Share

120. Cuddling

last update publish date: 2026-04-24 09:01:32

Reyner menghela napas, ia meraih tangan Lana dan menggenggamnya erat. "Aku ingin istriku yang hadir. Aku ingin kamu ada di sana sebagai pendampingku, bukan orang lain. Tolonglah, ini penting bagiku. Anggap saja ini cara kita untuk memulai kembali pembicaraan yang lebih baik."

Lana menatap kedua anak batita itu yang mulai menguap, lalu beralih menatap suaminya. Ada kilatan tekad di matanya yang tidak Reyner sadari. Lana tidak hanya akan hadir sebagai pendamping, ia ak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   125. Sikompor Beraksi

    Dante melangkah mendekat, seolah ingin memutus pandangan Lana dari pemandangan tidak sedap di sudut ruangan itu. Ia berdiri cukup dekat, memberikan perlindungan fisik sekaligus privasi dari gangguan luar.​"Jangan buang energimu untuk hal yang tidak penting, Lana," ucap Dante pelan, melirik sekilas ke arah Mitha sebelum kembali fokus pada Lana. "Di sebelah sana ada beberapa pemilik jaringan ritel perhiasan terbesar di Asia Tenggara. Mereka sangat terkesan dengan desainmu. Mari, aku kenalkan. Siapa tahu mereka tertarik menyuntikkan dana lebih besar untuk ekspansi."​Lana menoleh, melihat sekelompok pria paruh baya yang tampak berwibawa sedang memperhatikan salah satu koleksinya. Alih-alih langsung menyambar tawaran emas itu, Lana justru tersenyum tenang dan menggeleng pelan.​"Terima kasih, Dante. Tapi kurasa untuk saat ini, dukunganmu sudah lebih dari cukup," jawab Lana rendah. "Aku lebih suka membiarkan brand ini tumbuh secara organik dulu. Aku ingin

  • Jerat Manis Istri Siri   124. L'Aura By Lana

    Beberapa bulan berlalu dengan cepat. Sebuah aula galeri minimalis yang disulap menjadi ruang pameran eksklusif malam itu menjadi saksi lahirnya L’Aura by Lana. Suasananya jauh berbeda dari pesta korporat Reyner yang kaku; malam ini terasa lebih intim, mahal, dan penuh dengan wajah-paling berpengaruh di dunia finansial.Lana berdiri di tengah ruangan, mengenakan dress putih gading yang simpel namun berkelas, membiarkan kalung berlian rancangan pertamanya menjadi pusat perhatian. Di sampingnya, Leon dan Tiara tampak bangga mendampingi sang adik. Rezza, ayahnya, tak henti-hentinya tersenyum lebar, sementara Dinda mencoba tetap terlihat anggun meski hatinya mungkin terbakar melihat kesuksesan anak tirinya yang kini melampaui segala ekspektasi.Lana bergerak lincah di antara para tamu. Ia tertawa kecil saat berbincang dengan mantan klien kakapnya dulu di pasar saham—pria-pria yang kini menjadi pengusaha papan atas. Ia tampak begitu berkuasa, begitu hidup.

  • Jerat Manis Istri Siri   123. Rencana Lana

    "Kita bicarakan nanti di rumah, Lan," ucap Reyner dengan nada menahan geram. Tangannya melingkar posesif di pinggang Lana, menariknya menjauh dari hadapan Dante tanpa menunggu jawaban lagi.Dante hanya berdiri di tempatnya, menatap punggung pasangan itu dengan senyum miring yang penuh kemenangan. Ia mengelus dagunya perlahan, matanya berkilat licik. "Reyner makan umpanku. Ah, Lana... wanita sepertimu memang seharusnya bersinar seperti kilau berlian, bukan meredup di balik bayangan suami," bisik Dante pada angin malam.Begitu pintu kamar tertutup rapat, Reyner langsung melepaskan jas tuksedonya dan melemparkannya ke kursi dengan kasar. Ia berbalik, menatap Lana yang sedang tenang melepas anting-antingnya di depan cermin."Maksudnya apa, Lan? Investor? Dante Verrell?" cecar Reyner, suaranya naik satu oktav. "Kenapa kamu sama sekali tidak bicara padaku sebelumnya? Aku ini suamimu! Kenapa malah orang asing—apalagi rivalku—yang pertama tahu ide ini?"

