分享

KSP - 7

作者: Azitung
last update publish date: 2026-07-24 14:21:48

Rani ikut melirik ke arah Tio, lalu menghela napas pendek dengan wajah serba salah, seolah takut salah bicara. "Oh, itu... itu Pak Tio, Ibu. Beliau menjabat sebagai Manajer Operasional di divisi ini."

"Manajer Operasional?" Isyana menaikkan sebelah alisnya, nadanya terdengar datar namun menuntut penjelasan. "Setahu saya, posisi itu membutuhkan kualifikasi tinggi dan pengalaman minimal lima tahun. Kapan dia mulai bergabung?"

"Beliau sudah bekerja di sini sekitar dua tahun, Ibu," jawab Rani denga
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 15

    Tanpa menunggu jawaban lagi, Isyana melangkah dengan anggun menaiki anak tangga menuju lantai dua, meninggalkan Ibu Rehan dan Sisil yang terpaku di ruang tamu.Begitu sosok Isyana menghilang di belokan tangga, wajah memelas kedua wanita itu seketika lenyap tanpa bekas. Air mata Ibu Rehan mengering dalam sekejap, digantikan oleh tatapan mata yang sarat akan kebencian dan dendam."Kurang ajar! Sombong sekali perempuan gila itu!" desis Ibu Rehan dengan suara rendah yang bergetar karena menahan amarah yang teramat sangat. Dia menggebrak lengan sofa dengan kasar."Dia benar-benar sudah tidak bisa dikendalikan lagi, Sisil!"Sisil mendengus kasar, wajahnya kembali ketus dan penuh kedengkian. "Betul, Bu! Dia sengaja mempermalukan kita! Lihat saja taktik transfer rumah sakit itu, dia sengaja agar kita tidak bisa memegang uang sepeser pun! Dia pikir dia sudah menang?"Sisil kemudian mengeluarkan ponselnya dengan terburu-buru, lalu mengetikkan sesuatu dengan cepat. "Aku akan telepon Rehan sekara

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 14

    Sisil yang menangkap kode dari ibunya langsung mengubah air mukanya. Wajahnya yang tadi garang berapi-api kini mendadak melunak, berakting seolah-olah dia adalah seorang kakak ipar yang teraniaya dan penuh penyesalan. Dia mendekati sofa ibunya, mengusap punggung wanita tua itu dengan sisa-sisa air mata buatan."Betul kata Ibu, Isyana. Kami memang bukan dari keluarga kaya, tapi apakah salah jika kami ikut menikmati milik kalian? Kau kan bisa menganggapnya sedekah," ucap Sisil dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, terdengar memelas namun tetap menyisipkan pembelaan diri yang licik. "Lagipula, harta yang kamu miliki itu kan sudah berlimpah. Apa gunanya uang miliaran di bank kalau dengan keluarga suami sendiri kamu hitung-hitungan sampai seperti ini? Anggap saja itu pahala sedekahmu untuk mertua dan ipar."Di dalam hatinya, Sisil sedang mengutuk Isyana habis-habisan. 'Awas kamu, Isyana. Begitu rekening Rehan dibuka lagi, kami akan menyusun siasat untuk menghancurkanmu.'Isyana masih

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 13

    "Lalu apa? Mbak Sisil punya saham di Pilar Corporation? Atau Mbak bekerja di sana?" Isyana menaikkan sebelah alisnya, membuat Sisil seketika bungkam dengan wajah memerah.Isyana kemudian mengalihkan tatapannya pada sang ibu mertua yang napasnya sudah memburu. "Dan untuk Ibu... aku membekukan rekening Mas Rehan karena aku sedang menyelamatkan uang perusahaanku. Kas kantor bocor miliaran rupiah setiap tahun hanya untuk mendanai pengeluaran misterius yang ditandatangani Mas Rehan. Sebagai pemilik mutlak, aku tentu tidak bisa tinggal diam melihat uangku dirampok oleh suamiku sendiri demi memanjakan keluarganya.""Kurang ajar! Kamu menuduh anak-anakku perampok?!" Ibu Rehan berteriak histeris, melangkah mendekat hingga jarak mereka hanya terpisah meja kaca. "Isyana! Ingat ya, kalau bukan karena Rehan yang bekerja siang malam membesarkan perusahaan itu, kamu tidak akan bisa duduk santai di rumah mewah ini menikmati kekayaan! Kamu itu cuma wanita rumahan yang beruntung dinikahi anakku!"Mende

