Inicio / Romansa / Jurang Cinta Tuan Muda / 5. Terlepas Meski Terluka

Compartir

5. Terlepas Meski Terluka

Autor: Farasyaa
last update Última actualización: 2026-01-18 12:40:35

Sampai sekarang Damian tak mendapatkan apapun soal kabar Bella, karena seluruh informasinya telah di tutup oleh Tuan Besar Johnson. Dirinya bisa saja mendatangi kediaman Johnson, namun kabar pembatalan pertunangan telah disampaikan dan disetujui oleh Tuan Besar Smith.

Kemarahan Damian tentu semakin besar, dan nomor Bella sudah tidak bisa dihubungi lagi oleh dirinya. Menatap lurus ke arah halaman samping dari ruang kerjanya, malam dimana Damian membuat Bella dibawah kendalinya terus saja berputar memenuhi kepalanya. Wanita itu menangis dan memberi penolakan meski sebelumnya berusaha untuk mendapatkan Damian.

Ketukan pintu tak membuat Damian mengalihkan pandangannya, tapi telinganya mendengarkan seluruh laporan dari asistennya.

"Tuan Muda, tidak ada penerbangan ke luar negeri atas nama Nona Johnson. Saya sudah mengecek seluruh cctv yang ada disetiap sudut, namun semuanya nihil," terang Tommy selaku asisten Damian sejak ia masihlah remaja.

Damian tidak menyahut, tapi mata tajamnya tetaplah memberikan rasa marah yang begitu teramat. Tangannya bahkan mengepal pada gelas berkaki yang berisi minuman berakohol.

"Awasi pergerakan Frederic Johnson. Tidak mungkin dia membiarkan cucunya hidup diluar begitu saja."

"Baik Tuan."

Tommy undur diri, meninggalkan Damian yang sejak pagi hanya berdiam diri di ruang kerja kediaman pribadinya. Damian tidak tinggal di mansion utama keluarga Smith, karena ia suka menyendiri. Dan wanita pertama yang dirinya biarkan tidur di ranjangnya hanyalah Bellarose Johnson.

Tapi wanita itu kini bak hilang ditelan bumi tanpa ada jejak sedikitpun. Bahkan keluarga Johnson seakan mendukung kepergiannya setelah berhasil memberi dampak pada kehidupan tenang Damian.

Mengingat satu nama, Damian pun kembali memberikan pesan pada Tommy untuk turut mengawasi sepupunya—Archer Smith. Pria muda itu sudah lama berteman dengan Bella, jadi kesimpulan singkat Damian buat jika Archer bisa saja mengetahui keberadaannya.

"Bella..." gumam Damian kesekian kalinya setelah sebelumnya tidak pernah memikirkan nama itu. "Damn!"

Mengalihkan pikirannya, Damian pun mengurus pekerjaannya yang sempat tertunda sampai ia mengabaikan pesan dari ibunya.

Ya, Kelly Smith meminta Damian untuk pulang malam ini setelah kemarin sempat membawa putri keluarga Rivera ke area pacuan. Namun Damian sangat enggan menjelaskan apapun soal keramahan Erna Rivera kepadanya.

Damian tidak tertarik sama sekali.

Putaran jarum jam sudah menunjukkan waktu pergantian ke malam hari. Tapi Damian tetap bertahan di ruang kerjanya meski pelayan sempat mengantarkan makanan untuknya. Masih tidak ada kabar apapun untuk keberadaan Bella. Sejenak kedua mata Damian memejam sesaat, kepalanya terasa berdenyut. Dunia begitu berbeda setelah apa yang dibanggakan Bella direnggutnya dengan paksa walau berulang kali memohon.

Ponselnya yang bergetar membuat Damian mengeceknya, tapi lagi-lagi itu dari ibunya mengatakan menunggu kedatangannya dengan segera. Bukannya beranjak pergi, Damian kembali menaruh ponselnya ke meja sebelum menyandarkan punggungnya lagi.

Tapi tak lama dari itu, pintu ruang kerjanya kembali dibuka dan datanglah Tommy dengan keadaan tergesa-gesa. Pria itu menunduk singkat dan menjelaskan kedatangannya.

"Tuan, ada masalah. Barang yang harusnya kita kirim baru saja truknya menghilang dan sopir ditemukan tewas dekat pelabuhan."

