada hanya mereka berdua dan rutinitas kecil keduanya.Mereka selesai membersihkan akuarium bundar itu setelah satu jam lebih.Kyrran kemudian mematikan lampu utama kamarnya, menjadikan ruangan langsung menjadi gelap. N

  • Jerat Ketos Galak   Bab 325. Jangan di Sini

    "Kamu masih marah?" tanya Kyrran, menatap profil samping Andrea.Gadis itu tetap diam, lalu lanjut menggerakkan ujung kuasnya ke kanvas. Kyrran menghela napas, menarik kursi di sebelahnya lalu duduk."Aku tahu kamu sengaja menghindar. Tapi apa harus begitu caranya?" keluh Kyrran.Andrea mengulum bibir lalu menaruh kuas di atas meja. "Aku cuma sedang ingin sendiri, Kyrran."Gadis itu akhirnya menoleh dan tatapan mereka bertemu. Mata Andrea masih menyimpan bekas tangisan semalam. Namun kali ini gadis itu tidak menangis.Andrea menyahut, "kalau aku bilang iya, kamu mau berubah pikiran?"Kyrran terdiam. Jujur saja ia masih berpegang pada pendiriannya yang tidak ingin kehilangan ingatan.Andrea menatapnya lekat. "Aku sudah membujuk kamu," ujar gadis itu pelan."Papa mama kamu sudah membujuk kamu. Dua keluarga besar kamu. Noela juga. Darell juga. Sahabat-sahabat kita juga.""Tapi kamu tetap gak mau melakukan operasi itu," sambung Andrea dengan suara lirih.Kyrran menunduk, memejamkan mata s

  • Jerat Ketos Galak   Bab 324. Masih Marah?

    Pagi berikutnya, Alveroz High kembali dipenuhi hiruk-pikuk seperti biasanya. Suara langkah kaki siswa beradu dengan lantai koridor, pintu kelas terbuka dan tertutup, beberapa guru berjalan tergesa membawa tumpukan buku. Semuanya tampak normal di sekolah elit itu.Hanya Andrea yang merasa harinya jauh dari kata normal. Ya, sejak datang ke sekolah, gadis itu sengaja menghindari Kyrran.Tidak ada alasan lain karena ingin cowoknya itu mau memikirkan kembali keputusan tentang operasi yang jadi jalan kesembuhannya.Maka dari itu, Andrea tidak akan berbicara dengan Kyrran untuk sementara.Sudah terlalu banyak orang yang membujuk Kyrran. Kedua orang tuanya, Noela, Darell, semua keluarganya, para sahabat di geng mereka, bahkan Andrea sendiri sudah memohon kepadanya.Namun Kyrran tetap keras kepala. Cowok itu tidak mau menjalani operasi yang berisiko membuatnya kehilangan seluruh ingatan.Andrea memahami ketakutannya. Tetapi memahami bukan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 323. Maaf, Rea

    Andrea perlahan beranjak dari pasir. Kakinya masih terasa lemas setelah terlalu lama duduk di sana, tetapi ia tidak peduli. Pandangannya hanya tertuju pada Kyrran yang mendekat perlahan. Gadis itu juga ikut melangkah ke arah Kyrran hingga mereka sama-sama berhenti di hadapan satu sama lain. Andrea menatap wajah Kyrran dengan mata sembab. Ia mengusap rambut hitam legamnya yang sedikit berantakan karena angin pantai. "Ya, aku sudah dengar semuanya," ucapnya pelan. Kyrran mengembuskan napas panjang, menatap Andrea beberapa lama, lalu tangannya terangkat dan memegang kedua pundak Andrea. Tanpa mengatakan apa-apa lagi, ia menarik gadis itu ke dalam pelukannya dengan erat. Andrea langsung membalas. Kedua tangan gadis itu melingkar di punggung Kyrran dengan wajahnya yang tersembunyi di dada bidang cowok itu. Begitu hangat dan nyata. Dan hal itu membuat air mata Andrea kembali mengalir. "Maaf, Rea…" Suara Kyrran terdengar berat di atas kepalanya. "Maaf aku gak bicara lagi sama kamu."

  • Jerat Ketos Galak   Bab 322. Keputusan Andrea

    Andrea melewati pintu sebuah kafe dengan bunyi lonceng kecil yang bergemerincing di atasnya. Gadis itu masuk dengan langkah pelan.Sejak menerima telepon dari Darell kakak sepupu Kyrran, pikirannya tidak berhenti berputar. Ia bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan cowok itu sampai matanya menemukan sosok yang duduk sendirian di sudut kafe.Darell mengangkat tangan begitu melihatnya."Andrea."Gadis itu menghampiri lalu duduk di kursi berhadapan dengannya. "Ada apa, Darell? Sepertinya kamu mau membicarakan hal yang sangat penting sampai minta bertemu."Darell tidak langsung menjawab. Tatapan cowok itu tampak serius."Ya, memang sangat penting, karena ini mengenai Kyrran."Jantung Andrea langsung berdegup lebih cepat. "Kyrran kenapa? Beberapa hari ini dia ada jadwal kontrol rutin, apa terjadi sesuatu di rumah sakit?"Darell menghela napas. "Tidak terjadi apa-apa, hanya saja hasil pasti dari dokter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 138. Ingin Memiliki Andrea

    'Jangan… jangan di depan Andrea.' Kyrran membatin frustasi.Tiba-tiba saja dengung di kepalanya muncul lagi dan terasa menyengat. Pandangan Andrea di depan matanya sedikit bergoyang. Dalam waktu singkat dia mendaratkan dahinya ke pundak Andrea. "Kyrran, kamu kenapa!?" sahut gad

  • Jerat Ketos Galak   Bab 132. Menenangkan Andrea

    "Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh

  • Jerat Ketos Galak   Bab 104. Just Kiss Me, Andrea

    Pandangan Andrea terangkat, tatapan tajam Kyrran menyambutnya. Rahang cowok itu mengeras dan bola matanya berkilat penuh amarah, seperti mengobarkan api. Andrea sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Sejak menggendongnya tadi, Kyrran memang sudah tampak kesal. Jemari gadis itu me

  • Jerat Ketos Galak   Bab 51. Mau Wawancara dengan Kyrran

    Setelah kegiatan di klub jurnalistik selesai, Andrea bergegas keluar, langkah sepatunya menyusuri koridor yang lengang. Dia harus menemui Kyrran demi keselamatan naskahnya malam ini. "Ada-ada saja," geram Andrea, berjalan cepat sambil menunduk, kedua ibu jarinya menari di layar. [Kamu di mana]

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status