Home / Fantasi / Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota / Bab 842: Raksasa dari Jimat

Share

Bab 842: Raksasa dari Jimat

Author: Rianoir
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-06 18:00:09
"Master Gradon sedang lewat! Semuanya minggir! Kalau sampai ada yang terinjak hingga mati, jangan harap kami mau bertanggung jawab!"

Begitu suara itu lenyap, deru mesin yang kasar menggema dari arah kejauhan.

Ryan menyebarkan Kesadaran Ilahinya, dan langsung merasakan tiga unit BMW melaju beriringan dalam satu barisan, diikuti beberapa mobil mewah lain di belakangnya.

Sungguh congkak, dan sama sekali tidak peduli pada keselamatan orang lain.

"Awas!"

Hampir di saat yang bersamaan, Yudha meny
Rianoir

ini bab reguler terakhir hari ini Akumulasi Gem: 9/15 Akumulasi Hadiah: 60/1000 Yuk tambah Gem atau Hadiah untuk bab bonus malam ini(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 8
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1420: Jalan Agung

    Begitu Wendy selesai bicara, Viktor Kristian dan yang lain langsung tersadar.Alis mereka terangkat, sementara mata mereka berbinar penuh semangat.Sebaliknya, Victor dan Margareth justru terlihat semakin bingung.“Kultivasi apa?”Wendy segera bersemangat menjelaskan.Ia mulai menceritakan sepak terjang Ryan dengan sangat rinci. Kedua tangannya ikut bergerak ke sana kemari, seolah sedang mengulang kembali setiap kejadian yang pernah didengarnya.“Ayah tidak tahu, sekarang Kak Ryan hebat sekali!”Nada suaranya penuh kebanggaan.“Dia bukan cuma orang nomor satu di Garudapolis, tapi juga orang nomor satu di seluruh kawasan Timur. Beberapa waktu lalu, dia bahkan menyerbu negeri ginseng seorang diri...”Semakin lama Wendy berbicara, semakin sunyi ruang kerja itu.Ketika ceritanya selesai, terdengar beberapa tarikan napas tajam hampir bersamaan.Viktor Kristian, Tuan Budi, Darren, dan bebera

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1419: Rahasia yang Harus Disimpan

    Di atas Pegunungan Keldara, satu-satunya ahli yang selamat berlari kembali menuju Tiga Alam Tertinggi dengan wajah pucat pasi.Tubuhnya masih gemetar hebat.Dua rekannya, yang sama-sama berada di Puncak Ranah Maestro, sudah tewas tanpa sempat melihat siapa yang membunuh mereka.Kabar yang ia bawa bahkan lebih mengerikan.Pedang Keabadian belum mati.Berita itu langsung mengguncang sepuluh keluarga kuno di Tiga Alam Tertinggi.Nama Pedang Keabadian sudah lama menjadi pantangan bagi mereka. Pantangan yang bertahan hampir seratus tahun.“Apa? Pedang Keabadian belum mati?”“Bagaimana mungkin? Bukankah dulu tua bangka itu sudah kita jebak? Umurnya seharusnya tidak tersisa banyak!”“Kabar ini datang dari Keluarga Devlin, Lockwood, dan Draven. Orang yang berhasil pulang melihat sendiri Niat Pedang Layu Mekar.”“Kalau begitu, tidak mungkin salah.”“Masalah ini jadi rumit.”Di berbagai

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1418: Balasan dari Tiga Alam Tertinggi

    Setelah menerima lempeng baka dari Rowena, Ryan tidak menyimpannya. Ia justru berbalik dan melemparkannya kepada Corwin Lowell yang berdiri tidak jauh dari sana. “Corwin, ini untukmu.” Corwin refleks menangkap lempeng itu dengan kedua tangan. Ia langsung tertegun. Ryan tentu masih mengingat jelas apa yang terjadi ketika Tiberius Draven dan Fulton Lockwood menyerangnya tadi. Di antara begitu banyak orang, hanya Reyner dan Corwin yang benar-benar maju membantu. Reyner memiliki hubungan dekat dengan Rowena, sehingga mereka masih bisa berbagi satu lempeng baka. Sedangkan Keluarga Lowell belum memiliki satu pun. Karena itu, memberikan lempeng ini kepada Corwin terasa paling pantas. Kebaikan dibalas dengan kebaikan. Itulah prinsip yang selalu dipegang Ryan. Wajah Corwin langsung berbinar. “Terima kasih, Ryan!” Vincent Lowell yang berdiri di sampingnya ikut terdiam. Ia sama sekali tidak menyangka Ryan bersedia memberikan benda sepenting itu kepada Keluarga Lowell. Memang, Ryan j

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1417: Lempeng Baka Milik Tiberius