Damian menyorot begitu dingin ke arah Tommy. Seakan mengatakan ia tidak menyukai kabar buruk ini ditengah pikirannya yang kalut akan kepergian Bella.

"Anggota telah melakukan pengejaran, tapi..."

"Apa aku harus membunuh kalian lebih dulu?"

Tommy menelan salivanya dengan berat. Nyawanya bisa saja menjadi pertaruhan malam ini. "Ada pesan singkat yang tertinggal di mayat. Berisi soal proyek anda di Toronto."

"Kita kesana."

"Baik Tuan."

Damian segera mengenakan mantel hitamnya, tapi tidak lupa juga membawa senjata yang selalu berada di laci meja kerjanya.

Keluar dari kawasan mansionnya, Damian tentu dikawal beberapa mobil van hitam yang berisi anggota pengawal terbaik miliknya. Mereka sungguh berani mengusiknya ketika dalam keadaan ingin peluapan amarah. Mobil dikendarai dengan kecepatan sedang, dan beberapa menit kemudian tibalah di area pelabuhan dimana sopir pengantar transaksi ditemukan tewas.

Terlihat Damian begitu mendominasi sebagai sosok pemimpin ketika berjalan ke arah mayat sopirnya masih tergeletak disana. Anggotanya yang lain juga menyapa kehadirannya, dan penjelasan singkat Damian dengarkan.

"Ada kandungan racun didalam tubuhnya, Tuan. Dan reaksinya sangat cepat menyebar hingga sopir tidak bisa mengirim sinyal apapun."

"Darimana asalnya?"

"Pasar gelap di kawasan Valencia."

Damian bisa melihat sendiri jika mayat sopirnya mulai membusuk dengan sangat cepat. Tapi secarik kertas yang tertinggal membuat Damian harus mengambil pilihan untuk pergi ke Toronto dengan segera. Tentu saja Tommy selaku asistennya membuat persiapan yang matang untuk melindunginya dari para musuh.

Menjadi penerus keluarga Smith, tanggungjawab besar dipikul Damian karena dia adalah anak serta cucu pertama yang paling kompeten dalam hal apapun. Apalagi bisnis keluarga Smith juga merambah ke dalam dunia gelap, yang sudah dijalankan sejak lama oleh Tuan Besar Smith.

Tidak langsung pergi dari pelabuhan, Damian sejenak menikmati waktunya dengan menghirup udara malam agar pikirannya sedikit tenang. Ia juga sedang menunggu kabar selanjutnya dari anggotanya yang tengah memburu musuh karena membawa barang miliknya.

"Maaf Tuan. Tapi Nyonya menghubungi saya dan menanyakan keberadaan anda."

"Katakan padanya jika aku sudah berada di penerbangan mengurus bisnis."

Selain mengangguk dengan patuh, Tommy tidak berani menanyakan alasan kenapa Damian berbohong kepada ibunya. Itu dilakukannya tentu sejak ia menyandang status sebagai asisten Damian, setelah ayahnya membawanya masuk ke kediaman Smith.

Menikmati sebatang rokoknya, Damian baru pergi dan menyuruh anggotanya waspada tanpa membiarkan tikus-tikus itu mengganggu jalan bisnisnya lagi.

Damian dan Tommy tentu langsung menuju ke landasan untuk terbang ke Toronto meninjau pekerjaan disana. Pesan itu tidak bisa Damian abaikan, karena menyangkut beberapa hal soal pelebaran bisnisnya ke berbagai tempat paling menguntungkan.

"Frederic tidak melakukan panggilan apapun?" tanya Damian pada Tommy yang sudah melakukan sebuah sabotase kepada keluarga Johnson.

"Tidak Tuan. Tuan Besar Johnson hanya berdiam diri di kediamannya tanpa menyuruh siapapun mencari keberadaan Nona Bella."

Kabar tak menyenangkan ini tentu saja menyulut kekesalan dalam diri Damian, karena Bella sungguh sulit ditemukan oleh dirinya.

"Bagaimana dengan Archer?"

"Tuan Muda sudah kembali ke Paris setengah jam lalu karena harus menghadiri pertemuan penting."

"Pastikan sabotase ini tidak diketahui oleh mereka. Awasi dengan teliti."

"Baik Tuan."

Membuka ponselnya, Damian masuk ke ruang obrolan dimana pesan Bella tidak pernah dibalas sebelumnya. Sekarang ketika Damian mengirimnya pesan, itu tidak bisa masuk setelah nomor tersebut tidak aktif lagi.