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 12

    Amara menggeleng-gelengkan kepalanya, perlahan rasa syoknya berubah menjadi kekaguman yang luar biasa pada sahabatnya. "Jadi karena itu kamu bergerak secepat kilat pagi ini? Luar biasa. Lalu, apa Rehan sudah tahu kalau kamu tahu soal anak itu?""Tidak," Isyana menyesap jus jeruknya perlahan, lalu menatap Amara dengan kilat mata yang mematikan. "Tadi dia datang kelabakan ke ruanganku, mengamuk karena rekeningnya dibekukan. Dia mengira aku hanya tahu soal kelakuan ibunya dan masalah anggaran kantor. Aku sengaja menyembunyikan kartu as soal Sinta dan Rosy agar dia merasa di atas angin dalam ketidaktahuannya. Biarkan dia panik dengan urusan keuangan dan pemecatan adiknya dulu."Amara mengepalkan tangannya di atas meja, ikut merasakan kepedihan sekaligus amarah sahabatnya. "Lalu, apa langkah kita selanjutnya, Isyana? Sebagai pengacaramu, aku sudah merapikan semua dokumen kepemilikan saham dan aset pribadimu sejak beberapa bulan lalu. Kapan kita layangkan gugatan cerai?"Isyana menatap Amar

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 11

    "Kantor ini berdiri di atas tanah keluargaku, dibangun dengan modal penuh dari asetku, dan 70 persen sahamnya adalah milikku mutlak," Isyana menegakkan punggungnya, menatap Tio dengan sorot mata yang membuat pemuda itu mendadak ciut. "Dua tahun kamu menikmati posisi manajer tanpa kualifikasi yang jelas, hanya mengandalkan nepotisme kakakmu, dan berani memotong anggaran staf bawah untuk gaya hidupmu. Hari ini, semuanya berakhir."Isyana menggeser sebuah dokumen bermaterai ke ujung meja."Ini surat pemecatanmu secara tidak hormat. Dan Bagito sudah menyiapkan rincian pengembalian dana 1,2 miliar yang kamu selewengkan. Jika dalam waktu tiga hari uang itu tidak kembali ke kas perusahaan, Hendy akan langsung menyerahkan berkas ini ke kepolisian atas tuduhan penggelapan dalam jabatan.""Mbak Isyana!! Kau keterlaluan!! Aku ini adik suamimu!!" teriak Tio frustrasi, wajahnya memerah padam karena terkejut dan malu."Di dalam perusahaan ini, kamu hanya seorang karyawan yang tertangkap tangan menc

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 10

    Kau pikir aku bodoh, Mas?" Isyana bangkit dari kursinya, membuat tinggi mereka kini sejajar. Aura dominan Isyana seketika mengintimidasi Rehan, menekan pria itu hingga mundur setengah langkah. "Sepuluh tahun aku di rumah, bukan berarti otakku tumpul. Aku tahu setiap sen uang yang keluar dari perusahaan ini. Aku tahu kau menggunakan uangku untuk membiayai semua keluargamu bahkan sepupu-sepupumu, memanjakan mereka, dan memberi ibumu yang tidak pernah merasa cukup itu."Rehan membelalakkan matanya, rasa muak dan benci mendadak memenuhi dadanya melihat wajah Isyana yang begitu tenang tanpa cela.Dadanya sedikit lega karena Isyana tidak mengetahui tentang Sinta."Kau memata-mataiku?! Menjijikkan sekali kelakuanmu, Isyana! Kau wanita berhati batu! Ibu sedang sakit di rumah sakit, dan kau dengan teganya memotong biaya pengobatannya hanya karena egomu yang terluka?!"Isyana tidak marah mendengar makian itu. Di dalam hatinya, dia justru sedang bersorak sorai merayakan kemenangan babak pertama.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status