Share

Bab 41. Sandiwara

Auteur: Sweety
last update Date de publication: 2026-04-16 21:00:27

BRUK!

Andrea langsung menoleh dengan mata membola dan napasnya yang tertahan sepersekian detik. Sementara itu, bola basket yang menubruk dinding memantul sekali di lantai, lalu menggelinding pelan.

Di momen yang sama, Lara dan kedua temannya membeku beberapa jenak sebelum mereka refleks bergerak. Kain di mulut Andrea langsung dijauhkan.

Sandy buru-buru merapikan rambut Andrea yang berantakan. Jessica mengusap cepat air mata gadis itu dengan telapak tangan. Lara la
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (3)
goodnovel comment avatar
Fha
awawaww makin berani
goodnovel comment avatar
Uing21
lnjut yukk
goodnovel comment avatar
Rini Angriani
dua cwo nya knp chatnya kg dbls wkwkwk
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Jerat Ketos Galak   Bab 98. Pokoknya Kamu yang Salah

    "Sakit…" lirih Andrea. Ia merunduk pada kulitnya yang terasa lecet dan perih. Sambil menyeka keringat yang mengalir di pelipisnya, ia menoleh ke belakang dan napas gadis itu tercekat karena siluet driver itu semakin dekat. "Shit!" umpatnya. Andrea memaksa bangkit meski lututnya gemetar sakit. Dia kembali berlari, tapi kali ini langkahnya pincang dan jauh lebih lambat. Dia menyusuri jalanan gelap yang di kanan kirinya hanya dipenuhi pepohonan tinggi dan semak liar. Astaga, Andrea dibawa sejauh apa sebenarnya? Bulir-bulir air mulai merebak dari sudut mata Andrea sambil terus memaksa langkah kaki telanjangnya untuk melangkah secepat mungkin. Namun, sangat sial baginya, langkah pria itu mendekat dan lengan Andrea berhasil ditangkap dengan kasar. Andrea menjerit kecil. "Ah! Lepas!" Pria berkumis tipis itu menahan tubuh Andrea, mencengkeram bahunya sambil terengah. "Beraninya kau kabur, Nona Manis." Andrea meronta panik. "Lepas! Tolong!" Ponselnya terlepas dari geng

  • Jerat Ketos Galak   Bab 97. Please Help Me

    "Kyrran brengsek!" maki Andrea pelan.Di jok belakang taksi online, Andrea menyandarkan kepalanya di jendela kaca. Lampu kota bergerak samar di luar sana, memantul di matanya yang masih panas karena emosi.Setelah menampar dan mengeluarkan ucapan kecewa, Andrea memelesat pergi meninggalkan Kyrran, membawa amarahnya yang meluap-luap. Bahkan dia masih terngiang-ngiang kalimat Kyrran. Apa cowok itu menganggap Andrea sama seperti cewek-cewek lain yang Kyrran dekati? Apa sih sebenarnya isi kepala cowok itu?Tidak boleh. Cukup ciuman pertamanya yang dicuri oleh Kyrran. Andrea akan mati-matian mempertahankan keperawanannya untuk suaminya kelak. Larut dengan amarahnya membuat Andrea baru sadar kalau taksi online yang membawanya—berbelok ke jalur tidak biasa. Alis gadis itu langsung mengerut tipis. Ini bukan arah menuju distrik Alveroz High. Namun Andrea tetap mempertahankan posisi santainya di kursi belakang.Alih-a

  • Jerat Ketos Galak   Bab 96. Ayo ke Hotel

    "Lama atau enggak, yang penting grup itu harus bubar. Aku juga gak mau ada korban lagi, Kyrran." Andrea menatap dingin. "Bicara soal proses yang cepat, kenapa gak kamu aja yang membuat pengumuman lagi?" gadis itu menyilangkan tangan di dada. "Umumkan kalau kamu sudah tahu mengenai grup KGA itu dan minta jangan ada lagi cewek yang dibully secara privat karena gara-gara 'kelihatan' dekat sama kamu." Sorot mata Andrea menusuk ke iris hitam cowok itu. "Atau jangan-jangan kamu memang suka semua orang ribut memperebutkan kamu?" Ruangan itu mendadak hening, menyisakan suara samar sorakan arena bawah yang terdengar dari balik kaca besar. Kyrran tetap dengan tatapan dinginnya. "Kalau aku menyukainya aku gak mungkin memberimu tugas membongkar skandal grup konyol itu." Andrea mengedip pelan dan bibirnya terbuka tipis. "Dan pengumuman yang kamu maksud, gak akan memberikan pengaruh yang ban

