Share

Bab 17 - Rencana Nathan

Author: Ayumi Sarah
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-10 12:52:20

"Nathan? Kenapa... kenapa kamu di sini?” Dinda yang berpikir siapa tahu mungkin dia yang telah salah kamar lalu buru-buru membuka ponsel untuk mengecek kembali informasi dari Rafael. “Ini benar kok kamar nomor 1508.”

“Ya, Din.” Nathan mengkonfirmasi. “Kamu nggak salah kamar.”

Mata Dinda menyipit tajam ke arah Nathan. “Terus, kenapa kamu di sini, Nat? Mana Rafael?”

Nathan tidak langsung menjawab. Selama beberapa saat, pria tinggi tegap yang memakai setelan kemeja hitam casual elegan itu hanya me
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   BAB 30 - Pura-Pura Sayang?

    "Masih pura-pura nggak tahu salahnya di mana?" Rafael melepas topi, lalu melemparkannya ke sudut kamar. "Anak sakit, kamu malah enak-enakan tidur! Ibu macam apa kamu ini?""Aku ... aku tadi udah rawat Nikita, Mas. Sumpah! Barusan aku cuma ketiduran habis mandi. Nggak sengaja, Mas.""Jangan coba-coba bohong. Kamu pikir aku nggak tahu? Mbak Asti yang jagain Nikita seharian. Kamu malah enak-enakan pergi makan malam di rumah orang tuamu.”"Aku memang pergi ke rumah orang tua, tapi cuma sebentar, Mas. Pas pulang, aku langsung jagain Nikita lagi. Bisa tanya Mbak Asti kalau Mas nggak percaya." "Udah lah, nggak usah banyak alasan! Intinya, kamu udah gagal jadi ibu yang baik. Anak lagi sakit, kamu malah pergi-pergi, terus pulang cuma tidur.”Dinda menggigit bibir, berusaha menahan isakan. "Kenapa nggak batal aja acaranya?" Rafael mencecar lagi. "Harusnya kalau anak mulai nggak enak badan, kamu batalkan semua acara. Bukan malah pergi terus pulang-pulang langsung tidur!""Aku nggak langsung ti

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   BAB 29 - Pelabuhan Hilang, Badai Menghantam

    Dinda membelalak. Segera, ia letakkan ponselnya lagi di dekat bantal. Dinda teramat menyadari bahwa dirinya sudah putus dengan Nathan, yang artinya ia tidak lagi memiliki hak terhadap pria itu. Sekarang Nathan bebas menjadi kekasih siapa saja. Tapi, mengapa membaca pesan dari Helen, terasa menyakiti hatinya?Nathan Leonard Sagara. Lelaki itu memang benar-benar membekas untuk Dinda.Nathan laki-laki pertama yang benar-benar melihat Dinda sebagai dirinya sendiri. Nathan yang paling sabar mengajari Dinda, Nathan yang rela pulang larut demi menunggu Dinda selesai rapat OSIS, Nathan yang tidak pernah mengeluh saat Dinda curhat berjam-jam tentang tekanan di rumahnya.Selama lima tahun bersama, Nathan adalah pelabuhan Dinda. Tempat ia bisa bernapas tanpa beban, tanpa perlu berpura-pura kuat atau sempurna. Saat ibunya terlalu keras dan saat kakaknya terlalu menyebalkan, Nathan selalu ada di sana, mendengarkan tanpa menghakimi Dinda. Dinda menelan ludah, merasakan tenggorokannya tercekat k

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   BAB 28 - Masih Membekas

    Begitu sampai di rumah, Dinda langsung menuju ke kamar Nikita. Di dalam kamar, Nikita sudah tidur, tapi memang kata Mbak Asti suhu tubuh Nikita belum stabil dan harus selalu dipantau jika mungkin nanti demamnya timbul lagi.Dinda lantas duduk di kursi dekat ranjang. Tangannya menggenggam tangan mungil Nikita.Sebenarnya makan malam di rumah orangtuanya memberinya banyak tekanan yang melelahkan mental. Tapi, melihat Nikita tidur dengan tenang seperti ini, entah bagaimana semua masalah di luar sana serasa hilang untuk sementara."Cepat sembuh, ya, sayang," bisik Dinda, mengusap jari-jari kecil Nikita."Ibu istirahat saja kalau capek,” ujar Mbak Asti. “Biar saya yang jaga Non Nikita.""Nggak usah, Mbak. Saya mau nemenin Nikita dulu. Mbak Asti istirahat aja."Mbak Asti pun mengangguk, lalu keluar dari kamar setelah mengingatkan Dinda untuk memanggilnya bila membutuhkan sesuatu.Sambil menjaga Nikita, Dinda mengecek ponselnya, lalu menemukan beberapa notifikasi media sosial dari Yunita yan

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   BAB 27 - Memeras Anak Sendiri

