Share

Bab 145: Rasa Penasaran

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-02 17:23:10
Tidak ada nama yang disebut. Tapi tidak satu pun orang yang berdiri di sana tidak mengerti ke mana kata-kata itu ditujukan.

Sebastian bergerak hendak membuka mulut, tapi Theodore sudah berbalik lebih dulu.

Senyum tipis yang tidak hangat itu menggantung di sudut bibirnya sebentar sebelum ia berjalan pergi dengan tangan di belakang punggung, dalam langkah seseorang yang tidak pernah merasa perlu melihat ke belakang.

Dominic Wei mengikutinya cepat.

Sebelum sepenuhnya membalik badan, ia melemp
Rianoir

Sore Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Recky Roger atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Gunarso Priambudi, Kak Al Walid Mohammad, Kak Budute Wae, Kak Dikydwi Laksana, dan Kak Ridhofatahilah99 atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Karena Jumlah Gem dan Hadiah telah memenuhi target, maka ada bab bonus setelah ini(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Akumulasi Gem: 13/15 Akumulasi Hadiah: 90/100 Yuk tambah Gem atau Hadiahnya untuk bab bonus(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) kurang 2 Gem atau 10 Koin hadiah lagi nih untuk bab bonus (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) kalau sebelum jam 8 mala Gem atau Koin sudah mencapai target, maka othor akan rilis bab bonusnya malam ini juga. Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 13
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1440: Jumlah yang Tak Berubah

    Ryan justru menatap Silas Stein cukup lama.Meski pria itu sudah berusaha menyembunyikan perasaannya, Ryan tetap menangkap perubahan kecil yang sulit dilihat orang lain. Ada kilatan singkat di matanya, sementara jemarinya sempat mengepal sebelum segera dilepaskan kembali.'Orang ini menyembunyikan sesuatu.'Ryan menggeleng tipis, lalu memalingkan wajah seolah tidak melihat apa pun."Semuanya, duduk dan bermeditasi. Tidak ada yang tahu bahaya apa lagi yang akan muncul setelah ini," ujar Tavian Suira.Tavian kemudian membawa Emeric Tanner, Rowena, Selena Tanjaya, dan anggota kelompok mereka duduk di satu sisi balairung.Evan Sinclair, Aaron Baldwin, Bruce, dan orang-orang di pihak mereka juga memilih tempat sendiri.Untuk beberapa saat, seluruh ruangan kembali hening. Hanya terdengar napas puluhan orang dan sesekali derit pelan dari papan kapal.Tanpa perlu dibicarakan, orang-orang di dalam ruangan sudah terbagi menjadi empat kubu. Tavian dan Emeric memimpin kelompok pertama, Evan dan

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1439: Tak Lagi di Bumi

    Begitu ucapan Bruce terdengar, raut semua orang langsung berubah.Garis lintang tiga puluh derajat utara bukan sesuatu yang asing bagi mereka. Jalur itu melintasi sejumlah wilayah yang sejak zaman kuno selalu dikaitkan dengan berbagai misteri besar dunia.Segitiga Bermuda, tempat kapal dan pesawat kerap dikabarkan lenyap tanpa jejak. Piramida Mesir yang tetap berdiri selama ribuan tahun. Hilangnya peradaban Maya secara misterius. Bahkan dua peristiwa aneh ketika aliran sungai terbesar Garudapolis pernah terhenti tanpa sebab yang jelas.Semua kejadian itu konon berada di sekitar garis lintang tersebut."Aku tidak bisa memastikan apakah semua desas-desus tentang garis lintang tiga puluh derajat utara itu benar." Silas Stein memandang sekeliling dengan wajah serius. "Tapi satu hal sudah jelas. Kapal hantu ini sudah tidak berada di Sungai Wulan."Silas berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Kalian tidak

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1438: Menembus Batas Ruang

    "Jangan ke sana! Tutup jendelanya!"Dalam situasi genting itu, Evan Sinclair segera menahan anggota keluarganya yang hendak menerjang keluar. Pada saat yang sama, ia mengangkat tangan dan mencengkeram udara dari kejauhan.Bang!Daun jendela langsung terbanting menutup.Tak lama kemudian, jeritan pemuda bernama Milo itu mendadak terputus.Lelaki Keluarga Sinclair yang tadi meneriakkan namanya jatuh berlutut dengan kedua tangan gemetar. Belum sempat siapa pun berkata apa-apa, sebercak darah merah terang memercik ke permukaan kertas jendela dari luar, lalu perlahan mengalir turun.Pemandangan itu membuat bulu kuduk semua orang berdiri.Krek... krek...Suara aneh terdengar dari balik jendela.Mula-mula terdengar seperti sesuatu sedang mengunyah. Setelah itu disusul suara tulang patah yang sangat jelas, seolah ada makhluk di luar sana yang sedang menggerogoti tubuh Milo sedikit

