Accueil / Romansa / Jeratan 4 Tuan Muda / Bab 9 Telp Tengah Malam

Partager

Bab 9 Telp Tengah Malam

last update Date de publication: 2026-11-04 10:07:23

Malam telah melarut di kawasan elit Asteria. Jam dinding Neoklasik di kamar utamaku menunjukkan pukul 01.45 dini hari.

​Suasana kamar begitu hening dan damai. Lampu utama telah padam, hanya menyisakan pendar redup lampu tidur temaram di sudut ruangan. Aku tertidur lelap di atas ranjang king-size berseprai sutra hitam, terbungkus piyama sutra tipis berwarna krem yang lembut. Muka po

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Jeratan 4 Tuan Muda   Bab 13 Pantang Menyerah

    Keesokan harinya, atmosfer SMA Elite Asteria diliputi aura dingin yang membekukan.Maya berdiri di depan cermin toilet lantai dasar, memoles lipstik berwarna merah muda pucat yang memberi kesan rapuh dan menggiurkan.Jemarinya bergetar pelan, namun matanya memancarkan ketegatan yang nekat.Maya menolak untuk menyerah. Ia tahu betul ingatan masa lalunya: di kehidupan pertamanya, keempat tuan muda F4 juga tidak langsung jatuh cinta padanya.Di awal, mereka dingin, acuh, bahkan cenderung kasar. Namun, Maya berhasil menjaring mereka satu per satu dengan satu senjata pamungkas-pemanfaatan sensasi fisik dan daya tarik tubuhnya.Di kehidupan lalu, meski Maya mempertah

  • Jeratan 4 Tuan Muda   Bab 12 Maya Sang Protagonis

    Kepanikan adalah racun terbaik untuk membuat seseorang mengambil keputusan yang dungu.Maya membuktikannya hari ini. Ketakutannya yang memuncak setelah melihat perubahan total di Asteria memaksanya untuk bertindak cepat. Bagi Maya, alur cerita kehidupan pertamanya adalah kitab suci yang mutlak.Dalam ingatannya yang lalu, ia berhasil memikat hati F4 dengan satu formula sederhana: menjadi gadis polos, malang, pekerja keras, dan selalu hadir sebagai "pahlawan lembut" di saat keempat tuan muda itu membutuhkan kenyamanan emosional.Maka, ketika jam istirahat siang tiba di taman privat Asteria High, Maya memutuskan untuk menjalankan kembali taktik-taktik agresi "kepolosan"-nya secara serentak.Aku duduk

  • Jeratan 4 Tuan Muda   Bab 11 Memupuk Obsesi

    Suasana kelas unggulan Grade 12-A pagi itu terasa begitu tebal oleh ketegangan terselubung. Di ruangan bernuansa Dark Academia dengan meja-meja mahoni berukir dan jendela pualam tinggi, para pewaris tahta elit Asteria duduk di tempat mereka masing-masing.​Di barisan paling belakang, Dante Alister duduk kaku.​Pria tegap itu sama sekali tidak menyentuh buku atau penanya. Mata elangnya yang tajam—dipenuhi warna merah tipis dari malam tanpa tidur dan rasa bersalah yang menggerogoti dadanya—mengunci satu-satunya objek di dalam ruangan itu: Aurelia Celine.​Setiap helaan napasku, setiap jemariku yang memutar pena sutra, hingga pergerakan leher jenjangku tak luput dari pengawasan Dante.Pria

  • Jeratan 4 Tuan Muda   Bab 10 Sergapan di Toilet

    Sinar matahari pagi menyorot koridor lantai dua SMA Elite Asteria, memantulkan kilau kemewahan dinding pualam dan ukiran kayu mahoni. Lorong sekolah yang biasanya dipenuhi bisikan segan para siswa mendadak terasa makin mencekam pagi ini.Dante Alister melangkah dengan postur kaku. Pria berotot tegap itu mengenakan seragam resmi Asteria, namun dua kancing teratas kemeja hitamnya sengaja dibiarkan terbuka, memperlihatkan ketegangan di leher kokohnya. Lingkaran hitam tipis terukir di bawah mata elangnya—jejak nyata dari malam panjang tanpa tidur akibat mimpi liar jam dua pagi yang membakar otaknya.Sejak melangkah masuk ke gerbang sekolah, Dante berusaha keras bersikap acuh tak acuh.Dante sengaja memasang wajah dingin, tidak menyapa siapa pun, dan berusaha menghindar

  • Jeratan 4 Tuan Muda   Bab 9 Telp Tengah Malam

    Malam telah melarut di kawasan elit Asteria. Jam dinding Neoklasik di kamar utamaku menunjukkan pukul 01.45 dini hari.​Suasana kamar begitu hening dan damai. Lampu utama telah padam, hanya menyisakan pendar redup lampu tidur temaram di sudut ruangan. Aku tertidur lelap di atas ranjang king-size berseprai sutra hitam, terbungkus piyama sutra tipis berwarna krem yang lembut. Muka polosku tanpa riasan beristirahat tenang di atas bantal empuk, menikmati tidur nyenyak setelah seharian mengendalikan papan catur politik Asteria.​Drrr... Drrr... Drrr...​Getaran keras dari ponsel pribadiku di atas meja nakas mendadak memecah kesunyian malam.Drrr... Drrr... Drrr

  • Jeratan 4 Tuan Muda   Bab 8 Ring Tinju

    Suara benturan keras dari pukulan tangan berbalut handwrap yang menghantam sandsack kulit raksasa bergema memekakkan telinga di dalam Private Combat Gym Asteria High.Brak! Brak! Brak!Lantai kayu mahoni tua yang dilapisi matras hitam bergetar di setiap sabetan pukulan. Ruangan privat di ruang bawah tanah sekolah ini terisolasi total, beraroma minyak kayu cedar, kulit mahal, dan hawa panas yang membakar.Dante Alister berdiri di tengah ring tinju tanpa mengenakan atasan. Tubuh tegapnya yang dipenuhi otot padat memancar mengilap oleh lapisan keringat tipis. Dada bidangnya naik-turun memburu saat ia meluncurkan kombinasi pukulan hook dan uppercut dengan kecepatan serta kekuatan monster.Namun, gerakan tangannya tidak

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status