Share

16. Cumlaude

Penulis: Oryza_Sativa
last update Tanggal publikasi: 2021-08-13 19:34:03

"Ellea Pramadisti!"

Suasana aula yang semula hening berubah menjadi riuh, sesaat setelah nama Ellea dipanggil. Suara sorak-sorai seketika memenuhi ruangan tempat terselenggaranya acara wisuda yang diadakan oleh pihak kampus, dimana Ellea mengenyam pendidikan di bangku kuliah.

Ucapan selamat terdengar saling bersahutan antara satu dan yang lainnya, semua tertuju pada satu nama yaitu Ellea, sang primadona kampus yang berhasil meraih nilai tertinggi

Oryza_Sativa

Terima kasih ory ucapkan kepada para readers yang sudah berkenan membaca dan mendukung karya ory. Semoga kalian suka dan terhibur dengan tulisan receh ory ini.:) Happy reading all.

| Sukai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jiwa Yang Terluka   Maafkan Aku... Ellea

    Kehebohan di aula hotel bintang lima itu tidak bisa lagi diredam. Suara bisik-bisik yang semula halus kini berubah menjadi dengung kemarahan dan kecaman. Para tamu undangan, yang sebagian besar adalah relasi bisnis kelas atas, menatap layar dan panggung dengan tatapan tidak percaya. Martabat keluarga Tanjung dan kemasyhuran klan Ryder hancur berkeping-keping hanya dalam hitungan menit.Alano masih bersimpuh di lantai panggung. Kepalanya terasa seolah dihantam godam besar. Fragmen-fragmen ingatan yang selama delapan tahun ini terkunci di balik kabut putih mendadak pecah. Suara isak tangis Ellea, aroma parfum gadis itu yang bercampur ketakutan, dan kilatan lampu jalan sebelum mobilnya menghantam beton pembatas jalan, semuanya berputar liar di kepalanya."Argh!" Alano mengerang, mencengkeram rambutnya kuat-kuat. Keringat dingin mengucur deras di keningnya. Kebenaran itu menghantamnya lebih keras daripada benturan aspal delapan tahun silam.Karin, sang mempelai wanita, berdiri mematung di

  • Jiwa Yang Terluka   Semua Untuk Ellea

    Lampu gantung kristal di aula hotel mewah Surabaya itu berpijar menyilaukan, memantulkan kemewahan yang dipaksakan. Malam ini, keluarga besar Tanjung dan Ryder bersatu dalam perayaan pertunangan Alano dan Karin. Gelak tawa palsu dan denting gelas sampanye memenuhi ruangan, seolah-olah bau busuk masa lalu bisa tertutupi oleh aroma parfum mahal.Di sudut balkon yang agak gelap, Ale berdiri dengan kedua tangan di saku celana. Matanya yang dingin menatap Alano yang nampak gagah dengan setelan tuksedo hitam. Alano menghampirinya, mencoba bersikap ramah meski raut wajahnya menyiratkan kecanggungan."Aku senang kamu mau datang, Al," ucap Alano pelan.Ale menoleh, bibirnya tertarik membentuk senyum miring yang penuh penghinaan. "Datang? Tentu saja. Mana mungkin aku melewatkan momen saat kakak sepupuku yang 'suci' ini mengikat janji dengan wanita yang sama busuknya."Alano mengernyit, wajahnya nampak bingung. "Kenapa kamu selalu bicara begitu? Kalau ada salahku di masa lalu yang membuatmu benc

  • Jiwa Yang Terluka   Bertemu dengan Dia

    Kyoto menyambut Ellea dengan udara dingin yang menusuk tulang. Benar kata Abraham, hunian ini jauh lebih mewah dari sekadar sangkar emas. Sebuah penthouse di pusat kota dengan dinding kaca setinggi langit-langit yang langsung menghadap ke arah Kuil Kiyomizu-dera di kejauhan. Segala fasilitas tersedia, namun rasa jengah tetap menyelimuti hati Ellea.Sudah tiga hari ia berada di sana. Abraham sangat sibuk dengan urusan bisnis yang tak pernah dijelaskan secara gamblang. Karena bosan setengah mati, Ellea memutuskan untuk keluar. Ia mengabaikan peringatan pengawal pribadi yang berjaga di depan pintu dan memilih berjalan-jalan di sekitar area Gion, mengenakan coat bulu tebal untuk menutupi tubuh ringkihnya."Kyoto memang cantik, tapi tetap saja rasanya hampa," gumam Ellea sambil menatap aliran sungai Kamo yang tenang.Langkah kaki Ellea terhenti saat melihat sosok pria yang sangat familiar sedang berdiri di depan sebuah kedai teh tradisional. Pria itu mengenakan trench coat cokelat, nampak