Jalan kota Palermo terasa memuakkan bagi Damian, saat yang dicarinya begitu lincah menutup diri dari pengejarannya. Entah bagaimana Bella melakukannya, tapi Damian yakin jika wanitanya itu memiliki seribu satu cara. Dan tiba-tiba sebuah rencana licik melintas dalam pikiran Damian jika Bella tidak kunjung kembali dari tempat persembunyiannya.

"Bukankah dia satu-satunya yang melindungimu? Bagaimana kalau kita bermain, Bella?" seringaian tipis itu pun muncul di bibir Damian.

Biarkan dirinya dikatakan kejam, tapi Bella harus muncul dihadapannya lagi tanpa bisa melarikan diri. Damian akan memastikan hal tersebut tanpa menunda lebih lama.

**

Dibagian tempat ternyaman baginya, Bella kini tengah menikmati kesendiriannya dengan menikmati sebotol wine. Berusaha mengenyahkan segala kejadian yang menimpanya, Bella sekuat tenaga melupakan perbuatan Damian kepadanya.

Sudah setengah botol ia minum, tapi Bella masihlah sadar dan tengah menatap lampu-lampu yang begitu terang menerangi kota. Pemandangan indah ini, setidaknya sedikit memberikan sebuah hiburan untuk Bella sesudah ia membuat ruang kamarnya berantakan akan cat minyak. Lukisan yang sudah terselesaikan itu, memiliki makna sendiri yang tentunya menyangkut diri Bella.

"Langkahmu sudah sejauh ini Bella. Lagipula dia tidak mungkin mengingatmu," gumamnya sambil menertawakan diri sendiri. "Sangat malang sekali kehidupanmu, Bellarose Johnson."

Ditubuh Bella masih terlihat jelas jejak cinta yang Damian tinggalkan. Warna merah itu menjadi tanda, betapa buasnya Damian ketika menyentuh Bella walau sudah meronta minta dilepaskan agar tidak ada kabar buruk menimpa keluarga Johnson. Sayangnya permohonan Bella tidak didengar, bahkan Damian kembali menyentuhnya keesokan paginya.

"Ini sangat tenang, meski rasanya mencekik hingga kesulitan bernapas. Burung itu telah lepas, tapi sayapnya memiliki luka."

Bella ambruk, matanya perlahan menutup sebelum mengatakan bahwa hari esok hal indah akan masuk mewarnai hidupnya.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Jurang Cinta Tuan Muda   5. Terlepas Meski Terluka

    Sampai sekarang Damian tak mendapatkan apapun soal kabar Bella, karena seluruh informasinya telah di tutup oleh Tuan Besar Johnson. Dirinya bisa saja mendatangi kediaman Johnson, namun kabar pembatalan pertunangan telah disampaikan dan disetujui oleh Tuan Besar Smith. Kemarahan Damian tentu semakin besar, dan nomor Bella sudah tidak bisa dihubungi lagi oleh dirinya. Menatap lurus ke arah halaman samping dari ruang kerjanya, malam dimana Damian membuat Bella dibawah kendalinya terus saja berputar memenuhi kepalanya. Wanita itu menangis dan memberi penolakan meski sebelumnya berusaha untuk mendapatkan Damian. Ketukan pintu tak membuat Damian mengalihkan pandangannya, tapi telinganya mendengarkan seluruh laporan dari asistennya. "Tuan Muda, tidak ada penerbangan ke luar negeri atas nama Nona Johnson. Saya sudah mengecek seluruh cctv yang ada disetiap sudut, namun semuanya nihil," terang Tommy selaku asisten Damian sejak ia masihlah remaja. Damian tidak menyahut, tapi mata tajamn

  • Jurang Cinta Tuan Muda   4. Direnggut Paksa

    Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, jika apa yang Bella lakukan malah menyulut sebuah emosi. Dimana kemarahan Damian begitu menakutkan, membuat ia ingin memejamkan mata erat lalu menutup kedua telinganya agar tidak lagi mendengar kata-kata bernada dingin serta menusuk. Namun Bella bisa apa saat suara tegas itu memerintah seolah tidak ingin dibantah sama sekali. Namun ketekatan sebelumnya terus menguasai pikiran Bella, menyuruh untuk tetap berpegang teguh pada keputusan. Dia tidak boleh menjadi yang kedua, dan juga tidak ingin mendapatkan sebuah tuduhan kasar sebagai perebut. Bella sungguh melepaskan Damian untuk wanita lain, karena ia sudah lelah berharap. "Lepaskan tanganku, Damian." Untuk kali pertama Bella mampu menunjukkan taring pada pria yang ingin sekali ia berikan kepolosannya juga kepatuhannya sebagai wanita. "Aku tidak mau ada kabar miring yang membuat keluarga Johnson terlibat dalam skandal bahkan didesak oleh sesuatu." "Bella, kamu sadar atas ucapanmu kali ini? Mengus

