Home / Fantasi / Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota / Bab 1256: Raga Bajra Titan

Share

Bab 1256: Raga Bajra Titan

Author: Rianoir
last update publish date: 2026-09-12 12:59:10

Puncak Pedang Gunung Fujika masih dipenuhi bau darah dan salju yang mencair.

Pada saat itu, semua orang menatap kosong sosok yang berdiri di langit.

Di mata mereka hanya tersisa keterkejutan, keterkejutan yang menghunjam sampai ke dasar dada.

Tak seorang pun ingat menyeka darah di sudut bibir sendiri.

Itulah lelaki yang seorang diri menghadapi tiga Roh Suruhan besar sekaligus Pendekar Suci Auren Yagren, lalu tetap berdiri tanpa satu goresan pun di tubuhny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1514: Kemarahan Tuan Muda Marcel

    Ryan dan Juwita terus mengobrol hingga larut malam.Setelah mendengar cerita tentang kampung halaman Ryan, Juwita semakin penasaran. Gadis itu terus mengajukan pertanyaan, mulai dari kereta besi yang bisa berjalan tanpa ditarik kuda hingga kotak kecil yang memungkinkan orang berbicara dengan seseorang yang berada sangat jauh.Setiap kali Ryan menjelaskan sesuatu, mata Juwita langsung berbinar. Baginya, kehidupan di kampung halaman Ryan terdengar seperti dunia dalam dongeng.Tanpa terasa, malam pun semakin larut.Juwita mulai mengantuk. Kepalanya sesekali mengangguk, sementara sebelah tangannya menopang dagu agar tidak tertidur di depan Ryan.Namun tepat ketika matanya hampir terpejam, suara pertengkaran mendadak terdengar dari luar kamar.Juwita langsung tersentak. Cangkir teh di tangannya nyaris terlepas."Ada apa di luar?"Gadis itu buru-buru meletakkan cangkir dan keluar untuk memeriksa ke

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1513: Adat yang Sulit Diubah

    "Masuklah!" jawab Ryan.Pintu kamar pengantin perlahan terbuka. Juwita melangkah masuk dengan kepala tertunduk, sementara kedua tangannya terus meremas ujung lengan baju.Gadis itu berhenti tidak jauh dari pintu. Setelah beberapa saat, ia menarik napas panjang, seolah sedang mengumpulkan keberanian."Tuan Menantu, Nona bilang dia sedang tidak enak badan malam ini. Jadi, Nona menyuruhku... menyuruhku tinggal di sini untuk melayani Tuan Menantu."Wajah Juwita memerah setelah mengucapkan kalimat terakhir. Meski begitu, ia tetap memberanikan diri melangkah mendekati Ryan."Kau keluar saja," kata Ryan.Juwita langsung berhenti. "Hah?"Gadis itu mengangkat kepala dengan bingung. Namun sesaat kemudian, wajahnya berubah pucat. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, lalu mengalir deras sebelum ia sempat menahannya."Tuan Menantu, apa Juwita melakukan kesalahan? Apa aku membuat Tuan Menantu tida

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1512: Rahasia Prasasti Larangan Purba

    Malam semakin larut, tetapi suasana Benteng Mulvane masih ramai. Pesta pernikahan belum juga berakhir. Para tamu terus berdatangan dan saling bersulang, sementara suara tawa serta denting cawan arak terdengar sampai ke halaman luar. Lampion-lampion merah yang menghiasi benteng masih menyala terang. Namun di dalam kamar pengantin, suasananya justru begitu tenang. Ryan duduk sendirian di depan meja bundar. Lilin-lilin merah yang dinyalakan sejak senja masih menyala, sesekali bergoyang tertiup angin yang masuk melalui celah jendela. Pikirannya kembali tertuju pada kejadian siang tadi. Ketika Sandro Satyadarma menyerangnya, Calista tanpa ragu maju menghadang. Perempuan itu bahkan melepaskan mahkota phoenix-nya dan melawan Sandro di depan semua orang. Setelah itu, Calista menyelesaikan upacara pernikahan dengan membungkuk kepadanya, lalu menyatakan bahwa siapa pun yang berani menyentuh suaminya harus berhadapan dengan seluruh Benteng Mulvane. 'Calista Mulvane...' Ryan mengetuk m

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1511: Bayang-Bayang Leluhur Mortis