    Evan Sinclair tertawa dingin dua kali. Niat membunuh di matanya perlahan mereda. “Tavian Suira, kali ini aku mengalah. Keluarga Sinclair mengaku kalah.” Ia memang orang yang tegas dalam mengambil keputusan. Evan tahu kapan harus menyerang, tetapi ia juga tahu kapan harus berhenti sebelum kerugian semakin besar. Selama Tavian dan Emeric masih berada di balai ini, mustahil baginya membunuh Ryan hari ini. Kalau pertarungan terus dipaksakan, konflik hanya akan membesar. Lebih buruk lagi, jika Si Gila Suira benar-benar kehilangan kendali, bahkan Evan sendiri tidak yakin bisa menahannya. “Aaron, kita pergi.” Evan mengibaskan lengan bajunya. Orang-orang Keluarga Sinclair segera mengikuti langkahnya menuju pintu. Ketika melewati Ryan, Evan berhenti sebentar. Ia menyipitkan mata. “Ryan Hartono, kau memang hebat.” Nada suaranya sangat dingin. “Aku akan mengingat kejadian hari ini.” Setelah itu, Evan pergi tanpa menoleh lagi. Langkahnya tetap tenang dan teratur, tetapi tangan yang te

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1416: Pembantaian Tiga Keluarga

    “Tidak! Jangan bunuh aku!” “Kaisar Iblis Gila dari Selatan, aku tidak punya dendam denganmu! Kenapa kau membunuhku?!” “Aku tidak terima! Kukutuk kau mati mengenaskan!” “Tuan Muda Sinclair, tolong aku!” Jeritan panik menggema di seluruh balai. Puluhan murid dari Keluarga Draven, Keluarga Lockwood, dan Keluarga Devlin langsung berhamburan ke segala arah. Ada yang berlari menuju pintu, ada yang mencoba mencari perlindungan di balik meja, bahkan ada yang berlutut sambil membenturkan dahi ke lantai dan memohon ampun. Namun semua itu tidak sedikit pun menggoyahkan niat membunuh Ryan. Qi Pedang dari Pedang Raja menyapu ke depan seperti gelombang pasang. Seorang pemuda Keluarga Lockwood mencoba menerobos jendela, tetapi cahaya pedang menyambar tubuhnya di udara. Tubuhnya terpotong di bagian pinggang sebelum tangannya sempat menyentuh kaca. Dua murid Keluarga Devlin berdiri saling membelakangi dan mengerahkan perisai Qi bersama-sama. Krqk! Perisai itu pecah seperti kulit telur.

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1415: Tebasan Pedang Raja

    Niat membunuh bergolak di mata Ryan.Tiba-tiba cahaya keemasan meledak dari telapak tangannya. Ketika cahaya itu surut, sebilah pedang panjang sudah tergenggam erat di sana.Pedang Raja.Begitu pedang itu muncul, Niat Pedang yang tajam langsung memenuhi balai. Qi Pedang menyapu ke segala arah dan menimbulkan dengungan nyaring, seolah ribuan keping logam bergetar bersamaan.Di kejauhan, Fulton Lockwood sudah hampir mencapai pintu.Tangannya terulur.Jaraknya dari gagang pintu berlapis emas tinggal sejengkal.“Mati kau!” Ryan mengayunkan Pedang Raja.Weng!Bersamaan dengan ayunan itu, suara menggelegar mengguncang seluruh balai. Sebilah cahaya pedang raksasa melesat ke depan dengan kekuatan mengerikan.Qi Pedang bergulung di atas cahaya tersebut seperti gelombang besar. Tekanannya terasa seolah mampu memindahkan gunung, mengeringkan lautan, dan membelah langit serta bumi.

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 9 - Klub Malam Puncak Emas

    Ryan berjalan keluar dari Kompleks Graha Sentosa dengan langkah tenang namun penuh tekad. Matahari pagi menyinari jalanan Kota Sentralis yang mulai ramai dengan kendaraan dan pejalan kaki.Dia menghentikan taksi di pinggir jalan dan naik ke kursi belakang."Ke mana, Pak?" tanya sopir taksi, seorang

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 3 - Penagih Hutang

    Wulan yang baru keluar dari dapur langsung pucat pasi. Tangannya yang memegang spatula gemetar hebat. Dia menatap Ryan dengan panik, bibirnya bergetar tapi tidak ada kata yang keluar.Ryan bangkit dari sofa, menatap ibunya dengan tatapan tenang. "Ibu, siapa mereka?""Ryan..." Wulan berbisik, suaran

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 2 - Anak

    Ryan awalnya terkejut, lalu menatap gadis kecil itu dengan tak percaya.Nenek... Dia... dia adalah...Gadis kecil itu akhirnya menyadari kehadiran Ryan. Tangisannya berhenti seketika, dan secara naluriah dia bersembunyi di belakang Wulan, mengintip Ryan dengan mata penuh curiga.Ryan segera menatap

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1 - Kepulangan Sang Kaisar

    Malam itu, langit Kota Sentralis mendung tanpa bintang. Bulan purnama bersembunyi di balik awan tebal, menciptakan suasana yang mencekam. Di Taman Melati, sebuah taman kota yang biasanya ramai, kini sepi dan sunyi.Tiba-tiba, langit meledak.JEDER!Sebuah kilat raksasa menyambar tepat di tengah ta

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status