  • Jerat Ketos Galak   Bab 95. Jadi Umpan

    Jam malam sudah berlaku, lorong asrama mulai sepi dan lampu utama sudah diredupkan. Sekitar satu jam kemudian, Andrea diam-diam keluar dari asrama putri. Hoodie hitam menutupi kepala gadis itu agar bisa lebih menyatu dengan hitamnya malam. Dia bergerak luwes macam cat woman menghindari penjaga dan kamera pemantau. Berbekal kartu akses dari Kyrran juga, Andrea berhasil menyelinap keluar melewati jalur belakang sekolah. Sekitar tiga puluh menit kemudian, Andrea berdiri di depan sebuah underground fight club tersembunyi. Lampu neon berkedip samar menyambut mata gadis itu di lorong masuk. Dentuman musik bas bercampur suara sorakan samar dari bawah tanah memekakkan pendengarannya. Seorang pria bertubuh besar di pintu yang melirik kartu akses di tangan Andrea, langsung mempersilahkannya masuk tanpa banyak tanya.Andrea berjalan masuk melewati kerumunan orang, asap rokok, gelas alkohol dan layar taruhan digital yang memenuhi ruanga

  • Jerat Ketos Galak   Bab 94. Disekap Kyrran's Guardian Angels

    "Oh no!" celetuk Jolina panik. Andrea dan Noela saling melemparkan lirikan. Dalam waktu singkat keduanya ditarik masuk ke dalam kamar Jolina. "Gawat!" "Kenapa?" tanya Noela heran. "Harusnya kamu lega ada yang membela. Andrea dan Kyrran berani bersuara buat kamu," sambung gadis berambut sebahu itu. "Ya aku gak masalah kalau Andrea yang bela," kata Jolina, nadanya sedikit gengsi, dia melirik Andrea sejenak, "tapi karena Kyrran yang angkat suara itu yang masalah! Kenapa gak anggota OSIS yang lain!" Jolina mulai berjalan mondar-mandir panik. Dia memegangi kepalanya sendiri. "Kamu bikin aku stres tau gak!" gerutu Noela. "Aku juga stres!" kata Jolina frustrasi. "Kenapa?" sahut Andrea, memancing. Dia sudah curiga mengenai hal lain yang mengganggu Jolina dan dia mau mendapatkan konfirmasi. Jolina memejamkan matanya sekilas dan berhenti di hadapan Andrea dan Noela. "Beberapa hari lalu aku disekap sama Kyrran’s Guardian Angels," aku Jolina mengendus lemas. Noela membela

  • Jerat Ketos Galak   Bab 93. Mencari Jolina

    "Dia pasti cuma main-main," monolog Andrea pada dirinya, saat memikirkan ucapan Kyrran. Gadis itu mempercepat langkahnya menuju gedung utama. Setelah mengambil tas di loker, Andrea menapaki tangga, masuk ke dalam ruangan untuk mengikuti kelas media dan jurnalisme. Namun, Andrea tidak melihat Jolina sama sekali. Tidak ada suara debat menyebalkan khas cewek itu saat pelajaran berlangsung. Tidak ada komentar sarkas yang biasanya muncul tiap guru membahas etika media. Awalnya Andrea mencoba mengabaikan ketidakhadiran Jolina—mungkin bolos atau izin karena terlalu malu setelah kejadian di kafetaria. Tapi saat meeting klub jurnalistik dimulai sore harinya, kursi Jolina masih kosong. Rasa tidak nyaman Andrea mulai berubah jadi kegelisahan. Aneh. Jolina bukan tipe orang yang menghilang tanpa kabar, apalagi dari meeting klub. Cewek itu sama dengan Andrea yang terlalu obsesif soal jurnalistik untuk melewatkan rapat penting. Setelah pertemuan di klub jurnalistik selesai, Andrea langs

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status