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1437: Kabut Hitam

    "Kapal hantu akan segera pergi!"Begitu ucapan Silas Stein terdengar, seluruh kapal hantu mendadak berguncang hebat. Getarannya semakin lama semakin kuat, seolah ombak raksasa sedang menghantam lambung kapal dari segala arah tanpa henti.Anehnya, meski kapal berguncang sedemikian keras, seluruh benda di dalam ruangan tetap berada di tempatnya. Singgasana emas, lentera, bahkan hiasan-hiasan di dinding tidak bergeser sedikit pun."Pergi apanya? Kapal ini jelas mau terbalik!""Gawat... aku mabuk laut!""Apa kita akan mati di sini?!"Kekacauan langsung pecah. Semua orang mati-matian menjaga keseimbangan, sementara beberapa kultivator yang lebih lemah bahkan sudah berteriak panik."Tinju Primordial Surgawi, Jurus Kedua: Hentak Surgawi!"Ryan menarik napas dalam dan menghentakkan kedua kakinya ke lantai. Tubuhnya langsung berdiri kokoh, seolah kedua telapak kakinya telah menyatu dengan kapal.Guncangan terus meningkat. Rowena Suira kehilangan keseimbangan dan hampir menghantam pilar emas

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1436: Kapal Hantu Berangkat 

    Di ujung ruangan berdiri sebuah singgasana emas yang dipisahkan dari lantai utama oleh beberapa anak tangga pualam putih.Singgasana itu menjadi benda paling mencolok di seluruh ruangan. Permukaannya berkilau mewah, sementara kedua sandaran lengannya dipahat menyerupai kepala naga. Sepasang batu akik merah tertanam sebagai mata, membuat kedua naga itu seolah sedang mengawasi siapa pun yang berdiri di hadapannya.Di belakang singgasana terdapat sebuah relief perunggu besar.Permukaannya sudah dipenuhi karat hijau akibat usia, membuat sebagian besar ukirannya sulit dikenali. Hanya beberapa sosok menyerupai dewa kuno yang masih bisa terlihat samar.Anehnya, meski telah terkikis waktu, relief tersebut masih memancarkan tekanan yang mampu membuat jiwa bergetar.Ryan memperhatikannya selama beberapa saat. Sosok-sosok pada relief itu menimbulkan perasaan familiar, seolah ia pernah melihat sesuatu yang serupa sebelumnya, tetapi ia tidak berhasil mengingatnya.Ruangan itu sama sekali tidak

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1435: Memasuki Kapal Hantu

    Soal tindakan Evan Sinclair yang sengaja menerima Bruce dan kelompok Barat, Ryan sama sekali tidak terkejut.Ia hanya melirik singkat ke arah jembatan posisi Langit, lalu memalingkan wajah kembali. Evan jelas ingin memanfaatkan Bruce dan orang-orangnya untuk menghadapi dirinya di atas kapal nanti.Namun Ryan tidak peduli.Kaisar Api dan Titan saja sudah tewas di tangannya. Bruce dan yang lain belum cukup membuatnya khawatir.Setelah melihat keganasan Ryan, banyak orang langsung mengurungkan niat untuk menerobos jembatan posisi Guntur. Mereka kemudian mengalihkan perhatian ke jembatan yang dijaga Tavian Suira, Emeric Tanner, Evan Sinclair, dan kelompok lain.Namun mereka segera sadar telah salah memilih sasaran.Cara Tavian dan yang lain menghadapi penerobos sama sekali tidak lebih lunak.Dalam beberapa menit, puluhan orang tewas.Ada yang dadanya ditembus tinju.Ada yang dilempar ke sungai dengan leher patah.Ada pula yang bahkan belum sempat menyentuh rantai sudah dibelah oleh Qi P

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 8 - Masakan Kaisar Iblis

    Ryan berjalan perlahan ke kamar Aira. Mengintip dari celah pintu, dia melihat putrinya tertidur di tempat tidur kecil, masih mengenakan pakaian lengkap, seolah kelelahan setelah menangis.Ryan masuk dengan hati-hati, setiap langkahnya pelan. Dia mendekat ke tempat tidur dan menatap wajah putrinya y

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 7 - Janji Ryan

    "Elena menangis sambil memeluk Aira," Hendrik melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "Dia memeluk putrinya sangat erat. Aira saat itu menangis kencang, tidak mengerti apa yang terjadi. Elena... Elena mencium keningnya berkali-kali, lalu menitipkan kalungnya, kalung berliontin bulan sabit emas, ke A

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 6 - Keluarga Yang Hancur

    Setelah Hendrik Hartono pulang, keluarga itu duduk bersama di ruang tamu yang sempit. Cahaya lampu kuning redup menerangi ruangan sederhana dengan sofa lusuh dan meja kayu yang sudah banyak goresan. Suasana hangat meskipun masih ada ketegangan yang menggantung di udara dari kejadian tadi.Hendrik m

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 5 - Alasan Berhutang

    Wulan mempersilakan Ryan duduk di sofa lusuh yang pegas-pegasnya sudah nyungsep di beberapa bagian. Lalu dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, dia mulai menceritakan semuanya.Ayahnya, Hendrik Hartono, bekerja sebagai buruh bangunan. Gajinya tidak besar, tiga juta GDP per bulan kalau lagi be

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status