    "Pesta dimulai!" Setelah memastikan para tamu dari empat faksi besar benar-benar pergi, Reinhart Mulvane akhirnya bisa bernapas lega. Krisis yang hampir membuat Benteng Mulvane terlibat pertempuran besar telah berlalu. Reinhart pun segera memerintahkan para pelayan melanjutkan pesta pernikahan yang sempat terhenti. Ia kemudian menoleh kepada Juwita. "Juwita, bawa Tuan Muda kembali ke kediamannya untuk beristirahat!" "Baik, Penguasa Benteng!" Wajah Juwita masih sedikit pucat setelah menyaksikan kejadian tadi. Namun ia segera menghampiri Ryan bersama beberapa pelayan perempuan lainnya. "Tuan Muda, mari ikut aku." Ryan mengangguk dan mengikuti mereka meninggalkan aula. Sementara itu, Calista sebagai pengantin wanita justru harus tetap berada di tempat pesta untuk menyambut dan menjamu para tamu. Keadaan tersebut terlihat agak lucu. Ryan, sang pengantin pria, malah dipapah kembali ke kamar seperti pengantin perempuan. Sebaliknya, Calista yang mengenakan gaun pengantin harus m

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1510: Hadiah dengan Maksud Tersembunyi

    "Benar sekali!" Biksu Borok dari Lembah Durjana tiba-tiba ikut berbicara. Ia melirik Lysander dengan sorot mata penuh arti, lalu tertawa kecil. "Biksu tua ini mendengar bahwa orang-orang yang menyerang Nona Mulvane mengaku berasal dari Istana Tujuh Misteri." "Aku sulit mempercayai kabar itu, jadi sengaja datang untuk mencari tahu. Siapa sangka justru bertemu Tuan Muda Lysander di sini!" Begitu perkataannya selesai, hampir seluruh tamu langsung menoleh kepada Lysander. Mereka juga pernah mendengar kabar penyerangan terhadap Calista dalam perjalanan pulang ke Kota Bayuswara. Selama dua hari terakhir, kejadian tersebut menjadi bahan pembicaraan di berbagai kedai teh. Desas-desus yang paling ramai beredar menyebut bahwa para penyerang berasal dari Istana Tujuh Misteri. "Omong kosong!"nLysander mendengus. Kipas di tangannya langsung terlipat dengan bunyi nyaring. "Istana Tujuh Misteri selalu bertindak secara terhormat. Untuk apa kami melakukan perbuatan serendah itu? Lagi pula,

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1509: Kedatangan Empat Faksi Besar

    Di tengah aula musyawarah Benteng Mulvane, Reinhart masih berdiri di depan kursinya dengan perasaan campur aduk.Ia memandangi punggung Calista yang tegak di hadapan Ryan. Putrinya baru saja menyatakan akan melindungi suaminya, bahkan jika harus mempertaruhkan keselamatan seluruh Benteng Mulvane.Reinhart tidak menyangka Calista mampu mengambil sikap setegas itu. Padahal, sebagai seorang ayah sekaligus Penguasa Benteng, dirinya sendiri sempat ragu ketika menghadapi tekanan Istana Penguasa Kota.Setelah terdiam beberapa saat, Reinhart akhirnya mengambil keputusan."Benar! Silas Stein sekarang adalah menantu resmi Benteng Mulvane!" serunya lantang. "Kalau masih ada yang berani menyentuhnya, seluruh Benteng Mulvane akan bertarung sampai mati melawan orang itu!"Pernyataan tersebut langsung mengubah suasana aula.Para tamu saling berpandangan dengan wajah terkejut. Bahkan Gaspar dan Sandro Satyadarma tid

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 4 - Penagih Hutang (II)

    Gunawan merasakan sesuatu yang sangat menakutkan dari tatapan Ryan. Ini bukan tatapan manusia biasa. Ini tatapan seseorang yang pernah melihat kematian, yang pernah membawa kematian, berkali-kali lipat. Tatapan predator puncak yang tidak mengenal belas kasihan."L... lepaskan aku!" Gunawan mencoba

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 3 - Penagih Hutang

    Wulan yang baru keluar dari dapur langsung pucat pasi. Tangannya yang memegang spatula gemetar hebat. Dia menatap Ryan dengan panik, bibirnya bergetar tapi tidak ada kata yang keluar.Ryan bangkit dari sofa, menatap ibunya dengan tatapan tenang. "Ibu, siapa mereka?""Ryan..." Wulan berbisik, suaran

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 2 - Anak

    Ryan awalnya terkejut, lalu menatap gadis kecil itu dengan tak percaya.Nenek... Dia... dia adalah...Gadis kecil itu akhirnya menyadari kehadiran Ryan. Tangisannya berhenti seketika, dan secara naluriah dia bersembunyi di belakang Wulan, mengintip Ryan dengan mata penuh curiga.Ryan segera menatap

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1 - Kepulangan Sang Kaisar

    Malam itu, langit Kota Sentralis mendung tanpa bintang. Bulan purnama bersembunyi di balik awan tebal, menciptakan suasana yang mencekam. Di Taman Melati, sebuah taman kota yang biasanya ramai, kini sepi dan sunyi.Tiba-tiba, langit meledak.JEDER!Sebuah kilat raksasa menyambar tepat di tengah ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status