MasukBRUK!
Andrea langsung menoleh dengan mata membola dan napasnya yang tertahan sepersekian detik. Sementara itu, bola basket yang menubruk dinding memantul sekali di lantai, lalu menggelinding pelan.Di momen yang sama, Lara dan kedua temannya membeku beberapa jenak sebelum mereka refleks bergerak. Kain di mulut Andrea langsung dijauhkan.Sandy buru-buru merapikan rambut Andrea yang berantakan. Jessica mengusap cepat air mata gadis itu dengan telapak tangan. Lara la"Pelan-pelan," bisik Noela pada Elyse, Cassandra dan Jolina. Empat gadis itu masuk pelan-pelan ke unit 207 asrama putri. Langkah mereka begitu halus dan nyaris tak menimbulkan suara di koridor yang sudah sepi sejak jam malam berlaku. Dua hari yang lalu mereka memang telah merencanakan kejutan ulang tahun untuk Andrea. Seusai nongkrong di kafe yang tak jauh dari sekolah, mereka berkumpul di unit 306, tepatnya di kamar Elyse. Di sana, mereka menghabiskan waktu untuk menghias kue, menyiapkan topi ulang tahun dan perlengkapan lain untuk memberi kejutan awal untuk Andrea. Sekarang jarum jam menunjukkan pukul 00.43 dini hari. Di barisan paling depan, Noela membawa kue ulang tahun dengan 17 lilin kecil yang menyala. Di sampingnya, Jolina dan Cassandra menggenggam confetti popper mini yang mengeluarkan pita warna-warni tanpa suara ledakan keras. Elyse membawa topi ulang tahun berwarna emas yang sengaja disiapkan untuk Andrea. Mereka semua mengenakan topi ulang tahun berbentuk kerucut
Lama menunggu jawaban Kyrran, panggilan Andrea berhenti, kemudian pesan masuk ke ponsel Derby.Semua cowok itu berkumpul membaca chat Andrea pada Derby.[Der, kamu bareng Kyrran][Dia ada di asrama gak ya sekarang]Derby menatap Kyrran. "Aku jawab apa, Ran?"Kyrran meluruskan punggung kemudian menghela napas tipis. "Balas kalau masih urus persiapan festival musim dingin.""Oke."Setelah semua balon selesai, Vanko keluar lebih dulu karena ingin mengarahkan anak-anak klub otomotif untuk mengamankan jalur mereka ke asrama putri.Derby, Rasya dan Jeremy membantu untuk mengalihkan para penjaga asrama yang bertugas malam itu. Sementara Kyrran mengatur semua balon-balon dengan rapi membentuk kalimat HAPPY BIRTHDAY ANDREA.Setelah beres, Kotak berisi hadiah yang Kyrran siapkan dipegang di belakangnya. Sejenak dia menatap balkon kamar Andrea, mendengarkan wind chime ubur-ubur gadis itu yang berbunyi tertiup angi
Dua hari sebelumnya, tidak ada yang akan menyangka kalau si ketos iblis yang terkenal galak sedang sibuk merencanakan kejutan ulang tahun.Setelah memberikan bimbingan belajar pada Andrea, Kyrran duduk di sofa unitnya dalam asrama sambil memangku laptop.Layar di hadapan Kyrran dipenuhi berbagai tab yang terbuka—rekomendasi hadiah ulang tahun untuk pacar, ide dekorasi yang bikin pacar bahagia, hingga cara memberikan kejutan yang berkesan.Kening cowok itu sedikit berkerut saat membaca satu per satu artikel yang terlalu berlebihan dan norak.Saat Kyrran begitu fokus membaca satu artikel yang menarik perhatiannya, ia tidak menyadari Rasya melintas dan mengintip layar laptopnya. Cowok berambut blonde itu menyeringai lebar."Ekhmmn, mau kasih birthday surprise buat Andrea ya?"Pandangan Kyrran terangkat kaget, lalu cepat-cepat cowok itu berdeham dan menegakkan punggung. "Bukan urusanmu."Rasya terus mencengcengi Kyrran dan s
