共有

KSP - 8

作者: Azitung
last update 公開日: 2026-07-24 14:22:21

Ibu Rehan langsung menggenggam tangan Sinta dengan erat. "Jangan bicara begitu, Sinta. Kamu itu menantu idaman Ibu yang sebenarnya. Ramah, tahu cara menyenangkan suami, dan sudah memberi Rehan anak perempuan yang cantik. Ibu pasti akan membantumu mendapatkan posisi yang seharusnya. Biarkan saja Isyana mendekam di rumah besarnya itu sampai Rehan berhasil mengalihkan semua saham perusahaan atas namanya. Setelah itu, kita tendang dia keluar."

Rehan tersenyum puas mendengar dukungan keluarganya. Di
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 22

    Pengakuannya tadi bahwa Rehan hanya pria bodoh yang dimanfaatkan hanyalah respons defensif karena rasa malunya yang sudah menginjak dasar bumi.Sinta terpaku di tempatnya, lidahnya mendadak kaku untuk meluruskan semuanya di depan Rehan.Tepat di tengah keheningan yang mencekam itu, seorang asisten rumah tangga berlari kecil keluar dari arah dapur dengan wajah cemas. Tangan wanita paruh baya itu bergetar saat menyodorkan sebuah ponsel pintar yang terus berdering nyaring."M-mbak Sinta... ini, ponsel Mbak bunyi terus dari tadi," bisik asisten rumah tangga itu takut-takut, menyerahkan ponsel tersebut lalu buru-buru mundur kembali ke belakang.Sinta mengerutkan kening. Dia melirik layar ponselnya yang menampilkan nomor tidak dikenal. Dengan jemari yang masih agak gemetar, Sinta menggeser tombol hijau dan menempelkan benda tipis itu ke telinganya."Halo?" suara Sinta terdengar parau dan dingin.Dari balik telepon, suara seorang pria berjas resmi terdengar begitu lugas dan tanpa basa-basi.

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 21

    "Bacalah dengan teliti, Mas Rehan yang terhormat," desis Isyana, suaranya mengalun dingin menusuk tulang. "Itu adalah hasil tes DNA resmi yang diambil dari sampel darah Rosy saat dia dirawat di rumah sakit kemarin, dan dibandingkan dengan sampel rambutmu yang kuambil di rumah."Jantung Rehan mendadak berdesir aneh. Jemarinya yang memegang kertas itu mulai bergetar hebat saat matanya membaca kolom kesimpulan di bagian bawah surat:"Probabilitas Hubungan Keayahan Parentage Index: 0%Kesimpulan: Sdr. Rehan dinyatakan BUKAN AYAH KANDUNG dari anak bernama Rosy."Darah di seluruh tubuh Rehan serasa berhenti mengalir seketika. Pandangannya mendadak kabur, kepalanya berputar hebat. "Ini... ini bohong! Ini pasti rekayasa kamu, Isyana!!""Bohong?" Isyana tersenyum manis, lalu menoleh pada Sinta yang wajahnya mendadak berubah pucat pasi bagai mayat hidup. "Tanya saja pada wanita di sebelahmu itu, Mas. Tanya padanya, anak siapa yang sebenarnya dia kandung empat tahun lalu? Anakmu... atau anak Dir

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 20

    Malam itu juga, Rehan hengkang dari rumah Isyana dengan langkah gontai dan kepala serasa mau pecah. Surat draf perceraian di genggamannya diremas hingga remuk.Dalam keputusasaan yang membakar dada, hanya ada satu tempat yang tebersit di pikirannya untuk mencari ketenangan: rumah megah yang selama dua tahun ini dia bangun secara diam-diam untuk Sinta dan Rosy di kawasan perumahan elit.Rumah yang megah itu berdiri dari kucuran dana operasional perusahaan milik Isyana yang digelapkan oleh Rehan. Bagi Rehan, rumah ini adalah bukti kejantanannya, sebuah monumen keberhasilan yang dia bangun tanpa campur tangan nama besar Isyana.Pria itu butuh pembuktian bahwa dirinya masih berharga. Jika Isyana membuangnya, setidaknya dia masih memiliki Sinta—wanita penurut yang sudah memberinya seorang putri cantik bernama Rosy, dan rumah mewah hasil usahanya sendiri.Rehan tidak sadar bahwa mobil sedan hitam milik Isyana mengikutinya dari jarak aman. Isyana, yang didampingi oleh Amara dan dua pria berb

