Share

Bab 145: Rasa Penasaran

Penulis: Rianoir
last update Tanggal publikasi: 2026-04-02 17:23:10
Tidak ada nama yang disebut. Tapi tidak satu pun orang yang berdiri di sana tidak mengerti ke mana kata-kata itu ditujukan.

Sebastian bergerak hendak membuka mulut, tapi Theodore sudah berbalik lebih dulu.

Senyum tipis yang tidak hangat itu menggantung di sudut bibirnya sebentar sebelum ia berjalan pergi dengan tangan di belakang punggung, dalam langkah seseorang yang tidak pernah merasa perlu melihat ke belakang.

Dominic Wei mengikutinya cepat.

Sebelum sepenuhnya membalik badan, ia melemp
Rianoir

Sore Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) Terima Kasih Kak Recky Roger atas hadiah Koinnya (⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠) Terima Kasih Kak Gunarso Priambudi, Kak Al Walid Mohammad, Kak Budute Wae, Kak Dikydwi Laksana, dan Kak Ridhofatahilah99 atas dukungan Gem-nya (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Karena Jumlah Gem dan Hadiah telah memenuhi target, maka ada bab bonus setelah ini(⁠≧⁠▽⁠≦⁠) Akumulasi Gem: 13/15 Akumulasi Hadiah: 90/100 Yuk tambah Gem atau Hadiahnya untuk bab bonus(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) kurang 2 Gem atau 10 Koin hadiah lagi nih untuk bab bonus (⁠≧⁠▽⁠≦⁠) kalau sebelum jam 8 mala Gem atau Koin sudah mencapai target, maka othor akan rilis bab bonusnya malam ini juga. Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 11
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1312: Petir Pemusnah Arwah

    "Raga fanamu yang tidak seberapa itu ternyata menyimpan rahasia. Begitu kau kutangkap, aku akan membedahnya sampai tuntas."Yamadipati memicingkan mata ke arah Ryan Hartono. ..Kilat bengis bergolak di dalam sorotnya, seolah ia sudah melihat tubuh Ryan berubah menjadi bahan percobaan di hadapannya.Detik berikutnya, ia tiba-tiba mengangkat tangan."Jari Dewa Arwah!"Begitu pekikan itu keluar, hawa hitam yang meluap di sekeliling tubuh Yamadipati tersedot deras menuju ujung jarinya. Dalam sekejap, satu jarinya berubah hitam pekat sampai ke pangkal, seperti dipenuhi racun, dendam, dan arwah yang tak terhitung jumlahnya.Saat ujung jari itu bergetar tipis, udara di sekitarnya terkoyak.Ruang mengeluarkan dengung rendah yang membuat dada orang terasa sesak.Wusss!Seberkas cahaya hitam sebesar lengan orang dewasa menyembur dari ujung jari Yamadipati. Cahaya itu membelah langit malam, membawa daya penghancur yang membuat seluruh pelataran Balai Leluhur kembali berguncang."Golok Kesadara

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1311: Yamadipati dari Langit Keabadian

    Detik berikutnya, tubuh Sang Ketua Sekte mulai kejang hebat.Wajahnya berubah-ubah dengan cepat. Kadang penuh ketakutan, kadang bengis, kadang tampak seperti orang yang sedang berusaha mempertahankan sesuatu dari dalam dirinya sendiri."Yang Mulia Dewa Sihir, apa... apa yang Yang Mulia lakukan?" suaranya bergetar, tidak lagi seangkuh sebelumnya."Apa yang kulakukan?"Suara yang sangat dingin keluar dari tubuh Sang Ketua Sekte, tetapi jelas bukan suaranya sendiri. Nada itu tinggi, asing, dan membawa penghinaan yang membuat orang menggigil."Tentu saja mengambil alih ragamu. Kau sudah tidak berguna lagi.""Yang Mulia Dewa Sihir, jangan! Hamba selalu setia kepada Yang Mulia. Kenapa Yang Mulia memperlakukan hamba seperti ini?"Raungan Sang Ketua Sekte kembali terdengar. Kali ini, suaranya dipenuhi kepanikan yang tidak bisa ditutupi.Namun suara dingin itu hanya mencibir."Sampah tidak berguna. Mel

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1310: Jimat Benih Iblis Dewa

    Lelaki tua berwajah tirus itu menggeleng pelan. “Kalian keluar saja. Aku tahu apa yang harus kulakukan.”“Baik. Aku yang berjaga untukmu.”Bantara mengangguk, lalu memberi isyarat kepada Hendrik Hartono, Darren Vale, Tuan Budi, Wulan, dan orang-orang lain di ruang tamu. Mereka saling menatap dengan cemas, tetapi akhirnya tetap keluar satu per satu.Pintu ruang tamu ditutup dari dalam.Cahaya emas yang tadi menembus jendela dan atap perlahan mulai meredup. Meski belum benar-benar hilang, setidaknya pancarannya tidak lagi menyilaukan seluruh halaman.Hendrik menoleh ke arah pintu tertutup itu. Kecemasan di wajahnya tidak bisa disembunyikan. “Kek Bantara, sebenarnya apa yang terjadi?”Ia benar-benar tidak mengerti.Bukan hanya Hendrik. Darren Vale, Wulan, dan Tuan Budi pun sama. Malam ini terlalu banyak hal yang melampaui akal sehat mereka. Bulan darah, cahaya emas dari tubuh Lulu, lalu kedatan

