Share

116. Bergosip

last update publish date: 2026-04-22 09:36:46

Mitha tidak berusaha mejelaskan siapa Lana sebenarnya. Ia justru tersenyum tipis yang penuh arti ke arah kakak tirinya, seolah menikmati momen Lana dipandang rendah di perusahaan suaminya sendiri.

Lana berhenti tepat di samping mereka, membiarkan suasana hening sejenak sebelum ia membuka suara dengan nada bicara yang sangat tenang.

"Mitha, sepertinya kamu harus lebih selektif memilih teman bicara di kantor. Jangan sampai kebiasaan 'bergosip' di belakang orang menul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   130. Reyner Mulai Jengah

    Di kantornya, Reyner mulai jengah saat Mitha terus memanggilnya "Mas" sejak identitas wanita itu sebagai adik tiri Lana terungkap. "Mitha, jaga profesionalisme kerja saat di kantor meski hanya ada kamu dan saya. Panggil Pak! Kamu paham tidak? Sudah berapa kali saya ingatkan?" Mitha mengerucutkan bibirnya, lalu mendekat ke meja Reyner dengan tatapan manja. "Galak sekali, Pak. Apa ini karena Kak Lana? Padahal dulu Bapak tidak keberatan." Reyner langsung berdiri, menciptakan jarak tegas saat Mitha mulai melangkah terlalu dekat. Ia merasa muak dengan gelagat wanita di depannya ini. "Segera verifikasi kiriman bahan mentah milik *L'Aura by Lana*. Kamu tahu, kan? Bisnis istriku adalah prioritas utama. Jangan sampai tertukar dengan dokumen manifes lainnya," perintah Reyner. Mitha tersenyum masam, tatapannya menyiratkan rasa tidak suka yang terpendam. "Tentu, Pak. Sudah diproses. Kalau begitu, saya permisi

  • Jerat Manis Istri Siri   129. Tiba-Tiba Kimmy

    Siang itu, setelah rapat selesai, Lana kembali ke ruangannya dan Dante telah menunggunya."Aku mengajakmu makan siang, apa kau keberatan? Maaf aku tidak mengabarimu, Lan."Lana tersenyum tipis sambil merapikan berkasnya. "Tentu, Dante. Kebetulan aku butuh suasana baru untuk membicarakan progres suplier Eropa. Mari, aku yang tahu tempat tenang di dekat sini."Di keheningan mobil Range Rover Dante, hanya terdengar sayup-sayup lagu dari platform musik. Lana sedang mengisi daya ponselnya saat sebuah pesan masuk muncul di fitur pop-up aplikasi hijau dari Kimmy."Lana, baru saja kukirim ya uang jajan untuk Eden. Btw makasih sebelumnya."Dante sempat membaca sekilas pesan itu. "Kimmy? Kimmy Cassandra?""Kamu kenal, Dante?" tanya Lana."Tidak terlalu. Dia dulu dekat dengan Reyner, kan? Mantan pacar Reyner?""Bukan, teman saja," jawab Lana singkat."Kau yakin? Mereka lengket sekali lho, seperti sepasang kek

  • Jerat Manis Istri Siri   128. Senjata Kerapuhan

    Lana berbalik, menghadap tepat ke arah Reyner. Ia melangkah satu langkah lebih dekat, memangkas jarak di antara mereka hingga aroma parfumnya yang elegan memenuhi indra penciuman suaminya. "Mas, aku dan Dante hanya bertemu sesekali dalam seminggu, itu pun di jam kerja. Dia investorku, dan kami sangat profesional. Tolong jangan mulai lagi," ucap Lana sambil menatap lurus ke dalam manik mata Reyner. "Aku sedang berusaha mengedepankan logika, padahal hatiku sebenarnya jauh lebih cemburu melihat kamu yang setiap hari berinteraksi dengan Mitha." Lana menjeda kalimatnya, memberikan penekanan pada setiap kata yang keluar. "Di sini seharusnya aku yang marah karena kamu sudah melakukan pengkhianatan kecil soal kontrak itu. Aku harap kamu bisa segera meninjau ulang keputusannya." Rahang Reyner mengeras mendengar istilah 'pengkhianatan kecil' yang dilemparkan Lana. Ia merasa seperti terdakwa di rumahnya

