Share

12. Bebas?

Author: Pena Naima
last update publish date: 2026-04-13 22:27:39

Bebas.

Erika dan Laura berdiri berhadapan. Saling menatap satu sama lain.

"Bagaimana? Apakah kau tidak berminat dengan tawaranku?" tanya Laura.

Hening sesaat. Bagi Erika, keluar dan bebas dari jeratan Reno adalah keinginannya sejak awal. Bahkan ia rela melakukan apapun agar bisa pergi dari tempat itu. Tapi, entah kenapa tawaran Laura rasanya terlalu janggal.

Laura mendekat satu langkah ke depan Erika. "Kenapa kau diam?" tanyanya. "Padahal, mumpung aku berbaik hati mau membantumu keluar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Skandal CEO    32. Kehangatan.

    Erika masih diam di tempat duduknya. Menatap masakan yang kini sudah dingin karena terlalu lama dibiarkan. Waktu sudah menunjukkan pukul 23 lebih, tapi ia belum berniat beranjak barang sedikitpun. Suara bep kode pintu berbunyi, lalu suara pintu terbuka. Reno melangkah lunglai memasuki apartemennya. Tatapan matanya kosong, entah apa yang terjadi. Erika yang duduk di kursi makan sampai bingung dibuatnya. Pria itu berjalan ke kamar tanpa berniat menemui Erika lebih dulu. Suara pintu ditutup dengan keras. Erika kemudian bangkit. Mendengus kasar, lalu berjalan ke arah kamarnya. Saat ia melewati pintu kamar Reno, langkahnya terhenti. Ia menoleh pada pintu yang tertutup rapat itu. Diam sebentar, kemudian melanjutkan niatnya ke kamar. Erika menutup pintu dengan pelan. Kakinya terasa lemas. Tapi ia paksakan berjalan dan duduk di sisian kasur dengan wajah berat. Selain perutnya keroncongan, ia juga tidak nyaman melihat sikap Reno yang kembali dingin dan menakutkan seperti dulu. Di dalam k

  • Jerat Skandal CEO    31. Rumit.

    Reno sudah keluar dari apartemen. Meninggalkan Erika yang masih betah melihat rentetan berita tentang hubungan antara suaminya dan Laura.Beragam komentar netizen semakin membuat laju berita memanas. Namun salah satu berita yang membuatnya makin lama di jejaring sosial adalah ketika menemukan narasi yang menyentil dirinya.Sebuah akun menulis artikel berjudul, Casanova dan Sang Kekasih yang Masih Menjadi Misteri. Dalam postingan itu, ada foto dirinya yang diselimuti Reno ketika Mall beberapa hari lalu, dan sukses menuai beragam komentar lain."Iya, wanita itu siapa ya? Kok Reno menutupi seolah dia wanita spesial." Komentar paling atas yang Erika baca."Kalau dia Laura, Reno tidak akan menutupinya. Eh tapi bisa jadi juga Laura waktu itu masih disembunyikan." Komentar ke dua.Yang membuat Erika mengernyit adalah salah satu komentar yang ia scroll lebih jauh."Itu bukan Laura, tapi wanita lain. Dari kontur wajahnya saja sudah berbeda. Aku malah berpikir, dialah kekasih Reno yang sesunggu

  • Jerat Skandal CEO    30. Jatuh Cinta

    Ketika Reno memiringkan wajah, Erika refleks menutup mata. Sepasang bibir itu menyatu dengan kehangatan. Waktu seolah melambat. Dunia seperti terhenti. Di tengah ruangan yang dingin full AC bahkan tak cukup mengurangi hawa panas dalam tubuh mereka. Degup jantung yang saling berkejaran, Sentuhan yang bukan sekadar pertemuan, melainkan perasaan yang perlahan mulai mereka sadari. Tangan Reno terangkat, menyentuh sisi wajah Erika. Ia bermain dengan gerakan lembut namun membuai. Sementara Erika, yang semula kaku, perlahan merespons. Jemarinya mencengkeram ujung kemeja Reno, seperti mencari sesuatu untuk diyakini bahwa ini benar, bahwa perasaan yang timbul di hatinya memang cinta yang nyata. Setelah merasa cukup pegal, Reno menarik diri lebih dulu. Napasnya sedikit memburu, matanya menatap Erika dengan sorot yang sulit diartikan antara lega dan gelisah. "Maaf, apa ... Aku menyakitimu?" tanyanya suaranya rendah hampir seperti bisikan. Erika diam sejenak. Ada kilau yang tak sempat

  • Jerat Skandal CEO    29. Jangan Bilang Tidak.