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1309: Orang Bernama Keluarga Hartono

    "Kepala Kuil!" Melihat api mulai melahap tubuh lelaki tua itu, Kirana dan tiga lelaki yang berlutut di hadapannya tidak sanggup lagi menahan tangis. Mereka tahu betul apa arti pemandangan tersebut. Api itu bukan api biasa. Itu adalah tanda bahwa Kepala Kuil sedang membakar sisa hidup, raga, dan jiwanya sendiri demi membuka satu jalan terakhir bagi mereka. Tepat ketika tubuh lelaki tua itu hampir habis menjadi abu, matanya yang ditempeli daun emas mendadak bergetar. Ia melihatnya. Di tengah kekacauan yang tak berbatas, ia melihat sesosok pemuda berusia sekitar tiga puluh tahun. Pemuda itu berjalan dengan kedua tangan di belakang punggung di dalam dunia petir yang tak berujung. Setiap kali kakinya melangkah, lautan petir di bawahnya bergetar halus, seolah bahkan petir pun tidak sanggup menanggung wibawa sosok itu. Dari tubuh pemuda itu memancar cahaya merah darah dan niat membunuh yang meluap. Arwah-arwah gentayangan yang tak terhitung jumlahnya menggeliat, menangis, dan menjer

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1308: Matahari dan Bulan Satu Langit

    Kediaman Keluarga Hartono di Kota Sentralis berada di bawah langit malam yang semakin ganjil. Hendrik Hartono, Darren Vale, Tuan Budi, Wulan, dan beberapa orang lain berdiri di halaman dengan wajah ngeri. Mereka menyaksikan cahaya emas terus mengalir keluar dari tubuh Lulu yang masih tidak sadarkan diri di dalam rumah, lalu menembus atap dan melesat ke arah bulan darah di langit. Utas-utas cahaya emas itu tampak seperti pancaran dewa. Luas, dalam, kuno, dan agung. Tidak ada seorang pun memahami apa yang sedang terjadi. Mereka hanya bisa berdiri terpaku, seolah seluruh akal sehat sudah dirampas oleh pemandangan di depan mata. Detik berikutnya, kejadian yang lebih ganjil muncul. Seberkas cahaya emas menembus langit. Awan-awan bergolak hebat, lalu di tengah kehampaan, sebuah matahari merah perlahan muncul samar. Matahari itu seperti Burung Merah raksasa yang membentangkan sayap, hendak mengusir kegelapan tak berujung yang menyelimuti dunia. Pada saat itu, bukan hanya Hendrik da

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1307: Cahaya Emas Menuju Bulan

    "Begitu Yin membesar dan Yang menyusut, atau sebaliknya, segala sesuatu di dunia akan bergerak ke arah yang ekstrem." Grandmaster Jendra berhenti sejenak. Tatapannya masih terpaku pada bulan darah di langit, lalu ia menambahkan dengan suara berat, "Misalnya saat Yin membesar dan Yang menyusut, hal-hal ganjil akan muncul. " "Kucing bisa bersujud kepada bulan, tikus membakar dupa, jasad bangkit dari peti, bahkan sulur kering dan pohon tua pun mungkin berubah menjadi siluman." Begitu penjelasan itu selesai, wajah orang-orang di hadapannya berubah satu demi satu. Mereka semua merasakan hawa dingin merambat dari telapak kaki sampai ubun-ubun. Beberapa orang hendak bertanya lagi. Namun ketika mereka mengangkat kepala, lelaki tua berjubah pertapa bersulam benang emas itu sudah lenyap dari tempatnya berdiri. Hanya gumaman samar yang tertinggal di antara embusan angin malam. "Jalan Langit sudah mati. Datangnya Waktu Empat Yin berarti dunia ini akan segera jatuh ke dalam kekacauan." *

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1 - Kepulangan Sang Kaisar

    Malam itu, langit Kota Sentralis mendung tanpa bintang. Bulan purnama bersembunyi di balik awan tebal, menciptakan suasana yang mencekam. Di Taman Melati, sebuah taman kota yang biasanya ramai, kini sepi dan sunyi.Tiba-tiba, langit meledak.JEDER!Sebuah kilat raksasa menyambar tepat di tengah ta

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 4 - Penagih Hutang (II)

    Gunawan merasakan sesuatu yang sangat menakutkan dari tatapan Ryan. Ini bukan tatapan manusia biasa. Ini tatapan seseorang yang pernah melihat kematian, yang pernah membawa kematian, berkali-kali lipat. Tatapan predator puncak yang tidak mengenal belas kasihan."L... lepaskan aku!" Gunawan mencoba

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 3 - Penagih Hutang

    Wulan yang baru keluar dari dapur langsung pucat pasi. Tangannya yang memegang spatula gemetar hebat. Dia menatap Ryan dengan panik, bibirnya bergetar tapi tidak ada kata yang keluar.Ryan bangkit dari sofa, menatap ibunya dengan tatapan tenang. "Ibu, siapa mereka?""Ryan..." Wulan berbisik, suaran

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 2 - Anak

    Ryan awalnya terkejut, lalu menatap gadis kecil itu dengan tak percaya.Nenek... Dia... dia adalah...Gadis kecil itu akhirnya menyadari kehadiran Ryan. Tangisannya berhenti seketika, dan secara naluriah dia bersembunyi di belakang Wulan, mengintip Ryan dengan mata penuh curiga.Ryan segera menatap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status