    Dinda menunduk lalu menghela napas. "Iya, Bu. Aku ngerti," jawabnya kepada Santi.Demi menghindari ceramah panjang yang pasti hanya akan melelahkan batinnya, ia pun menerima bungkusan ramuan itu. Tentu saja ia tak berniat benar-benar akan meminumnya. Untuk apa minum ramuan kesuburan kalau suaminya saja tak pernah menggaulinya? Itu sama saja dengan menyiram tanaman plastik, berharap akan tumbuh bunga."Nah, gitu dong, nurut sama Ibu," ujar Santi. "Oh, ya, Din. Ibu mau cerita sedikit. Sekarang kan harga-harga naik semua ya, Din. Ibu juga harus ngatur uang buat belanja, bayar listrik yang makin mahal, belum lagi biaya berobat Bapakmu ... aduh, rasanya pusing kepala Ibu."Dinda menahan napas, perasaannya tidak enak. "Nah, kamu sekarang kan sudah jadi istri Rafael, pasti hidupmu berkecukupan, ya?" Santi melirik Dinda penuh harap. "Ibu pikir ... mungkin kamu bisa bantu Ibu sedikit? Bulan ini Ibu agak kekurangan."Dinda merasakan amarah merayap naik ke tenggorokannya. Rasanya ingin sekal

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   Bab 26 - Pokoknya Harus Cepat Hamil!

    "Din," Santi memulai berbicara dengan Dinda yang sedang mencuci peralatan makan di dapur. "Kamu sama Rafael baik-baik aja, kan?"Dinda menggigit bibir bagian dalam. Santi bertanya seolah Ibunya itu siap dengan senapan argumen jika Dinda berani bilang ada masalah. Bisa saja sekarang Dinda menjawab jujur seperti, "Nggak, Bu. Rafael nggak pernah nyentuh aku. Setiap hari aku seperti boneka pajangannya. Dan ya, Rafael juga pernah mukul aku, berkali-kali, bahkan untuk kesalahan yang nggak pernah aku lakukan."Tapi seperti masalahnya yang sudah-sudah, Santi justru akan selalu menghakimi dan memberinya kalimat-kalimat menusuk, seperti Dinda yang tidak becus lah, tidak bisa jaga sikap lah, dan bahkan membandingkan dengan Yunita. Karena itu, Dinda pun akhirnya menjawab, "Baik-baik aja kok, Bu." Santi mengamati wajah Dinda dengan tatapan menyelidik. "Beneran? Kalau memang semuanya baik-baik aja, kenapa sampai sekarang kamu belum hamil juga?"Ah, topik ini lagi. Dinda merasakan darahnya mend

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   Bab 25 - Luka Anak yang Tak Didengar

    "Gio!" bentak Joko, mencoba melerai, tapi sepertinya Gio sudah terlanjur emosi."Kalau aja Ibu bisa menghargai Adel seperti Ibu menghargai menantu kesayangan itu," Gio menunjuk suami Yunita, "mungkin Adel masih jadi istriku sekarang."Wajah Santi memerah. "Ibu nggak akan ikut campur kalau Adel itu becus jadi istri! Dia terlalu boros. Ngabis-ngabisin gaji cuma untuk perawatan dan barang-barang nggak penting. Memangnya Ibu salah kalau ngajari dia cara hemat?""Si Adel mau pakai uang itu buat perawatan atau apa juga terserah dia, Bu. Itu kan uang hasil kerja keras Gio! Bukan uang Ibu!" Gio sudah tidak bisa menahan emosinya sehingga nada suaranya pun meninggi."Gio!” bentak Joko lagi. “Tolong jaga mulutmu di depan Ibumu!”Wajah Joko memucat. Sekilas, tangannya menyentuh dada.Takut sakit jantung Ayahnya kambuh, Gio pun langsung menutup mulutnya rapat-rapat.Menarik napas dalam, Gio lalu kembali makan dalam diam. Dinda melirik kakak laki-lakinya itu. Dinda yakin jika bukan karena kondisi

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   Bab 6 - Ada Apa dengannya?

    "Oh, tentu," jawab Dinda cepat. "Rafael sangat baik. Dia itu... dia sempurna."Nathan mengangguk pelan, tapi dari sorot matanya, Dinda tahu pria itu tidak sepenuhnya percaya. Mereka telah bersama selama lima tahun. Nathan mengenalnya terlalu baik untuk dibohongi."Dengar, Din," Nathan meletakkan ca

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   Bab 5 - Reuni dengan Mantan

    Nathan terkekeh, geli melihat kegugupan Dinda. Ekspresi jahilnya perlahan melembut menjadi senyuman hangat yang dulu selalu berhasil menenangkan Dinda di saat-saat sulit."Santai, Din," kata Nathan. Ia mengembalikan kedua buku ke tangan Dinda. "Aku nggak akan bilang siapa-siapa kok. Rahasia kita be

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   Bab 4 - Seseorang dari Masa Lalu

    Tujuh hari terasa seperti mimpi aneh. Pernikahan kilat dan mengurus bayi, semuanya terasa begitu baru bagi Dinda.Namun, setidaknya Dinda dapat menjalankan rutinitasnya seperti biasa. Hari ini, ia pergi ke toko buku untuk mencari buku referensi.Mata Dinda menyapu judul-judul buku ekonomi makro yan

  • Jerat Pernikahan: Rahasia Gelap Suamiku   Bab 3 - Mimpi Buruk

    "Nggak. Bukan apa-apa. Maksudku… Mas nggak istirahat juga?" Dinda cepat-cepat meralat. Rafael mengamati reaksi Dinda dengan saksama. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis sebelum akhirnya menarik tubuhnya perlahan. "Ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini juga," jelas Rafael.Se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status