  • Jiwa Yang Terluka   Mulai Melunak

    Suasana di ruang tamu keluarga Tanjung mendadak senyap, seolah oksigen ditarik paksa dari ruangan itu. Pertanyaan Elang yang bernada tantangan itu memukul telak harga diri Hendrik. Zia sendiri masih terpaku, tangannya gemetar hebat. Ia merasa menang karena Elang berlutut, tapi kata-kata "menghilangkan harkat dan martabat" itu terasa seperti tamparan yang menghinanya secara halus. "Kau gila, Elang!" desis Hendrik dengan suara rendah yang berbahaya. "Kau pikir pernikahan itu barang dagangan yang bisa kau tawar sesukamu?" Elang tertawa santai, merapikan setelan jasnya yang sedikit kusut karena tarikan sang ayah. "Lho, bukannya memang begitu cara kerja keluarga ini? Semuanya demi bisnis, kan? Kalau Ellea gagal jadi tumbal untuk Abraham Smith, kenapa tidak aku saja yang segera meresmikan 'bisnis' ini dengan Zia?" Zia akhirnya bersuara, suaranya melengking karena emosi. "Cukup, Elang! Aku tidak mau menikah dengan pria yang menganggapku sebagai beban atau sekadar transaksi!" "Tapi kau

  • Jiwa Yang Terluka   Hilangnya Harga Diri Elang

    "Non Ellea kami di suruh Tuan Abraham untuk membantu Nona berkemas." Dua pelayan memasuki kamar Ellea dengan menyeret satu koper berukuran sedang."Memang saya mau di suruh kemana?" tanya Ellea yang dibalas gelengan kepala oleh dua pelayan tersebut.'Apa Pria tua itu sungguh-sungguh ingin mengirimku ke Bandung? Dan kembali bersama Kak Ale?' Ellea menduga-duga.'Ini tidak bisa dibiarkan. Bagaimana mungkin pria itu bisa bertindak semaunya seperti ini kepada dirinya.'Dan saking penasarannya ia bangkit dari atas tempat tidurnya untuk menemui Abraham langsung. Sayang aksinya itu terhalang oleh bodyguard yang berjaga di depan kamar pribadi Abraham."Ada perlu apa, Nona? Tuan sedang tidak bisa diganggu.""Aku ingin bertemu dan bicara dengannya. Jadi, buka pintu dan biarkan aku masuk.""Maaf Nona, saya hanya menjalankan perintah dari Tuan jika tidak ada yang boleh masuk ke kamar beliau.""Tapi aku calon istrinya, bukan orang lain lagi bagi Tuanmu itu!" Ellea tetap kekeh dan berusaha membuka

  • Jiwa Yang Terluka   Gagal Menikah

    Tiga jari menjelang hari pernikahannya tanpa alasan yang jelas Abraham tiba-tiba membatalkan niatannya untuk menikahi Ellea. Hal itu membuat Ellea berang, entah apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh Ellea sekaligus pria tua itu. Yang awalnya Abraham bernapsu sekali ingin sesegera mungkin menikahi Ellea, tapi mendekati hari H Abraham justru membatalkan niatannya. Pun dengan Ellea yang semula menolak keras bahkan sampai pada insiden kabur dari rumah, lalu diselamatkan oleh Alano dan berakhir dirinya yang tertangkap oleh anak buah Abraham. Namun kini tidak ada yang tahu akan rencana apa yang ada di kepala Ellea. Keadaan seolah terbalik bahwa kini justru Ellea lah yang begitu ingin segera dinikahi oleh pria tua julukannya.Di saat Ale dan Esta yang mendapat kabar itu merasa senang bukan main tapi tidak bagi Ellea. Gadis itu terlihat tidak suka dengan keputusan Abraham yang menurutnya tidak masuk akal olehnya.Bahkan Abraham t

  • Jiwa Yang Terluka   30. Surat Misterius

    "Tuhan memilihku sebagi manusia istimewa, meskipun tahu bahwa aku sudah tak suci lagi. Tuhan juga tahu jika aku kuat, sehingga memberi ujian hidup yang seperti ini untuk kulalui." "Masuk!" seru Ellea setelah mendengar suara ketukan pintu.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Jiwa Yang Terluka   26.Kak, Aku Capek!

    "El, jangan seperti ini," lirih Ale. Ale frustrasi melihat kondisi Ellea yang kian memburuk. Tidak ada yang bisa berkomunikasi dengannya bahkan itu Gema sekalipun, psikiater yang dulu menangani trauma Ellea. "Ini sedikit berat dari sebelumnya, Al, ada i

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Jiwa Yang Terluka   24. Menunggu Masa Itu Tiba

    "El, nanti gue pulangnya mungkin agak terlambat, nggak usah ditungguin lo langsung tidur saja.""Tumben pamit, bukannya belakangan ini Kakak sudah sering melakukannya?""Iya El, sorry gue nggak sempat bilang karena sibuk dengan urusan kantor."

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Jiwa Yang Terluka   23. Maaf

    Rencana tinggallah angan semata, niat hati ingin mengobati rindu yang kian menggebu nyatanya hanya sebatas semu. Angan yang sudah pasti, berubah tatkala hati sudah tak lagi mampu mengatasi. Kecewa yang dirasakan Elang ada pada titik terdalamnya, ingin meluapkan kepermukaan tidak juga mampu dilakuk

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status