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 19

    Isyana bangkit berdiri perlahan. Postur tubuhnya yang tegap dan elegan seketika mendominasi ruangan. Dia berjalan mendekati Rehan, memangkas jarak hingga Rehan bisa melihat dengan jelas betapa tidak ada sedikit pun rasa takut atau sedih di matanya."Dengarkan aku baik-baik, Mas," desis Isyana, menyebut nama pria itu dengan sopan, "Sebelas tahun aku mengalah. Sebelas tahun aku melayani keluarga benalumu, membiarkan ibumu menguras uangku, membiarkan adikmu yang tidak tahu diri itu bergaya dengan fasilitas kantor, dan membiarkanmu berlagak seperti pengusaha sukses di luar sana.""Isyana, menjaga keluargaku itu kewajibanku! Kenapa kamu...""Kewajibanmu menggunakan uang perusahaan?!" potong Isyana dengan penekanan yang begitu tajam. "Kau membiayai mereka bukan dari keringatmu sendiri, Rehan! Kau membiayai mereka dari darah dan air mata perusahaan yang dibangun oleh almarhum ayahku! Kau lupa siapa yang memberimu pakaian layak saat kau pertama kali datang ke rumah ini? Kau lupa siapa yang me

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP - 18

    Tidak ada jawaban. Isyana masih membisu, menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dengan wajah yang sama sekali tidak tersentuh oleh drama permohonan maaf itu.Satu menit... dua menit... keheningan itu mulai membakar sisa-sisa kesabaran Rehan. Rasa gengsi dan harga dirinya sebagai kepala rumah tangga mendadak berontak. Dia paling benci diabaikan, apalagi oleh wanita yang selama ini berada di bawah kendalinya.Sebuah ide licik mendadak melintas di otak Rehan. Dia tahu Isyana sangat mencintainya, dan Isyana pasti tidak akan sanggup membayangkan hidup sebagai janda tanpa seorang suami di sisinya.Rehan memutuskan untuk menggunakan kartu ancaman tertinggi untuk menekan mental istrinya.Rehan berdiri dari duduknya, merapikan jasnya dengan nada suara yang sengaja diubah menjadi tegas dan sedikit kecewa."Kalau kamu terus-terusan diam dan menatapku seperti ini, Isyana... lebih baik kita bercerai saja jika kamu memang sudah tidak bisa memaafkanku."Garis wajah Isyana yang semula datar tam

  • KUMISKINKAN SUAMI PENGKHIANAT   KSP -17

    Bukannya mengangguk setuju, Arkana justru terkekeh pelan. Sebuah tawa meremehkan yang membuat senyum di wajah Rehan perlahan memudar."Pak Rehan... Anda ini lucu sekali," ucap Arkana seraya meletakkan cangkirnya. Pria itu menyandarkan punggung, menatap Rehan bagai melihat seorang amatiran. "Anda pikir saya menanamkan modal besar di Pilar Corporation karena melihat Anda?"Rehan tersentak. "Maksud Pak Arkana?""Sejak sepuluh tahun lalu, seluruh aliansi bisnis kelas atas di kota ini tahu siapa otak di balik kesuksesan Pilar Corporation. Itu adalah Isyana," tegas Arkana dingin. "Bahkan analisis risiko dan proposal proyek stadion yang sangat jenius itu dibuat sendiri oleh tangan Isyana. Anda hanya orang yang membawakan berkasnya ke meja saya selama ini."Wajah Rehan seketika berubah pucat. "Pak Arkana, tapi saya...""Dan satu hal lagi, Pak Rehan," potong Arkana tanpa ampun. Dia menekan sebuah tombol di interkom mejanya. "Sekretaris saya baru saja menerima laporan audit independen dari tim

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status