Home / Urban / Kalung Ajaib Pemuda Desa / 352 Aku Menemukanmu

Share

352 Aku Menemukanmu

Author: Heartwriter
last update publish date: 2026-08-06 22:12:19

Aura kultivasinya sama sekali tidak terdeteksi. Bukan karena tersembunyi dengan teknik penyamaran kultivasi biasa, tapi karena benar-benar tidak ada aura kultivasi yang keluar sama sekali. Seperti seorang wanita biasa yang tidak memiliki kekuatan apa pun.

Tapi Wandra tahu lebih baik dari itu. Delapan ratus tahun yang lalu, dia pernah merasakan hal yang sama. Mayang Terurai memiliki kemampuan untuk menyembunyikan seluruh auranya dengan sempurna, sebuah kemampuan langka yang bahkan Wandra sendiri
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   389 Monster Laut Purba

    Mayang mencengkeram tangan Wandra dengan erat, matanya dipenuhi ketakutan yang begitu dalam. "Ada sesuatu di sini, Wandra. Sebuah entitas yang menghalangi siapa pun yang berusaha menuju Benua Naga Hitam melalui jalur ini. Aku pernah mencoba berkali-kali di masa lalu, dan setiap kali, aku selalu gagal karena hal yang sama ini menghadang jalanku. Seolah, entitas itu tidak ingin aku menuju ke benua naga hitam."Jack Sparrow, menyadari betapa berbahayanya situasi ini, mulai memutar kemudi dengan tekad baru. "Kita harus kembali! Aku tidak akan mengorbankan kapal dan semua penumpang di sini hanya untuk menerobos sesuatu yang bahkan membunuh guruku sendiri!"Tapi Wandra meletakkan tangannya di atas roda kemudi, menghentikan gerakan Jack Sparrow dengan kekuatan yang tidak bisa dilawan."Tidak," Wandra berkata dengan suara yang tegas dan penuh keyakinan. "Kita tidak akan kembali. Aku sudah berjanji untuk membawa Mayang ke Benua Naga Hitam, dan aku tidak akan membiarkan apa pun menghalangi itu,

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   388 Laut Mengganas

    Jack Sparrow berdiri di dermaga kayu yang reyot, tangannya bersedekap sambil mengawasi kru-krunya mengangkut perbekalan terakhir ke atas kapal. Begitu melihat Wandra dan Mayang mendekat, dia melambaikan tangan dengan gaya yang berlebihan seperti biasa.“Akhirnya kalian kembali!” Jack Sparrow berseru. “Aku sudah mulai berpikir kalian tersesat di hutan atau diculik penduduk pulau untuk dijadikan santapan.”“Bukan hal seperti itu,” Wandra menjawab sambil tersenyum tipis, tidak berniat menjelaskan lebih jauh tentang apa yang baru saja mereka alami di kuil tersembunyi itu.Jack Sparrow mengangkat alis, jelas penasaran melihat sesuatu yang baru melingkar di leher Mayang, tapi dia cukup bijaksana untuk tidak bertanya lebih jauh. “Baiklah, baiklah. Rahasia kalian, urusan kalian. Yang penting, Leviathan sudah siap berlayar lagi. Boggu sudah menambal semua bagian yang bocor, layar-layar sudah diganti dengan yang baru, dan kita sudah mengisi penuh perbekalan air tawar dan makanan.”Viona dan Bas

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   387 Catatan Masa Lalu

    Pria tua itu jatuh berlutut tepat di hadapan Mayang, tubuhnya gemetar hebat, dan seketika seluruh penduduk yang berada di kuil itu ikut bersujud, dahi mereka menyentuh lantai batu, suara isak tangis haru mulai terdengar bersahutan di antara mereka."Sang Dewi," pria tua itu berkata lagi dengan suara yang tersedak emosi, "kami sudah menunggu selama tujuh generasi. Nenek moyang kami berjanji bahwa suatu hari Anda akan kembali ke pulau ini."Mayang berdiri kaku, sama sekali tidak siap dengan penyambutan seperti ini. Dia melirik ke arah Wandra dengan mata yang meminta pertolongan, benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana terhadap situasi yang begitu asing baginya."Aku... aku tidak ingat pernah berjanji apa pun," Mayang akhirnya berkata, suaranya pelan tapi cukup terdengar oleh semua orang di kuil itu. "Maafkan aku, tapi aku sama sekali tidak mengingat kunjunganku sebelumnya ke pulau ini."Bukannya kecewa, pria tua itu justru mengangguk dengan pemahaman yang dalam, seolah dia sudah

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   386 Dewi Mayang sudah kembali