  • Jurang Cinta Tuan Muda   3. Tidak Menginginkan

    Pandangan Bella tak pernah mengarah pada Damian lagi, meski pria itu nampak menanggapi sesekali ucapan Erna. Fokusnya hanya tertuju ke arah makananan di hadapannya dan mencoba sesegera mungkin menghabiskannya dengan cepat. Ini adalah bentuk dari keputusan yang sudah Bella ambil, dan ia menyukainya karena beban itu terasa menghilang begitu saja. Tidak ada apapun dalam dirinya untuk Damian, setelah bertarung dengan pikirannya selama seminggu penuh, mengurung diri di dalam kamar. "Pelan-pelan, tidak ada yang berebut denganmu Bella," goda Archer sambil menyubit pipi sebelah kiri Bella. "Sangat lezat ya makanan milikmu?" Wajah Bella langsung mendengus kesal. "Jangan mengganggu, Arch. Kita harus cepat, karena kakek sudah menunggu." Bella sungguh tak peduli, dan menjadi dirinya sendiri hingga menghilangkan cara makan dengan penuh keeleganan. Baginya tak perlu menampilkan kesopanan itu lagi sejak ia memutuskan untuk tidak masuk kedalam keluarga Smith. Kedekatan antara Bella dan Ar

  • Jurang Cinta Tuan Muda   2. Keputusan Melepaskannya

    Bella sudah bersiap dan tengah menunggu Archer untuk menjemputnya, karena mereka akan berkuda hari ini. Selama seminggu penuh, Bella hanya berdiam diri di kediamannya, sejak pulang dari jamuan makan di keluarga Smith. Bahkan, kakeknya sangatlah heran atas perubahannya yang sungguh berbeda dari sebelumnya. Bella yang aktif, biasanya akan berusaha mengikuti semua kegiatan Damian jika berada di luar. Tapi sejak senyuman itu telah diberikan pada orang lain, Bella yang merenung tentu saja berusaha menyadarkan diri berulang kali. "Apa ini kakek? Kenapa selalu saja melakukan hal yang akan mempersingkat umurmu?" Bella berdecak sambil mengerucutkan bibirnya, melihat Frederic Johnson menikmati cerutunya di halaman samping dan juga mengecek senjata buatannya. "Kakek sungguh ingin meninggalkan ku sendirian? Apa kakek sudah tega membiarkanku hidup tanpa bergantung pada siapapun lagi?" Frederic tentu merasa sakit mendengarkan setiap ucapan Bella, namun ia hanya bisa menghela napasnya. Baga

  • Jurang Cinta Tuan Muda   1. Tetap Diacuhkan

    "Damian," panggilnya dengan wajah ceria. Ditangannya ada sebuah barang yang harus diberikan pada pria itu. "Selamat datang kembali. Ini hadiah kecil untukmu." Bellarose Johnson mengulurkan tangannya. Namun yang ia dapat hanyalah tatapan acuh dari seorang pria bernama Damian Smith. Walau jarak umur tidak terlalu jauh-hanya sekitar 6 tahun saja, tapi Bella sudah cukup lama mengganggu hidup Damian, sejak keduanya bertemu 14 tahun lalu. Rambut keemasan yang sedikit bergelombang bergerak ketika angin menerpa, wajahnya sungguh bersinar dibawah sinaran mentari. Tapi Damian tetap tak peduli padanya, dan malah melenggang pergi meninggalkannya. "Damian," panggil Bella lagi kembali sambil mengikuti langkah pria itu. Bahkan dengan beraninya, ia mengalungkan tangannya pada lengan Damian agar langkah mereka sejajar. "Aku dengar kamu akan membuat pesta. Benarkah itu? Berapa banyak teman yang akan kamu undang?" Hanyalah sebuah keheningan yang Bella dapatkan dari pria dingin seperti Damian. Namun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status