    "Aku tidak pernah mencintainya."Kalimat itu terlontar begitu saja. Mengejutkan, seorang Reno yang begitu gagahnya menggauli wanitanya, sekarang dengan lantang mengaku tidak pernah mencintai. Ia tertegun. Napasnya tercekat. Dunia di sekelilingnya seperti runtuh. Sulit dipercaya. Bagi Erika, cinta bukan hanya sebuah hubungan penuh kasih, tapi juga berlandaskan ketulusan dari dasar hati. Ada perasaan lega. Tapi ia merasa terlalu cepat merasakan itu sekarang. "Bodoh." Satu kata. Pendek. Tapi keluar dari bibir Erika seperti ejekan yang memuakkan.Reno mengernyit, kaget. "Apa?" suaranya meninggi, panas di sejujurnya menjalar dengan cepat. "Kau bilang aku bodoh?"Erika menatapnya lurus, tanpa gentar. Tatapannya liar—seolah siap membakar siapa pun yang mencoba mendekat."Iya, kau bodoh!" suaranya pelan tapi menekan. Sebuah kalimat yang membuat Reno terlihat seperti orang linglung. "Hey, Erika—" "Kau rela mengotori dirimu sendiri, membuang waktu, bahkan harga dirimu... demi seseorang ya

  • Jerat Skandal CEO    28. Fix, Reno sudah gila.

    Fix, Reno Sudah Gila. Di ruang makan, Reno mengunyah makanan dengan pelan-pelan. Matanya melirik-lirik ke arah Erika yang malah sibuk membersihkan barang-barang di dalam rumahnya. Padahal pagi tadi, ia bisa melihat istrinya itu bahagia. Tapi dalam hitungan jam saja, bisa berubah drastis. BRAK! Reno berjingkat saat Erika mendaratkan tempat sampah setelah memindahkan sampahnya ke dalam kantong plastik. Entahlah, kenapa pria itu merasa bulu-bulu halus di sekujur tubuhnya berdiri. Erika terlalu menyeramkan. Tapi, detik kemudian Reno tersadar kenapa dirinya malah merasa takut? Bukankah itu rumahnya. Bahkan sejak awal ia sudah menjadi penguasa dalam segala hal. Lantas, kenapa sekarang dirinya menjadi selemah itu. Reno meraih gelas dan segera meminumnya sampai habis. Menoleh ke arah Erika yang baru saja kembali setelah membuang sampah. "Hey, kau ini kenapa? Tiba-tiba marah begitu." Erika mendelik. Tatapan itu begitu tajam terhunus padanya. Reno tertegun hingga hampir saja terseda

  • Jerat Skandal CEO    27. Bicara dengan Laura.

    Erika mengantar Pak Wiharja keluar. Hanya sampai pintu, karena pria tua itu memiliki pengawal pribadi yang kuat dan hebat. Gadis itu membungkuk hormat. "Terimakasih, kek. Hati-hati di jalan," ucapnya dengan binar mata dan wajah berseri-seri. Pak Wiharja tertawa ringan. "Baiklah, ingat kata-kataku tadi ya." Erika mengangguk ramah. "Iya, Kek." Melambaikan tangan ketika Pak Wiharja menjauh. Kunjungannya memang sangat singkat. Tapi selalu membuat Erika senang karena Pak Wiharja adalah sosok yang bijak di matanya. Billy dan Leon mengawasi. Erika berniat kembali masuk, namun sebuah suara menghentikan langkahnya. "Hey, kau!" Erika berbalik. Menatap Laura yang datang dengan aura kebencian luar biasa Erika memutar bola matanya. "Ternyata dia masih hidup," gumamnya nyaris berbisik. Laura berjalan mendekat dengan wajah bengis. Kedua tangan ia lipat di depan dada. Billy dan Leon menghalangi jalan Laura. "Pak Reno melarang siapapun bertemu dengan Nona Erika." Laura berdecih. Delikan mat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status