  • Jerat Manis Istri Siri   127. Konfirmasi

    Reyner turun ke lantai bawah, menatap dapur bersih dengan lampu yang telah padam. Istrinya sudah tidak ada di sana. "Lana sudah ke kamar sepertinya," gumamnya.Reyner pun segera menyusul dan benar saja, Lana tidur terlentang dengan penutup mata yang biasa ia gunakan. Reyner berbaring di samping istrinya; ia tahu Lana belum benar-benar tidur, tapi ia memilih tidak ambil pusing. Reyner memeluk Lana dan mengecup bahunya yang terbuka karena gaun tidur sutra itu."Selamat tidur, Lana. Maafkan aku," bisiknya. Kecupan terakhir mendarat di pelipis Lana, lalu ia langsung memberi jarak, sadar bahwa istrinya sedang tidak dalam suasana hati yang baik.Di balik penutup matanya, Lana masih terjaga sepenuhnya. Dadanya terasa sesak saat mendengar kata maaf yang meluncur begitu saja dari bibir Reyner."Maaf untuk apa, Mas?" batinnya getir. "Maaf karena sudah ingkar janji, maaf karena membiarkan Mitha menyentuhmu, atau hanya maaf agar beban pikiranmu hilang se

  • Jerat Manis Istri Siri   126. Berdebat

    Lana menghela napas panjang sebelum melangkah masuk. Sambil membawa clutch-nya, ia masuk ke kamar. Reyner melepas bajunya dengan membelakangi istrinya, lalu melenggang ke kamar mandi. Tak lama, Lana menyusul setelah berganti gaun malam. "Mas, kamu kenapa sih? Di sini seharusnya aku yang marah lho. Aset wanita lain disodorkan ke suamiku? Itu baru yang aku lihat, enggak tahu keseharian kalian di kantor bagaimana," ucap Lana pedas. Reyner menghentikan gerakannya di depan wastafel, lalu berbalik dengan tatapan tajam yang masih menyala. "Jangan memutarbalikkan fakta, Lan! Mitha itu bekerja, sedangkan kamu? Kamu sengaja membiarkan Dante menyentuhmu hanya untuk memancing emosiku, kan?" jawab Reyner dengan suara tertahan. "Kamu baru lihat sekali ini saja sudah jengkel, kan? Bagaimana denganku yang melihatmu mempekerjakannya selama empat bulan? Kamu bilang masa percobaanny

  • Jerat Manis Istri Siri   125. Sikompor Beraksi

    Dante melangkah mendekat, seolah ingin memutus pandangan Lana dari pemandangan tidak sedap di sudut ruangan itu. Ia berdiri cukup dekat, memberikan perlindungan fisik sekaligus privasi dari gangguan luar.​"Jangan buang energimu untuk hal yang tidak penting, Lana," ucap Dante pelan, melirik sekilas ke arah Mitha sebelum kembali fokus pada Lana. "Di sebelah sana ada beberapa pemilik jaringan ritel perhiasan terbesar di Asia Tenggara. Mereka sangat terkesan dengan desainmu. Mari, aku kenalkan. Siapa tahu mereka tertarik menyuntikkan dana lebih besar untuk ekspansi."​Lana menoleh, melihat sekelompok pria paruh baya yang tampak berwibawa sedang memperhatikan salah satu koleksinya. Alih-alih langsung menyambar tawaran emas itu, Lana justru tersenyum tenang dan menggeleng pelan.​"Terima kasih, Dante. Tapi kurasa untuk saat ini, dukunganmu sudah lebih dari cukup," jawab Lana rendah. "Aku lebih suka membiarkan brand ini tumbuh secara organik dulu. Aku ingin

  • Jerat Manis Istri Siri   33. Kimmy Panik

    Kimmy segera menghubungi Garry dengan napas memburu dan sisa ketakutan yang kentara di wajahnya. "Mas, bagaimana ini kalau nanti benar-benar dilakukan tes DNA? Jelas-jelas ini bukan anak Reyner!" Suara bising musik dari bar

  • Jerat Manis Istri Siri   32. Memegang Kendali

    Garry terkekeh sinis, menatap Reyner dengan pandangan meremehkan. "Istri siri? Apa yang bisa dibanggakan dari status itu? Kimmy lebih berhak mendapatkan posisi sah daripada perempuan kemarin sore yang menjebakmu di vila malam itu." "Itu bukan urusanmu. Aku berhak memilih

  • Jerat Manis Istri Siri   31. Saudara Angkat Yang Janggal

    "Tapi, Rey?" ucap Kimmy berharap Reyner dilembutkan hatinya, namun pria itu membuang muka tak perduli.Pada akhirnya, Kimmy menandatangani surat itu dengan terpaksa. Goresan penanya tampak kasar, mencerminkan kemarahan dan protes yang tertahan karena ia benar-benar tak punya

  • Jerat Manis Istri Siri   25. Bertahanlah, Lana

    ​"Sudah pulang, Sayang? Bagaimana hasil perburuanmu di keluarga Julian?" bisik suara serak yang membuat bulu kuduk Kimmy meremang. Pelukan Garry terasa seperti lilitan ular yang mencekik. Kimmy membeku; diingatkan kembali bahwa meski ia berhasil menjerat Reyner, ia tetaplah tawanan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status