  • Jerat Manis Istri Siri   122. Tawaran Dante

    Reyner masih sibuk berbincang kaku dengan beberapa kolega yang baru saja diperkenalkan oleh ayahnya, Julian. Tatapannya sesekali mencari sosok Dante. Mitha, menyadari ketegangan Reyner, mencoba masuk ke dalam lingkaran percakapan itu, pura-pura menawarkan bantuan untuk menjelaskan detail teknis Pinnacle Tower.Lana, merasa sesak dengan kepura-puraan di dalam, melangkah keluar ke balkon untuk menghirup udara segar. Ia menyandarkan kedua tangannya di pagar pembatas, menatap pemandangan malam dengan tatapan sendu."Sudah kuduga, udara di sini jauh lebih jujur daripada di dalam sana," suara Dante Verrell kali ini lebih tenang, tanpa ada Reyner yang harus ia provokasi.Dante berdiri beberapa langkah di sampingnya, juga menatap lurus ke depan. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana tuksedonya.Lana tidak menoleh. "Kau suka menguntit, Dante?"Dante terkekeh pelan. "Aku tipe pria yang tahu kapan harus mendekat dan kapan harus memberi ruang

  • Jerat Manis Istri Siri   121. Panggung Untuk Lana

    Lampu kristal di ballroom hotel berbintang itu berpendar mewah, memantul pada deretan gelas sampanye yang tertata rapi. Malam itu, peresmian Pinnacle Tower benar-benar menjadi ajang pamer kuasa. Reyner berdiri dengan gagah dalam setelan tuksedo gelapnya, namun perhatiannya terus tercurah pada sosok di sampingnya. Lana tampil luar biasa. Ia mengenakan gaun silk berwarna emerald yang memeluk tubuhnya dengan elegan, rambutnya disanggul modern, memamerkan leher jenjangnya. Ia tak lagi terlihat seperti ibu rumah tangga yang kelelahan; ia adalah Lana Asteria, menantu dari Julian. "Papa bangga melihat kalian berdua," ujar Julian, mertua Lana, yang berdiri didampingi Dian. Pasangan sepuh itu tampak semringah melihat putra dan menantu mereka menjadi pusat perhatian. "Lana, kamu cantik sekali malam ini. Mama senang kamu akhirnya mau keluar rumah lagi," tambah Dian sambil mengelus lengan Lana lembut. Tak jauh dari mereka, M

  • Jerat Manis Istri Siri   120. Cuddling

    Reyner menghela napas, ia meraih tangan Lana dan menggenggamnya erat. "Aku ingin istriku yang hadir. Aku ingin kamu ada di sana sebagai pendampingku, bukan orang lain. Tolonglah, ini penting bagiku. Anggap saja ini cara kita untuk memulai kembali pembicaraan yang lebih baik." Lana menatap kedua anak batita itu yang mulai menguap, lalu beralih menatap suaminya. Ada kilatan tekad di matanya yang tidak Reyner sadari. Lana tidak hanya akan hadir sebagai pendamping, ia akan hadir sebagai dirinya yang dulu—Lana sang pialang ulung. "Baiklah. Aku akan datang." Lana tersenyum, batinnya berkata "Tapi jangan berharap banyak aku hanya akan berdiri diam dan tersenyum seperti pajangan, Rey." Reyner tersenyum lega, "Terima kasih, Lan. Aku akan siapkan gaun terbaik untukmu," bisik Reyner sambil mengecup punggung tangan istrinya. Lana hanya tersenyum samar. Gaun terbaik? Tidak, Mas. Aku sendiri yang akan memilih 'perisa

  • Jerat Manis Istri Siri   54. Kembali Ke Bogor

    "Sini, sambil tiduran," ajak Lana sembari menarik lengan Reyner untuk berdiskusi santai. "Kamu ada modal berapa? Aku punya uang hasil kerjaku selama lima tahun jadi pialang, atau mobilku saja yang dijual. Kebetulan apartemenku juga mau aku kosongkan untuk disewakan, lumayan untuk tambah moda

  • Jerat Manis Istri Siri   49. Mengejar Jalang Kecil

    "Mas, kamu ini! Masih saja main perempuan. Aku ini sedang mengandung anakmu, lho!" protes Kimmy sengit. "Mati-matian aku di sini menghadapi Reyner agar dia tunduk, tapi dia malah makin patuh pada istrinya. Eh, kamu sebagai bapak biologisnya malah tidak ada pedulinya sama sekali pada adik ang

  • Jerat Manis Istri Siri   48. Memata-matai

    "Aku... aku memata-matai kalian, Rey," jawab Kimmy akhirnya dengan suara pelan. "Memata-matai? Bagaimana caranya?" cecar Reyner, tidak puas dengan jawaban menggantung. "Itu pun tak penting, mana mungkin aku membeberkan pada kalian? Aku tidak bisa tenang di Jakarta sementara tahu suamiku sedang a

  • Jerat Manis Istri Siri   47. Menginterograsi Kimmy

    "Sial!" batin Lana. Kalau saja perempuan ini bukan istri kedua Reyner, mungkin ia sudah menjambak rambutnya. Namun, ia hanya bisa menghela napas panjang untuk meredam emosinya."Rey, gandeng..." ucap Kimmy manja sambil bergelayut di lengan kokoh Reyner saat mereka turun dari mobil.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status