    Mayang mendekat lebih jauh, matanya membelalak saat menyadari apa yang dimaksud Wandra. Tanda bulan sabit di leher ukiran itu persis sama dengan tanda lahir yang dia miliki. Pola tato yang melingkari lengan sosok batu itu, dengan setiap lekukan dan simbol yang begitu detail, sama persis dengan tato yang menghiasi lengannya sendiri."Ini tidak mungkin," Mayang berbisik, mundur selangkah dengan wajah yang mulai pucat. "Aku belum pernah ke pulau ini sebelumnya. Aku yakin sekali."Wandra memandangnya dengan lembut, memahami kebingungan yang dirasakan Mayang. "Mayang, kau sudah hidup hampir lima ribu tahun. Kultivasimu berubah-ubah dan setiap kali itu terjadi, kau kehilangan ingatanmu. Bukan tidak mungkin kau pernah datang ke tempat ini di masa lalu, dalam sebuah kehidupan yang sekarang sudah terlupakan sepenuhnya olehmu."Mayang terdiam, matanya masih terpaku pada ukiran itu, mencoba mencari secercah ingatan yang mungkin tersembunyi jauh di dalam benaknya, tapi tidak menemukan apa pun sel

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   385 Melewati Badai

    Wandra langsung menyalurkan seluruh kekuatan yang diperlukan ke dalam layar dan tiang kapal, tangannya menahan struktur kayu itu supaya tidak patah, energinya mengalir menstabilkan seluruh rangkaian tali dan kain yang seharusnya sudah robek berkeping-keping menghadapi angin sekuat ini.Jack Sparrow, di kemudi, bekerja dengan konsentrasi yang luar biasa, memutar roda kemudi dengan gerakan-gerakan kecil tapi sangat presisi, menyesuaikan arah kapal dengan setiap perubahan angin yang dia rasakan, meskipun mata biasa tidak akan bisa membedakan pola-pola halus yang sedang dia baca dari pergerakan air dan udara di sekitarnya.Tiga puluh detik itu terasa seperti waktu yang sangat panjang. Kapal berguncang hebat, air menghantam dari segala arah, petir menyambar begitu dekat sehingga suara gemuruhnya terdengar hampir bersamaan dengan kilatan cahayanya. Beberapa kali kapal miring begitu tajam sehingga sebagian geladak nyaris tenggelam ke dalam air, tapi setiap kali itu terjadi, Jack Sparrow deng

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   384 Jack Sparrow Tunjukkan Keahliannya

    Langit yang tadinya biru cerah mulai berubah pekat begitu Leviathan memasuki gerbang perairan yang oleh para pelaut disebut sebagai ambang Laut Tibran. Awan-awan hitam bergulung dengan kecepatan yang tidak wajar, seolah langit itu sendiri hidup dan sedang marah, menyaksikan siapa pun yang berani memasuki wilayahnya.Jack Sparrow berdiri di kemudi dengan postur yang sama sekali berbeda dari gaya nyelenehnya yang biasa. Matanya yang tadi selalu memancarkan kilatan jenaka kini berubah tajam dan sangat fokus, menatap cakrawala dengan konsentrasi yang luar biasa, seolah dia sedang membaca sebuah buku yang hanya bisa dilihat olehnya sendiri."Semua orang, pegangan!" Jack Sparrow berteriak dengan suara yang menggelegar, jauh berbeda dari nada bicaranya yang biasa terdengar setengah bercanda. "Badai pertama akan datang dalam waktu tiga menit!"Wandra, yang berdiri di geladak bersama Mayang, Viona, dan Baskoro, merasakan tekanan udara yang mulai berubah drastis. Angin yang tadinya sepoi-sepoi

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   6 Efek Samping Liontin

    Malam itu, setelah mandi dan mengganti pakaian dengan baju bersih, Wandra duduk di tepi tempat tidur kamar tamu. Ia menatap kalung liontin yang masih ia kenakan.Di bawah lampu kamar, liontin itu tampak biasa saja—hanya logam kusam dengan ukiran aneh. Tapi Wandra tahu, benda ini sama sekali tidak b

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   5 Tinggal bersama Dokter Cantik

    Wandra terkejut mendengar tawaran itu. "Tapi, Dok... saya tidak enak. Kita baru saja kenal.""Justru karena kita baru kenal dan kamu sudah berani mengorbankan nyawamu untukku, aku merasa harus membalas budi," sahut Caroline. "Lagipula, apartemenku cukup besar. Ada kamar tamu yang tidak pernah terpa

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   4 Diajak Tinggal Bersama

    Caroline menatap liontin di leher Wandra dengan tatapan penuh tanda tanya. Sebagai orang yang berpendidikan tinggi dan terlatih dalam ilmu kedokteran modern, dia tidak percaya dengan hal-hal mistis atau supernatural. Pasti ada penjelasan ilmiah di balik semua ini. Mungkin lukanya tidak sedalam yang

  • Kalung Ajaib Pemuda Desa   3 Menolong Dokter Wanita

    Di kota besar seperti ini, di mana tidak ada yang saling mengenal, lebih aman untuk tutup mata dan jalan terus.Tapi Wandra tidak bisa melakukan itu. Didikan orang tuanya dan neneknya mengajarkan bahwa menolong orang yang dalam kesulitan adalah kewajiban, bukan pilihan. Meskipun dia tahu risikonya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status