Andrea mengintip koridor asrama yang lengang, kemudian melangkah keluar dengan hati-hati. Gadis itu merapatkan kardigan rajut yang membungkus tubuhnya, berusaha menghalau udara dingin yang menggigit. Napasnya membentuk kabut tipis saat ia menuruni tangga dan berjalan menuju halaman asrama. Dari kejauhan, balon-balon huruf yang membentuk tulisan HAPPY BIRTHDAY ANDREA terlihat bergoyang pelan diterpa angin. Namun, Kyrran yang jadi fokus pandangan Andrea. Cowok tinggi itu berdiri tegak di bawah cahaya lampu taman. Menyadari kemunculan Andrea, Kyrran menoleh ke arahnya. Andrea sendiri mempercepat langkah, lalu berhenti di tepat di hadapan cowok yang mengenakan jaket kulit hitam itu. Untuk beberapa saat, keduanya tidak ada yang berbicara. Mereka hanya saling memandang lama dengan binar mata yang sama-sama memancarkan rindu. Kyrran membungkukkan badan sedikit, mendekatkan wajahnya. Sementara itu, Andrea mengangkat dagu, menatap iris hitam yang selalu membuatnya sulit berpaling. K
"Kenapa ya Kyrran tiba-tiba cuek begitu?" gumam Andrea. Ujung sepatunya menyentuh tanah, menggerakkan ayunan di taman samping perpustakaan.Hanya derit pelan rantai ayunan yang menjawabnya.Ada apa sebenarnya dengan Kyrran?Sejak pagi semuanya baik-baik saja. Semalam Kyrran masih sabar membimbing Andrea belajar hingga larut. Pagi tadi mereka bahkan sempat saling menyemangati sebelum memasuki ruang ujian. Tidak ada yang aneh.Namun setelah seluruh ujian hari pertama selesai, sikap Kyrran berubah.Chat Andrea tidak dibalas dan teleponnya diabaikan, seolah-olah Kyrran sedang menghindar.Andrea mengembuskan napas panjang sambil menatap ujung sepatunya. Apa Kyrran cemburu dengan Ketua Klub Jurnalistik?Andrea memang sempat berbincang dengan kakak kelas bernama Keenan itu. Tapi cuma membahas pemberhentian Samuel dari klub.Kyrran tahu dan tidak menunjukkan tanda-tanda marah saat melihat Andrea dan Keenan."Ak
Keputusan finalnya Samuel dikeluarkan dari Alveroz High. Namun skandal cowok itu tidak diungkapkan sepenuhnya. Hanya disebutkan kalau Samuel telah melanggar privasi para siswi dengan menaruh kamera tersembunyi di beberapa tempat. Kyrran sudah meminta khusus pada Kepala Sekolah agar masalah yang menimpa Andrea tidak disebut. Mengingat gadis itu tidak mau ketahuan oleh kakeknya jika bersekolah di Alveroz High. Untung Kepala Sekolah menerima permintaan khusus Kyrran itu tanpa menanyakan alasannya. Di rooftop gedung utama sekolah, Andrea duduk di bangku kayu sambil membaca berita skandalnya mengenai Samuel yang telah dimuat di website sekolah. Andrea menghela napas lega, kemudian menyimpan ponselnya ke dalam saku. Gadis yang mengenakan sweter merah marun itu mendongak sejenak sambil memejamkan mata, membiarkan angin berembus dingin menerpa wajah beningnya. Tak berselang lama, orang yang mengajaknya bertemu di rooftop akhirnya datang. Siapa lagi kalau bukan Kyrran. Cowok itu m
"Rea!" Suara itu memotong riuhnya festival Halloween Alveroz International High School dan yang dipanggil menoleh cepat. Di antara kerumunan kostum yang berwarna-warni dan lampu yang berkelap-kelip, Andrea melihat Noela yang berlari kecil ke arahnya sambil menarik D
Kain kasar yang menutup mata Andrea akhirnya terlepas dan cahaya langsung menyerbu masuk, membuat gadis itu mengerjap berkali-kali. Pupilnya kemudian menyempit untuk menyesuaikan. Ikatan di pergelangan tangannya juga sudah longgar, bahkan sudah terlepas. Ia menunduk sekilas untuk memast
"Hmmhh!"Napas Andrea terdengar pendek dan patah-patah, seolah paru-parunya menolak bekerja di tengah panik yang menyesakkan. Tubuh gadis itu meronta, berusaha melepaskan diri dari ikatan di pergelangan tangan dan kakinya. Namun sia-sia, tali yang melingkar begitu kuat. Gelap menutup segala pengli
"Iya, ini Kyrran," ulang cowok itu. Tanpa banyak penjelasan, Kyrran langsung menarik pergelangan tangan Andrea. Gadis itu sendiri tidak melawan. Ia masih sedikit linglung dan membiarkan dirinya ditarik melewati jalur sempit yang tidak dilalui banyak orang. Suara ram







